cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
ppkn@unismuh.ac.id
Phone
+62411860132
Journal Mail Official
ppkn@unismuh.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Etika Demokrasi
ISSN : 25408763     EISSN : 26154374     DOI : -
JED (Jurnal Etika Demokrasi) bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). JED (Jurnal Etika Demokrasi) berfokus pada Pendidikan & Pembelajaran; Pendidikan Pancasila; Isu-isu Pembelajaran PPKn; Pendidikan Karakter; Hukum dan Kewarganegaraan; Sosial Politik.
Articles 287 Documents
Disciplinary Character Education of Cadets In Merchant Marine Polytechnic (PIP) Makassar Rosnani Rosnani
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 2 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.935 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i2.3446

Abstract

 Abstract. Character education is about educating for character. In other words, it is leveraging education to encourage the development of character for students, and other stakeholders, in the educational context (Murray et al., 2019). This study aims to investigate the implementation of the disciplinary character education of cadets regarding time discipline, to obey the rules, discipline of behavior and worship in PIP Makassar. This research used qualitative descriptive research method. Techniques of data collection were observation, interviews and questionnaires. Population was cadets in the first Semester, second semester, fourth Semester and eighth semester cadets Diploma IV or Bachelor, deck, engine and port shipping management in PIP Makassar. A total population was 1291 respondents (cadets). The number of samples was 130 respondents (cadets) through stratified random sampling technique that is simple random sampling.The implementation of disciplinary character education in PIP Makassar had been running well based on the pattern of cadets parenting and set in the rules of order cadets, the cadets discipline levels were good category based on the results of questionnaire data, it was just supervision still needed to be improved and used the pattern or the method of positive habituation regarding discipline and obedience to the rules, because building disciplinary character education for cadets was hard, it needed an extra process starting from the educational institutions environment by implementing a quality system and positive environment based on the term of characters education. To inhibit undisciplinary had to implement academic sanctions or punishment that deterrent cadets who often made mistakes or acts of disciplinary violations repeatedly so that they can teach lessons for cadets who violate and other cadets who did not violate disciplinary actions.Keywords: character education, discipline, cadetsPendidikan karakter adalah tentang mendidik karakter. Dengan kata lain, memanfaatkan pendidikan untuk mendorong pengembangan karakter bagi siswa, dan pemangku kepentingan lainnya, dalam konteks pendidikan (Murray et al., 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter disiplin taruna tentang disiplin waktu, untuk mematuhi aturan, disiplin perilaku dan ibadah di PIP Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan kuesioner. Populasi adalah kadet di semester pertama, semester kedua, semester keempat dan semester delapan Diploma IV atau Sarjana, Prodi Dek, Mesin dan Manajemen di PIP Makassar. Total populasi adalah 1.291 responden (taruna/i). Jumlah sampel adalah 130 responden (taruna/i) melalui teknik stratified random sampling yaitu simple random sampling. Implementasi pendidikan karakter kedisiplinan di PIP Makassar telah berjalan dengan baik berdasarkan pola pengasuhan taruna dan ditetapkan dalam aturan taruna/i, tingkat kedisiplinan taruna/i adalah kategori baik berdasarkan hasil data kuesioner, hanya saja pengawasan masih diperlukan untuk ditingkatkan dan menggunakan pola atau metode habituasi positif mengenai disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, karena membangun pendidikan karakter disiplin untuk taruna/i sulit, diperlukan proses ekstra mulai dari lingkungan lembaga pendidikan dengan menerapkan sistem kualitas dan lingkungan positif berdasarkan istilah karakter pendidikan. Untuk menghambat ketidakdisiplinan harus menerapkan sanksi atau hukuman akademik yang menghalangi taruna/i yang sering melakukan kesalahan atau tindakan pelanggaran disipliner berulang kali sehingga mereka dapat mengajarkan taruna/i yang melanggar dan taruna/i lainnya yang tidak melanggar tindakan disipliner.Kata Kunci: Pendidikan karakter, disiplin, taruna/i
Collaboration of Pancasila and Civic Education Teachers and Guidance Counseling Teachers in the Developing of Student Characters in Senior High School Monica Tiara; Neviyarni Neviyarni; Mudjiran Mudjiran; Herman Nirwana
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 2 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.821 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i2.3759

