cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Alternatif Penentuan Nilai Unconfined Compression Strength Pada Batulempung Berdasarkan Hasil Estimasi Dari Nilai Pengujian Point Load Strength Index dan Schmidt Hammer Norfikriatul Hasanah; Romla Noor Hakim; Eko Santoso; Sari Melati
Geosapta Vol 5, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.334 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i2.5950

Abstract

Kekuatan batuan utuh umumnya dinyatakan dengan UCS (Uniaxial Compressive Strength), yang didapatkan dari uji kuat tekan uniaksial. Uji ini memerlukan setidaknya lima conto dan harus dipreparasi sedemikian rupa agar memenuhi syarat yang telah ditetapkan dalam standar pengujian. Pada kondisi contoh batuan yang akan diuji tidak memenuhi syarat standar uji UCS, misalnya panjang inti bor yang utuh tanpa diskontinuitas kurang dari 2,5 kali diameternya, maka PLI (Point Load Index) atau rebound number (RL) Schmidt Hammer dapat menjadi alternatif untuk menyatakan kekuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persamaan yang mengekpresikan korelasi antara rebound value Schmidt Hammer dan PLI dengan nilai UCS pada batulempung.Uji UCS, PLI, dan Schmitd Hammer dilakukan pada masing-masing 10 contoh batulempung. Data hasil pengujian selanjutnya dianalisis korelasinya untuk mendapatkan persamaan yang menyatakan hubungan ketiganya. Persamaan yang diperoleh oleh peneliti terdahulu juga diujicobakan sebagai pembanding.Dari penelitian ini diperoleh korelasi persamaan empiris batulempung antara UCS dan Schmidt Hammer yaitu UCS = 0,9035.SH – 17,0160 ; UCS (MPa) & SH (RL). Sedangkan korelasi persamaan empiris batulempung antara UCS dan PLI yaitu UCS = 1,4868.PLI + 0,7573. Persamaan tersebut bisa digunakan untuk memprediksi nilai UCS batulempung di formasi yang sama dengan perbedaan relatif 9,28% dan 5,06%.Kata kunci: Point Load Index, Schmidt Hammer, Uniaxial Compressive Strength.
STUDI KEDERDAPATAN BIJIH BESI PADA ENDAPAN LATERIT DI KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Abdillah Rasyid; Nurhakim Nurhakim; Riswan Riswan
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.148 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7874

Abstract

Endapan laterit merupakan hasil dari pelapukan lanjut dari batuan ultramafik pada daerah dengan iklim tropis sampai dengan subtropis. Melihat dari sebaran keterdapatan formasi batuan beku mafik hingga ultramafik yang memungkinkan membentuk suatu endapan laterit di wilayah Kabupaten Banjar maka dilakukan kegiatan eksplorasi untuk  menemukan dan menentukan daerah-daerah yang memiliki potensi menghasilkan bahan galian berupa bijih besi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada metode perhitungan aktual di lapangan yang bertujuan untuk mendapatkan hasil pada waktu sekarang. Proses pemecahan menggunakan metode komputasi dan analisa data – data berupa peta, gambar, dan tabel yang dapat membantu dalam penyampai informasi hasil penelitian.Dari penelitian tersebut hasil yang didapatkan dari pengujian laboratorium yang menggunakan metode X-Ray Fluoresensi (XRF) di Laboratorium Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Selatan, kandungan Fe tertinggi terdapat pada TA-01 A dengan persentase 51,41% , dan yang terendah terdapat pada TA-03 B dengan persentase 17,21%. Tipe cebakan bijih besi di Kecamatan Karang Intan termasuk endapan eksogenik yaitu endapan yang terbentuk di permukaan bumi berupa endapan laterit. Kata-kata kunci: Laterit, Fe, X-Ray Fluoresensi
STUDI PENGARUH KADAR AIR TERHADAP KUAT GESER TANAH PADA AREA BEKAS TAMBANG DI KOTA BANJARBARU Romla Noor Hakim; Eko Santoso; Gusti Teguh Juang Prihatino
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.197 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7744

