cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ibn Abbas
ISSN : -     EISSN : 26207885     DOI : -
Core Subject : Social,
JURNAL IBN ABBAS MERUPAKAN JURNAL PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU ALQURAN DAN TAFSIR (S2) FAKULTAS USHULUDDIN DAN STUDI ISLAM YANG SECARA KOMPREHENSIF MENGKAJI BIDANG ALQURAN DAN ILMU-ILMU ALQURAN BERBASIS TURATS, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI.
Arjuna Subject : -
Articles 106 Documents
MENINGKATKAN KUALITAS IBADAH DAN KARAKTER MELALUI PENERAPAN NILAI KESABARAN DALAM SURAH AL-ASR Siregar, Aisyah Rahmadani; Aulia, Dinda; Illahi, Artika Anugrah; Anisa, Anisa; Nisa, Chairun
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 2 (2024): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i2.22785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai kesabaran yang terdapat dalam Surah Al-Asr dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas ibadah seorang Muslim. Surah Al-Asr menekankan pentingnya waktu dan menyoroti empat karakteristik utama yang harus dimiliki setiap individu beriman: keimanan, amal shalih, saling menasihati dalam kebenaran, dan kesabaran. Nilai kesabaran, sebagai salah satu komponen utama dalam surah ini, memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas ibadah melalui ketekunan, ketenangan, dan kekuatan jiwa saat menjalani berbagai bentuk ibadah. Penelitian ini juga menyoroti hubungan antara kesabaran dengan ikhlas dan khusyuk dalam ibadah, serta dampak kesabaran dalam menjaga konsistensi ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan nilai kesabaran, seorang Muslim dapat lebih siap menghadapi tantangan hidup yang sering kali menjadi ujian dalam menjalankan ibadah. Kesabaran membantu menjaga keteguhan iman dan memperdalam hubungan dengan Allah, sehingga ibadah tidak hanya menjadi rutinitas tetapi juga sumber kekuatan spiritual. Abstrak ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih tentang pentingnya kesabaran sebagai kunci dalam meningkatkan kualitas ibadah sesuai dengan petunjuk Al-Quran.
PERAN PEREMPUAN SEBAGAI MUFASSIR DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Harahap, Alwi Padly; Wahyuni, Ari Mayang
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22548

Abstract

Para ulama klasik dan kontemporer telah membahas kajian Al-Quran dalam berbagai bidang, dan banyak upaya telah dilakukan untuk memahami isinya dari berbagai bahasa. Dunia tafsir Al-Quran umumnya didominasi oleh ulama laki-laki, namun tidak berarti perempuan tidak memiliki kontribusi dalam dunia pendidikan Islam khususnya pada ranah penafsiran Al-Quran di masa lalu dan sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perempuan sebagai mufassir serta kontribusi mereka dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tehnik analisis data yang bersifat desktiptif-analitik. Hasil dalam penelitian ini menemukan bahwa peran perempuan sebagai mufassir sangat penting dalam memperkaya pemahaman terhadap teks suci Islam. Para mufassir perempuan yang telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan Islam dari abad kedelapan belas hingga saat ini di antaranya Zayb al-Nisā’ al-Makir; Nusret Begüm Emin; ‘Ᾱishah ‘Abd al-Raḥmān; Zainab al-Ghazāli; Nā’ilah Hāshim Ṣabrī; Hannān al-Lahhām; Semra Kürün Çekmegil; Fevkiyye Ibrahim al-Sirbini; Kamilah binti Muhammad al-Kawari; Miyadah binti Kamil al-Madi; Amina Wadud; Hibah Rouf Izzat; dan Ulfa Yousef. Nama-nama mereka mungkin tidak sebanyak jumlah mufassir laki-laki, namun mereka telah membantu mempromosikan kesetaraan gender, memperbarui praktik keagamaan, dan memperkaya pendidikan Islam dengan perspektif yang lebih beragam
MENERAPKAN PENTINGNYA NILAI-NILAI KEJUJURAN DIDALAM BERBISNIS: STUDI ANALISIS Q.S AL-MUTHAFFIFIN 1-3 BERDASARKAN TAFSIR AL-MISHBAH Hariki, Wahyudi Zulfa; Isty, Muhammad Athurjaza; Farhan, Nabil
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22699