Abstract

Abstract. This article aims to establish the collaboration between the Pancasila and Civic Education teacher and the Guidance Counseling teacher in developing the character of students in high school. This article is the result of a descriptive qualitative research study by selecting informants using the purposive sampling method. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data reduction steps and conclusion drawing. The technique for checking the validity of the data is the triangulation of sources. The results showed that the formation of students' character in the school could be carried out optimally if the teacher especially the Pancasila and Civic Education teacher collaborated with the Guidance Counseling teacher. Collaboration is carried out in the form of assignments for the preparation of student activity journals assigned by Pancasila and Civic Education teachers. The activity journal is prepared based on the Guidance Counseling teacher's input after the students conduct counseling related to the reported activity. Through these activity journals, the Pancasila and Civic Education teacher can identify obstacles in character formation and then look for solutions together with the Guidance Counseling teacher.Keywords: Teacher Collaboration,Civic Education, Guidance Counseling, CharacterAbstrak.  Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan kolaborasi yang dilakukan guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Guru Bimbingan Konseling dalam pembentukan karakter siswa di SMA. Artikel ini merupakan hasil kajian penelitian kualitatif deskriptif dengan pemilihan informan menggunakan metode pusposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui langkah-langkah reduksi data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter siswa di Sekolah dapat terlaksana secara optimal jika guru khususnya guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melakukan kolaborasi dengan guru Bimbingan Konseling. Kolaborasi dilakukan dalam bentuk pemberian penugasan penyusunan jurnal aktivitas siswa yang ditugaskan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal aktivitas tersebut disusun berdasarkan masukan guru Bimbingan Konseling setelah siswa melakukan konseling terkait aktivitas yang dilaporkannya. Melalui jurnal aktivitas tersebut guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dapat mengidentifikasi hambatan dalam pembetukan karakter dan kemudian mencari solusi Bersama dengan guru Bimbingan Konseling.Kata Kunci: Kolaborasi Guru, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bimbingan dan Konseling, Karakter
The Hong Kong-China Government's Democratic Instability in terms of the Political Realism Perspective I.G.A.AG Dewi Sucitawathi P
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 5, No 2 (2020): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.867 KB) | DOI: 10.26618/jed.v5i2.3223

Abstract

Abstract. The political stability and governance of a country are greatly influenced by public support and the commitment of public officials to accommodate the people's voice. The chaos that occurred in mainland China from June 2019 until the end of 2020 became a reflection that the political system of government of 'One Country, Two Systems' was a formidable challenge for the Chinese government after the surrender of Hong Kong by the British on July 1, 1997, where China used the communism system and on the other hand, Hong Kong uses a system of liberalism. Hong Kong's strong understanding of freedom makes this region very sensitive on several issues, one of which is legal issues due to the killing of Hong Kong citizens in the country of Taiwan. This article aims to explain the dualism of leadership used by the Hong Kong-China government, which led to anarchism, political instability of the government, and causing the investment climate in Hong Kong-China to decline sharply. The research method used is a qualitative method, with secondary data types taken from journals, book literature, and official websites used to search for theories and data that are vaild. This research shows that political realism in the demonstration case in Hong Kong is proof that the state in this case the central government in Beijing still has the power to always interfere in Hong Kong's domestic affairs.Keywords: Democratic Instability, Political Realism, One Country Two SystemsAbstrak.  Stabilitas politik dan pemerintahan sebuah negara sangat dipengaruhi dukungan masyarakat dan komitmen pejabat publik untuk mengakomodir suara rakyat. Kekacauan yang terjadi di daratan China sejak bulan Juni 2019  hingga akhir tahun 2020 menjadi cerminan bahwa sistem politik pemerintahan ‘Satu Negara, Dua Sistem’ merupakan tantangan berat bagi pemerintah China pasca diserahkannya Hongkong oleh Inggris pada 1 Juli 1997, dimana China menggunakan sistem komunisme, dan dipihak lain Hongkong menggunakan sistem liberalisme. Kuatnya pemahaman Hongkong terhadap kebebasan menyebabkan wilayah ini sangat sensitif dalam beberapa isu, salah satunya isu hukum akibat adanya peristiwa pembunuhan yang dilakukan warga Hongkong di negara Taiwan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dualisme kepemimpinan yang digunakan pemerintah Hongkong-China, yang berujung pada peristiwa anarkisme, instabilitas politik pemerintahan, hingga menyebabkan iklim investasi di Hongkong-China merosot tajam. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif, dengan jenis data sekunder diambil dari jurnal, literatur buku, dan website resmi yang digunakan untuk mencari teori dan data yang vaild. Penelitian ini menunjukkan bahwa realisme politik dalam kasus demonstrasi di Hongkong menjadi bukti bahwa negara dalam hal ini pemerintah pusat di Beijing tetap memiliki kekuasaan untuk selalu ikut campur tangan terhadap urusan dalam negeri HongkongKata Kunci: Instabilitas Demokrasi, Realisme Politik, Satu Negara Dua Sistem
Election Smart House (ESH) as a Pre-Voter Political Education Facility To improve the quality of democracy Hariyanti Hariyanti; Filma Alia Sari
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.3940

