Articles
346 Documents
KEMAMPUAN GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS POKOK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 RANTAU SELATAN
Achyar Zein, Syamsu Nahar, Khairul
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 1 (2020): Januari - Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v4i1.8114
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Perencanaan guru yang telah sertifikasi dalam menyusun strategi pembelejaran, metode pembelajaran dan materi pembelajaran SMA Negeri 2 Rantau Selatan Provinsi Sumatera Utara. 2) Pelaksanaan atau mengemplementasikan program pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang telah sertifikasi di SMA Negeri 2 Rantau Selatan Provinsi Sumatera Utara. 3) Pengawasan atas kinerja yang dilakukan oleh guru pasca sertifikasi serta siapa saja yang terlibat dalam pengawasan tersebut di dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 2 Rantau Selatan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik. Teknik pengumpulan data penelitian berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan Tiga temuan yaitu: Hasil temuan peneltian adalah: 1) Perencanaan guru yang telah sertifikasi dalam menyusun strategi pembelajaran, metode pembelajarn dan materi pembelajaran ialah sebelum guru memulai pembelajaran di dalam kelas guru terlebih dahulu mempersiapkan instrumen-instrumen yang akan di gunakan dalam proses pembelajaran. 2) Implementasi program pembelajaran yang dilakukan oleh guru yang telah sertifikasi berjalan dengan baik. Terlihat jelas bahwa persiapan yang dibuat oleh guru mata pelajaran terutama pada guru yang telah sertifikasi sebelum proses pembelajaran di mulai. Pelaksanaan yang di lakukan guru didalam kelas sesuai dengan apa yang disusun sebelumnya, sehingga proses belajar mengajar tercapai dengan efektif dan efesien. 3) Pengawasan atas kinerja yang di lakukan terhadap guru pasca sertifikasi serta siapa saja yang terlibat dalam pengawasan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang di lakukan terhadap sangat berpengaruh besar terhadap kinerja guru. Kata Kunci: Kemampuan, dan Guru
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM INDONESIA: PENGALAMAN AL-JAM’IYATUL WASHLIYAH
Munzir Munzir
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 3 (2021): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v5i3.12931
This simple article discusses Modernization of Indonesian Islamic Education: The Experience of Al-Jam'iyatul Washliyah, with sub-discussions, namely as follows: a. Philosophy and Typology of Reform; b. Aspects of Modernization of Education: objectives, curriculum, methods, human resources; institutional; c. Contribution and Influence (Al Washliyah Education Statistics on National Education). Al-Jam'iyatul Washliyah, in the world of education, one of these large organizations also has a lot of influence and plays a role in the world of education, especially in North Sumatra from kindergarten / RA education to higher education which is known in the field as UNIVA or Al-Washliyah University or also known as UMN (University of the Muslim Archipelago). Al-Jam'iyatul Washliyah held many reforms in education regarding aspects of objectives, curriculum, methods, human resources and institutions. Contribution and Influence (Al Washliyah Education Statistics on National Education). With Al-Jam'iyatul Washliyah in the modernization of education, this college also contributes a lot to national education.
TRADISI KEINTELEKTUALAN PEMIKIRAN DAN BIOGRAFI ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR)
Firdaus Syah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 2 (2021): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v5i2.12914
In Abdurrahman Wahid's perspective, Islamic education is an inseparable unit because each other has a reasonably close relationship in developing future Islamic education. According to Gus Dur, Islamic education is a process to deliver students with sufficient provisions and think critically throughout their lives. In Gus Dur's perspective, Islamic education is a combination of traditional Islamic education thinking and Islamic thought adopted by modern Western thought so that it can give birth to an educational system in the concept of renewal, by the demands of the times. The purpose of Islamic education to humanize humans is an absolute thing. Education in Islam is a series of processes of human empowerment towards being active (maturation), to carry out the human function that is carried out as a servant before the creator and as a custodian (caliphate) in the universe. Thus, the ultimate goal of Islamic education is to form students' self to fit the nature of their existence.
