cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
VARIETAS TEMBAKAU UNGGUL BARU UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI DI LOMBOK BARAT Irmayani, Yulinda Irmayani; Sarjan, Muhammad Sarjan
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v10i1.23773

Abstract

Kabupaten Lombok Barat merupakan penghasil tembakau terbesar ketiga di Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah Lombok Timur dan Lombok Tengah. Tembakau lokal seperti tembakau rajangan dan kasturi, khususnya Tembakau Ampenan jenis susur, memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang terus meningkat, baik sebagai bahan campuran rokok kretek maupun untuk industri kosmetik. Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tembakau lokal, diperlukan inovasi dalam bentuk pengembangan varietas tembakau unggul baru yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi. Penelitian ini mengidentifikasi lima galur harapan yang telah melalui proses seleksi dan uji adaptasi di berbagai lokasi. Hasilnya menunjukkan bahwa varietas-varietas tersebut memiliki keunggulan dalam produksi dan mutu, serta berpotensi besar mendukung pengembangan industri hasil tembakau (IHT) yang berkelanjutan. Selain peningkatan ekonomi petani dan pelaku IKM, aspek etika lingkungan seperti keberlanjutan, partisipasi komunitas, dan konservasi sumber daya alam turut menjadi pertimbangan dalam pengembangan ini. Diharapkan tembakau unggul ini mampu memperkuat daya saing daerah secara nasional.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU TANAM SISTEM TUMPANGSARI KUBIS BUNGA Var. AQUINA F1 (Brassica oleracea L. var. Botrytis) DAN SELADA Var. Great Alisan (Lactuca sativa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Ubaedillah, Ubaedillah; Laksono, Rommy Andhika; Pirngadi, H. Kasdi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6160

Abstract

Tumapangsari adalah penanaman dua atau lebih tanaman pada waktu bersamaan atau agak bersamaan selama periode tanam pada tempat yang sama.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu tanam kubis bunga dan selada krop yang tepat sehingga memperoleh pertumbuhan dan hasil terbaik dalam sistem tumpangsari, serta menentukan nilai NKL (Nisbah Keseteraan Lahan). Penelitian dilakukan di Lahan milik UPTD Balai Benih Kentang, di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kab. Bandung elevasi 1.500 mdpl, pada bulan Agustus – Oktober 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor tunggal dengan 4 ulangan, P1= Penanaman kubis bunga secara monokultur (kontrol), P2 = Penanaman selada secara monokultur (kontrol), P3 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam bersamaan dengan selada, P4 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 14 hari sebelum selada, P5 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 21 hari sebelum selada P6 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 14 hari setelah selada, dan P7 = Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam 21 hari setelah selada. Data dianalisis secara statistic dengan uji F tabel 5 % dan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Jarak waktu tanam yang terbaik pada perlakuan P3 (Tumpangsari kubis bunga dan selada, kubis bunga ditanam bersamaan dengan selada), yang menunjukan nilai kesetaraan lahan (NKL) terbesar yaitu 1,63. Pada bobot konsumsi memberikan hasil kubis bunga dan selada krop sebesar 319,98 gram dan 676,63 gram. Hasil per hektar kubis bunga sebesar 11,82 ton/ha dan selada krop 27,57 ton/ha.
PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN KUBIS BUNGA (Brassica oleracea Var) Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 4 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i4.9434

Abstract

Komoditas hortikultura memiliki potensi untuk di kembangkan seperti tanaman kubis bunga. Kebutuhan sayuran ini semakin meningkat sejalan dengan kesadaran masyarakat tentang kesadaran kesehatan. Saat ini banyak petani kubis bunga yang menggunakan pupuk kimia secara berlebihan sehingga berdampak buruk bagi kondisi lahan pertanian dan lingkungan. Maka perlu diatasi dengan menggunakan pupuk organic cair. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menjawab masalah yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuirespon 3 varietas kubis bunga terhadap pemberian POC dan mngetahui pengaruh konsentrasi POC serta interaksi konsentrasi POC terhadap 3 varietas kubis bunga. Percobaan dilaksanakan di Desa Partihaman Saroha Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru. Dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (3x4) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organic cair yang terdiri dari 50 ml/l air (K1), 100 ml/l air (K2), 150 ml/l air (K3) dan 200ml/l air (K4). Faktor kedua adalah jenis varietas kubis bunga yang terdiri dari Varietas Larissa F1 (V1), Varietas Cauliflower tropical 45 days (V2) dan Varietas Shinning Jade F1 (V3). Data hasil analisis percobaan dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan taraf 5% jika terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC limbah kulit bawang merah dan interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh terhadap semua parameter yang diamati. Tetapi pada jenis varietas memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
RESPON EKSPLAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews.) TERHADAP PEMBERIAN KINETIN DAN NAA (Naphthalene Acetic Acid) SECARA IN VITRO Safri Samsudin Munthe, Joseph; Hadipoentyanti, Endang; Suhesti, Sri; Lestari, Ani; Widyodaru, Nurcahyo; Setiadi, Adi
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6025