Abstract

Abstract. This study aims to describe the Election Smart House (RPP) as a means of pre-voting political education in Pekanbaru City and Dumai City. The study uses a qualitative approach with descriptive methods. Determination of research informants through non-probability sampling techniques with purposive sampling techniques. The data validity testing technique uses triangulation of data sources. The research findings show that pre-voting political education through the use of lesson plans is carried out in two ways, namely (1) a program to disseminate lesson plans to schools. The Election Commission of Pekanbaru City conducted socialization of lesson plans to kindergartens and elementary schools, while junior and senior high schools had not yet done so because of time constraints. While the General Election Commission of Dumai City has never carried out socialization of the RPP to schools, but rather it was carried out in tertiary institutions and; (2) hearings (visits) to the lesson plan. Pre-voter hearing activities have never been conducted in the Pekanbaru City RPP, while the Dumai City RPP has received a one-time visit from the school, namely the Erna City Vocational School in Dumai in December 2019. The RPP as a means of pre-voting political education has not run optimally. This is indicated by the lack of socialization of the RPP to the pre-voters and pre-voter visits to the RPP. In addition, the General Election Commission as the manager of the RPP does not have a special / routine program in educating pre-voters through the use of the RPP. Some efforts are needed to increase the political literacy of pre-voters through the use of RPPs such as the special RPP  program that is carried out periodically through the collaboration of the General Election Commission as the manager of RPPs and schools through PPKn teachers as subjects integrated with electoral and pre-voter visits to RPPs.Keywords: Election Smart House, Political Education, Pre-election, DemocracyAbstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) sebagai sarana pendidikan politik prapemilih di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Penelitian  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan penelitian melalui teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan politik prapemilih melalui pemanfaatan RPP dilakukan melalui dua cara yakni (1) program kegiatan sosialisasi RPP ke sekolah. Komisi Pemilihan Umum Kota Pekanbaru melakukan sosialisasi RPP ke taman kanak-kanak dan sekolah dasar, sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA belum dilakukan karena terkendala waktu. Sementara Komisi Pemilihan Umum Kota Dumai belum pernah melakukan sosialisasi RPP ke sekolah, melainkan dilaksanakan di perguruan tinggi dan; (2) audiensi (kunjungan) ke RPP. Kegiatan audiensi prapemilih belum pernah dilakukan di RPP Kota Pekanbaru, sedangkan RPP Kota Dumai pernah menerima kunjungan sekali dari sekolah yakni SMK Erna Kota Dumai pada Desember 2019. RPP sebagai sarana pendidikan politik prapemilih belum berjalan secara optimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan minimnya sosialisasi RPP kepada prapemilih maupun kunjungan prapemilih ke RPP. Selain itu, Komisi Pemilihan Umum sebagai pengelola RPP tidak mempunyai program khusus/rutin dalam mengedukasi prapemilih melalui pemanfaatan RPP. Diperlukan beberapa upaya untuk meningkatkan literasi politik prapemilih melalui pemanfaatan RPP seperti adanya program khusus RPP yang dilaksanakan secara berkala melalui kerjasama Komisi Pemilihan Umum sebagai pengelola RPP dan sekolah melalui guru PPKn sebagai mata pelajaran yang terintegrasi dengan kepemiluan serta kunjungan prapemilih ke RPP.Kata Kunci: Rumah Pintar Pemilu, Pendidikan Politik, Prapemilih, Demokrasi.
Instilling Civic Disposition Values through Scouting Activities at SMP PAB 9 Klambir Lima Kebun, Deli Serdang Windawati Pinem; Jamaludin Jamaludin; Muhammad Iqbal; Mazwin Lincah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4558

