cover
Contact Name
Yuniar Siska Novianti
Contact Email
yuniar@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geosapta@ulm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal GEOSAPTA
ISSN : 24603457     EISSN : 25275844     DOI : -
Jurnal Geosapta- Geosapta is a scientific period journal which is published in every January and July every year, contains scientific articles on Geosciences for Mining Applications from Exploration & Geology, Geomechanics, Coal and Mineral Processing, Management and Mineral-Coal Economic, and Mining Environment.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
REVIEW OF ARTIFICIAL NEURAL NETWORK ALGORITHM APPLICATION IN PREDICTING BLAST VIBRATIONS Yuga Maulana; Ganda Marihot Simangunsong; Tri Karian
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.9353

Abstract

The blasting method is one of the best hard rock excavation methods in mining activities. This method has negative impacts, one of which is the vibrations generated by the residual energy of the explosion. This impact will affect the environment around the blasting area, both slope stability, tunnels, infrastructure, and human settlements if it is close to the blasting site. Therefore, it needs initial planning and prediction to anticipate the blasting vibration that occurs. In general, the blast vibration can be predicted using the scale distance method which uses two parameters, namely the maximum amount of explosive material per time delay and the distance of measurement from the location of the explosion. This method has been widely researched to produce several empirical equations from each explosion location studied. However, as technology develops, several studies have tried to use artificial intelligence technology, one of which is the artificial neural network algorithm as a new approach for predicting detonation vibrations. In this method, the development of the parameters used in predicting the weighting of the most influential parameters from the formation of detonation vibrations can be carried out. This study will review several studies related to the use of artificial neural networks in predicting blasting vibrations in the studies that have been carried out and also compare with prediction methods using several empirical equations.
KAJIAN TEKNIS CURVE NUMBER MENGGUNAKAN METODE MUSLE UNTUK MENGETAHUI LAJU SEDIMENTASI DI CENTRAL SEDIMENT SUMP, PT BUMI SUKSESINDO, BANYUWANGI, JAWA TIMUR Reza Aryanto; Regita Cahyani
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7733

Abstract

Tingginya sedimentasi pada Central Sediment Sump mengakibatkan jumlah Total Suspended Solid (TSS) meningkat dari 200 mg/L menjadi 745 mg/L, sehingga interval waktu pengerukan pada sump menjadi lebih singkat. Oleh sebab itu, mengecilnya volume sediment sump membuat air meluap dari sediment sump menuju ke pantai. Tujuan penelitian ini untuk menentukan dimensi saluran terbuka dan kebutuhan gorong – gorong agar mampu menampung debit limpasan pada curah hujan yang tinggi, pembuatan penahan sedimen yang juga dapat berguna untuk memperkecil kecepatan aliran pada saluran terbuka, dan mengetahui kemampuan pompa untuk memompa air limpasan pada sump agar dapat mengurangi TSS pada sump. Penelitian ini dilakukan dengan perhitungan data – data yang diperoleh menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sedimen pada Pit A Sediment Sump adalah 111,3 ton/ha/hari hujan dengan waktu pengerukan selama 1 hari sekali sedangkan pada Central Sediment Sump adalah 39,11 ton/ha/hari hujan dengan waktu pengerukan selama 1 hari sekali. Dengan rekomendasi pembuatan penahan sedimen atau pematah arus, volume sedimen berkurang menjadi 105,19 ton/ha/hari hujandan 35,75 ton/ha/hari hujandengan waktu pengerukan 3 hari dan 10 hari sekali. Pematah arus tersebut juga mampu memperkecil kecepatan aliran air pada saluran terbuka yaitu 23,1 m/det menjadi 0,21 m/det. Dibutuhkan 1 buah gorong-gorong di jalur Pit A Sediment Sump dan 4 buah gorong-gorong pada Central Sediment Sump agar mampu menampung debit air limpasan yang besar, serta 3 buah pompa pada Pit A Sediment Sump dan Central Sediment Sump mampu memompa air limpasan yang tertampung di sump untuk mengurangi waktu TSS mengendap di sump. Kata-kata kunci: Sedimentasi, Sistem Penyaliran, Saluran Terbuka, Gorong – Gorong
ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH SLAG FERRONIKEL TERHADAP LINGKUNGAN AIR DAN TANAH DI KECAMATAN POMALAA Muhammad Arfan Mangolo; Mohammad Salman Said; Arif Nurwaskito; Firman Nullah Yusuf; Alfian Nawir
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.7463

