cover
Contact Name
Sugeng Santoso
Contact Email
sugeng.santoso@mercubuana.ac.id
Phone
+6281370112922
Journal Mail Official
fery.endang@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Jl. Stn Mhd Arief N0 32 Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL AGROHITA
ISSN : 25415956     EISSN : 2615336X     DOI : http://dx.doi.org/10.31604/jap.v5i2.2143
Teknologi adalah hal yang lumrah di era ini. Teknologi telah mengikat setiap aspek kehidupan manusia. Teknologi sendiri merupakan salah satu cara untuk memudahkan pekerjaan manusia agar dapat menghasilkan keluaran yang efisien. Teknologi juga memberikan banyak kemudahan, sekaligus cara baru dalam menjalankan aktivitas manusia. Salah satu teknologi yang biasa digunakan manusia adalah mesin yang dapat membantu manusia dalam melakukan pekerjaannya, seperti mesin pengupas testa misalnya. Desain mesin pengupas testa yang telah dirancang oleh (Putra et al. 2020), merupakan sesuatu yang baru di bidang pertanian. Mesin yang sudah dibuat perlu dikaji terkait kesiapan teknologinya sebelum digunakan oleh petani kelapa. Hal ini dilakukan agar risiko penerapan dan penerapan mesin pengupas kelapa testa dapat dikurangi sehingga pada akhirnya prototipe yang telah dirancang dapat digunakan oleh pengguna.
Articles 479 Documents
UJI KEMAMPUAN KULTUR FILTRAT PGPB SECARA IN VITRO TERHADAP MORTALITAS DAN PENETASAN TELUR NEMATODA Meloidogyne spp. Arifal, Fahkrul; Yanti, Yulmira
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19886

Abstract

Nematoda Meloidogyne spp merupakan patogen penyebab penyakit bengkak akar pada tanaman tomat. Alternatif pengendalian penyakit puru akar adalah dengan memanfaatkan kultur filtrat PGPB. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kultur filtra PGPB terhadap mortalitas telur dan penetasan Meloidogyne spp. secara in vitro. Penelitian secara ekperimentas yang terdiri dari 11 perlakuan yaitu Bacillus thuringiensis strain MRSNRZ.3.1, B. subtilis strain MRTDUMBE.3.2.1, B. mycoides strain MRSNUMBE.2.2, B. waihenstephanensis strain RBTLL.3.2, B. cereus strain MRPLUMBE.1.3, Bacillus sp strain MRSPRZ.1.1, Pseudomonas hibiscicola strain MRTLDRZ .2.2, Achromobakter insolitus strain MRBPUMBE.1.3, kontrol air, kontrol NB dan Kontrol Pestisida. Parameter yang diamati adalah mortalitas dan penetasan telur nematoda Meloidogyne spp. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kultur filtrat Bacillus mycoides strain MRSNUMBE.2.2 merupakan perlakuan terbaik dengan tingkat kematian sebesar 98,67% dalam 24 jam dan dengan persentase penetasan telur hanya 10,00%. Kultur filtrat Bacillus subtilis strain MRTDUMBE.3.2.1 juga mencatat hasil yang baik dengan tingkat kematian sebesar 96% dan persentase penetasan telur sebesar 11,33%.
PENGARUH BEBERAPA MACAM PUPUK ORGANIK DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Redian, Safira Fitri; Guniarti, Guniarti; Augustien K, Nora
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6162

Abstract

Tanaman tomat ialah tanaman yang sering dimanfaatkan publik, karena mempunyai banyak manfaat sehingga permintaannya terus bertambah. Di Indonesia, produktivitas tomat mengalami pasang surut. Sebagian besar tanaman tomat dibudidayakan dengan mengandalkan pupuk anorganik selaku sumber haranya. Pemakaian pupuk anorganik secara berkelanjutan yang tidak diimbangi dengan pemakaian pupuk organik mampu mengakibatkan produktivitas tanah menyusut. Alternatif yang dapat dilakukan guna memperbaiki lingkungan yakni dengan mengombinasikan pupuk organik dan pupuk NPK dengan dosis dibawah standar sehingga dapat menambah produktivitas tanaman serta efisiensi pemakaian pupuk. Penelitian ini bertujuan guna memperoleh kombinasi macam pupuk organik serta dosis pupuk NPK yang tepat agar mampu memberikan pertumbuhan serta hasil yang terbaik bagi tanaman tomat. Penelitian ini mengenakan Percobaan Faktorial dengan berlandaskan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2-faktor serta diulang sebanyak 3 kali. Faktor awal ialah macam pupuk organik dengan 4 taraf perlakuan serta faktor kedua ialah dosis pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan. Hasil penelitian menghasilkan terdapatnya interaksi antara pemberian pupuk guano serta 300 kg/ ha pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK KALIUM DAN METODE PELETAKAN STEK Mahmud, Amir Mahmud
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14539