Abstract

Pada kegiatan pertambangan dengan metode tambang terbuka umumnya dijumpai lereng yang terbentuk dari aktivitas penambangan. Keruntuhan pada lereng biasanya dikarenakan besarnya gaya pendorong pada tanah melebihi kuat geser tanah tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kekuatan geser suatu massa tanah adalah kadar air tanah tersebut. Identifikasi hubungan serta pengaruh kadar air terhadap parameter kuat geser tanah digunakan analisis regresi linier dan polinomial, sedangkan dalam menentukan kestabilan lereng digunakan metode Boshop yang disempurnakan. Berdasarkan klasifikasi USCS, jenis tanah sampel DS-S1 dan DS-S2 berupa pasir berlanau sedangkan DS-S3 pasir berlempung. Sampel GC-S2 dan GC-S3 lempung organik, sedangkan GC-S1, ST-S1 dan ST-S2 berupa lempung. Hasil pengujian menunjukan bahwa sampel tanah yang mengalami peningkatan kadar air akan diikuti oleh penurunan nilai kohesi (c). Sedangkan pada sudut gesek dalam mengalami peningkatan nilai pada kadar air 10%-20%, mencapai puncaknya pada kadar air 20%-32%, kemudian mengalami penurunan setelah melewati kadar air 32%. Kata kunci: lereng, kadar air, kuat geser, kohesi, sudut gesek dalam
ANALISIS ALTERASI PADA ENDAPAN BIJIH BESI DI DAERAH TANJUNG, KECAMATAN BONTOCANI, KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Firdaus F; Tri Andriyani Kandora; Dirgahayu Lantara; Alam Budiman Thamsi; Harwan Harwan; Hasbi Bakri
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1317.17 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7082

Abstract

Keberadaan bijih besi di Indonesia dapat ditemukan dibeberapa daerah dengan jumlah keterdapatan yang beragam. Salah satu daerah yang memiliki potensi keterdapatan bijih besi adalah daerah Bontocani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui himpunan mineral dan tipe alterasi endapan bijih besi. Metode yang dilakukan yaitu observasi singkapan, pengambilan sampel, dan identifikasi mineralisasi-alterasi yang selanjutnya dianalisis petrografi dan geokimia. Pengujian terhadap 5 sampel batuan melalui analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui kelimpahan mineral penyusun dan analisis geokimia dari pengujian XRD (X-rayDiffraction) dilakukan untuk menentukan jenis mineral secara lebih spesifik yang tidak dapat dilihat melalui analisis petrografi, serta untuk menentukan himpunan mineral dan tipe alterasi. Himpunan mineral alterasi berdasarkan hasil analisis petrografi adalah plagioklas, kuarsa, kalsit, garnet, epidot, piroksin, serisit, augit, diopside, hornblende, feldspar, microcline, dan muskovit. Sedangkan hasil analisis XRD (X-rayDiffraction) menunjukkan kehadiran andradit, melanit, flourin, magnesit, alabandit, magnetit, cooperit, danalit, goetit, albit, hedenbergit, dolomit, cristobalit, wollastonit dan chromit. Berdasarkan beberapa mineral penciri tersebut dapat diketahui bahwa tipe alterasi di daerah penelitian adalah propilitik dan skarn. Kata kunci: Bijih Besi, Alterasi, Mineral, Petrografi, XRD.
PEMBUATAN APLIKASI DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS EMPIRIS UNTUK MEMPREDIKSI LEMPARAN BATU (FLYING ROCK) DARI KEGIATAN PELEDAKAN Eko Santoso; Kartini Kartini; Rizky Wanaldi
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.424 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7825

Abstract

Salah satu dampak lingkungan yang disebabkan dari kegiatan peledakan yaitu adanya flyrock. Flyrock merupakan fragmentasi batuan (ukuran bongkahan batuan) yang terlempar akibat hasil peledakan. Fragmentasi batuan ini jika terlempar melebihi batas radius aman dapat mengakibatkan kerusakan untuk alat mekanis dan dapat mengakibatkan cidera untuk manusia. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mengontrol dan mencegah kecelakaan akibat flyrock adalah prediksi lemparan flyrock.Metode yang  digunakan dalam perhitungan prediksi lemparan flyrock pada penelitian kali ini adalah dengan menggunakan pendekatan teori empris dari Richard and moore, Lundburg, Swedish model dan American model. Untuk menunjang dalam kecepatan perhitungan prediksi lemparan flyrock, maka dibuatlah program aplikasi perhitungan prediksi flyrock yang berbasis visual basic access. Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan aplikasi dengan hasil lemparan flyrock aktual di lapangan didapatkan persentase error sebesar 14.58% untuk face burst, 26.49% untuk cratering, 58.76% untuk lundburg, 35.05% untuk Swedish model, 26.39% untuk American model. Keunggulan dari adanya aplikasi komputasi ini yaitu kemudahan dalam pengoperasian program yang secara garis besar hanya menginput parameter geometri peledakan sesuai teori, dan melakukan eksekusi program akan menunjang efisiensi waktu dan tenaga, serta keakuratan hasil perhitungannya akan lebih tinggi dibandingkan dengan melakukan perhitungan secara manual. Namun aplikasi yang dibuat ini masih memiliki keterbatasan fitur rangkaian interface/menu aplikasi dan aplikasi belum dapat melakukan pencetakan hasil dari output program. Kata-kata kunci: Flyrock Prediction, visual basic, Persamaan empirik, komputasi
ANALISIS MODEL ESTIMASI NET PRESENT VALUE PADA PENJADWALAN PENAMBANGAN TERBUKA BATUBARA PIT 11 PT ARUTMIN INDONESIA SITE KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Fitria Handayani Amar; Nurhakim Nurhakim; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.377 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7877

