cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.nusantara@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
ISSN : 2541657X     EISSN : 25500813     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu jurnal multidisiplin yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Secara khusus jurnal menaruh perhatian, namun tidak hanya terbatas, pada pokok-pokok persoalan tentang perkembangan ilmu pengetahuan sosial dan humaniora termasuk politik, hukum dan ekonomi; pembangungan ekonomi dan perubahan sosial termasuk di dalamnya antara lain pokok-pokok persoalan tentang gender, pemberdayaan masyarakat, kelembagaan sosial dan pemerintahan dan sistem pengetahuan lokal
Arjuna Subject : -
Articles 3,926 Documents
EFEKTFITAS MEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERCERAIAN DALAM HUKUM INDONESIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA Mutiara Dewi, Chalidya; Guntara, Deny; Abas, Muhamad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i10.2025.3988-3995

Abstract

Perceraian merupakan isu hukum keluarga yang tidak hanya berkaitan dengan aspek yuridis, tetapi juga berdampak luas pada dimensi sosial, psikologis, dan ekonomi. Mediasi hadir sebagai mekanisme penting dalam penyelesaian sengketa perceraian di Indonesia, dengan dasar hukum yang kuat. Landasan utamanya terdapat pada UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan PERMA No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan, yang mewajibkan proses mediasi sebagai tahapan sebelum pemeriksaan pokok perkara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai mediasi dalam penyelesaian perceraian di Indonesia serta menilai efektivitasnya sebagai alternatif penyelesaian sengketa. Penelitian dengan metode yuridis normatif melalui studi kepustakaan menunjukkan bahwa mediasi memiliki efektivitas yang cukup signifikan dalam kasus perceraian, sebagaimana tampak pada perkara Nomor 353/PDT.G/2023/PA.SAL. Dari kasus tersebut, efektivitas mediasi dapat diukur melalui lima indikator: (1) kesepakatan komprehensif antara pihak, (2) perlindungan optimal terhadap kepentingan anak, (3) efisiensi waktu dan biaya, (4) terjaganya hubungan baik pasca-perceraian demi anak, dan (5) pencegahan konflik berkelanjutan. Keberhasilan mediasi sangat ditentukan oleh iktikad baik para pihak, keterampilan mediator, serta dukungan infrastruktur hukum dan kelembagaan. Dalam konteks ini, peradilan agama Indonesia telah menunjukkan upaya serius untuk menjadikan mediasi sebagai best practice dalam penyelesaian perceraian. Dengan demikian, sistem hukum Indonesia telah membangun kerangka kerja yang robust dan adaptif, yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga nilai keadilan, keharmonisan, dan perlindungan keluarga di tengah kompleksitas perceraian modern.
HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN TOXIC RELATIONSHIP DALAM BERPACARAN DENGAN SELF ESTEEM MAHASISWA TAHAP USIA DEWASA AWAL Rahmanda, Ivan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4658-4663

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pengalaman toxic relationship dalam berpacaran dengan self esteem mahasiswa, melihat seberapa banyak mahasiswa yang pernah mengalami pengalaman hubungan yang toxic, mengetahui seberapa tinggi tingkat toxic relationship dan self esteem pada mahasiswa bimbingan dan konseling. Penelitian yang dilakukan ini merupakan sebuah penelitian dengan jenis kuantitatif korelasional. Subjek yang ada pada penelitian ini merupakan mahasiswa aktif bimbingan dan konseling angkatan 21 dan 22, yang pernah mengalami hubungan yang toxic, jumlah responden secara keseluruhan adalah 133 mahasiswa. Untuk mengumpulkan data informasi responden digunakan angket atau kuesioner online dalam bentuk google formulir, instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan membuahkan sebuah hasil yang menunjukkan bahwa 1) Adanya sebuah hubungan antara variabel toxic relationship dengan variabel self esteem dengan hubungan yang bersifat negatif atau berbanding terbalik, dan tingkatan nilai yang diperoleh adalah nilai Pearson’s r -0,524*** dan p-value .001. 2) Tingkat toxic relationship mahasiswa tergolong dalam kategori sangat rendah, hal ini disebabkan karena terdapat 19% mahasiswa termasuk pada kategori tinggi dan 64% mahasiswa termasuk pada kategori sangat tinggi. 3) Tingkat self esteem yang dimiliki mahasiswa bimbingan dan konseling menunjukkan hasil masuk dalam kategori tinggi, karena memperoleh 44% dan 14% termasuk dalam kategorisasi sangat tinggi.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN DALAM MELAKUKAN TRANSAKSI DI E-COMMERCE Soleh Hardiansyah, Mochammad; Syahrul Ansari, Teuku
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i1.2024.35-41

Abstract

Penelitian ini fokus pada perlindungan hukum bagi konsumen dalam e-commerce. Melalui pendekatan yuridis normatif, penelitian ini mengevaluasi ketentuan perundang-undangan terkait, seperti UUPK, KUHPerdata, KUHPidana, dan UU ITE. Meskipun ada kerangka hukum, temuan menunjukkan bahwa beberapa konsumen tidak sepenuhnya terlindungi, terutama karena kurangnya pengawasan dan pemahaman. Evaluasi terhadap toko e-commerce menunjukkan upaya kepatuhan, tetapi hasil kuesioner mengungkapkan kurangnya pemahaman konsumen. Ditemukan bahwa beberapa pelaku usaha e-commerce melanggar UUPK, dan sebagai upaya penyelesaian, konsumen dapat mengadu ke YLKI atau melalui pengadilan. Rekomendasi melibatkan perbaikan desain situs web, peningkatan tanda tangan digital, pengawasan ketat, serta pengenalan aspek keamanan seperti asuransi dan lembaga penjaminan.
MAKNA UNGKAPAN ANAK DO HAMATEAN BORU DO HANGOLUAN PADA ETNIK BATAK TOBA DI DUSUN TANJUNG BERINGIN Meilani Aritonang, Gracia; Harapan Parlindungan Simanjuntak, Daniel
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2710-2721

Abstract

Ungkapan adalah cara pandang seseorang dalam memahami makna hidup dan prinsip yang digunakan sebagai pedoman untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat  di Dusun Tanjung Beringin memaknai ungkapan Anak Do Hamatean Boru Do Hangoluan, serta cara mengimplementasikan dan dampak dari ungkapan tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa ungkapan Anak Do Hamatean Boru Do Hangoluan adalah ungkapan yang dimaknai dalam pengelompokan anak (anak laki-laki) sebagai kematian yaitu harus bisa menggantikan peran orangtua yang sudah meninggal bagi saudaranya, sedangkan boru (anak perempuan) yang bertanggungjawab mengurus orangtua dalam keadaan sehat maupun sakit. Hal itu terlihat dalam keseharian masyarakat etnik Batak Toba di dusun Tanjung Beringin, anak perempuan cenderung lebih dekat dengan orangtua dibandingkan dengan anak laki-laki, tetapi yang mempunyai hak dalam pembagian harta warisan adalah laki-laki.
PENERIMAAN AUDIENS TERHADAP FLEXING PADA VIDEO “FLEXING 2.0: GELOMBANG DISRUPSI KELUARGA PEJABAT” Claurena Yospikha Ade Wiransani, Martha; Kusuma, Ade
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i6.2023.2987-2996

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena flexing yang sering ditemui di media sosial. Konten flexing dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk keluarga dan teman dekat, vlogger, content creator, serta pejabat beserta keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, posisi hegemoni dominan, di mana audiens menerima bahwa flexing yang dilakukan oleh pejabat atau keluarganya bertujuan untuk menunjukkan kekuasaan dan kekayaan melalui jabatan dan harta benda. Mereka juga ingin mendapatkan pengakuan dan status lebih tinggi di mata masyarakat. Kedua, posisi negosiasi, di mana audiens menerima flexing sebagai bentuk kebutuhan personal, seperti ingin dikenal dan mendapatkan rasa percaya diri. Terakhir, posisi oposisional, di mana audiens menolak dan tidak menerima flexing yang dilakukan oleh pejabat atau keluarganya, merasa kurangnya edukasi terkait fenomena tersebut. Flexing juga dapat memiliki tujuan pemasaran dan branding produk serta kepentingan bisnis lainnya.
PELUANG PEMBENTUKAN BUMDES BERBASIS SYARIAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA KOTA PARI Chrisna, Heriyati; Hernawaty, Hernawaty; Noviani, Noviani; Sinaga, Miftahurrahmah
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i11.2024.4909-4920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang pembentukan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai. BUMDes merupakan pendekatan baru dalam upaya peningkatan perekonomian desa yang berbasis pada kebutuhan dan potensi desa, yang pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat desa sehingga dampaknya secara langsung akan membantu masyarakat desa, sehingga pembentukan BUMDes di setiap desa khususnya desa Kota Pari dirasa sangat perlu. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara kepada informaan dalam hal ini adalah kepala desa, sekretaris desa  dan perangkat desa lainnya serta beberapa pelaku UMKM. Pembentukan BUMDes merupakan sesuatu yang harus  disegerakan karena peluang untuk membentuk BUMDEs berbasis syariah di desa Kota Pari terbuka lebar karena adanya beberapa faktor yang mendukung seperti regulasi UU Desa , fatwa – fatwa dari Dewan Syariah Nasiona MUI, potensi desa dan kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga keuangan syariah dan komunitas yang ada di masyarakat.  Saran kepada pemerintah desa Kota Pari adalah agar segera membuat skedul untuk bekerjasama dengan pihak pihak yang terkait untuk memperoleh pemahaman dan pendalaman materi terkait pembentukan BUMDes berbasis syariah
KONFLIK SOSIAL DALAM KOMUNITAS MEDIA SOSIAL WHATSAPP DI KALANGAN GENERASI GEN Z Atila Thabrani, An Nisaa; Malik, Ichsan; Freddy Sitinjak, Halomoan; Wilopo, Wilopo; Prihatin, Endang
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1083-1092

Abstract

Media sosial semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, informasi dan digitalisasi di segala bidang kehidupan. Grup WhatsApp, sebagai media sosial, menjadi sarana utama masyarakat untuk berinteraksi. Hal ini memudahkan komunikasi dan interaksi antara individu dan kelompok dalam masyarakat. Penyajian data dalam komunikasi memaksakan kehendak seseorang dan cenderung mengungkapkan keegoisan individu atau kolektif, sehingga seringkali menimbulkan konflik sosial atau konflik kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konflik yang muncul di komunitas media sosial dan cara mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Kumpulkan data melalui wawancara online, dokumen, dan review dokumen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konflik sosial yang terjadi pada komunitas jejaring sosial Generasi Z terutama disebabkan oleh kesalahpahaman dalam memahami cerita yang disampaikan seseorang secara apriori, atau karena ketidaksesuaian beberapa simbol, terkait pesan SARA dan egoisme terhadap kelompok yang berbeda. . masyarakat. anggota. Konflik yang saling bertentangan ketika melihat pesan memunculkan tiga kelompok, yaitu kelompok liberal, kelompok proaktif dan reaktif, dan kelompok pembaca. Kelompok aktif dan reaktif merupakan kelompok yang selalu memberikan umpan balik. menengahi pihak-pihak yang berkonflik, menengahi, mengeluarkan sementara pelaku dari komunitas media sosial, dan memposting gambar dan meme lucu untuk menghibur anggota kelompok.
PERAN X DALAM MENCIPTAKAN POLARISASI OPINI PUBLIK PADA PEMILU BRASIL 2022 (STUDI KASUS KAMPANYE JAIR BOLSONARO DAN LULA DA SILVA) ‘Aisy, Firyal Rohadatul; Dewi, Shinta Komal; Nugroho, Yudi Cahyo; Tazakka, Bagas Bejaji; Nisa, Pia Khoirotun
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i8.2025.3400-3405

Abstract

Studi ini menelusuri bagaimana platform media sosial X (dahulu dikenal sebagai Twitter) berperan dalam memperkuat perbedaan pandangan publik selama Pemilihan Presiden Brazil tahun 2022. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan paradigma konstruktivisme, penelitian ini mengaplikasikan teori framing untuk menelaah bagaimana kedua kubu utama, yakni Jair Bolsonaro dan Luiz Inácio Lula da Silva, membentuk serta menyebarkan narasi politik melalui media sosial. Temuan menunjukkan bahwa fitur seperti retweet, hashtag, dan trending topic dimanfaatkan secara terencana untuk membingkai lawan politik secara negatif. Teknik framing menjadi alat dalam membentuk identitas kelompok, memunculkan respons emosional dari pendukung, serta memengaruhi opini publik dengan memanfaatkan meme, video singkat, dan narasi-narasi ideologis yang bersifat polarisatif. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa X tidak sekadar berfungsi sebagai sarana komunikasi politik, tetapi telah menjadi ruang konflik naratif yang memperdalam jurang perbedaan sosial dan politik di masyarakat Brazil.
HUBUNGAN SELF COMPASSION DENGAN PARENTING STRESS PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA PADANG Usman, Afifah; Mardianto, Mardianto
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1944-1948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self compassion dengan parenting stress pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional product moment dari Pearson. Sampel pada penelitian yaitu 61 orang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus yang terdata secara formal dan mendapatkan layanan intervensi di Lembaga Disabilitas dan Pendidikan Inklusif Kota Padang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel parenting stress dalam penelitian yaitu Parenting Stress Index Short Form (PSI- SF) dan Skala Welas Diri (SWD) untuk mengukur variabel self compassion. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara self compassion dan parenting stres pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Korelasi antara self compassion dan parenting stres pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus adalah korelasi yang negatif, artinya adalah semakin tinggi self compassion parenting stres pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, maka parenting stres pada ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus akan semakin rendah.
STRATEGI PERSONAL BRANDING BUPATI KABUPATEN PACITAN @INB_INDRATANURBAYUAJI DI INSTAGRAM Asvi Nurjannah, Dinar; Suratnoaji, Catur; Abidin, Zainal; Zuhri, Saifuddin
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i7.2022.2645-2649

Abstract

Dalam era digital pengguna internet dan sosial media terus meningkat. Instagram menjadi salah satu media sosial yang memilki angka pengguna paling tinggi. Peluang ini membuat Instagram menjadi sarana yang tepat untuk menyebarkan pesan serta membangun personal branding. Hal ini juga dimanfaatkan oleh Indrata Nur Bayuaji, Bupati Kabuppaten Pacitan Periode 2021-2025 yang membangun personal brandingnya melalui platform instagram. Indarata Nur Bayuaji merupakan Bupati Pertama di Kabupaten Pacitan yang aktif menggunakan instagram sebagai sarana komunikasi dan personal branding. Penelitian ini menganalisa akun instagram Indrata Nur Bayuaji @inb_indratanurbayuaji dalam membangun personal branding dengan meninjau teori 8 hukum personal branding yang dikemukakan oleh Peter Montoya serta melakukan wawancara mendalam kepada pengelola akun untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat. 

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 13, No 1 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 10 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 8 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 7 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 4 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 3 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 12 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 11 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 9 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 8 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 11, No 1 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 12 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 10 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 8 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 6 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 5 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Vol 10, No 3 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 2 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 1 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 9 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 8 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 7 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 6 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 5 (2022): NUSANTARA :Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 4 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 3 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 1 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 8 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 6 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 5 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 4 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 3 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 2 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 1 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 4 (2020): (SI) NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 3 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 2 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 7, No 1 (2020): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 3 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 2 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 6, No 1 (2019): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 5, No 1 (2018): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 4, No 1 (2018): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 3, No 1 (2017): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 1, No 2 (2017): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 1, No 1 (2016): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial More Issue