Abstract

ABSTRAK Adapun tujuan daripada penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kalium dan tehnik peletakan stek terhadap pertumbuhan dan hasil Ubi Jalar (Ipomoea batatas L). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu Faktor Pemberian dosis pupuk kalium  dan Faktor tehnik peletakan stek. Berdasarkan hasil analisis secara statistik bahwa perlakuan pemberian Pupuk Kalium berpengaruh nyata pada parameter panjang tanaman pada umur 6 mst dan 10 mst, parameter jumlah cabang pada umur 8 mst dan 10 mst, parameter berat umbi per sampel, parameter berat umbi per plot, parameter diameter umbi dan parameter panjang umbi. Tetapi pada parameter panjang tanaman pada umur 8 mst dan parameter jumlah cabang pada umur 6 mst menunjukkan pengaruh tidak nyata. Berdasarkan hasil analisis secara statistik bahwa perlakuan Tehnik peletakan stek berpengaruh nyata pada parameter panjang tanaman pada umur 6 mst, 8 mst dan 10 mst, parameter jumlah cabang pada umur 8 mst dan 10 mst, parameter berat umbi per sampel, parameter berat umbi per plot, parameter diameter umbi dan parameter panjang umbi. Tetapi pada parameter jumlah cabang pada umur 6 mst menunjukkan pengaruh tidak nyata. Berdasarkan hasil analisis secara statistik bahwa pengaruh interaksi kedua perlakuan yaitu pemberian Pupuk Kalium dan perlakuan tehnik peletakan stek berpengaruh nyata pada parameter panjang tanaman pada umur 6 mst, 8 mst dan 10 mst, parameter jumlah cabang pada umur 10 mst, parameter berat umbi per sampel, parameter berat umbi per plot, parameter diameter umbi dan parameter panjang umbi. Tetapi pada parameter jumlah cabang pada umur 6 mst dan 8 mst menunjukkan pengaruh tidak nyata
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris.) wuli, ardianus
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 10, No 1 (2025): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v10i1.3085

Abstract

Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris), merupakan tanaman buah-buahan yang tumbuh merambat yang dalam bahasa inggris di sebut Watermellon. Semangka berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika, kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai Negara seperti: Afrika selatan, Cina, Jepang, dan Indonesia. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka, mengetauhi  dosis pupuk kandang ayam yang terbaik terhadap produksi  tanaman semangka (Citrullus vulgaris). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan lima perlakuan yaitu, PK0: 0 ton/ha atau tanpa pupuk, PK1: 20 ton/ha, PK2: 30 ton/ha, PK3: 40 ton/ha, PK4: 50 ton/ha. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) diperoleh bahwa pemberian pupuk kandang ayam tidak berpengaruh terhadap panjang  tanaman, jumlah bunga, dan berpengaruh sangat nyata terhadap berat buah segar tan-1,serta berat buah segar ha-1. Dosis optimum pupuk kandang ayam 50 ton/ha merupakan perlakuan terbaik untuk produksi tanaman semangka (Citrullus vulgaris) yang optimal dengan produksi rata-rata berat buah segar ha-1 mencapai 350 ton.
POTENSI JAMUR ENDOFIT SEBAGAI AGENSIA HAYATI JAMUR Colletrothichum sp. PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN CABAI RAWIT Ika Noviyanti, Rizky; Purnawati, Arika; Suryaminarsih, Penta
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6021

