cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 342 Documents
KAJIAN EKSPERIMENTAL PERILAKU BALOK BETON TULANGAN TUNGGAL BERDASARKAN TIPE KERUNTUHAN BALOK Oscar Fitrah Nur
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.556 KB) | DOI: 10.25077/jrs.5.2.39-52.2009

Abstract

Keruntuhan yang terjadi pada balok tulangan tunggal dipengaruhi oleh dimensi balok dan rasio tulangan balok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya perpindahan dan beban maksimum yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang dan perilaku retak balok akibat lentur. Model balok yang digunakan adalah balok beton bertulang tunggal dengan tumpuan sederhana dengan ukuran balok 50 × 75 × 550 mm dan 50 × 100 × 550 mm. Penulangan balok dilakukan dengan tiga tipe keruntuhan yaitu keruntuhan tarik, keruntuhan seimbang dan keruntuhan tekan. Pembebanan dilakukan secara bertahap sampai diperoleh keadaan dimana tegangan tarik beton dilampaui (terjadi retak) sampai balok mengalami keruntuhan. Pada setiap tahap pembebanan dibaca dan dicatat besar lendutan yang terjadi pada balok. Kejadian retak yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada balok dengan tipe keruntuhan tarik pada umumnya keruntuhan diawali dengan retak dari daerah dibawah beban kemudian berlanjut pada daerah tengah bentang. Retak balok terjadi pada daerah momen maksimum serta merambat ke arah vertikal (arah tegak lurus sumbu batang) seiring peningkatan beban, balok dengan tipe keruntuhan tekan dan seimbang pada umumnya keruntuhan terjadi secara tiba-tiba, retak yang terjadi cenderung membentuk sudut 45° atau lebih terhadap sumbu balok, bersamaan dengan meningkatnya beban aksial yang diberikan, retak bertambah panjang dan lebar, serta terjadi retak-retak baru disepanjang badan balok. Kata Kunci : beban dan perpindahan, balok beton tulangan tunggal, pola retak, tipe keruntuhan.
PEMODELAN DISTRIBUSI FREKWENSI TIME HEADWAY LALU LINTAS DI WILAYAH JALAN BERBUKIT Rizky Indra Utama; Purnawan Purnawan; Hendra Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.475 KB) | DOI: 10.25077/jrs.12.2.71-76.2016

Abstract

Time headway merupakan besaran mikroskopik arus lalu lintas yang sangat penting kegunaannya dalam analisis dan perencanaan suatu sistem transportasi. Pentingnya time headway, khususnya dalam microscopic traffic simulation, mendorong perlunya penentuan standar nilai yang dapat digunakan untuk keperluan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model distribusi time headway yang sesuai untuk data hasil penelitian di wilayah jalan berbukit. Penelitian mengambil data arus lalu lintas pada ruas jalan Padang Panjang– Bukittinggi Km. 5. Pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan handycam. Pengolahan data pengamatan menggunakan Software Stop Data Program. Untuk mendapatkan goodness of fit dari model distribusi data pengamatan yang cocok dengan distribusi teoritis, maka dilakukan Kolmogorov Smirnov Test (K-S Test) dengan menggunakan Software EasyFit, sehingga dihasilkan model yang cocok dengan kondisi wilayah jalan berbukit. Dari analisis didapatkan hasil sebagai berikut: model distribusi terbaik hasil uji time headway individual Hari Sabtu pada jalur tanjakan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Beta dengan nilai α1=2,290 ,α2=7,668 , ???? =4,615 ????10????????????, ???? =16,809, pada jalur turunan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Weibull dengan nilai α= 1,546 ,β=3,551 ,γ = 0. Model distribusi terbaik hasil uji time headway individual Hari Minggu pada jalur tanjakan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Beta dengan nilai α1=2,217 ,α2=6,626 ,????=2,895????10???????????? ,???? =15,046, untuk jalur turunan didapatkan model hasil uji yang terbaik adalah model Cauchy dengan nilai σ=0,703 dan μ=2,937.Time headway rata-rata Hari Sabtu pada jalur tanjakan diperoleh 3,86 detik, pada jalur turunan didapatkan 3,17 detik. Selanjutnya time headway rata-rata Hari Minggu pada jalur tanjakan didapatkan 3,77 detik, pada jalur turunan diperoleh 3,21 detik.Kata kunci : Time Headway, Goodness Of Fit Test, Model Distribusi
LOCAL AREA TRAFFIC MANAGEMENT PADA JALAN PERKOTAAN KAWASAN PENDIDIKAN DAN PEMUKIMAN (STUDI KASUS JALAN GAJAH MADA KOTA PADANG) Endri Endri; Yossyafra Yossyafra; Hendra Gunawan
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.411 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.1.43-56.2014

