cover
Contact Name
Zaenal Arifin
Contact Email
zae.may13@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejournal.tribakti@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman
ISSN : 14119919     EISSN : 25023047     DOI : -
Jurnal ini dikelola dan diterbitkan oleh Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri . Jurnal ini memuat kajian-kajian Kebudayaan dan Pemikiran keislaman yang meliputi pendidikan Islam, syarî‘ah, pemikiran Islam, Dakwah Islam, ekonomi, Psikologi Islam dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan September. E-journal ini merupakan versi online dari edisi cetak Tribakti.
Arjuna Subject : -
Articles 309 Documents
Peralihan Hak Atas Tanah Berdasarkan Pewarisan Pada Golongan II Karena Tanpa Keturunan A. Hasyim Nawawie
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 29 No. 2 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v29i2.598

Abstract

One reason for expiration of one's ownership of land is due to death. Due to the existence of this legal event resulting shift in wealth from the people who died, both material and inmaterial wealth to the heirs of the deceased. With the death of someone this then there will be the heir, the heir and wealth. Heir is the person who died and left property, while the heirs are entitled to the wealth of the people died. And possessions left behind could be immaterial and material, material wealth, among others, land, houses or other objects. Inheritance is a law governing the heritage property of someone who has died is given to the beneficiary, such as families and communities more right. Inheritance law in force in Indonesia there are three namely: Customary Inheritance Law, Inheritance Law and Inheritance Law Civil Islam. Each region has different laws according to which they profess kekerababatan system. Heir in group II under Article 854, 855, 856 and Article 857 of the Civil Code. According to Article 854 of class II legacy earned for own rights, whereas under Article 855 to Article 857 obtained due to switch places. Group II consists of father, mother and brothers heir. Salah satu sebab berakhirnya kepemilikan seseorang atas tanah adalah karena kematian. Karena dengan adanya peristiwa hukum ini mengakibatkan adanya peralihan harta kekayaan dari orang yang meninggal, baik harta kekayaan material maupun immaterial kepada ahli waris orang yang meninggal tersebut. Dengan meninggalnya seseorang ini maka akan ada pewaris, ahli waris dan harta kekayaan. Pewaris adalah orang yang meninggal dunia dan meninggalkan harta kekayaan, sedangkan ahli waris adalah orang yang berhak atas harta kekayaan dari orang meninggal. Dan harta kekayaan yang ditinggalkan bisa immaterial maupun material, harta kekayaan material antara lain tanah, rumah ataupun benda lainnya. Hukum waris adalah suatu hukum yang mengatur peninggalan harta seseorang yang telah meninggal dunia diberikan kepada yang berhak, seperti keluarga dan masyarakat yang lebih berhak. Hukum waris yang berlaku di Indonesia ada tiga yakni: hukum waris adat, hukum waris Islam dan hukum waris perdata. Setiap daerah memiliki hukum yang berbeda-beda sesuai dengan sistem kekerabatan yang mereka anut. Ahli waris pada golongan II diatur dalam Pasal 854, 855, 856 dan Pasal 857 KUHPerdata. Menurut Pasal 854 warisan golongan II diperoleh karena haknya sendiri, sedangkan menurut Pasal 855 sampai Pasal 857 diperoleh karena pergantian tempat. Golongan II terdiri dari ayah, ibu serta saudara-saudara si pewaris.
Problematika dan Solusi Implementasi Kurikulum 2013 Bagi Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di MA Salma Sunaiyah
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 29 No. 2 (2018): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v29i2.603

