RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling
RISTEKDIK : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali setahun sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Jurnal Ristekdik memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam bimbingan dan Konseling.
Articles
614 Documents
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS KEWIRAUSAHAAN SISWA SMKN 1 PASAMAN, KABUPATEN PASAMAN BARAT
Yuliana Nelisma;
wahidah fitriani;
Aydha Fifi Sasmita;
Vio Litia Khairiah
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.223-228
Penelitian ini bertujuan bahawa guru yang mempunyai tugas, tanggung jawab,wewenang, dan hak secara penuh dalam proses pembelajaran seluruh mata pelajaran di kelas tertentu kemudian Kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menemukan dan menciptakan sesuatu hal yang baru, cara-cara, model baru yang berguna bagi dirinya dan masyarakat, karena itu kreativitas siswa sangat berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan dapat berkreasi dengan orang dan dapat juga mewujudkan dirinya, sebagai perwujudan diri dari kewirausahaan juga merupakan suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk usaha. Untuk menciptakan sesuatu diperlukan suatu kreativitas dan jiwa inovator yang tinggi. Penelitian ini merupukan bentuk penelitian kualitatif, yaitu “suatu pendekatan penelitian yang diarahkan untuk memahami fenomena apa yang diamati oleh peneliti data dikumpulkan dari orang-orang yang terlibat dalam tingkah laku ilmiah. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder.
PENGARUH GRATITUDE INTERVENTION TERHADAP SUBJECTIVE WELL-BEING PADA LANSIA: SEBUAH KAJIAN LIFE HISTORY
Sonya Septine Pamuji
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.144-148
Penelitian ini dilatarbelakangi berdasarkan hasil studi mengenai rendahnya subjective well-being pada lansia. Saat memasuki masa lanjut usia terjadi perubahan aktivitas yang cukup siginifkan seperti pensiun dari pekerjaan atau berkurangnya pekerjaan rumah yang dapat dilakukan. Penelitian kualitatif ini menggunakan quasi-life history. Oleh sebab itu dalam studi ini akan mencoba memahami bagaimana tingkat subjective well-being lansia yang pada masa dewasa awal aktif bekerja karena dan harus mengurus anak seorang diri kemudian harus berhenti bekerja karena pensiun dan anak-anaknya sudah berumah tangga. Terdapat 3 aspek dalam subjective well-being manusia yaitu kepuasan hidup (life satisfaction); afek positif (pleasant affect); dan afek negatif (unpleasant affect). Ketiga aspek tersebut akan menjadi tolak ukur dalam pemberian intervensi pada lansia. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode dengan cara memberikan intervensi rasa syukur pada lansia untuk meningkatkan subjective well-being. Terdapat 8 tahap dalam pemberian intervensi rasa syukur pada lansia pada penelitian ini, dimana hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif pada subjective well-being lansia.
KESEHATAN MENTAL REMAJA PUTRI KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA
Erlina Harahap;
Sukatno Sukatno;
Auliya Warzuqni;
Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.268-272
Perceraian tidak hanya berdampak bagi yang bersangkutan (suami-istri) namun juga melibatkan anak khususnya remaja putri dan beban tersendiri bagi anak sehingga berdampak pada mentalnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesehatan mental remaja putri korban perceraian orang tua. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penyebab perceraian di Desa Kasik Putih Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat disebabkan oleh faktor ekonomi, perselingkuhan yang merambat kepada hal-hal yang lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (kdrt). 2) Gangguan kesehatan mental yang di alami oleh remaja putri korban perceraian seperti perasaan dendam, marah juga menyalahi orang tuanya, sedih juga menyalahkan diri sendiri, perasaan tidak disukai, kehilangan rasa aman dan kehangatan, dan bersikap agresif. 3) dampak setelah orang tua bercerai hidupnya berantakan merasa kecewa dan hancur yang paling mendalam adalah putus sekolah tidak bersemangat dalam bersekolah dan merasa minder bila bersama teman-teman. Kesimpulan yang dapat di ambil dari hasil penelitian ini bimbingan. Bimbingan konseling keluarga ini merupakan suatu proses interaktif untuk membantu keluarga dalam mencapai keseimbangan dimana setiap keluarga merasakan kebahagiaan. Konseling keluarga dapat dijadikan salah satu cara atau solusi bijak mengatasi dan memberi solusi dalam permasalah keluarga dan pada dasarnya dapat menekan dan meminimalisir terjadinya gangguan kesehatan mental pada remaja putri korban perceraian. Bagi remaja putri, diharapkan agar mampu mengendalikan diri saat mengahadapi masalah dan merubah pandangan agar lebih positif dan memperbanyak kegiatan-kegiatan yang baik dan positif untuk diri dan kehidupan serta selalu dan mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Allah SWT.