Abstract

Dalam dunia bisnis, kejujuran merupakan nilai dasar yang sangat penting untuk membangun hubungan yang baik antara pelaku bisnis dan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman tentang kejujuran dalam bisnis dalam Al-Qur’an, khususnya Q.S. Al-Muthaffifin ayat 1-3, serta implikasinya dalam praktik bisnis modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian Pustaka (library research), menganalisis sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an dan tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Serta sumber-sumber sekunder yang melibatkan pengumpulan dan analisis data dari literatur dan sumber terpercaya terkait etika bisnis dan kejujuran. Hasil temuan menunjukkan bahwa kejujuran dalam bisnis tidak hanya mencakup kebenaran dalam pernyataan dan tindakan, tetapi juga melibatkan trasnparansi dan integritas dalam setiap interaksi bisnis. Penelitian ini juga menyoroti bahwa kejujuran dapat meningkatkan kepercayaan antara pelaku bisnis dan pelanggan, serta berkontribusi pada keberlanjutan usaha. Selain itu, penelitan ini menemukan bahwa praktik kecurangan yang dijelaskan didalam Q.S. Al-Muthaffifin ayat 1-3 dapat merusak reputasi reputasi sebuah Perusahaan dan hubungan sosial, serta membawa konsekuensi moral yang berat di akhirat. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai kejujuran sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang baik dan berkelanjutan.
EFEKTVITAS TIKTOK SEBAGAI MEDIA DAKWAH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SEDEKAH Q.S AL-BAQARAH AYAT 271 (PANDANGAN WAHBAH AZ-ZUHAILI DAN ATH-THABARI) Fransiska, Yovia Violanda; Suwandi, Nadila; Salsabila, Naila; Azimah, Nur
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 2 (2024): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i2.22786

Abstract

Sebagai salah satu media yang paling populer digunakan oleh anak milenial, tiktok memiliki peran yang sangat kuat dalam upaya penyebaran informasi dari berbagai kalangan, hal ini memungkinkan pesan dakwah juga dapat tersampaikan mengikuti tren yang ada. TikTok menjadi salah satu alternatif berdakwah ditengah munculnya berbagai pilihan media baru untuk berdakwah menyebarkan pesan syariat Islam melalui konten video dalam tiktok yang dikemas dengan kreatif sehingga mampu menarik minat anak- anak muda bahkan dewasa untuk mengikuti konten-konten yang tersebar sangat relevan dengan perkembangan zaman saat ini. Selaras dengan hal tersebut dilakukan penelitian terhadap akun tiktok pemilik username @iben_ma yang dalam konten-kontennya mengisyaratkan dan mengajak lebih banyak orang untuk lebih peduli terhadap sekitar. Dalam konteks dakwah, sedekah secara terang-terangan seperti konten yang dibawanya diperbolehkan dengan tujuan memotivasi. Namun hal ini menjadi polemik di kalangan masyarakat, sebagian orang menganggap konten-konten berbagi seperti itu dianggap sebagai suatu bentuk perbuatan Riya atau pamer. Sehubungan dengan hal ini, Qur'an surah Al-Baqarah ayat 271, menurut wahbah Zuhaili dan ath-Thabari membolehkan sedekah dengan terang-terangan dengan tujuan memotivasi lebih banyak orang untuk melakukan hal yang serupa, walaupun ayat ini juga menjelaskan bahwa bersedakah secara sembunyi-sembunyi lebih utama, untuk menghindari kesia-siaan pada nilai sedekah yang diberikan karna dikhawatirkan akan menimbulkan riya bagi pemberi sedekah
MUSHAF IBNU MAS’UD DI TANGAN ARTHUR JEFFERY Hasibuan, Muhammad Fakih; Iskandar, Zeindri Riyan; Faza, Asrar Mabrur
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Arthur Jeffery terhadap mushaf Ibnu Mas’ud dan implikasinya terhadap pemahaman sejarah teks Al-Qur’an. Jeffery seorang orientalis terkenal, mengemukakan bahwa mushaf Ibnu Mas’ud memiliki sejumlah perbedaan dalam susunan dan isi dibandingkan mushaf Utsmani yang menjadi standar dalam dunia Islam. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis peneliti mengeksplorasi pandangan Arthur Jeffery mengenai mushaf Ibn Mas’ud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan Jeffery membuka diskusi mengenai dinamika kodifikasi Al-Qur’an pada masa awal Islam, meskipun pendekatannya dianggap kontroversial oleh banyak ulama.
PENDIDIKAN JASMANI SEBAGAI SARANA PEMBENTUKAN KARAKTER DI MA'HAD AL-JAMI'AH UIN-SU: TELAAH Al-QUR’AN DAN HADIS Siregar, Idris
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22726

Abstract

Pendidikan jasmani di Ma'had al-Jami'ah UIN-SU bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga menjadi sarana efektif pembentukan karakter Islami berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Melalui kegiatan seperti badminton, senam, dan lari pagi, mahasantri diajarkan kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan pengendalian emosi sesuai tuntunan Islam. Landasan utama pendidikan ini adalah sabda Nabi, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah" (HR. Muslim), yang menekankan pentingnya keseimbangan fisik dan spiritual. Pendekatan berbasis hadis ini juga mengintegrasikan nilai ukhuwah Islamiyah, penghormatan terhadap waktu, dan kesadaran menjaga tubuh sebagai amanah Allah SWT. Dengan pembinaan ini, mahasantri tidak hanya memperoleh manfaat jasmani, tetapi juga terlatih mengelola aspek mental, spiritual, dan sosial, menciptakan generasi muslim yang sehat, kuat, dan berkarakter mulia.
TAFSIR AL-AZHAR SURAH AL-ASR AYAT 1-3: WAKTU ADALAH ASET TERPENTING DALAM HIDUP Berliyandi, Abel Pajero; Lestari, Aulliya; Hifni, Azizah
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 2 (2024): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i2.22832

Abstract

Manusia tidak dapat melepaskan diri dari waktu dan tempat. Kesadaran manusia tentang waktu berhubungan dengan bulan dan matahari dari segi perjalananya (malam saat terbenam dan siang saat terbit) Waktu, pada hakekatnya dia sedang mengurangi makna hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pentingnya waktu dalam hidup manusia didalam surah Al-Asr. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kepustakaa (library research). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. waktu memainkan peranan yang sangat penting, karena hidup itu sendiri tidak dapat dipisahkan dari dimensi waktu. Setiap aktivitas yang kita lakukan berlangsung dalam rentang waktu tertentu dan terukur. Dengan kata lain, hidup kita adalah rangkaian gerak dan perubahan yang terjadi seiring berjalannya waktuWaktu sangatlah penting dalam berbagai hal tapi disini penulis mengkrucutkan menjadi 3 hal yaitu sebagai media penentu ibadah, media intropeksi dan sebagai plening di masa depan. Pada penjelasan tafsir al-azhar di atas sangat rinci dijelaskan mengenai pentingnya waktu dalam kehidupan sehari-hari
BODY SHAMING DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN (STUDI ANALISIS AYAT-AYAT BODY SHAMING DALAM TAFSIR FATH AL-QADIR) Syabil, Zafran; Hasyqin, Nurul; Siregar, Wahyudi; Wahyuni, Putri; Hermanto, Edi
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 1 (2024): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i1.22550