Abstract

Implementasi Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh kelas I sampai dengan kelas XI pada tahun ajaran 2015/2016. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP), telah menyiapkan strategi pelatihan implementasi Kurikulum 2013 bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus (case study). Dari penelitian ini diperoleh hasil sebagai berikut: permasalahan dan solusi rencana pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 bagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia di MAN 3 Kota Kediri. Permasalahan pembelajaran Kurikulum 2013 bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia Di MAN 3 Kota Kediri, antara lain sebagian guru mata pelajaran bahasa Indonesia tidak telaten dengan penerapan model saintifik. Problem lain yaitu perbedaan input peserta didik yang diatasi dengan melaksanakan program matrikulasi. Adapun permasalahan penilaian pembelajaran berupa kurangnya pemahaman guru mengenai standar penilaian karena penilaian sikap. Solusi yang diambil adalah dengan mendatangkan widiaiswara dari balai diklat menelaah 4 hal pada tahun 2015 dan tahun 2016 (standar isi, standar kelulusan, standar proses, standar penilaian, dan kompetensi inti dan kompetensi dasar).
PROFESIONALISME GURU PAI DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH Abdul Halim Mukhtar
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.188

Abstract

Profesionalisme guru menjadi tuntutan yang harus dipenuhi oleh seorang guru, tidak terkecuali bagi guru PAI. Maka dari sini banyak pihak yang melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan profesinalisme guru. Namun perlu dicermati ada bebera faktor yang menentukan profesionalisme guru di antaranya adalah kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kerja. Berdasarkan hal itu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kepemimpinan kepala sekolah dan iklim kerja terhadap profesionalisme. Didapat kepemimpinan kepala sekolah tidak berkontribusi secara langsung terhadap profesionalisme guru PAI, namun iklim kerja memiliki kontribusi. Jika kedua variabel itu dianalisis secara bersama-sama maka keduanya memiliki kontribusi terhadap profesionalisme guru PAI.
PERGURUAN TINGGI DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Jauhar Fuad
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 22 No. 2 (2011): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v22i2.88

Abstract

Indonesia adalah Negara multikultural terbesar di dunia. Hal ini dapat dilihat dari kondisi soso-kultural mau pun geografis yang begitu luas dan beragam. Maka PAI diarahkan untuk mencegah munculnya berbagai benturan dan kompetisi berdasarkan pluralisme budaya, agama, suku, dan ras. Pendidikan multikultural, pada PAI berkenaan dengan konsep keragaman etnis dan pengaruhnya, dimana dapat ditarik kesimpulan bahwa; perbedaan itu tidak menjadi masalah dan berjalan dengan baik dan rukun. Pengembangan pendidikan multikultural dapat dilakukan secara makro dan secara mikro. Secara keseluruhan materi PAI dapat diarahkan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai, toleransi antar etnis antar agama dan lain sebagainya. Metode diskusi dimaksudkan untuk melatih berbicara, melatih berpendapat, mengungkapkan isi hatinya dan mampu mengembangkan dialektika secara kritis. Ada keberimbangan antara ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
MORAL SOSIAL DALAM PENGAJARAN IPS Miftahuddin Miftahuddin
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v25i2.193

Abstract

Pengajaran IPS disusun dan disajikan kepada siswa-siswi sebagai bekal untuk kehidupan masa depannya pada waktu mereka itu telah dewasa dan sepenuhnya menjadi anggota masyarakat yang mandiri.Salah satu aspek kehidupan yang sangat berperan dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini dan masa yang akan datang adalah moral sosial yang merupakan landasan hidup yang diyakini oleh masyarakat Indonesia untuk bertahan terhadap nilai-nilai moral yang dapat merusak kehidupan bangsa.Pengetahuan tentang moral sosial perlu disajikan kepada siswa bersamaan dengan pembahasan prinsip dan konsep tertentu tanpa mempertimbangkannya dengan norma rasional yang menjadi karakteristik pengajaran IPS.Pemikiran rasional dan Penalaran moral sosial merupakan cara berpikir yang dapat saling melengkapi, karena maslah sosial atau masyarakat utamanaya yang menyangkut manusia dengan segala aspek kehidupannya sulit dipastikan gejalanya. Kedua jenis pemikiran dan penalaran itu dapat dilaksanakan bersama-sama sepanjnag penggunaannya berurutan.Pengembangan moral sosial dalam IPS dapat dilakukan oleh guru dengan bermacam cara, antara lain keteladanan dan nasihat atau penghayatan moral yang bertujuan siswa memahami, menghayati dan merasa dirinya terikat oleh moral sosial.
PLURALISME AGAMA DAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA Umi Hanik
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 26 No. 2 (2015): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v26i2.225