Abstract

Slag berpengaruh terhadap kualitas air dan tanah karena adanya zat-zat berbahaya seperti logam berat yang dapat terkonsentrasi sehingga akan menimbulkan permasalahan seperti gangguan kualitas air dan tanah. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kualitas air laut dan tanah. Data yang digunakan yaitu data pH (Power of Hydrogen), TSS (Total Suspended Solids), suhu, salinitas, DO (Dissolved Oxygen) dan data konsentrasi logam yang ada pada air dan tanah. Pengambilan data dilakukan dengan uji fisik dan uji kimia. Tahap pengolahan yang dilakukan yaitu menggunakan alat intelegent meter, XRF (X-Ray Fluorescence), dan AAS (Atomic Absorption Spektrophotometry). Hasil uji fisik yang dilakukan telah didapatkan nilai suhu tertinggi dari ke tiga sampel yaitu 30oC, nilai TSS yaitu 2,7mg/l, nilai pH yaitu 7,66, nilai DO yaitu 24,3mg/l, dan salinitas yaitu 24‰. Hasil uji Kimia telah didapatkan konsentrasi logam Cr+6 tertinggi yaitu 0,0012mg/l, Cd yaitu 0,0005mg/l, Cu yaitu 0,001mg/l, Pb yaitu 0,002mg/l, Zn 0,002mg/l, Ni yaitu 0,033mg/l. Sesuai dengan baku mutu air laut, tidak ada yang melewati dan status mutu air laut yang peroleh yaitu 0 bahwa kualitas air laut masuk dalam kelas A dengan kondisi baik sekali karena air laut sudah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kualitas tanah yang diteliti didapatkan konsentrasi logam tertinggi yaitu seperti unsur Ni dengan kadar 8.800ppm, Co dengan kadar 1.300ppm dan Fe dengan kadar 371.800ppm sedangkan unsur Al dengan kadar 114.700ppm yang ada pada tanah masih berada dalam nilai ambang batas sesuai dengan ketetapan baku mutu tanah. Kata kunci: baku mutu, kualitas air, kualitas tanah, uji fisik, uji kimia.
Review Perkembangan Algoritma Optimasi Stope untuk Tambang Bawah Tanah Danu Putra; Tri Karian; Budi Sulistianto
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8108

Abstract

Proses optimasi stope merupakan salah satu tahapan penting pada perencanaan tambang bawah tanah dengan metode stoping. Kompleksitas dari parameter pada penambangan bawah tanah mengharuskan proses optimasi dilakukan dengan sistematis dan komprehensif sehingga menghasilkan suatu rancangan yang optimum dimana dihasilkan nilai keuntungan yang maksimum. Penggunaan algoritma optimasi stope saat ini menjadi solusi yang banyak diterapkan untuk dapat melakukan optimasi secara cepat dan efisien. Namun demikian, algoritma optimasi stope yang telah dikembangkan hingga saat ini masih berfokus pada parameter ekonomi. Parameter geomekanika sebagai salah satu parameter penting dalam desain tambang bawah tanah seringkali disederhanakan pada saat proses optimasi stope. Penyederhanaan ini dilakukan dengan memberikan sebuah dimensi tetap untuk stope pada proses optimasi. Pada tambang bawah tanah, desain stope sangat dipengaruhi oleh kekuatan massa batuan yang dapat secara signifikan berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu, penyederhanaan dimensi secara tidak langsung akan memberikan kondisi yang tidak optimal pada berbagai algoritma optimasi yang sudah dikembangkan saat ini. Penelitian ini mengulas cara kerja berbagai algoritma optimasi stope yang telah dikembangkan dan menekankan pentingnya peran parameter geomekanika dalam algoritma optimasi sehingga hasil optimasi akan semakin mendekati kondisi optimal. Kata-kata kunci: optimasi stope, penambangan bawah tanah, algoritma, geomekanika, desain penambangan. 
KONTROL STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP KEMUNCULAN FORMASI NANGGULAN DI DAERAH KECAMATAN NAGGULAN KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA Asmoro Widagdo; Subagyo Pramumijoyo; Agung Harijoko
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8282