Abstract

PT Arutmin Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang industri pertambangan. PT Arutmin Indonesia memiliki kontrak  PKP2B dengan umur kontrak yang berakhir pada  2 November 2020. Penelitian dilakukan disalah satu area PKP2B PT Arutmin yaitu pit 11 di site Kintap. Pada pit 11 akan dilakukan eksploitasi dengan melakukan penjadwalan penambangan yang dipertimbangkan berdasarkan analisis kriteria ekonomi. Analisis kriteria ekonomi pada pit 11 digunakan analisis kriteria net present value (NPV).Pada penelitian proyek penambangan pit 11 terdiri atas dua general description yaitu penjadwalan penambangan dan analisis net present value. Penjadwalan penambangan dikerjakan dengan bantuan aplikasi perangkat lunak Xpac 7.14, dimana penjadwalan disimulasikan menjadi 2 simulasi berdasarkan penempatan fleet untuk menentukan penjadwalan penambangan berdasarkan target produksi.  2 simulasi penjadwalan akan diestimasikan berdasarkan forecast rain delay menjadi 3 skenario yaitu skenario 1 pada saat minimum rain delay, skenario 2 pada saat average rain delay, dan skenario 3 maximum rain delay. Dari masing-masing simulasi penjadwalan penambangan akan didapat target produksi batubara, volme overburden dan penentuajn jarak pengangkutan yang akan dianalisis tigkat keekonomisannya berdasarkan kriteria net present value dengan pertimbangan biaya (cost) penambangan dan pendapatan (revenue) dengan komoditas harga batubara (coal price) dan discount rate yang berlaku di PT Arutmin Indonesia. Dengan menggunakan SImulasi 1, penambangan akan berlangsung selama 10 bulan (skenario 1 dan 2 ), dan 11 bulan (skenario  3). Adapun bila menggunakan Simulasi 2, penambangan akan berlangsung selama 12 bulan (skenario 1), 14 bulan (skenario 2) dan 15 bulan (skenario 3Hasil Nilai NPV dari masing-masing simulasi 1 dan 2 didapat untuk skenario 1 nilai NPV yaitu $  29,608,151.48  skenario 2 besar NPV yaitu $29,589,419.87 , dan skenario 3 besar NPV yaitu $ 29,552,139.84. Sedangkan hasil dari simulasi 2 untuk skenario 1 didapat besar NPV yaitu $ 29,552,139.30 , skenario 2 besar NPV yaitu $  29,271,760.24 dan skenario 3 besar NPV yaitu $ 29,150,450.08. Berdasarkan hasil perbandingan, nilai NPV terbesar akan didapatkan bila penjadwalan penambangan dilaksanakan dengan Simulasi 1 yaitu penjadwalan produksi dilakukan dengan menempatkan 2 fleet di pit 11A kemudian dilanjutkan 2 fleet di Pit 11BKata-kata kunci: Fleet, Forecast Rain Delay, Cost, Revenue, Coal Price, Discount Rate, Net Present Value
UJI FREE DRAINING COLUMN LEACH MENGGUNAKAN VARIASI PERSENTASI MATERIAL PAF DAN NAF: STUDI KASUS OVERBURDEN TAMBANG BATUBARA Yuniar Siska Novianti; Muhammad Reza; Evi Fatmawati; Rully Ramanda
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.10115