Abstract

Vanili ( Vanilla planifolia Andrews.) merupakan salah satu tanaman industri penting sebagai tanaman penghasil vanillin yang dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap rasa, aroma dan selera ( zat penyedap ). Perbanyakan tanaman vanili menggunakan bahan tanam yang sedikit untuk menghasilkan tanaman baru secara massal dan bebas penyakit yang dapat diperoleh melalui kultur jaringan atau secara in vitro . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui respons eksplan vanili akibat pemberian kinetin dan NAA secara tunggal serta mengetahui interaksi akibat pemberian kinetin dan NAA terhadap respons eksplan vanili secra in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan statistik parametrik menggunakan uji F taraf 5% Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 16 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kinetin dan NAA pada beberapa konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap proporsi eksplan hidup, waktu muncul tuna, persentase eksplan menghasilkan tuna. Perlakuan kombinasi kinetin dan NAA A 3 B 1 (kinetin 3mg/l + NAA 0,1 mg/l) memberikan pengaruh pengaruh terhadap rata-rata panjang akar vanili yaitu 5,35 cm. Pemberian NAA secara tunggal pada konsentrasi 0,1 mg/l memberikan rata-rata jumlah akar tertinggi dengan nilai 2,8.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGNIK CAIR URIN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) Rahmadhini, Sari; Dwipa, Indra; Zainal, Aprizal
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6463

Abstract

Urin kambing merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan ketersediaan serapan hara bagi tanaman yang mengandung mikroorganisme, Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui respon penggunanaan urin kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman beberapa varietas kentang (Solanum tuberosum L.).Percobaan ini telah dilaksanakan di lahan percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, Sukarami Kab. Solok. Waktu pelaksanaan percobaan mulai Juli- Oktober 2021. Bahan yang digunakan dalam percobaan ini terdiri atas urin kambing, umbi bibit kentang turunan kedua (G2) varietas Granola, Atlantik dan Intan. Rancangan  percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok  (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor.  Perlakuan pertama yang digunakan adalah urin kambing terdiri dari 3 taraf :100 ml/l air, 200 ml/l air, 300 ml/l air  dan 400 ml/l air dan faktor kedua adalah varietas yang terdiri dari tiga varietas yaitu varietas Granola varietas Atlantik dan varietas Intan. Dengan demikian terdapat 12 interaksi perlakuan dan 3 ulangan maka terdapat 36 unit satuan percobaan. Susunan interaksi data yang diperoleh di analisis secara statitik dengan uji F dan jika di uji F hitung lebih besar dari F tabel 5 % maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT 5 %).%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Pada pemberian konsentrasi urin kambing dapat berpengaruh terhadap pertumbuh tanaman, jumlah umbi dan bobot umbi pertanaman.
INDUKSI RADIASI SINAR GAMMA 60CO DOSIS 3 GY TERHADAP KERAGAMAN GENETIK POPULASI MUTAN (M4) TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI Asza, Adam Ankeda; Retno Moeljani, Ida; Koentjoro, Yonny
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6108

Abstract

Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) sebagai tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi penting bagi Indonesia. Produksi bawang merah di Indonesia tergolong rendah dan terus mengalami penurunan jumlah produksi, hal ini disebabkan karena petani yang kurang dapat memilih kultivar lokal dan varietas unggul yang dapat dibudidayakan. Mutasi merupakan teknik yang tepat untuk merakit dan mendapatkan keragaman yang lebih luas pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah mutan generasi ke-4 (M4) berpengaruh terhadap tingkat keragaman genetik bawang merah varietas bauji. Penelitian ini akan dilakukan di Kebun Petani Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan yaitu galur mutan M3 bawang merah varietas bauji dosis 3 gray yang terdiri dari 10 galur mutan M3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keragaman genetik mutan (M4) tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada mutan BM1 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter berat brangkasan basah dan berat kering udara dan BM3 dosis 3 gray sinar gamma 60Co memiliki nilai heritabilitas tertinggi pada parameter tinggi tanaman.
PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS SISTEM HIDROPONIK DAN SUMBER NUTRISI YANG BERBEDA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PAGODA (Brassica narinosa) Silitonga, Yusnita Wahyuni; Harahap, Samsinar -
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i1.15747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa) dengan beberapa sistem hidroponik dan penambahan nutrisi dari sumber hara yang berbeda. Penelitian  dilakukan di kebun percobaan dalam rumah kasa. Fakultas pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara, yang berada pada ketinggian + 450 m pdl. Penelitian ini dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret 2024. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, Faktor 1= jenis hidroponik dan Faktor 2 = komposisi nutrisi.Berdasarkan penelitian dilapangan diperoleh hasil, ada pengaruh sistem hidroponik dan sumber nutrisi yang berbeda terhadap tinggi tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB Mix+Air Kolam ikan lele ikan lele ikan lele  dengan tinggi rata-rata yaitu 15,66 cm. Kemudian, ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap jumlah daun. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H3K3 dengan perlakuan model hidroponik tower dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 15,44 helai daun.Serta ada pengaruh sistem hidroponik dan komposisinutrisi yang berbeda terhadap berat tanaman. Perlakuan yang paling ideal atas interaksi sistem hidroponik dengan komposisinutrsisi terhadap tinggi tanaman adalah H2K3 dengan perlakuan model hidroponik wick dengan komposisinutrisi AB mix +Air Kolam ikan lele dengan tinggi rata-rata yaitu 18,29 gram.
DAMPAK PUPUK ORGANIK MOL PLUS TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L) DENGAN SISTEM JAJAR LEGOWO Nasution, Fery Endang; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19888

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan yang menjadi makanan pokok lebih dari setengah penduduk dunia. Saat ini produksi padi mengalami penurunan yang disebabkan oleh kurang maksimalnya dalam teknik budidaya, mulai dari proses olah tanah, sistem tanam serta pemupukan dan perawatan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian pupuk organik mol plus terhadap kualitas dan produksi tanaman padi dengan sistem jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Pardomuan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan dari bulan Mei–Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Petak Terbagi (Split Plot Design), yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor dosis Mol Plus (M) yang terdiri dari 4 taraf dan faktor sistem jajar legowo (L) yang terdiri dari 2 taraf. Perlakuan pemberian pupuk organik Mol Plus menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter jumlah anakan dan umur panen dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 250 ml/air (M2). Pada perlakuan sistem jajar legowo menunjukkan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Interaksi kedua perlakuan juga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter pengamatan.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI TANAMAN SALAK SIDIMPUAN (Salacca sumatrana Becc) PADA ELEVASI YANG BERBEDA Siregar, Elda Sari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14470

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) di dataran tinggi, ntuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran medium, Untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap terhadap Identifikasi morfologi Daun, dan Buah Tanaman Salak (Salacca sumatrana Becc) didataran sedang. Hasil penelitian ini adalah: Hasil penelitian tanaman salak pada 3 elevasi di tapanuli selatan dengan elevasi yang berbeda tidak berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat tidak berpengaruh terhadap morfologi tanaman salak di buktikan dari dendogram yang telah di buat membuktikan bahwa tidak banyak didapatkan keragaman morfologi, yang membedakan hanya pada panjang pelepah,panjang tangkai daun, bentuk buah, dan rasa buah. Hasil penelitian di 3 elevasi terdapat beberapa aksesi yang memilki kemiripan AS1 dan AS2 semua morfologi mirip hanya saja yang membedakan pada bentuk buah, AB1 dan AB7 semua morfologi sama yang membedakan hanya pada warna buah, bentuk buah, dan warna biji, AB2 dan AT6 semua morfologi mirip tidak ada yang membedakan, dan AB2 dan AT5 memiliki kemiripan hanya saja yang membedakannya hanya bentuk buah dan rasa buah.
APLIKASI KOMBINASI BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN RASIO PUPUK NP PADA PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Sari, Desy Kumala; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v10i1.12345

Abstract

Jagung sebagai tanaman pangan utama setelah padi mengalami berbagai kendala sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan permintaan jagung. salah satu kendalanya adalah lambatnya pertumbuhan lahan dan penurunan produktivitas sebagai dampak dari penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kombinasi berbagai jenis pupuk organik cair dan pupuk NP pada produksi tanaman jagung. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan faktor pertama yaitu penggunaan jenis POC yang terdiri dari 3 taraf POC NASA (P1), POC POMI (P2), dan POC Bio Optimex (P3), sedangkan faktor kedua yaitu penambahan unsur NP yang terdiri dari 3 taraf yakni SP-36 + urea (36 P2O5 kg/ha + 23 CO(NH2)2 kg/ ha), SP-36 + urea (54 P2O5 kg/ha + 46 CO(NH2)2 kg/ ha), dan SP-36 + urea (72 P2O5 kg/ha + 69 CO(NH2)2 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik cair (POC) Bio Optimex dan pupuk NP dengan rasio SP-36 + urea (72 P2O5 kg/ha + 69 CO(NH2)2 kg/ha) memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (191,78 cm), jumlah daun (15,89 helai), diameter tongkol (46,48 mm), panjang tongkol (17,68 cm), dan berat segar tongkol (162,00 g). Pemberian jenis POC yang tepat dengan pupuk NP dengan dosis yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman dapat memberikan hasil produksi sejak vegetatif hingga generatif yang lebih baik.