Abstract

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutencens L) merupakan salah satu komoditas utama tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersial di daerah tropis yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Satu diantara penyakit penting pada cabai rawit adalah penyakit antraknosa. Antraknosa merupakan penyakit utama tanaman cabai yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Penggunaan pestisida sintetik yang kurang bijaksana ternyata banyak merugikan manusia dan agroekosistem. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pengendalian penyakit yang ramah lingkungan dengan penggunaan agensia hayati. Beberapa penelitian menunjukkan jamur endofit dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan inang dari serangan patogen serta dapat memacu pertumbuhan tanaman dengan menghasilkan metabolit sekunder dan enzim tertentu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April hingga Juni 2021. Tempat pelaksanaan penelitian di Laboratorium Kesehatan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk In Vitro. Sedangkan, untuk In Vivo dilaksanakan di Screenhouse Kebun Bibit Wonorejo Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi jamur endofit dari tanaman cabai rawit sehat yang mampu menghambat pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Berdasarkan pengamatan, jamur endofit asal tanaman cabai rawit berpotensi menekan pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknosa.
APLIKASI KOMPOS KOTORAN KELELAWAR (GUANO) DAN NPK Mg TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI MAIN NURSERY PADA ULTISOL Kasmawati, Kasmawati; Syarif, Zulfadly; Syarif, Auzar
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6503

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas pertanian utama dan unggulan di Indonesia. Pertumbuhan kelapa sawit yang lebih baik tergantung pada ketersedian zat hara dan bahan organik yang dapat dipenuhi oleh pemanfaatan kompos kotoran kelelawar (Guano) dan NPK Mg terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tahap Main nursery. Penelitian ini telah dilaksanakan di PT. Kencana Sawit Indonesia (KSI) Solok Selatan pada bulan Juli – November 2021 menggunakan rancangan acak lengkap factorial 4x4 dalam 3 ulangan (kompos guano : 0 g, 500 g, 1000 g, 1500 g dan NPK Mg : 30 g, 40 g, 50 g, 60 g). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 5%. Parameter yang diamati adalah Tinggi tanaman (cm), Panjang pelepah (cm), jumlah pelepah (helai), diameter bonggol (mm), panjang akar (cm), bobot segar tajuk (g), bobot segar akar (g), bobot kering tajuk (g), bobot kering akar (g), dan Rasio tajuk akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran kelelawar (guano) dan NPK Mg meningkatkan semua parameter. Pemberian Kompos kotoran kelelawar (guano) dan NPK Mg memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit varietas Dumpy di Main nursery. Dosis terbaik terdapat pada pemberian 1500 g guano dan 60 g NPK Mg/polybag.
PENGARUH MACAM PUPUK NPK DAN CARA PEMBERIAN PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Prasetyaningsih, Damayanti; Wurjani, Widi; Triani, Nova
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 2 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i2.6329

Abstract

Permasalahan yang muncul akhir-akhir ini yaitu beralihnya minat petani dalam memilih pupuk NPK 15-15-15 biasa  menjadi pupuk NPK (15-15-15) plus dalam meningkatan hasil tanaman tomat. Petani dalam meningkatkan kualitas tanaman tomat sering kali tidak memikirkan seberapa banyak biaya yang dikeluarkan dan sebarapa besar manfaat produk yang digunakan dalam kegiatan budidaya seperti dalam pemilihan pupuk, cara pemberian pupuk pun berpengaruh dalam penyerapan hara oleh tanaman. Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk NPK dan cara pemberian pupuk terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian di laksanakkan di Dusun. Klinter, Desa. Pelem, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - April 2020. Penelitian disusun menggunakan (RAK) yang terdiri dari 2 faktor yaitu Macam pupuk NPK (M) terdiri atas 3 level M1 = Pupuk NPK Phonska, M2 = Pupuk NPK Phonska plus, M3 = Pupuk NPK Mutiara dan Cara pemberian pupuk (P) terdiri 2 level P1 = Cara tugal , P2 = Cara kocor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi antara macam pupuk NPK dan cara pemberian pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan kocor berpengaruh nyata pada hasil panen minggu ke 3 dan panen ke 4 tanaman tomat
UJI ANTIOKSIDAN DAN DAYA TERIMA TABLET EFFERVESCENT EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum, L.) DAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) NOVITA SARI, DINI
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i2.16428