Abstract

Batuan tua berumur Eosen tidak banyak tersingkap di Pulau Jawa. Salah satu lokasi singkapan batuan Paleogen ini berada di daerah Pegunungan Kulon Progo. Batuan ini adalah Formasi Nanggulan yang sangat dikenal keberadaanya di sisi timur Pegunungan Kulon Progo. Bagaimana batuan tua ini tersingkap diantara batuan yang lebih muda berumur Oligosen dan Miosen merupakan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini.Penelititan terhadap upaya menjelaskan kemunculan Formasi naggulan telah diakukan dengan serangkaian metode penelitia geologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian referensi dari penelitian terdahulu mengenai Pegunungan Kulon Progo, pengamatan citra daerah Kulon Progo, pengamatan langsung tubuh batuan Eosen di lapangan serta pengukuran struktur sesar maupun kekar yang ada di lapangan. Pengukuran unsur-unsur struktur geologi digunakan dalam mengetahui struktur utama dan gaya pembentuk struktur pada batuan Formasi Nanggulan yang berumur Paleogen dan batuan di sekitarnya yang berumur Neogen.Kemunculan batuan Formasi Nanggulan yang sangat tua di daerah Naggulan dikontrol oleh struktur geologi sesar naik yang berarah timurlaut-baratdaya (NE-SW) akibat gaya utama berarah baratlaut-tenggara. Sesar ini membentuk struktur sekunder berupa sesar dextral, sesar sinistral dan lipatan. Sesar sinistral berkembang di selatan menciptakan kontak batuan Nanggulan dengan batugamping Formasi Sentolo yang berumur Miosen Akhir. Sesar dextral berkembang di utara menciptakan kontak batuan Formasi Nanggulan dengan batuan vulkanik Oligosen dan batugamping Formasi Sentolo.  Lipatan antiklin terbentuk pada Formasi Nanggulan. Sesar naik terbentuk pada batuan vulkanik Formasi Kebo Butak. Kata-kata kunci: Struktur geologi,  sesar naik, sinistral, dekstral, lipatan
KAJIAN AMBANG BATAS GETARAN PELEDAKAN DI AREAL DESA SEKITAR TAMBANG BATUBARA DENGAN METODE SCALE DISTANCE ANALYSIS Eko Santoso; Sari Melati; Muhammad Fiqri Ramadhan
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.9323