Peradaban Pra Islam dan Pengaruhnya Terhadap Pendidikan Islam
Hasibuan, Darma Syahputra
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 3 (2022): Juli-September
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v6i3.13175
Pesatnya perkembangan peradaban Islam sepanjang sejarah, akibat sikap umat Islam yang terbuka, toleran dan akomodatif terhadap hegemoni pemikiran dan peradaban asing, kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, budaya akademik, permasalahan yang dihadapi umat Islam dari waktu ke waktu semakin kompleks dan menuntut solusi Semua bidang keilmuan dijadikan objek kajian oleh para pemikir Islam, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Peradaban Islam ini ditandai dengan berkembangnya lembaga pendidikan, pada masa dinasti Umayyah dan Abbasiyah serta didukung oleh dinasti lain seperti Cordoba, Andalusia, Afrika Utara, Turki, dan India Islam. Hal ini memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan umat Islam dan memiliki pengaruh yang kuat terhadap kemajuan peradaban internasional pada umumnya, dari masa klasik hingga era modern. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi (content analysis). Analisis isi adalah teknik penelitian untuk menarik kesimpulan (inferensi) yang dapat ditiru (replicable) dan dengan data yang valid, dengan memperhatikan konteks. Metode ini bertujuan untuk menganalisis keseluruhan pembahasan tentang sejarah peradaban pra-Islam dan pengaruhnya terhadap pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengkaji mengenai pengaruh peradaban pra-Islam terhadap pendidikan Islam
Regenerasi Ulama: Antara Pesantren Dengan Pendidikan Kader Ulama
Lusinta Rehna Ginting
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 4 (2020): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v4i4.12903
The existence of Islam from time to time in fact cannot be separated from the influence of the scholars who struggle in spreading the religion of Islam to all corners of the world. The struggle (jihad) of the scholars is carried out at the expense of life, property, thoughts and everything that can be fought for in order to spread the religion of Islam. It can be said that the ulama were the spearhead of the spread of Islam in the world after the death of the prophets and apostles of Allah. The presence of scholars from every era provides inspirational stories for human beings. In fact, there are certain times that are so fertile that it gives birth to a generation of qualified scholars in various branches of science. All of that can not be separated from the education taught to the younger generation of Islam either in the context of pesantren or otherwise. Therefore, the study of the existence of pesantren or institutions that gave birth to ulama is very important to be discussed. This is intended to measure the contribution of pesantren or other educational institutions in producing ulama.
Radikalisme Dalam Pendidikan (Studi Analisis Terhadap Isu-Isu Kontemporer)
Yusnali - Budianti;
Haidir Haidir
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v6i2.10969
PPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena radikalisme dalam pendidikan. Kita ketahui kekerasan atas nama agama yang sering dikenal dengan istilah radikalisme agama semakin tampak di depan mata kita dan sungguh sangat membahayakan. Bahkan ketika kita menyaksikan berbagai informasi berita, baik melalui media cetak maupun online terdapatnya kasus-kasus yang mencerminkan radikalisme. Sehingga sikap radikalisme inilah yang akhirnya melatarbelakangi adanya gerakan terorisme. Bahkan hal ini terjadi pada dunia pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan penelitian bahwa radikalisme dalam pendidikan memiliki potensi ancaman yang sangat berbahaya dalam mewujudkan kelangsungan kualitas pendidikan. Radikalisme bisa muncul kapan saja, dari mana saja dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Oleh sebab itu radikalisme perlu di sikapi secara utuh dan komprehensif yang meliputi berbagai aspek melakukan sinergi secara rapi dan tepat. Radikalisme menyangkut persoalan cara pikir, kepribadian dan sikap perilaku. Fenomena radikalisme yang mengatas namankan agama menyasar para kaum muda terutama kaum muda Islam yang notabenya masih berstatus pelajar khususnya pada tingkat SMP dan SMA. Hal ini karena pada tingkat SMP/SMA merupakan masa remaja yang ingin menemukan jati dirinya. Adapun upaya yang harus dilakukan oleh pihak lembaga pendidikan, yaitu melakukan sinergisitas secara internal dan eksternal dalam lingkup pendidikan. Maka dengan kerjasama yang intens, utuh dan menyeluruh dari berbagai pihak sehingga dalam realitasmya benar benar sesuai harapan yaitu menangkal atau menghilangkan radikalisme dalam pendidikan.KKata Kunci: Radikalisme, Pendidikan, Isu-Isu Kontemporer
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN
Asrul Siregar
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 4 (2021): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v5i4.12936
Dalam perkembangan teknologi informatika dan komunikasi berbagai media visual dijadikan sebagai media pendidikan termasuk Media Sosial. Pemanfaatan jejaring sosial untuk kepentingan belajar mengajar memang belum banyak yang mempraktekkannya. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui efektifitas penggunaan media sosial sebagai media pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur yakni menggunakan studi kepustakaan dari berbagai sumber pustaka yang berhubungan dengan permasalahan media pendidikan yaitu dengan memanfaatkan akun yang ada seperti youtube, facebook, twitter dan berbagai akun lainnya yang bisa mengatasi kesulitan belajar disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tidak langsung para siswa banyak memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran terutama untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran dalam rangka menambah referensi dan menjadi sarana memperoleh kebutuhan pembelajaran dalam berbagai tugas-tugas pada materi pelajaran yang diajarkan di sekolah.