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan antioksidan dan daya terima tablet effervescent dari ekstrak bawang putih (Allium sativum, L.) dan bunga telang (Clitoria ternatea). Metode penelitian  ini menggunakan rancangan acak lengkap yaitu terdiri dari 5 jenis perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu perlakuan perbedaan terhadap bubuk ekstrak bawang putih, yaitu: A = 10% B = 14,28% C = 18,57% D = 22,86% E = 27,14%, tablet effervescent berbahan dasar bubuk ekstrak bawang putih dan ditambahkan ekstrak bunga telang sebanyak 0,2% pada setiap perlakuan. Sehingga menjadi 15 perlakuan. Data di analisis menggunakan Analisys of Varian (ANOVA) dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Penambahan ekstrak bawang putih dan ekstrak bunga telang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar antioksidan tablet. Uji aktivitas antioksidan dilakukan pada konsentasi 10.000 ppm. Daya terima tablet effervescent terbaik menurut panelis ialah pada pelakuan A (bawang putih 10%) dengan tingkat daya terima terhadap warna (4,05), aroma (3,75), rasa (3,85) dan tekstur (4,45). Sedangkan produk yang paling tidak disukai adalah perlakuan E (bawang putih 27,14%) dengan tingkat daya terima terhadap warna (4,05), aroma (3,20), rasa (3,20) dan tekstur (4,00).
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN JERUK NIPIS (Citrus X Aurantifolia) MENGGUNAKAN EKSTRAK BAWANG MERAH DENGAN MEDIA TANAM ARANG SEKAM Hilmiyah Hrp, Qorry
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 9, No 4 (2024): Jurnal Agrohita
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v9i4.19896

Abstract

Kebutuhan Jeruk nipis selalu meningkat, sehingga berbagai upaya dan cara dilakukan untuk perkembangbiakan dan budidaya tanaman jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan akar dan arang sekam sebagai campuran top soil pada media tanam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan november 2023 sampai bulan februari 2024. Rancangan percobaan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan dua faktor yang diteliti, yaitu : Faktor 1 : Uji coba pemberian bawang merah pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu : B0 = Tanpa pemberian ekstrak bawang merah. B1 = Pemberian bawang merah dengan cara di ekstrak lalu direndam selama 15 menit dengan dosis ¼ kg bawang merah/1 liter air. B2 = Pemberian ekstrak bawang merah dengan cara ditancapkan pada pangkal ranting stek.Faktor 2 : Uji coba pemberian arang sekam pada stek tanaman jeruk dengan 3 taraf, yaitu :A0 = Tanpa pemberian arang sekam, A1= Menggunakan arang sekam + top soil 1:1. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dapat diketahui bahwa pemberian ekstrak bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun dan diameter batang namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (B1). Untuk perlakuan ekstrak bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, sedangkan pengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang dan panjang akar. Perlakuan terbaik terdapat pada (A0). Dan hasil interaksi pemberian bawang merah dan media tanam arang sekam berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah tunas, waktu tumbuh tunas, diameter batang, dan panjang akar.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BEBERAPA VARIETAS KACANG BUNCIS (Phaseoulus vulgaris L.) TERHADAP PEMBERIAN POC DAUN KELOR Harahap, Samsinar Harahap; Nasution, Fery Endang
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 4 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i4.14551

Abstract

ABSTRAK Buncis merupakan salah satu komoditi hortikultura yang mempunyai peranan dan sumbangan cukup besar bagi masyarakat. Kebutuhan sayuran ini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Saat ini banyak petani buncis yang menggunakan pupuk kimia secara berlebihan sehingga berdampak buruk bagi kondisi lahan pertanian dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menjawab masalah yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kacang buncis terhadap pemberian POC daun kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan pada bulan Juli-September 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor varietas (V) yang terdiri dari 4 taraf dan faktor pemberian POC daun kelor (D) terdiri dari 4 taraf. Perlakuan beberapa varietas menunjukkan pengaruh yang tidak nyata pada semua parameter pengamatan. Perlakuan pemberian POC daun kelor menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 3, 4 dan 5 mst, jumlah polong per sampel, jumlah polong per plot, berat polong per sampel dan berat polong per plot dengan perlakuan terbaik terdapat pada dosis 500 ml/lt air (D3). Sedangkan pada parameter diameter batang umur 2, 3, 4 dan 5 mst serta parameter umur berbunga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata. Interaksi perlakuan beberapa varietas dan pemberian POC daun kelor menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan