cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Edukasi Penanganan Kegawatdarutan Tersedak Di SMK Kesatrian Purwokerto Restania, Tesa; Suandika, Made; Nova H, Rahmaya
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.528

Abstract

Latar belakang: Tersedak atau choking merupakan situasi darurat yang perlu segera ditangani, penundaan pada penanganan ini dapat berdampak terhadap kematian karena tersedak mengakibatkan penyumbatan yang dapat menghalangi pernafasan di paru-paru. Seorang remaja diharapkan dapat melakukan pertolongan pertama khususnya pada seseorang yang mengalami tersedak dikarenakan penanganan tersedak merupakan tindakan yang harus segera dilakukan. Tujuan: mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum dan setelah edukasi penanganan kegawatdarutan tersedak di SMK Kesatrian Purwokerto. Metode: metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan studi deskriptif pada siswa SMK Kesehatan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan penanganan tersedak sebelum dan sesudah edukasi. Responden dalam pengabdian kepada masyarakat sebanyak 30 pasien. Alar ukur yang digunakan dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan keterampilan penanganan tersedak. Hasil: Karakteristik peserta berdasarkan usia yang dominan pada umur 17 tahun sebanyak 14 siswa (46,7%). Jenis kelamin yang paling dominan adalah perempuan sebanyak 21 siswa (70%). Tingkat pengetahuan pretest dan posttest pelatihan penanganan kegawatdarutan tersedak di SMK Kesatrian Purwokerto diperoleh hasil rata-rata skor pretest 7,3 dengan nilai minimal 5 dan nilai maksimal 9. Hasil post test mengalami peningkatan menjadi rata-rata 8,93 dengan skor minimal 7 dan skor maksimal 11. Keterampilan penanganan tersedak setalah dilakukan edukasi paling dominan dengan kategori baik (70%).
Hubungan Minat Membaca Buku KIA Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Buku KIA Di Puskesmas Godean I Yogyakarta Al Izzati, Shalihati; Herlin Fitriana Kurniawati; Siti Arifah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.531

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih relatif tinggi. Salah satu penyebab tidak langsung adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan media edukasi penting yang memuat informasi terkait kesehatan ibu dan anak. Namun, masih rendahnya minat membaca dan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA di Puskesmas Godean I Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 ibu hamil menggunakan teknik accidental sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki minat membaca tinggi (53,3%) dan pengetahuan baik (42,2%). Hasil diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) 0,002 berarti (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara minat membaca buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang buku KIA. Ibu hamil disarankan untuk aktif membaca dan memahami isi buku KIA sebagai upaya meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan ibu dan anak.
Hubungan Usia, Paritas Dan Obesitas Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta Mira Erpida Yanti; Herlin Fitriani Kurniawati; Dwi Ernawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.536

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia merupakan komplikasi serius pada kehamilan yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi. Angka kejadian preeklampsia dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk usia, paritas, dan obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Yogyakarta.. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control, melibatkan 117 responden yang terdiri dari 39 ibu hamil dengan preeklampsia dan 78 ibu hamil yang tidak preeklampsia. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar checklist kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p=<0,05. Pengambilan data menggunakan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Hasil: Dari 117 sampel, 78 ibu hamil (66,7%) tidak mengalami preeklampsia, sedangkan 39 (33,3%) mengalami preeklampsia. Penelitian ini memiliki 2 jenis variabel yaitu variabel terikatnya yaitu preeklapmsia pada ibu hamil dan variabel bebas nya yaitu usia, paritas dan obesitas. Analisis statistik menggunakan chi-square pada variabel usia menunjukkan p-value 0,000, variabel paritas menunjukan p-value 0,001 dan variabel obesitas menunjukan p-value 0,008 yang berarti adanya hubungan signifikan antara usia, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara antara usia, paritas dan obesitas dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil.
Pengaruh Kelas Balita Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotagede I Yogyakarta Sani Ulfa Widiyana; Enny Fitriahadi; Nurul Mahmudah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.537

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan suatu kondisi dimana pertumbuhan balita terhambat akibat kekurangan gizi yang terus menerus membuatnya lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, sehingga program kelas balita menjadi salah satu pendukung untuk pencegahan stunting. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui kejadian stunting sebelum dan sesudah dilakukan kelas balita diwilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian ini penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-postest, pendekatan cross-sectional Sampel penelitian berjumlah 100 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari kuesoner perilaku pencegahan stunting, kemudian dianalisis menggunakan uji Man Whitney Test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian yang diuji dengan uji statistik Man Whitney Test, nilai signifikansi (2-tailed) yang diperoleh adalah 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh kelas balita terhadap perilaku pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara kelas balita dengan perilaku pencegahan stunting diwilayah kerja Puskesmas Kotagede 1 Yogyakarta. Saran: Diharapkan ibu lebih aktif dalam mengikuti kelas balita untuk upaya memperluas pengetahuan, perilaku, sikap pencegahan stunting.
Hubungan Usia, Paritas Dan Anemia Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Fitri, Fitri; Herlin Fitriani Kurniawati; Dwi Ernawati
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.538

