cover
Contact Name
Asrizal
Contact Email
asrizalsaiin@umri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalequitable@umri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JOURNAL EQUITABLE
ISSN : 25417037     EISSN : 26142643     DOI : -
Core Subject : Social,
JOURNAL EQUITABLE is a scientific journal for the field of Law published by the Law Study Program of the Faculty of Law, University of Muhammadiyah Riau. Journal Equitable has the content in the form of research results and reviews in selected fields of study covering various branches of law, such as criminal law, civil law, constitutional law, agrarian law, and others. In the Journal Equitable also contains fields of study related to law in a broad sense.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2025)" : 8 Documents clear
CONFLICT OF LEGAL NORMS IN TAX LAWS AND THEIR SOLUTIONS Mulyana, Miriam Millen; Khairunnisa, Ara Hasna
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8105

Abstract

The existence of conflicting legal norms in tax regulations that result in legal uncertainty for taxpayers, especially in the case of the Chevron Makassar Ltd VAT dispute related to Value Added Tax (VAT) for the January to February 2009 Tax Period which was decided by the Supreme Court in its decision Number 467/B/Pk/Pjk/2022 dated March 1, 2022. The difference in interpretation between Government Regulation (PP) No. 143 of 2000, which states that VAT is collected at the time of payment, and the Minister of Finance Regulation (PMK) No. 11/PMK.03/2005, which requires VAT to be collected at the time of delivery of goods or services without waiting for payment, creates inconsistencies in the application of the law. This inconsistency creates losses for taxpayers when the Directorate General of Taxes and the Supreme Court refer to PMK which is lower in hierarchy than PP. Through normative methods, this study examines the application of the principle of lex superior derogat legi inferiori to assess the need to prioritize regulations with a higher hierarchy in order to ensure legal certainty and justice. The results of the study indicate the need for harmonization of regulations so that differences in norms do not harm taxpayers and law enforcement runs consistently. It is recommended that the government and tax authorities clarify and harmonize VAT collection regulations in order to create a fairer and more certain taxation system for taxpayers.
IMPLEMENTASI MEDIASI DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERDATA DI DALAM PENGADILAN Sitorus, Bethsaidah Putri; Debora, Debora
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8123

Abstract

This research examines the process of resolving civil cases using mediation. In response to the many prolonged conflicts, the Supreme Court issued PERMA No. 1 of 2016 on the Judicial Mediation Process. Pre-mediation, mediation process, and mediation outcome are the three steps in this process. In the mediation process, the mediator acts as a neutral party. The mediator can carry out his work with a variety of skills learned, and learned in conflict resolution or dispute resolution. However, the mediation was considered not fully successful at the implementation stage due to the lack of cooperation between the parties and the mediator. This hampered the process and affected its success.
-: Indo Nugroho, Handika Faqih
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8482

Abstract

This study examines the legal relationship between P2P Lending platforms, startup operators, and fund recipient partners. The primary issue raised is the lack of transparency and legal protection for fund recipient partners. The study employs a descriptive-analytical approach based on a literature review, including an analysis of legal documents and other supporting data. The findings reveal that P2P Lending platforms play a strategic role as mediators, infrastructure providers, and credit risk assessors, while startups are responsible for fund management and fulfilling payment obligations. Robust regulations, including personal data protection under Law No. 27 of 2022, are essential to ensure the transparency and accountability of startups as operators, P2P Lending platforms, and fund recipient partners. The study concludes that collaboration among platforms, startups, and partners, supported by adequate technology and regulations, is crucial for creating a fair and sustainable funding ecosystem
IMPLEMENTASI PENYITAAN TERHADAP ASET PELAKU TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DI WILAYAH HUKUM POLRES INDRAGIRI HILIR Alfarisi , Salman; Afrita, Indra; Harahap, Irawan
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8487