Abstract

Karakterisasi batuan penutup/overburden diperlukan untuk mengetahui penggolongan batuan berpotensi membentuk asam atau tidak sehingga dapat memperediksi potensi pembentukan air asam tambang pada kegiatan penaambangan. Salah satu bentuk karakterisasi batuan tersebut adalah dengan melakukan uji kinetik ynag berupa free draining column leach test (FDCL), tujuan pengujian FDCL ini adalah untuk mengetahui reaktivitas mineral sulfida, oksidasi dan kualitas air lindian. Dalam pengujian FDCL ini sampel diberikan berdasarkan persentasi material PAF dan NAF yaitu, kombinasi pertama adalah 40:60, kombinasi pertama adalah 50:50 dan kombinasi ketiga adalah 60:40. Pengujian ini mengguanakan siklus basah-kering dan dilakukan selama 22 hari dalam siklus harian, dan melakukan pengujian air hasil lindian dengan parameter pH, TDS dan EC. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa ketiga kombinasi untuk nilai TDS dan EC sudah menunjukkan korelasi yang positif karena berada didalam range nilai kualitas air normal sebesar 0.5, pH awal hasil uji statik untuk batuan PAF pada pengujian ini sebesar 2.31 dan pH untruk batuan NAFnya sebesar 6.49 sehingga untuk hasil lindian pada parameter pH hari pertama berada pada kisaran 3 - 3.5 kondisi ini pada ketiga kombinasi mengalami perubahan nilai pH menuju pH netral setiap waktunya, namun pada hari ke 22 kombinasi pertama dan ketiga mengalami penurunan hal ini besar kemungkinan reaktivitas mineral sulfida masih berlangsung dan laju pelapukan batuan juga masih berproses. Sehingga harapannya jika siklus penyiraman dilanjutkan untuk siklus mingguan dan bulanan proses reaktivitas minerl sulfida dan oksidasi dapat menunjukkan nilai yang konstan. Dan untuk kombinasi yang memiliki peningkatan nilai pH yang baik ditunjukkan pada kombinasi 2 dengan pH hari pertama air lindian sebesar 3.5 dan menjadi 4.7 pada hari keduapuluh dua pengujian. Keywords: PAF; NAF; Free draining column leach test
ANALISIS MANFAAT SEKTOR PERTAMBANGAN TERHADAP PREKONOMIAN KAB LUWU TIMUR MENGGUNAKAN METODE ANALASIS LOCATION QUENTION DAN ANALISIS SHIFT-SHARE Pangeran Sulfahmi; Nur Asmiani; Alam Budiman Thamsi
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7094

Abstract

Keberadaan perusahaan tambang di tengah-tengah masyarakat merupakan wujud dan partisipasi dalam peningkatan dan pengembangan pembangunan masyarakat. Menurut Penjelasan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, UU tersebut mengandung pokok-pokok pikiran sebagai berikut; Ayat 4) usaha pertambangan harus memberi manfaat ekonomi dan sosial bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dan pergeseran nilai perekonomian pada sektor pertambangan di Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini merupakan penelitan yang menganalisis data Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) lapangan usaha khususnya pada sektor pertambangan dan penggalian dengan menggunakan metode analisis Location Quentiont dan metode analisis Shift-share. Metode ini dapat memberikan gambaran data nilai pemasukan setiap daerah dari setiap sektor untuk menunjukkan basic dan non-basis pada daerah tersebut, serta menunjukkan pergeseran nilai dari setiap sektor pada daerah penelitian yang dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas (nasional). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa sektor pertambangan dan penggalian pada Kabupaten Luwu Timur merupakan sektor basis dengan sektor ini mampu memenuhi kebutuhan daerahnya bahkan mampu untuk mengekspor hasil produk sektor pertambangan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain, Luwu Timur juga khususnya pada sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor yang memiliki nilai pendapatn tertinggi dibandingkan sektor pada kabupaten lain se-Sulawesi Selatan, namun sektor pertambangan dan penggalian daerah Luwu Timur memiliki pertumbuhan ekonomi yang tergolong lamban atau tidak progresif berdasarkan analisis Shitf-shareKata-kata kunci: sektor pertambangan, PDRB, locations quentiont, shift-share.
ANALISIS KUALITAS AIR LINDIAN SISA PENGOLAHAN NIKEL (FERRONICKEL, NICKEL MATTE DAN NICKEL PIG IRON) Muhammad Ikra Rambu; Firman Nullah Yusuf; Alfian Nawir; Muhammad Hardin Wakila
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7817