Abstract

Fenomena body shaming yang marak terjadi di era modern ini telah menjadi masalah sosial yang serius. Tindakan merendahkan atau menghina fisik seseorang tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan mental individu, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Al-Qur'an, sebagai sumber ajaran Islam yang komprehensif, memberikan panduan hidup yang menyeluruh, termasuk dalam hal etika sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data primer diperoleh dari teks Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 11 dan tafsir Fath al-Qadir karya Ibnu Kathir. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode hermeneutik, yaitu interpretasi teks secara mendalam untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hermeneutik, yang menekankan pada pemahaman makna teks dalam konteks sejarah dan budaya. Selain itu, digunakan pula teori komunikasi untuk menganalisis bagaimana pesan-pesan dalam Al-Qur'an disampaikan dan dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara tegas melarang tindakan body shaming melalui berbagai ayat, yaitu dalam surat al-Humazah ayat 1dan surat al-Hujurat ayat 11. Tafsir Fath al-Qadir memberikan penjelasan yang mendalam mengenai larangan tersebut, di mana Ibnu Kathir menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama manusia dan menghindari tindakan yang dapat menyakiti hati orang lain. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa body shaming merupakan bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam. Al-Qur'an dan tafsir Fath al-Qadir memberikan panduan yang jelas tentang pentingnya menjaga etika dalam berinteraksi dengan sesama, termasuk dalam hal penampilan fisik.
MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI MELALUI TAFSIR AL-MUNIR DALAM SURAH AT-TIN AYAT 4: TELAAH FENOMENA INSECURE DALAM ISLAM Hsb, Mhd. Andika Sejati; Loviani, Raja Amanda; Aznil, Muhammad; Sarida, Nurul Ain; Hermanto, Edi
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 7, No 2 (2024): JULI - DESEMBER
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v7i2.22738

Abstract

Penelitian ini membahas peran tafsir al-Munir terhadap Surah At-Tin ayat 4 dalam membangun rasa percaya diri melalui perspektif Islam, dengan menyoroti fenomena rasa tidak aman yang sedang berkembang di kalangan generasi muda. Surah At-Tin ayat 4 menekankan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, yang dapat dijadikan landasan untuk mengembangkan rasa percaya diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tafsir ayat ini memberikan perspektif positif terhadap potensi diri dan mengatasi perasaan tidak aman menurut ajaran Islam. Metode yang digunakan adalah kajian tafsir dengan pendekatan kualitatif, menganalisis tafsir al-Munir serta literatur tafsir, artikel ilmiah, dan sumber relevan lainnya yang membahas rasa percaya diri dan rasa tidak aman dalam kehidupan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman yang mendalam terhadap Surah At-Tin ayat 4 dapat menjadi dasar spiritual untuk mengatasi rasa tidak aman dan memperkuat rasa percaya diri, karena ajaran Islam menekankan potensi manusia yang telah ditentukan oleh Tuhan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemahaman yang lebih dalam mengenai rasa percaya diri dalam konteks Islam.
DARI KHALIFAH DI BUMI HINGGA PEMIMPIN YANG DITEGUHKAN: EKSPLORASI KONSEP ISTIKHLAF LINTAS AYAT Aini, Qurrata
Ibn Abbas : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol 8, No 1 (2025): JANUARI - JUNI
Publisher : Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UINSU Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ias.v8i1.26238

Abstract

Penelitian artikel ini membahas konsep istikhlaf atau khalifah dalam ayat Al-Qur’an. Tujuan yang hendak dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep istikhlaf atau khalifah dalam ayat Al-Qur’an. Metode penelitian ini adalah metode studi literatur. Metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Artikel ini menggunakan pendekatan tafsir maudhui. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa pengertian istikhlaf mengandung beberapa makna yaitu: 1) Pengganti atau wakil. 2) Pemimpin atau penguasa. 3) Generasi penerus. Istilah istikhlaf dan kata-kata yang berakar dari kata "khalafa" muncul dalam berbagai bentuk di Al-Qur’an, menunjukkan kekayaan makna dan konteks penggunaannya. Dalam tulisan ini peneliti hanya membatasi dalam 3 ayat-ayat Al-Qur’an mengenai istikhlaf atau khalifah yaitu QS al-Baqarah ayat 30, QS Shad ayat 26, dan QS Nur ayat 55. Konsep istikhlaf/khalifah dijelaskan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Dalam QS Al-Baqarah ayat 30, konsepnya meliputi kemampuan pemimpin untuk mencegah kerusakan, mendatangkan maslahat, serta bertaqwa dan berilmu. Kemudian, QS Shad ayat 26 menekankan pentingnya menjauhi hawa nafsu dalam kepemimpinan. Terakhir, QS An-Nur ayat 55 menyatakan bahwa pemimpin/penguasa harus menciptakan keamanan.

Page 10 of 11 | Total Record : 106