cover
Contact Name
Fauziah
Contact Email
fauziah.fahrullah@gmail.com
Phone
+6282123089992
Journal Mail Official
ojsbunda@gmail.com
Editorial Address
AKADEMI KEBIDANAN BUNGA HUSADA SAMARINDA Jalan Abdul Wahab Sjahranie Gang 3 No.12 RT.10 Kelurahan Gunung Kelua –Samarinda Ulu Kalimantan Timur, Kode Pos: 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)
ISSN : 26227487     EISSN : 26227495     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda. Adapun ruang lingkup/topik dalam Jurnal Ilmiah Kebidanan adalah bidang Kebidanan, Kandungan dan Pendidikan Kebidanan. Dalam setiap edisinya, Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” menerbitkan 5 hingga 8 (delapan) artikel/ hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke Jurnal Kebidanan “Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ)” tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Kebidanan Bunga Husada (Akbid Bunda) saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 450 Documents
Analisis Komitmen Pengelola Kantin Dalam Upaya Mewujudkan Kantin Sehat Di Sekolah Dasar Wahyuaji, Asna Afifah; Muhammad Hafizh Hariawan; Dittasari Putriana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.493

Abstract

Ketersediaan makanan sehat di sekolah merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Masih banyak kantin Sekolah Dasar yang belum memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. Rendahnya pengawasan dan ketiadaan komitmen tertulis menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komitmen pengelola kantin dalam upaya mewujudkan kantin sehat di Sekolah Dasar. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga SD Negeri di Sleman, Yogyakarta. Informan dipilih secara purposive sampling sebanyak 8 orang yang terdiri dari kepala sekolah, penjaga kantin, dan guru UKS. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengididentifikasi pola atau tema dalam data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga sekolah belum memiliki komitmen tertulis dalam pengelolaan kantin sehat. Faktor penghambat utama meliputi: keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan, keterbatasan dana, fasilitas fisik yang belum memadai, minimnya pengawasan dari instansi terkait, serta kebiasaan siswa jajan di luar sekolah. Faktor pendukung antara lain partisipasi wali murid melalui makanan yang dibuat di rumah, kunjungan dari Puskesmas, dan kesadaran umum akan pentingnya makanan sehat. Diperlukan komitmen tertulis, pembentukan tim pengelola, kerja sama dengan instansi kesehatan dan pendidikan, peningkatan sarana, serta pelatihan yang berkelanjutan bagi pengelola kantin.
Hubungan Self Efficacy Terhadap Jenis Persalinan Pada Ibu Bersalin Dwi Indarwati Hakim; Hamdiyah; Suci Qardhawijayanti; Syahriani; St. Hasriani
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.496

Abstract

Penelitian ini fokus pada pentingnya keyakinan diri atau efikasi diri ibu dalam menghadapi proses persalinan, yang dapat mempengaruhi pengalaman dan hasil persalinan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 37 responden yang dipilih melalui teknik cosecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat efikasi diri dengan jenis pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan jenis kepuasan, dengan p value 0,0013 (<0,05). Dari 37 responden, 29 (78,4%) ibu memiliki self eficacy tinggi dan 19 (51,4%) ibu melahirkan secara normal. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan keyakinan diri atau efikasi diri ibu berpotensi meningkatkan kemungkinan persalinan normal
Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Tingkat 1A S1 Keperawatan STIKES Eka Harap Palangka Raya Tia Jenita; Putria Carolina; Tomi Satalar
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.498

Abstract

Sarapan pagi adalah kegiatan mengonsumsi makanan antara pukul 06.00 hingga 09.00 yang berfungsi sebagai sumber energi awal bagi otak sebelum memulai aktivitas. Sarapan penting untuk ketahanan fisik dan meningkatkan konsentrasi belajar. Namun, banyak mahasiswa melewatkan sarapan karena terburu-buru, tidak terbiasa,tidak merasa lapar, atau tinggal jauh dari orang tua. Padahal, tidak sarapan dapat menurunkan kadar glukosa darah, mengganggu fungsi otak, dan berdampak pada konsentrasi belajar. : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat 1A S1 Keperawatan STIKES Eka Harap Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 67 mahasiswa yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank melalui program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan sarapan yang tergolong cukup dan konsentrasi belajar yang berada pada kategori sedang. hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,630 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar. Penelitian menunjukan Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar. Meskipun demikian, sarapan pagi tetap disarankan sebagai bagian dari pola hidup sehat untuk mendukung kesiapan belajar secara optimal.
Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo Ayu Anggraini; Luluk Rosida; Esitra Herfanda
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.500

Abstract

Latar belakang : Stunting adalah keadaan di mana ukuran atau tinggi anak-anak tidak selaras dengan norma umurnya. Hal ini mencerminkan adanya gangguan dalam pertumbuhan fisik anak (Pertiwi et al., 2025). Salah satu faktor risiko terjadinya stuntingadalah berat badan lahir rendah, yaitu berat bayi ≤ 2.500 gram saat lahir, serta panjang badan lahir, yaitu panjang bayi ≤ 47 cm. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir terhadap kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Nanggulan Kulon Progo. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control, melibatkan populasi 887 balita. Sampel terdiri dari 45 kasus dan 45 kontrol, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui buku KIA/KMS dan Rekam medis. Hasil : Dari 90 sampel, 45 Balita (50%) mengalami stunting, sedangkan 45 (50%) tidak stunting. Jumlah balita berat badan lahir 17 (18,9%) dan panjang badan lahir 34 (37,8%). Analisis statistik menggunakan Chi-square menunjukkan p-value 0.000, yang menunjukan adanya hubungan signifikan antara berat badan lahir, panjang badan lahir, dan kejadian stunting. Kesimpulan : Terdapat hubungan berat badan lahir dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting di Puskesmas Nanggulan Kulon Progo.
Kajian Nilai Saturasi Oksigen Pre Operasi Pada Pasien Perokok di RST Wijayakusuma Purwokerto Pratty, Adinda Sardi Yanti Daing; Handayani, Ns. Rahmaya Nova; Hanum NA, Fauziah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.506

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai saturasi oksigen pre-operasi pada pasien perokok di RST Wijayakusuma Purwokerto. Rokok mengandung zat berbahaya seperti nikotin dan karbon monoksida yang dapat memengaruhi fungsi paru dan saturasi oksigen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 75 pasien yang menjalani operasi elektif pada Maret–April 2025. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Data diperoleh melalui observasi, telaah dokumen, dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan mayoritas responden berada pada usia 17–25 dan 56–65 tahun (masing-masing 20,0%) serta didominasi oleh perempuan (57,3%). Sebagian besar responden adalah perokok pasif (58,7%), diikuti oleh perokok sedang (22,7%) dan perokok ringan (18,7%). Semua responden menunjukkan saturasi oksigen dalam batas normal (SpO₂ ≥ 95%) tanpa perbedaan signifikan berdasarkan usia, jenis kelamin, kategori perokok, atau kadar hemoglobin. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun pasien memiliki riwayat merokok, tidak ditemukan penurunan saturasi oksigen pre-operasi secara klinis. Temuan ini dapat disebabkan oleh kompensasi fisiologis tubuh, seperti peningkatan produksi eritrosit. Penelitian ini menekankan pentingnya pemantauan saturasi oksigen pre-operatif sebagai bagian dari kesiapan anestesi dan pembedahan.
Pengaruh Edukasi Gizi Seimbang Menggunakan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Kekurangan Energi Kronis Ni Made Windi Sartika Dewi; Frani Mariana; Lisdha Yantie; Ika Avrilina Haryono
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.510

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil ditandai dengan LILA < 23,5 cm dan IMT < 18,5. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi KEK mencapai 16,9%. Jika tidak ditangani, KEK dapat menimbulkan dampak negatif bagi ibu (anemia, perdarahan) dan janin (BBLR, prematur, stunting). Oleh karena itu, edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan KEK. Bertujuan mengetahui pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media buku saku terhadap pemahaman ibu hamil mengenai pencegahan kekurangan energi kronis di Puskesmas Kuin Raya. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen, yaitu One GroupPretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 33 ibu hamil, dengan teknik pengambilan sampel yang dilakukan melalui Purposive Sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Marginal Homogeneity. Hasil pengetahuan responden sebelum mendapatkan edukasi melalui media buku saku menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, yaitu sebesar 36,4%. Sementara itu, setelah mendapatkan edukasi dengan media yang sama, mayoritas responden menunjukkan pengetahuan yang baik, mencapai 48,5%. Hasil uji Marginal Homogeneity yang dilakukan untuk membandingkan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05. Segingga diharapkan ibu hamil yang telah menerima edukasi dapat menyampaikan informasi tentang risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) kepada masyarakat, terutama kepada ibu hamil lainnya. Penggunaan media buku saku dalam proses edukasi berpengaruh positif terhadap pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Kuin Raya.
Determinants of Obesity Control Behavior in the Oil and Gas Industry: A Review Integrating the Theory of Planned Behavior with Occupational Health Factors Puspita, Nabila Anggraeni; Roikhan, Muhammad Abdillah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.512

Abstract

The rising prevalence of obesity among the workforce poses a significant challenge, particularly within high-demand industrial sectors like oil and gas. While the Theory of Planned Behavior (TPB) provides a robust framework for understanding health intentions, its application often overlooks potent, context-specific occupational factors. This narrative review aims to synthesize literature on the determinants of obesity control among workers by integrating the core constructs of the TPB with critical findings from occupational health science. A literature search was conducted focusing on studies from 2015-2025 related to the TPB, workplace health, work stress, fatigue, and social culture, particularly in industrial settings. The review finds that while attitude, subjective norms, and perceived behavioral control are key predictors, their effects are significantly influenced by workplace realities. Specifically, work-related fatigue, often exacerbated by long hours or shift work, creates a gap between intention and behavior. High occupational stress can trigger automatic unhealthy eating patterns as a coping mechanism. Furthermore, the unique social culture within industrial workplaces provides powerful, immediate pressure that shapes choices through social identity and descriptive norms. As a synthesis of the reviewed evidence, this article presents an integrated conceptual framework that illustrates the complex interplay between these psychosocial and occupational determinants. This framework provides a more holistic understanding and can serve as a guide for future research and the development of more effective wellness interventions in demanding industrial environments.
Efektivitas Pemberian Kompres Air Hangat dan Konsumsi Dark Chocolate Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri Madrasah Nurul Hikmah Cikiwul Kiki Yusika; Endang Triana
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.513

Abstract

Menstruasi merupakan proses biologis yang dialami oleh remaja perempuan yang merupakan tanda perubahan fase dari masa kanak-kanak ke masa dewasa menurut World Health Organization (WHO) rata-rata lebih dari 50% wanita mengalami dismenore. Angka kejadian dismenore di Jawa Barat mencapai sebanyak 54.9 %, dan di Kota Bekasi sebanyak 63,2 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian air hangat dan konsumsi dark chocolate terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri kelas X dan XI madrasah aliyah nurul hikmah desa cikiwul. Metodologi penelitian ini menggunakan metode studi perbandingan (comparative study ) dilakukan dengan cara membandingkan persamaan dan perbedaan sebagai fenomena mencari faktor-faktor apa atau situasi bagaimana yang dapat menyebabkan timbulnya suatu peristiwa tertentu. Sampel dikumpulkan menggunakan quota sampling berjumlah 40 remaja putri kelas X dan XI madrasah nurul hikmah. Kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitas analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian data efektivitas pemberian kompres air hangat terhadap penurunan nyeri dismenore sebesar 0,314 kurang dari 0,05 artinya tidak terdapat efektivitas yang signifikan antara pemberian kompres air hangat dengan penurunan nyeri dismenore dan data efektivitas konsumsi dark chocolate terhadap penurunan nyeri dismenore sebesar 0,746 kurang dari 0,05 artinya tidak terdapat efektivitas yang signifikan antara konsumsi dark chocolate dengan penurunan nyeri dismenore.
Pengaruh Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk Mencegah Diare pada Siswa Kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin Elisa Oktaviani D. A.; Raudhatul Jannah; Agnes Fridolin; Muhammad Hidayaturrahman
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.525

Abstract

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan Pendidikan kesehatan, yang dilakukan dengan menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan dengan tujuan tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa diare termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling banyak diderita anak-anak dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu faktor penyebab utama diare adalah rendahnya pengetahuan dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, konsumsi makanan yang higienis, dan penggunaan jamban yang bersih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam banjarmasin. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Desain Penelitan One Group Pretest-Postest, teknik pengambilan sampel dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan angket. Data dianalisa dengan teknik analisis univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan, berdasarkan uji univariat, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, yaitu sebanyak 9 responden (30%), sementara 21 responden (70%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah Penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan, dengan 27 responden (90%) memiliki npengetahuan baik, 3 responden (10%) pengetahuan cukup. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest, dengan peningkatan nilai mean dari 15,5 (Z=--4,626; p<0,000). Kesimpulannya, penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Diare pada siswa kelas V SDN Kelayan Dalam 4 Banjarmasin.
Hubungan Kebiasaan Membawa Bekal Dengan Status Gizi Pada Remaja SMP Muhammadiyah 2 Minggir Irma Yulianti; Dewi Rizzky Mutiarasari; Agung Nugroho; Meiliana Murdayani; Arie Rahmawati Hadiyanti
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.526

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi adalah kebiasaan membawa bekal dari rumah yang dapat membantu mengontrol asupan gizi harian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan membawa bekal dengan status gizi pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Seluruh siswa kelas VII–IX sebanyak 130 orang dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data sekunder diperoleh dari Puskesmas Minggir berupa pengukuran antropometri dan data kebiasaan membawa bekal. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki status gizi baik (73,85%) dan 59,23% terbiasa membawa bekal. Namun, hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan membawa bekal dan status gizi (p = 0,955). Analisis lanjutan terhadap status gizi kurang dan lebih juga menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Kesimpulan: Kebiasaan membawa bekal tidak terbukti memiliki hubungan yang signifikan terhadap status gizi remaja. Diperlukan penelitian lanjutan dengan mempertimbangkan kualitas bekal, asupan energi total, dan faktor lain yang memengaruhi status gizi.