PENGEMBANGAN E BOOK BIMBINGAN DAN KONSELING PADA MATERI KONSEP DIRI NEGATIF
Rati Puspita Sari;
Ramtia Darma Putri;
Endang Surtiyoni
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.213-218
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengembangan e-book bimbingan dan konseling pada materi konsep diri negatif untuk siswa di MTs Negeri 2 Empat Lawang. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (reseach & development). Model pengembangan yang dilakukan adalah ADDIE yang terdiri dari tahap analysis, design, develeopment, implementation, dan evaluation. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengembangan e-book dinyatakan sangat valid untuk digunakan dalam memberikan pelayanan kepada siswa setelah diuji kevalidan oleh tim ahli yaitu ahli media , materi dan pendidik. Berdasarkan hasil uji kepraktisan, e-book bimbingan dan konseling dilakukan melalui pengisian angketkepada siswa, maka e-book bimbingan dan konseling pada materi konsep diri negatif ini dinyatakan sangat praktis.
PERKEMBANGAN KARIR DIMASA ANAK-ANAK MENURUT SUPER
Masril Masril;
Ihsan Yahya;
Yuliana Nelisma
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.229-238
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai bagaimana proses perkembangan karir dimasa anak-anak terutama menurut teori Super. Adapun penelitian ini merupakan penelitian konseptual dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Model super dasar kematangan karir sangat membantu dalam menekankan bagaimana keingintahuan mengarah pada eksplorasi, yang dapat mengarah pada perolehan informasi dan pengembangan minat. Lebih lanjut, Super menekankan pentingnya tokoh-tokoh kunci dalam pengembangan konsep diri, bersama dengan pengembangan rasa kontrol internal dan penghormatan terhadap otoritas orang tua dan pendidikan. Sewaktu anak kecil mengembangkan perasaan akan masa depan dan perasaan diri, dia menjadi siap untuk merencanakan dan memutuskan.
PELAKSANAAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU TERHAPAP SISWA DI SMAN 3 BATUSANGKAR
Risvan Siraj Fadoli;
Yenni Karneli
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.172-177
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan layanan konseling individu terhadap siswa di SMA Negeri 3 Batusangkar. Dimana konseling individu berlangsung dalam suasana tatap muka atau komunikasi secara langsung antara konselor dan klien (siswa) yang membahas berbagai permasalahan yang dialami klien. Pembahasan masalah dalam konseling perorangan bersifat holistic dan mendalam serta menyentuh hal-hal penting tentang diri klien (sangat mungkin menyentuh rahasia pribadi klien), tetapi juga bersifat spesifik menuju kearah pemecahan masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang mana peneliti menjelaskan dan mendeskripsikan hasil temuan. Secara keseluruhan jika dlihat berbagai aspek pada layanan konseling individu yang terdiri dari prinsip-prinsip, unsur-unsur serta tahap-tahap yang digunakan dalam pelaksanaan konseling berjalan dengan baik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan konseling individu sudah berjalan dengan baik, namun masih ada hambatan yang dialami yaitu konseli masih kurang terbuka dan masih menunggu panggilan untuk melaksanakan konseling.
DAMPAK PEMBELAJARAN DARING BAGI IBU DAN KESIAPAN MENJALANI ERA 4.0 MENUJU 5.0 SETELAH PANDEMI
Ayunda Sabrina Sormin;
Abdul Hasan Saragih;
Harun Sitompul;
Happy Sri Rezeki;
Ainun Mardiyah;
Heni Mulyani Pohan
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.273-279
Walaupun Indonesia sudah berada para era 4.0 yaitu revolusi industri namun era ini belum mampu memaksa dunia pendidikan secara utuh untuk beralih ke dunia “online” . Dalam prakteknya, penerapan blended learning masih saja menjadi pilihan bagi para guru karena beberapa daerah belum siap menggunakannya baik dari segi fasilitas pendidikan dan kualitas pendidiknya. Namun, wabah covid19 telah menjadi pengubah instant bagi dunia pendidikan. Keharusan social distancing menjadi syarat bahwa proses pembelajaran harus dilakukan dari rumah hingga akhirnya guru dan orangtua yaitu ibu harus bertukar peran “dadakan”. Perubahan ini harus diadopsi oleh ibu secara cepat untuk menjadi guru dimasa daring.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak pembelajaran daring bagi ibu di masa pandemic untuk melihat kesiapan para ibu nantinya menjalani zaman serba online di era 4.0 dan mempersiapkan diri menuju era 5.0 . Penelitian menggunakan metode studi analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Populasi dan Sampel penitian ini adalah para ibu di beberapa sekolah dasar yang ada dimasing-masing kecamatan di Kota padangsidimpuan sejumlah 60 orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu instrumen angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase jawaban ibu yang didapat adalah mereka merasa stress dengan adanya pembelajaran daring di masa pandemic covid19 dan belum siap menjalani era 4.0 menuju 5.0.