Abstract

Kota Padang sebagai kota besar dengan jumlah penduduk ± 860.000 jiwa memiliki permasalahan transportasi seperti kemacetan lalu lintas di beberapa ruas jalan terutama pada jam-jam sibuk, yaitu pagi (jam masuk sekolah/kantor), dan sore (saat pulang). Ruas jalan Gajah Mada merupakan salah satu jalan penghubung antara sub-pusat kegiatan yaitu pasar satelit Alai dan pasar satelit Siteba. Pada ruas jalan ini juga terdapat beberapa institusi pendidikan, perkantoran dan komplek perumahan,seperti pada segmen antara simpang Jl Gajah Mada – Jl STKIP PGRI dan simpang Jl Gajah Mada – Jl Perumahan Tabiang Banda Gadang yang sering terjadi kemacetan lalu lintas pada jam sibuk pagi dan sore. Dari hasil observasi lapangan terhadap simpang Jl Gajah Mada – Jl STKIP PGRI dan simpang Jl Gajah Mada – Jl Perumahan Tabiang Banda Gadang didapatkan kapasitas simpang sebesar 2.739 smp/jam dan 2.738 smp/jam, Derajat kejenuhan (DS) 0.76 dan 0,76, dan Tundaan simpang (D) 12,74 detik dan 12, 42 de-tik,serta Indek Tingkat Pelayanan “ D” dan “ D”. Untuk itu perlu adanya upaya pengaturan lalu lintas pada kawasan tersebut guna meningkatkan kinerja simpang dan ruas jalan yaitu dengan memisahkan arus lalu lintas keluar masuk dari dan ke jalan lokal. Dengan melakukan manajemen lalu lintas pada kawasan tersebut maka disimpang Jl Gajah Mada – Jl STKIP PGRI,terjadi peningkatan kapasitas simpang 40 %, mengurangi Tundaan simpang ± 2 - 3 detik serta meningkatkan Indek Tingkat Pelayanan dari “D” menjadi “C”. Sedangkan untuk simpang Jl Gajah Mada – Jl Perumahan Tabiang Banda Gadang terjadi peningkatan Kapasitas simpang 32 %, mengurangi Tundaan simpang± 2 - 3 detik dan meningkatkan Indek Tingkat Pelayanan dari “D” menjadi “C”. Keywords: local area traffic management,kinerja simpang, kinerja ruas jalan
ANALISA PENGARUH DINDING GESER PADA STRUKTUR BANGUNAN HOTEL BUMI MINANG AKIBAT BEBAN GEMPA Fauzan Fauzan; Zaidir Zaidir; Dwi Putri Nengsi; Indri Miswar
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.282 KB) | DOI: 10.25077/jrs.6.1.1-10.2010

Abstract

Sumatera Barat merupakan daerah rawan gempa. Pasca gempa 30 September 2009 lalu, banyak bangunan bertingkat, baik bangunan pemerintah maupun swasta mengalami rusak berat. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan dan kehancuran pada elemen struktural dan non-struktural adalah gedung Hotel Bumi Minang. Oleh karena itu, struktur bangunan harus direncanakan tahan terhadap gempa. Perencanaan struktur bangunan terhadap gempa dapat dilakukan dengan pemberian dinding geser pada struktur bangunan tersebut. Penggunaan sistem struktur dinding geser dalam menahan gaya lateral yang bekerja pada bangunan sangat efektif, hal ini disebabkan dinding yang terdapat pada sistem struktur dinding geser ini berfungsi untuk menyebarkan gaya luar yang bekerja pada struktur. Pada penelitian ini membandingkan struktur bangunan Hotel Bumi Minang dengan dinding geser dan tanpa dinding geser. Ada 4 parameter yang digunakan yaitu, tipe 1 (struktur bangunan tanpa dinding geser), tipe 2 (struktur bangunan dengan dinding geser pada daerah lift lantai 1 & 2), tipe 3 (struktur bangunan dengan dinding geser pada daerah lift sampai lantai atap) dan tipe 4 (struktur bangunan dengan dinding geser pada daerah lift sampai lantai atap dan di sudut sekeliling bangunan). Selanjutnya dianalisa hasil deformasi dan gaya dalam bangunan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dinding geser pada struktur bangunan akibat beban-beban yang bekerja, termasuk beban gempa. Keywords : Gempa, dinding geser, deformasi, gaya dalam.
Perencanaan Sistem Struktur Balok Beton Pracetak Hibrida Ahmad Yudi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.123 KB) | DOI: 10.25077/jrs.14.1.35-48.2018