Abstract

 Slag merupakan limbah hasil pengolahan nikel yang dapat mencemari lingkungan perairan yang disebabkan karena limbah slag tersebut dapat terlindi oleh liquid. Tujuan penelitian yaitu mengetahui kualitas air lindian slag ferronickel, nickel matte dan nickel pig iron. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu uji kinetik (Free Draining Column Leach Test), uji sifat fisik dan kimia. Pengambilan data menggunakan alat intelegent meter, Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) dan X-ray Flourosence (XRF). Diperoleh hasil penelitian dari tiga sampel air lindian yaitu slag ferronickel, nickel matte dan nickel pig iron. Air lindian slag ferronickel diperoleh parameter-parameter dengan nilai pH 8,24, TSS 44,15 mg/l, Cu 0,0109 mg/l, Cd <0,003 mg/l, Zn <0,022 mg/l, Pb 0,0107 mg/l, Ni <0,07 mg/l, Cr Total 0,0241 mg/l, Fe <0,03 mg/l dan Co 0,075 mg/l. Untuk air lindian slag nickel matte diperoleh parameter-parameter dengan nilai pH 8,04, TSS 56,55 mg/l, Cu 0,0168 mg/l, Cd <0,003 mg/l, Zn <0,022 mg/l, Pb 0,002 mg/l, Ni <0,07 mg/l, Cr Total0,041 mg/l, Fe <0,05675 mg/l dan  Co 0,0594 mg/l. Untuk air lindian slag nickel pig iron diperoleh parameter-parameter dengan nilai pH 8,12 TSS 42,09 mg/l, Cu 0,010 mg/l, Cd <0,003 mg/l, Zn <0,022 mg/l, Pb 0,1162 mg/l, Ni <0,07 mg/l,  Cr Total 0,012 mg/l, Fe <0,06995 mg/l dan Co 0,0704 mg/l, status mutu air lindian dari tiga sampel air lindian slag berada pada kelas A, skor 0. Kesimpulan penelitian ini yaitu dari tiga sampel air lindian slag yaitu slag ferronickel, nickel matte tidak ada yang melewati nilai ambang batasdan untuk slag nickel pig iron terdapat satu parameter yang melewati nilai ambang batas yaitu kobalt (Co), serta status mutu air lindian dari tiga sampel air lindian berada pada kondisi baik sekali dan memenuhi baku mutu berdasarkan metode storet. Kata kunci: slag, uji fisik, uji kimia. uji kinetik.
STUDI PENGARUH PERUBAHAN SUHU TERHADAP NILAI TOTAL MOISTURE BATUBARA PRODUK E4700 DI PT. ADARO INDONESIA SITE KELANIS KALIMANTAN TENGAH Novia Noor Hidaya; Salmani Salmani; Rahma Norfaeda
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8357

Abstract

Kualitas merupakan hal terpenting yang diperhatikan dalam komoditas batubara. Salah satu parameter penting dari kualitas batubara adalah total moisture. Total moisture dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti penumpukan pada stockpile baik itu bersifat jangka pendek ataupun jangka panjang. Selama penumpukan suhu batubara berubah-ubah, terjadi penambahan air batubara oleh hujan ataupun penguapan air batubara oleh panas matahari. Hal ini perlu diperhatikan agar nilai kualitas dan mutu batubara tetap konsisten sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.Metode yang digunakan dalam penelitian dengan pengambilan sampul aktual dari lapangan. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suhu terhadap nilai total moisture dimulai dari mengetahui kapasitas tumpukan yang akan diujikan, sehingga dapat dihitung jumlah increment dan berat increment nya. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan uji suhu batubara berdasarkan skema yang telah dibuat, sampling, preparasi sampel dan yang terakhir yaitu pengujian total moisture menggunakan alat moisture analyzer. Pengujian nilai total moisture ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap nilai total moisture batubara E4700. Pengujian suhu dan pengambilan sampel uji dilakukan selama 10 hari berturut – turut.Berdasarkan perhitungan didapat hasil 10 increment dengan berat per increment-nya seberat 3 kg dan pengujian suhu batubara menggunakan alat Thermocouple tipe K diperoleh hasil yang berbeda-beda setiap harinya. Dari pengujian didapatkan suhu terendah 32,20 °C dengan total moisture 32.39% pada hari ke 4 sehingga kalor batubara menjadi 4617 kal/g. Suhu batubara tertinggi 38,55 °C dengan total moisture 28.34% pada hari ke 10 sehingga kalor batubara menjadi 4900 kal/g. Suhu yang tepat untuk mempertahankan kualitas batubara E4700 adalah ± 35 °C. Maka pengaruh perubahan suhu terhadap nilai total moisture nya adalah berbanding terbalik dan tidak terlalu signifikan. Kata-kata kunci: Suhu, Sampling, Total Moisture.