PELAKSANAAN BIMBINGAN PRIBADI UNTUK MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN SISWA
Yuliana Nelisma;
Wahidah Fitriani
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.219-222
Bimbingan dan konseling pada dasarnya merupakan suatu upaya pemberian bantuan untuk mewujudkan perkembangan manusia secara optimal baik itu individu maupun kelompok. Pelaksanaan bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian siswa perlu diperhatikan dengan keberhasilan siswa dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi dalam dunia pendidikan dan mampu menceritakan masalahnya kepada guru BK, pelaksanaan bimbingan pribadi usaha guru BK dalam memberikan bantuan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kemandirian suatu sikap seorang anak yang mampu untuk bertindak bebas melakukan sesuatu atas dorongan sendiri untuk kebutuhannya sendiri tanpa adanya bantuan dari orang lain maupun befikir serta bertindak secara kreatif sehingga mempunyai rasa percaya diri dalam belajar. Masalah yang terjadi di SMAN 2 Aceh Barat Daya bahwasannya siswa sering terjadi keributan dikelas apabila guru tidak masuk mengajar di kelas, adanya keributan dari siswa-siswi yang malas belajar untuk menganggu teman-temannya yang sedang belajar dan membuat tugas yang belum diselesaikan, terkadang ada juga siswa yang malas belajar tersebut membuat keributan diluar kelas sehingga memicu siswa-siswi lain untuk keluar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian siswa di SMAN 2 Aceh Barat Daya, untuk mengetahui metode mengembangkan kemandirian siswa di SMAN 2 Aceh Barat Daya dan untuk mengetahui kendala-kendala apasaja yang dihadapi guru dalam bimbingan pribadi untuk mengembangkan kemandirian siswa di SMAN 2 Aceh Barat Daya. Jenis penelitian yang digunakan bersifak kualitatif, metode pengumpulan datadigunakan dengan observasi, wawancara, angket dan dokumentasi, dan yang menjadi subjek ini adalah tiga orang guru BK, 30 siswa SMAN 2 Aceh Barat Daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK sangat berperan penting disekolah dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling seorang guru BK sangat menetukan masa depan siswa dalam mengembangkan kemandirian siswa dalam bidang belajar untuk mewujudkan potensi belajarnya yang berkaitan dengan pelaksanaan bimbingan pribadi sehingga tercapainya tujuan pendidikan yang menghasilkan peserta yang cemerlang dan mempunyai karakter yang unggul. Kendala- kendala yang ditemukan yaitu siswa merasa segan untuk masuk keruang BK untuk menjumpai guru BK, ruang BK belum terlalu memadai, guru BK di anggap sebagai polisi sekolah.
Peran Orang Tua Dalam Membimbing Karir Anak
Murti Muninggar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.239-244
Peran orang tua dalam membimbing karir anak sangat dibutuhkan, karena tanpa adanya dukungan dan motivasi dari orang tua, anak tersebut tidak akan berhasil dalam mencapai suatu karir-nya. Peran orang tua juga sangat berpengaruh didalam kehidupan seorang anak yang salah satunya yaitu kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Bagaimana peran orang tua dalam membimbing karir anak. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji peran orang tua dalam membimbing karir anak. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan atau kajian literarur (literature review) dengan sifat penelitian analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini menemukan adanya peran orang tua dalam membimbing karir anaknya diantaranya: orang tua sebagai fasilitator, orang tua sebagai motivator dan orang tua sebagai panutan, Selain itu orang tua juga memberikan bimbingan terhadap karir anak yang akan menghasilkan hal positif terhadap karirnya
PROFIL PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG PELAKSANAAN BIMBINGAN KELOMPOK (Studi terhadap Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2017 STKIP PGRI Sumatera Barat)
Fengki Fahdi;
Rici Kardo;
Septya Suarja
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2021): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/ristekdik.2021.v6i2.178-187
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang masih ragu dengan kegiatan apa yang sedang dalam tahap pembentukan dan sulitnya menentukan topik dan materi yang akan dibahas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Pemahaman siswa pada tahap pembentukan, 2) Pemahaman siswa pada tahap intermediate, 3) Pemahaman siswa pada tahap aktivitas, 4) Pemahaman siswa pada tahap kesimpulan, 5 ) Pemahaman siswa pada tahap penutup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 66 siswa. Sampel penelitian adalah 66 siswa. Itu dipilih secara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan persentase. Temuan penelitian ini adalah: 1) pemahaman siswa pada tahap pembentukan berada pada kategori sesuai, 2) pemahaman siswa pada tahap menengah berada pada kategori sesuai, 3) pemahaman siswa pada tahap kegiatan berada pada kategori cukup sesuai, 4) pemahaman siswa pada tahap penarikan kesimpulan berada pada kategori cukup sesuai, 5) pemahaman siswa pada tahap terminasi berada pada kategori sesuai