Abstract

Ketuban pecah dini merupakan kondisi pecahnya selaput ketuban sebelum waktunya melahirkan atau tanda inpartu muncul yaitu kontraksi uterus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, paritas dan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain case control dengan data sekunder rekam medik tahun 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin yang bersalin di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogakarta pada bulan Januari-Desember 2024 berjumlah 519 ibu. Jumlah sampel 105 ibu yang terbagi dalam dua kelompok dengan perbandingan 1:2, yaitu 35 ibu sebagai kelompok kasus dan 70 ibu sebagai kelompok kontrol dengan kriteria inklusi data rekam medik yang lengkap. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Instumen penelitian menggunakan master tabel data. Uji statistik penelitian ini menggunakan chi-square. Hasil uji statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,014 (p<0,05), ada hubungan yang signifikan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan yang signifikan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini dengan nilai p-value = 0,012 (p<0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara usia, paritas dan anemia dengan kejadian ketuban pecah dini.
Pengaruh Terapi SENFOKA Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Produksi ASI dengan Indikator Berat Badan Bayi Luthfia Hidayati Rahman
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.540

Abstract

Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif mengalami peningkatan sebesar 68,74%,. Tetapi sekitar 30% wanita mengalami satu masalah saat proses menyusui di dua minggu pertama masa nifas sekitar 38% ibu menyusui bermasalah pada produksi ASI yang belum lancar sehingga ibu merasa produksi ASI tidak cukup, menjadi alasan utama untuk penghentian pemberian ASI secara dini. Untuk mengatasinya dengan pemberian kombinasi oketani massage esensial oil fennel dan self hypnosis.Tujuan: Membuktikan efektivitas kombinasi oketani massage esensial oil fennel dan self hypnosis sebagai alternatif layanan kebidanan untuk meningkatkan produksi ASI ibu post partum Metode: Penelitian ini menggunakan True Experiment, Pretest Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling didapatkan 15 responden untuk setiap kelompok. Peneliti melakukan pengambilan data setiap hari dan dicatat di lembar observasi. Hasil: Pada kelompok intervensi, rata-rata peningkatan produksi ASI terhadap indikator berat badan sebanyak 216 gram dan volume ASI=73 ml (ES=1.8). Kesimpulan: Potensi pemberian kombinasi oketani massage esensial oil fennel dan self hypnosis memiliki penerapan yang efektif dalam pelayanan kebidanan untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu postpartum normal.
Gambaran Pengetahuan Tentang Resiko Pernikahan Dini Pada Remaja Putri Di MAS P3A Guppi Rangas Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Yesi Gusnawati; Raehan
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.546

Abstract

Pernikahan dini adalah sebuah pernikahan yang salah satu atau kedua pasangan berusia di bawah 19 tahun atau sedang menempuh di bangku Sekolah Menengah Atas. Jadi, sebuah pernikahan dikatakan pernikahan dini, jika kedua atau salah satu pasangan masih berusia 19 tahun ke bawah (masih berusia remaja) Beberapa dampak atau efek sangat berbahaya yang dapat ditimbulkan dari menikah usia dini. Yaitu 90% kanker disebabkan diantaranya karena menikah usia dini. Tujuan Mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan tentang resiko pernikahan dini pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Totoli SMK Negeri 5 Majene. Metode penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimen dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri. Penentuan sampel pada pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri DI MAS P3A GUPPI Rangas di wilayah kerja Puskesmas Totoli berjumlah 49 orang. Hasil penelitian Mayoritas remaja putri di MAS P3A GUPPI berusia 17 ttahun yaitu 25 orang (51%), 18 tahun 10 orang (20,4%), 16 tahun 14 orang (28,6%) dan 15 tahun 1 orang (2%). Kesimpulan Mayoritas remaja putri di MAS P3A GUPPI Rangas berada pada kategori memiliki pengetahuan tentang resiko pernikahan dini yang cukup sebanyak 31 orang yaitu 63,26 % dan bepengetahuan baik sebanyak 15 orang yaitu 30,61 % dan minoritaas memiliki pengetahuan kurang sebanyak 3 orang yaitu 6,12%.
Efektivitas Aromaterapi Dalam Mengurangi Mual Muntah Pada Ibu Hamil Di PMB EB Kota Bogor Periode Juni-Juli Tahun 2025 Eli Yusti; Neneng Jamilatun Nurasiatun Nisa
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.547