Abstract

Penelitian ini mencakup analisis dan perencanaan sistem balok beton pracetak hibrida, sebagai sejenis beton pracetak yang menggunakan kabel prategang unbonded  sebagai tambahan perkuatan pada sambungan struktur balok. Pada penelitian ini model struktur dibuat dengan portal terbuka tiga dimensi berupa struktur balok dan kolom. Struktur didesain dengan beban hidup, beban mati, beban gempa respons spektra dan beban gempa time history, dengan beban tersebut diperoleh kinerja struktur sistem beton pracetak hibrida dapat menahan beban gempa dari percepatan awal gempa sebesar 0.364 g dapat dinaikan sampai 2.8 kalinya sebelum runtuh. Penambahan tendon unbonded tersebut memberikan efek pemulih-pusatan (self-centering effect) yang merobah lup histerisis yang pada umumnya berbentuk jajaran genjang menjadi bentuk bendera (flag shape hysteresis), dimana bentuk bendera menunjukkan perlawanan elastis sebagai tambahan terhadap perlawanan momen pada sambungan. Selain itu, tulisan ini juga membahas perbedaan kurva histerisis untuk nilai self-centering rasio λ yang berbeda-beda dari 1, 0.5 dan 0. Dengan nilai dari self-centering rasio yang berbeda-beda tersebut, dihasilkan bentuk kurva histeresis yang berbeda-beda pula. Pada akhirnya, dari perbedaan kurva histeresis tersebut, dapat digambarkan perbedaan dari kapasitas penampang dengan self-centering rasio yang memberikan peningkatan kapasitas momen dari yang menggunakan tulangan biasa, kabel prategang unbonded, dan gabungan keduanya. Pada penelitian ini dibuat perlangkah dalam perencanaan struktur khususnya balok sehingga dapat menjadi acuan dalam mendesain struktur pracetak hibrida.
THE IMPACT OF APPLYING BASE ISOLATOR IN HOSPITAL BUILDING Predaricka Deastra; Jati Sunaryati; Riza Aryanti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.331 KB) | DOI: 10.25077/jrs.10.2.9-24.2014

Abstract

Due to Indonesia’s location in the earthquake zone, it is necessary for civil engineers in Indonesia to study seismic performance of a building, which is strongly related to the structure of the building itself. Buildings equipped with vibration damping structures, known as an isolation system, will have a different seismic behavior than if it did not have one. This is due to the impact of an earthquake dampening vibration isolator. This final project analyzes the difference between seismic performance of a building using a seismic isolation system and ones without. The conclusion of this final project shows that the isolation system will decrease the internal force of a structure element by about 57.71% for axial force, 84.10% for shear, and 85.75% for moment. The application of an isolation system will also decrease the relative displacement by about 74,28% and extended structure vibration period by about 171.17 %. Keywords: earthquake, seismic performance, isolation system.
USED TIRE AS BASE ISOLATOR TIRE FOR EARTHQUAKE RESISTANT HOUSES Inggemar Särfors
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.672 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.1.37-44.2011

Abstract

The investigation of foundation on tires for absorbing the earthquake energy on houses structure is described here. The foundations are cut cone in shape. There are two tests have been conducted to investigate the shaking energy absorption. First, the foundation is placed on the sand filled tire. The second one, the double tires support round foundation. For comparison purpose, the foundation on sand test without tire is also conducted. The laboratory tests are performed using double hydraulic jack to generate the applied loads. The first jack is used to give the vertical load on the top of foundation to simulate the house load. The other jack is used to produce the load in the horizontal direction to replicate the earthquake load. The results of the tests are plotted in the terms of horizontal load and displacement corves. The double tires foundation shows the higher horizontal displacement-load ratio compared to the others. It indicates that the double tire based foundation absorbing the earthquake energy better than the others. It is concluded that the tired based foundation can be installed to support in the earthquake resistant houses. Keywords: foundation, earthquake resistance, base isolation
KAJIAN EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK PADA SAMBUNGAN BALOK KOLOM BETON BERTULANG Aidil Abrar; Rendy Thamrin; Jafril Tanjung
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 11, No 2 (2015)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2859.161 KB) | DOI: 10.25077/jrs.11.2.107-116.2015