Abstract

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan danPemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang merupakan peraturan terbaru. undang-undang ini ditemukan penggunaan pendekatan-pendekatan danasas-asas dalam hukum pidana yang penerapan kurang sesuai . Selain ketidaksamaan antara pemberian wewenang institusi dalam penanganan tindak pidana pencucianuang.Permasalahan yang diangkat Bagaimana Implementasi penyitaan terhadap seluruh aset pelaku tindak pidana pencucian uang berdasarkan,Apa saja Hambatan yang dihadapi aparat penegak hukum dalam pelaksanaan penyitaan aset Adapun Objek Penelitian Untuk Mengkaji dan mengetahui Bagaimana bentuk pengaturan Hukum terhadap Tindak pidana Pencucian Uang di Indonesia. dan juga Untuk mengetahui bagaimana bentuk implementasi hukum terhadap tindak pidana pencucian uang tersebut.Berdasarkan peneletian ini Dengan adanya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang merupakan peraturan terbaru. undang-undang ini ditemukan penggunaan pendekatan-pendekatan danasas-asas dalam hukum pidana yang penerapan sesuai . pemberian wewenang institusi dalam penanganan tindak pidana pencucian uang.Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah:Dalam mengoptimalisasi penyidikan TPPU perlu penambahan personil penyidik yang memiliki kualifikasi penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang di setiap lembaga/instansi.Bagi aparat penegak hukum, sebagai sumbangan pemikiran dalam upaya penegakan hukum nya Kata kunci: Penyitaan Aset Pelaku, Tindak pidana pencucian uang, Penyidik.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Oryta, Deny; Daeng, Yusuf; Pardede, Rudi
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8488

Abstract

Kekerasan seksual kini telah menjadi masalah sosial yang cukup serius dan memprihatikan. Tindak pidana ini tidak hanya dialami orang dewasa saja, tetapi korbannya juga banyak dari anak-anak, dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalahnya Bagaimanakah perlindungan Hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual berdasarkan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Apakah Kendala dan Upaya Dalam perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual di kabupaten Indragiri hilir .Objek dari penelitian ini adalah Untuk menganalisis terhadap Bagaimana perlindungan Hukum terhadap anak sebagai korban kekerasa seksual berdasarkan undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak Untuk menganalisis Kendala dan Upaya Dalam perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual di kabupaten Indragiri hilir, hasil dari penelitian ini adalah Efektivitas perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual juga bergantung pada koordinasi antara lembaga penegak hukum dan lembaga sosial Pentingnya peran pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual agar anak mendapatkan hak-haknya yaitu mendapat perlindungan dari bentuk kekerasan apapun dan untuk mendapatkan keadilan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan. Kata kunci: Penegakan Hukum, Kekerasan Sexual, Anak.
PENGUJIAN OPEN LEGAL POLICY MELALUI JUDICIAL REVIEW Saputra, Agung Wirya; Suhartono, Slamet
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8569

Abstract

In a democratic system, power is divided between the executive, legislative, and judiciary, each with its own functions and authority. Regarding judicial authority, the Supreme Court has the power to conduct judicial review, which involves testing lower regulations against the law itself. This judicial review process is important to assess whether lower regulations comply with higher laws. An interesting case of judicial review was submitted by the Garuda Party against Article 4 paragraph (1) letter d of PKPU No. 9 of 2020 concerning the Nomination for the Election of Regional Heads. In its decision, the Supreme Court ruled that Article 4 of PKPU No. 9 of 2020 lacked binding legal force and ordered the General Election Commission (KPU) to revoke it. This decision, Supreme Court No. 23 P/HUM/2024, raises questions about the authority and legality of the Supreme Court's power to revoke a regulation that should fall under the legislative authority. This contradicts the concept of open legal policy, which grants the power to form laws and regulations to the legislative body. Furthermore, the legal force of the Supreme Court's decision is also questioned, especially after the Constitutional Court issued a different ruling, No. 70/PUU-XXII/2024. The differing interpretations between the two institutions highlight a conflict in the interpretation of the same regulation.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PELAYANAN PASIEN LANSIA SEBAGAI PENGGUNA JASA LAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA BATAM Wulandari, Yulias Suci; Ukas, Ukas
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8863