KEMAMPUAN GURU MENGGUNAKAN MEDIA ATAU SUMBER BELAJAR
Suswanto Suswanto
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 3 (2021): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v5i3.12927
Sumber belajar harus berorientasi pada peserta didik. Sumber belajar harus berorientasi pada peserta didik secara individual yang berbeda dengan sumber belajar tradisional (yaitu sumber belajar yang dibuat berdasarkan pada pendekatan yang berorientasi pada guru/lembaga pendidikan). Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP di sekolah/madrasah antara lain laboratorium, pusat sumber belajar dan perpustakaan serta tenaga pengelola yang professional. Sumber belajar tersebut perlu didayagunakan seoptimal mungkin, dipelihara dan disimpan sebaik-baiknya. Dalam pada itu, kreativitas guru dan peserta didik perlu senantiasa ditingkatkan untuk membuat dan mengembangkan alat-alat pembelajaran serta alat peraga lain yang berguna bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Kreativitas tersebut diperlukan bukan semata-mata karena keterbatasan pemerintah, tetapi adalah kewajiban yang harus melekat pada setiap guru untuk berkreasi, berimprovisasi, berinisiatif dan inovatif.
Implementasi Manajemen Kelas
Rika Yuliana;
Meylina Husni
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v6i4.13086
pada saat ini telah banyak beragam cara dalam melaksanakan program pengelolaan kelas, agar dapat menimbulkan rasa aman, nyaman, tentram dan kondusif, antara pendidik (Guru) dan murid saat di dalam kelas. yang mana semua itu harus di rencanakan dengan sebaik mungkin agar dapat mencapai hasil yang maksimal. oleh karena itu, perlu adanya hubungan kerjasama yang baik diantara individu tersebut. tetapi di sisi lain sebenarnya gurulah yang harus perlu bekerja lebih keras untuk menjalankan perencanaan dan pengelolaan di kelas. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang implementasi manajemen kelas, karena masa sekarang ini seorang guru atau tenaga pendidik perlu punya tips atau strategi dalam menghidupkan suasana nyaman di kelas, serta dapat membuat peserta didik merasa tertarik dan ingin terus belajar tanpa rasa malas. Dan adapun Metode penelitian yang penulis pakai ialah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang berasal dari rujukan buku, dan lain-lain. Kata Kunci : Guru, Siswa, Manajemen
Peranan Intelegensi dan Bakat dalam Pembelajaran
Jannatul Wardiyah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2021): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47006/er.v5i1.12910
Intelligence and talent are inborn potentials that are owned by each individual. This potential will then support the learning process of students. This study uses descriptive analysis method, which aims to examine the role of intelligence and talent in learning. The findings of this study are intelligence and talent affect the success of students' learning. The success of students' learning depends on their intelligence and talents. So it is not something strange if there is a difference in the level of speed of students in solving problems. Educators in conducting learning are advised to pay attention to the potential that exists in each student to achieve maximum learning outcomes..