Abstract

Getaran tanah merupakan bagian dari output operasi peledakan pada lingkungan. Ketika getaran tanah berada pada level yang tinggi, dapat menyebabkan gangguan pada manusia, ketidaknyamanan dan bahkan menyebabkan pada struktur bangunan di sekitarnya. Mengingat dekatnya jarak dari lokasi peledakan ke daerah pemukiman warga (zona crissis) yang berjarak sekitar ±1000 m. Berdasarkan kondisi lapangan yang terjadi pada bulan Agustus 2019 - Desember 2019 dimana tercatat ground vibration terbesar 3,06 mm/s. Kepmen LH No. 49 Tahun 1996 dan SNI 7571:2010 tentang Baku Tingkat Getaran Kejut menyebutkan batasan kecepatan getaran terhadap lingkungan sekitar yang berpengaruh terhadap keutuhan bangunan. Rekomendasi tersebut sebagai acuan penelitian untuk mengevaluasi nilai getaran tanah yang dihasilkan kegiatan peledakan tambang terbuka. Penulis melakukan evaluasi dari data hasil pengukuran ground vibration aktual berdasarkan pendekatan Teori Peak Particle Velocity yang dihubungkan dengan regresi power untuk memperoleh rumusan prediksi ground vibration, yang kedepannya bisa dijadikan acuan untuk menetukan jumlah isian bahan peledak agar ground vibration yang terjadi tidak melebihi batas aman. Hasil prediksi rumusan ground vibration pada jarak 900 m sampai 1500 m yang diperoleh nilai Peak Particle Velocity ≤ 1,5 mm/s menurut U.S Bureau Of Mines dengan isian bahan peledak maksimum 244,14 kg dimana nilai k = 698.54 dan β = -1.47, menurut Ambraseys-Hendorn dimana nilai k = 5787.19 dan β = -1.609 denagn isian bahan peledak maskimum 207,17 kg , sedangkan menurut Langefors Kihlstrom nilai k dan β yang dieproleh 101.46 dan 1.75 dengan isian bahan peledak maksimum 221.28 kg. Rumusan prediksi ini cukup baik dan dapat digunakan sebagai acuan prediksi getaran tanah agar dampak dari kegiatan peledakan terhadap lingkungan sekitar aman. Kata Kunci: Peledakan, Getaran Tanah, Peak Particle Velocity, Regresi Power
PERANCANGAN ULANG TRANSFER CHUTE 63/72 UNTUK MENAIKKAN UMUR LINER, STUDI KASUS DI PT FREEPORT INDONESIA Ramses Yohannes Hutahaean; Marthina Mini; Rolling Swempry Gaspersz
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.8844

Abstract

Transfer Chute is one of the important components in the transportation of ore originating from open pit to the stock pile. Damage or leakage in the transfer chute when there is no over haul will result in down time so that it can cause production losses for 10 hours . Damage that often occurs in chute transfers occurs after production increases which causes the conveyor speed to change from 2 m / s to 4 m / s so that the initial design of the transfer chute is not suitable for conveyor speeds to 4 m / s, ore originating from conveyor 63 is not form a rock box on the transfer chute 63/72 but directly hit the liner on the transfer chute.           In this paper presents two material discharge trajectory methods and expain the differences between them, and then we choose a method that approaches the actual condition. From the results of the trajectory analysis, we can determine new dimensions of transfer chute. Based on the modification of the chute transfer, the life time of the liner increased from 4 weeks to 6 months and there was never a "down time" due to an increase in the transfer chute 63/72.
EVALUASI KEGIATAN COAL HAULING UNTUK MENUNJANG KETERCAPAIAN TARGET PRODUKSI PT TAMTAMA PERKASA Adip Mustofa; Triono Ilham Mardana; Sari Melati
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8747

Abstract

Kegiatan coal hauling merupakan kegiatan yang penting dalam menjaga suplai batubara, coal hauling adalah kegiatan memindahkan atau mengangkut produk batubara dari suatu tempat ketempat yang lain. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kegiatan coal hauling yang berlangsung pada PT Tamtama Perkasa selama bulan september 2019. Adapun kegiatan coal hauling yang dilakukan yaitu pengangkutan produk batubara dari lokasi penumpukan awal (ROM ISP km 39) menuju penumpukan dekat pelabuhan (ROM IC Port). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan coal hauling yang berlangsung terhadap target produksi yang telah ditetapkan apakah telah tercapai atau tidak. Evaluasi dilakukan dengan melihat faktor ketersediaan alat angkut yang beroperasi perhari dan waktu jam kerja perhari.Metode dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data rekapitulasi kegiatan coal hauling perhari yang didapatkan secara aktual dilapangan. Data tersebut diolah untuk mengetahui rata-rata produksi coal hauling dan rata-rata jumlah alat angkut perhari yang beroperasi serta waktu jam kerja perhari. Yang mana data hasil pengolahan tersebut digunakan untuk mengevaluasi ketercapaian target produksi, dan apabila target produksi tidak tercapai data tersebut dapat digunakan sebagai rekomendasi terhadap kegiatan coal hauling untuk pencapaian target produksi.Target produksi coal hauling tidak tercapai dengan selisih 0,27 % dengan target jumlah penggunaan alat angkut perhari tidak tercapai dengan selisih 16 % dan target waktu kerja perhari tidak tercapai dengan selisih 15,6 % Kata kunci : coal hauling, produksi, produktivitas alat angkut
IDENTIFIKASI KEBERADAAN LOGAM TANAH JARANG (LTJ) PADA TAILING TIMAH MENGGUNAKAN ALAT XRF PORTABLE DAN XRF MAX/PORTRACE-KECAMATAN MERAWANG Guskarnali Guskarnali; Benget Harmoko Manik; Robby Gus Mahardika; Boy Dian Anugrah Sandy
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7934