Abstract

Perlindungan hukum pelayanan pasien lansia sangat penting dilakukan sebagai pengguna jasa di puskesmas, sebagai amanat Undang-Undang Dasar 1945 UU No 29 Tahun 2004 Tentang Praktek Kedokteran, UU No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Adanya fakta bahwa pelayanan puskesmas Kota Batam. masih belum optimal membawa dampak bagi pelayanan lansia di Puskesmas Kota Batam. Penelitian peneliti akan membahas bagaimana pengaturan hukumnya, perlindungan hukumnya dan peran pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum pelayanan lansia di Puskesmas Kota Batam.. Untuk menganalisis penelitian ini, Peneliti menggunakan Teori Perlindungan Phillipus M Hadjon, bahwa perlindungan hukum ada dua macam, yaitu perlindungan preventif dan perlindungan represif. Perlindungan preventif adalah perlindungan untuk mencegah agar tidak terjadi sengketa sedagkan perlindungan represif adalah perlindungan saat sudah terjadi sengketa. Ruang lingkup penelitian ini adalah puskesmas Kota Batam. Peneliti melakukan penelitian terhadap objek penelitian dengan menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Proses penelitian ini adalah dengan mengumpulkan berbagai peraturan perundang-undangan yang ada, kemudian melakukan wawancara dengan informan , melakukan studi dokumen standar operasional pelaksanaan, dan melakukan analisis data. Dari hasil penelitian dapat terlihat bahwa perlindungan preventif terhadap pelayanan pasien lansia sudah berjalan namun belum optimal dalam pelaksanaanya. Sedangkan perlindungan represif terhadap pelayanan pasien lansia belum berjalan, karena keluhan masyarakat terhadap pelayanan lansia hanya dilakukan mediasi dengan pasien dan dilakukan pembinaan internal tehadap petugas yang melanngar, belum sampai ada penggantian rugi terhadap pasien bahkan sampai ke ranah hukum.
EFEKTIVITAS HUKUM PELAYANAN PEMBERIAN ALOKASI LAHAN OLEH BP BATAM PASCA PENGABUNGAN JABATAN ANTARA KEPALA BP BATAM DAN WALIKOTA BATAM Nurwati, Nurwati; Husna, Lenny
JOURNAL EQUITABLE Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : LPPM, Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jeq.v10i1.8868

Abstract

Badan Pengusahaan Batam yang sebagai pemegang Hak Pengelolaan Lahan saat ini sering kali dikeluhkan atas lambatnya pelayanan pengurusan dokumen-dokumen yang menjadi kewenangannya. Dalam hal ini, seluruh urusan lahan harus melalui BP Batam. Banyak sekali dokumen-dokumen lahan yang perlu diketahui dan bahkan diurus untuk kepemilikan lahan di Kota Batam, terjadinya dualisme kewenangan antara Pemerintah Kota Batam (Pemkot Batam) dan Batam Pengusahaan Batam (BP Batam). Dualisme kewenangan ini, mengakibatkan terjadinya ketidak akuran antara Pemkot Batam dan BP Batam dalam menjalankan pemerintahan di Kota Batam. Segala upaya pemerintah belum mampu untuk menyelesaikan persoalan ini sehingga strategi yang diupayakan yaitu ingin menjadikan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Metode penelitian yang digunakan dalam tesis ini bersifat yuridis- normatif, pendekatan yuridis-normatif merupakan pendekatan yang dilakukan berdasarkan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep- konsep, asas-asas hukum serta Undang-Undang Nomor 46 Tahun 2007 tentang Perdaganagn Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Kesimpulan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pelayanan, kendala-kendala dan upaya-upaya Badan Pengusahaan Batam dalam proses alokasi lahan untuk pengelolaan lahan dan pemberian hak atas tanah pasca pengabungan jabatan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dengan Walikota Batam. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pihak-pihak yang berkaitan langsung dan pengambilan data-data dari berbagai sumber.

Page 1 of 1 | Total Record : 8