Abstract

Pada umumnya kegagalan struktur saat terjadi gempa banyak disebabkan pada sambungan balokkolom. Sambungan balok-kolom merupakan bagian penting pada struktur bangunan gedung bertingkat. Pada proses perencanaaan struktur akibat beban, haruslah dijamin bahwa sambungan balok kolom tidak mengalami kerusakan akibat beban yang besar. Kerusakan sambungan balok kolom biasanya disebabkan oleh kurangnya kemampuan sambungan menahan gaya geser dan rendahnya daktalitas yang diakibatkan oleh kurangnya jumlah tulangan geser yang dipasang serta kurangnya kemampuan menahan beban lentur dan aksial. Oleh karena itu untuk mengetahui perilaku balok pada sambungan balok-kolom dilakukan kajian eksperimental di Laboratorium Material dan Struktur Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas Padang, dengan tiga benda uji balok kolom eksterior, balok ukuran 180 mm x 250 mm, dengan rasio tulangan tarik dan tekan masing masing ρ1= 0,0059, ρ2 = 0,0087 , ρ3= 0,0147 tulangan ulir diameter 13 mm, dan kolom 180 mm x 300 mm dengan tulangan ulir 19 mm. Compressive strength (f’c) = 27 MPa, yield strength (fy) tulangan balok = 417,434 MPa, yield strength (fy) tulangan kolom = 462,960 MPa, serta yield strength (fy) tulangan sengkang = 368,507 MPa. Dari hasil penelitian ini dapat kesimpulan setelah regangan leleh εy = fy/E pada leleh pertama terlampui, pembebanan (P) masih bisa bertambah sampai balok mengalami perpindahan (δ) semakin besar sampai balok runtuh. Perbedaan kelenturan dan perpindahan balok pada sambungan balok kolom dari masing-masing benda uji dipengaruhi dari variasi tulangan longitudinal balok.Kata kunci : Sambungan balok kolom, rasio tulangan, lentur balok, daktalitas.
Kajian Kelayakan dan Resiko Investasi Bus Trans Padang Herri Agustiawan; Purnawan Purnawan; Elsa Eka Putri
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.165 KB) | DOI: 10.25077/jrs.13.2.67-78.2017

Abstract

Kemacetan adalah masalah utama dalam transportasi perkotaan, termasuk di Kota Padang. Untuk menanggulangi masalah tersebut, sejak tahun 2007 pemerintah telah merencanakan untuk mengadakan Bus Rapid Transit (BRT), dan pada tanggal 14 Februari 2014, bus Trans Padang secara resmi dioperasikan. Untuk mengelola bus secara maksimal, mengingat pertumbuhan kota padang yang cukup pesat, pemerintah harus bekerja sama dengan pihak swasta agar dapat mengakomodir semua demand dan tetap menciptakan sarana transportasi yang nyaman, aman, dan efisien. Studi analisa kelayakan investasi bus Trans Padang ini ditujukan untuk mengetahui kelayakan investasi tersebut dari aspek finansial serta analisis resiko dalam investasi bus. Dari hasil analisis didapat bahwa skenario terbaik dalam pengelolaan bus Trans Padang adalah dengan kondisi seperti yang telah berjalan saat ini, dimana bus, kantor dan halte merupakan bantuan dari pemerintah, Biaya Operasional Kendaraan (BOK) tidak mengalami perubahan dan pendapatan berdasarkan hasil permodelan. Apabila investasi dilakukan dari awal oleh investor, dengan memperhitungkan biaya pembelian bus, halte, dan kantor, dengan demand yang ada saat ini maka investasi dikatakan tidak layak secara finansial. Masih terdapat 2 dari 6 skenario yang dikategorikan tidak layak secara finansial. Untuk analisis resiko, bus trans padang ini memiliki probablitas resiko sebesar 0.42 apabila diambil alih oleh investor. Sebuah investasi yang cukup beresiko.
IDENTIFIKASI KEGAGALAN STRUKTUR DAN ALTERNATIF PERBAIKAN SERTA PERKUATAN GEDUNG BPKP PROVINSI SUMATERA BARAT Febrin Anas Ismail
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.395 KB) | DOI: 10.25077/jrs.7.2.1-14.2011

Abstract

Pada gempa 30 September 2009 Gedung BPKP Provinsi Sumatera Barat mengalami kerusakan struktur yang cukup berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadipada gedung BPKP, baik secara visual maupun menggunakan software analisa struktur. Dari hasil analisa yang dilakukan, terlihat kerusakan struktur pada Gedung BPKP terutama diakibatkan oleh kurangnya kapasitas lentur kolom dalam menahan gaya lateral yang terjadi. Hal ini ditandai dengan adanya retak yang terjadi pada ujung kolom. Kerusakan non-struktural pada Gedung BPKP disebabkan oleh tidak adanya ikatan antara dinding bata dengan struktur bangunan, terlihat dengan tidak adanya pengangkuran yang baik dari struktur kolom ke dinding bata. Tegangan geser yang terjadi pada dinding bata juga melebihi tegangan yang diizinkan. Alternatif perbaikan yang bisa dilakukan seperti metoda injeksi, metoda grouting maupun perbaikan kolom yang telah mengalami kerusakan berat dengan penggantian tulangan dan beton yang mengalami kerusakan. Penambahan dinding geser maupun perkuatan kolom dengan metode jacketing pada gedung BPKP cukup efektif untuk perkuatan strukturnya, hal tersebut terlihat dengan adanya penurunan yang cukup signifikan dari gaya dalam dan perpindahan pada kolom jika dibandingkan dengan kondisi eksisting. Keywords: struktur, kapasitas lentur, gaya lateral, tegangan geser, metode injeksi, metode grouting, dinding geser, jacketing

Page 5 of 35 | Total Record : 342