Abstract

Latar Belakang: Mual muntah atau disebut juga Emisis Gravidarum menjadi salah satu gangguan yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Emesis gravidarum (EG) adalah merupakan suatu kondisi mual yang kadang disertai muntah, tetapi frekuensi muntah tidak lebih dari 5 kali dalam sehari. Angka kejadian Mual muntah di Indonesiadi memiliki kisaran antara 1-3%, Provinsi Jawa Barat menduduki posisi keenam dengan jumlah ibu hamil tertinggi yakni sejumlah 270.366, sekitar 0,6-1% ibu hamil ini mengalami gangguan mual muntah. Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mencatatkan angka prevalensi sekitar 47.055 ibu hamil di Kota dan Kabupaten Bogor, sekitar 0,2% ibu hamil di Kota Bogor mengalami mual muntah. Penanganan terhadap mual muntah yang terjadi selama masa kehamilan umumnya berdasarkan pada terapi farmakologis (obat-obatan) maupun non farmakologis (aromaterapi). aromaterapi peppermint dapat mengurangi keluhan mual muntah pada ibu hamil. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas aromaterapi peppermint dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil di PMB Eka Budiarti Kota Bogor Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis Quassy Eksperimental dengan desain rancangan One Grup Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang memiliki keluhan mual muntah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling yaitu sebanyak 15 responden. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai mean pada sebelum diberikan aromaterapi peppermint (M: 3.40, SD: .910) dan sesudah diberikan aromaterapi peppermint (M: 9.20, SD: .200). kemudian hasil uji Paired Semple Test diperoleh nilai signifikan (P value) sebesar 0,001. Maka nilai P 0,001<0,05 sehingga dapat dinyatakan adanya efektivitas aromaterapi peppermint dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil di PMB Eka Budiarti Kota Bogor Tahun 2025. Kesimpulan: Aromaterapi peppermint memiliki efektivitas dalam mengurangi mual muntah pada ibu hamil di PMB Eka Budiarti Kota Bogor Tahun 2025.
Keberagaman Makanan Terhadap Kejadian Wasting Pada Bayi Usia 0-59 Bulan di Kota Bukittinggi Triveni
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.549

Abstract

MDG 1 – Target 1C is to reduce the prevalence of malnutrition in 2015 to ½ of the 1990 situation with a target of 18% malnutrition and only 28.7% was achieved, which can be predicted to increase. By using the FAO1 criteria in measuring minimum consumption needs, only 6% of the Indonesian population has daily consumption below this standard. In the past, the standards used to measure the adequacy of this consumption were slightly too high for Indonesia, so it is indicated that almost 70% of the Indonesian population does not consume enough food. The proportion of the population has also remained relatively unchanged since 1990. Factors that influence the poor nutritional status of toddlers are the adequacy of nutrition and the diversity of food consumed by infants, which ultimately has an impact on death. The purpose of this study was to obtain a description and analysis of the incidence of wasting in toddlers (0-59 months) in Bukittinggi City. This study is an analytical survey study with a case control design. The study was conducted at the Bukittinggi City health center. A quantitative sample of 216 people using the proportionate stratified sampling technique. Chi-square test data analysis. The statistical test results showed that there was a significant relationship between wasting incidence and food diversity (0.028, OR 2.667) in Bukittinggi City. Toddlers who were wasted often occurred in toddlers who consumed food that was not diverse, although there were toddlers who were wasted who had diverse food consumption patterns. This is caused by other factors such as infectious diseases.
Tingkat Kecemasan Remaja Putri Terhadap Premenstrual Syndrom Dengan Menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI) Yuni Riska Nur Fariana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.553

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan yang penuh dengan perubahan, baik fisik, emosional, maupun sosial. Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang hampir selalu dialami remaja putri adalah Premenstrual Syndrome (PMS). Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan psikologis yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi. Sekitar 20% dari mereka mengalami gejala yang cukup parah sehingga mengganggu rutinitas sehari-hari. Salah satu Gejala PMS yaitu kecemasan. Kecemasan yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan mental seseorang, meskipun beberapa tingkat kecemasan ringan mungkin tak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: Mengetahui tingkat kecemasan remaja putri terhadap Premenstrual Syndrome dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory. Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Samoel berjumlah 30 remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui checklist gejala PMS dan Beck Anxiety Inventory (BAI). Hasil: Mayoritas responden berada pada remaja akhir (18–21 tahun) sebanyak 25 orang (83,3%), sedangkan remaja menengah (15–17 tahun) sebanyak 5 orang (16,7%). Berdasarkan skor PMS, kategori ringan ditemukan pada 8 responden (26,7%), sedang 11 responden (36,7%), dan berat 11 responden (36,7%). Hasil pengukuran BAI menunjukkan kecemasan rendah pada 23 responden (76,7%), kecemasan sedang pada 5 responden (16,7%), dan kecemasan tinggi pada 2 responden (6,6%). Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri mengalami PMS dengan tingkat sedang hingga berat, namun mayoritas masih berada pada kategori kecemasan rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan intervensi promotif untuk mencegah gangguan psikologis lebih lanjut pada remaja putri.