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka dengan sampel pasir hasil tailing timah sebagai bahan uji dalam mengaplikasikan penerapan dua instrument (alat) yaitu alat X-Ray Fluorescence (XRF) Portable dan X-Ray Fluorescence (XRF) Max/Portrace dalam mengetahui unsur mineral logam tanah jarang. Metode penelitian diawali dengan pencucian sampel pasir untuk menghilangkan kotoran yang menempel di butiran pasir lalu dilakukan pengeringan, pengecilan ukuran butir dari sampel pasir dengan Hardgrove Grindability Index (HGI) dan kemudian dilakukan pengayakan menggunakan Sieve Shaker dengan ukuran 60,80,120,200 dan –200 mesh. Analisis yang digunakan untuk mengidetifikasi keberadaan logam tanha jarang menggunakan sampel pasir under size (-200mesh).  Hasil pengujian dari kedua alat tersebut dapat mengidentikasi unsur mineral sebanyak 44 mineral untuk X-Ray Fluorescence (XRF) Max/Portrace sedangkan alat X-Ray Fluorescence (XRF) Portable sebanyak 11 unsur mineral. Berdasarkan pengujian sampel pasir pada alat XRF Portable dan XRF Max/Portrace menunjukkan unsur mineral Sn teridentifikasi lebih banyak terutama pada SP-2 sebesar 3200 ppm. Uji XRF Max/Portrace lebih dominan mendeteksi mineral Sn sedangkan pada unsur mineral Ti lebih dominan teridentifikasi pada alat XRF Portable terutama pada sampel SP-2 sebesar 865 ppm. Penggunaan XRF Portable lebih efektif jika digunakan untuk mengidentifikasi awal keberadaan kandungan Sn yang terdapat pada sampel pasir. Kata-kata kunci: Tailing timah, XRF, logam tanah jarang
Identifikasi Petrofisik Batuan sebagai Pendukung Karakteristik Hidrolik Akuifer pada Sub DAS Code, Yogyakarta T. Listyani R.A.
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.7473

Abstract

Salah satu parameter yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan karakteristik hidrolik akuifer adalah petrofisik batuan. Potensi airtanah di suatu daerah sangat tergantung dari petrofisik batuan setempat. Karakterisik hidraulik yang penting diketahui antara lain adalah porositas dan permeabilitas batuan. Daerah Sub DAS Code disusun oleh batuan dari Formasi Yogyakarta dan Sleman yang merupakan batuan vulkanik Merapi Muda. Batuan akifer di daerah ini antara lain adalah batupasir tufan dan breksi andesit. Batupasir tufan memiliki tekstur klastik, ukuran butir pasir halus-kasar, kadang-kadang kerikilan, berstruktur gradasi, masif atau berlapis. Breksi andesit  bertekstur piroklastik ataupun epiklastik, dengan ukuran butir fragmen kerikil hingga kerakal-berangkal, sortasi buruk – sedang, kemas terbuka,  struktur masif atau berlapis tebal. Dari beberapa sampel yang dianalisis diketahui bahwa batuan akifer memiliki porositas 31,29 – 50,254% dan permeabilitas 1,48.10-6 hingga 8,45.10-4 cm/dtk. Hubungan antara porositas dan permeabilitas batuan tidak menunjukkan hubungan yang kuat, namun masing-masing parameter tersebut dipengaruhi oleh tekstur dan struktur batuan serta komposisinya, khususnya dalam hal kehadiran mineral lempung. Kata-kata kunci: airtanah, petrofisik, porositas, permeabilitas