Abstract

KONTRIBUSI ILMU PENGETAHUAN, FILSAFAT DAN AGAMA TERHADAP KEHIDUPAN MANUSIA Moh. Badrus
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 22 No. 2 (2011): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v22i2.92

Abstract

MANAJEMEN DAYAH: REALITA, PROBLEMATIKA, DAN CITA-CITA Almuhajir Almuhajir
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 23 No. 2 (2012): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v23i2.29

Abstract

Lembaga pendidikan tertua dalam sejarah pendidikan di Aceh adalah Dayah. Lembaga pendidikan seperti dayah ini di luar Aceh dikenal dengan nama pesantren. Dayah di Aceh terdapat dua model dayah yaitu dayah salafy (tradisional) dimasukkan kedalam lembaga pendidikan non-formal dan dayah terpadu (modern) dimasukkan kedalam lembaga formal. Dalam perjalanan sejarahnya dayah berfungsi sebagai Dayah Sebagai pusat belajar agama dan cendikiawan, melawan penetrasi penjajah, agen pembangunan, lembaga pendidikan bagi masyarakat. Ruang lingkup manajemen dayah yang harus menjadi perhatian para pakar pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan pihak pengelola pendidikan untuk meningkatkan dayah setara dengan lembaga-lembaga pendidikan lain seperti sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi antara lain.
HUKUM KELUARGA PRODUK NEGARA PESPEKTIF USHUL FIQIH Kajian Hukum Islam Normatif, Historis dan Sosiologis Abdul Halim Mushthafa
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 26 No. 1 (2015): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v26i1.204

Abstract

PENERIMAAN MASYARAKAT KEDIRI PADA ACARA MBAHKARSO DI KSTV KEDIRI Amalia Rosyadi Putri
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 27 No. 1 (2016): Jurnal Tribakti
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti (IAIT) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v27i1.259

Abstract


Filter by Year

2009 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 37 No. 1 (2026): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 36 No. 2 (2025): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 36 No. 1 (2025): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 2 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 35 No. 1 (2024): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 34 No. 2 (2023): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 34 No. 1 (2023): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 2 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 33 No. 1 (2022): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 32 No. 2 (2021): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 32 No. 1 (2021): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 31 No. 2 (2020): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 31 No. 1 (2020): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 2 (2019): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 30 No. 1 (2019): Jurnal Tribakti Vol. 29 No. 2 (2018): Jurnal Tribakti Vol. 29 No. 1 (2018): Jurnal Tribakti Vol. 28 No. 2 (2017): Junal Tribakti Vol. 28 No. 1 (2017): Jurnal Tribakti Vol. 27 No. 2 (2016): Jurnal Tribakti Vol. 27 No. 1 (2016): Jurnal Tribakti Vol. 26 No. 2 (2015): Jurnal Tribakti Vol. 26 No. 1 (2015): Jurnal Tribakti Vol. 25 No. 2 (2014): Jurnal Tribakti Vol. 25 No. 1 (2014): Jurnal Tribakti Vol. 24 No. 2 (2013): Jurnal Tribakti Vol. 24 No. 1 (2013): Jurnal Tribakti Vol. 23 No. 2 (2012): Jurnal Tribakti Vol. 23 No. 1 (2012): Jurnal Tribakti Vol. 22 No. 2 (2011): Jurnal Tribakti Vol. 22 No. 1 (2011): Jurnal Tribakti Vol. 21 No. 1 (2010): Jurnal Tribakti Vol. 20 No. 2 (2009): Jurnal Tribakti Vol. 20 No. 1 (2009): Jurnal Tribakti More Issue