Abstract

Abstract. The research objective was to analyze how scouting activities in extracurricular programs in junior high schools in instilling civic disposition values, in this case the application of citizen character can be implanted through scouting activities, therefore this study focuses on students who are actively involved in scouting activities. This research method is qualitative using case studies which are the object of research are 10 students, school principals, and scout coaches, the results and conclusions of this research are that every scout activity always uses educational elements, implements a simple lifestyle and a pamong system with scout coaches through expertise. exemplary and civic disposition values from extracurricular activities through scouting activities, there are values of responsibility, discipline, love for the motherland and the environment, tolerance, friendship, honesty, independence, creativity, religion, environmental care and social care.Keywords: Extracurricular, Scouting, Civic DispositionAbstrak.  Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana kegiatan pramuka pada program ektrakurikuler di sekolah tingkat menengah pertama dalam menanamkan nilai civic disposition, dalam hal ini penerapan watak warganegara apakah dapat ditanamkan melalui kegiatan pramuka, maka dari itu penelitian ini fokus kepada siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan kepramukaan. Metode penelitian ini kualitatif dengan menggunakan studi kasus yang menjadi objek penelitiannya adalah 10 orang siswa, kepala sekolah, dan pembina pramuka, hasil dan simpulan penelitian ini yaitu setiap kegiatan pramuka selalu menggunakan unsur pendidikan, menerapkan pola hidup sederhana dan sistem pamong dengan Pembina pramuka melalui kepiawaian teladan dan nilai-nilai Civic disposition dari kegiatan ekstrakurikuler melalui aktivitas pramuka terdapat nilai tanggung jawab, disiplin, cinta tanah air dan lingkungan, toleransi, bersahabat, jujur, mandiri, kreatif, religius, peduli lingkungan dan peduli sosialKata Kunci: Ekstrakurikuler, Pramuka, Civic Disposition.
Intervention Councelling Based Multicultural Values In Child Behavior Alleviation Sri Sayekti; Slamet Slamet; Kabri Kabri
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4147

Abstract

 Abstract. The research background describes the social changes that accur in the Indonesian nation-state so rapidly, this is one the reasons it is easy to obtain means of communication and transportation so that if adolescents do not have strong filters they can srore norms and behavior, especially teenagers are very vulnerable to changes that are leads to a form of mischief.  The purpose of this study describes: 1) the factors that cause delinquency in children; 2) forms of child delinquency; 3) how to deal with children's delinquency; 4) implementation of multicultural values-based counseling intervention services; and 5) barriers to service delivery. This type of research is quantitative with a descriptive approach. The research subjects were students  of SMA in Semarang City, while the data collection tools were observation, documentation, interviews, and questionnaires, while the data analysis technique used is descriptive percentages. The results obtained the conclusion that the handling of delinquency in high school children by counseling counseling through the intervention of multicultural values-based counseling services still needs serious attention from various parties and there needs to be a sustainable program, because there are still some counseling teachers who experience obstacles in the implementation of counseling intervention. Then alleviation of children's deviant behavior in the form of delinquency has not been optimal.Keywords: Counseling Intervention, Multicultural Values.Abstrak.  Latar belakang penelitian mendeskripsikan perubahan sosial  yang terjadi di negara-bangsa Indonesia  begitu cepat,  hal ini salah satu sebabnya  adalah mudahnya diperoleh sarana komunikasi dan transportasi sehingga jika remaja tidak memiliki filter kuat dapat melakukan penyimpanan terhadap norma dan perilaku,  apalagi remaja  sangat rentan terhadap perubahan yang mengarah pada  bentuk kenakalan. Tujuan  kajian ini  mendeskripsikan:  1) faktor penyebab kenakalan anak;  2) bentuk kenakalan anak;  3) cara mengatasi kenakalan anak; 4) pelaksanaan layanan intervensi konseling berbasis nilai-nilai multikultural; dan 5) hambatan dalam pelaksanaan layanan. Jenis penelitian digunakan kuantitatif dengan desain deskriptif.  Subjek penelitian adalah peserta didik SMA di Kota Semarang dengan alat pengumpul data observasi, dokumentasi, wawancara, dan angket, sedangkan teknik analisis data digunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa penanganan anak oleh guru BK   melalui intervensi layanan  konseling  berbasis nilai-nilai multikultural masih diperlukan perhatian secara serius dari  berbagai pihak dan perlu ada program tindak lanjut, sebab masih ada sebagian guru BK yang mengalami hambatan dalam pelaksanaan intervensi konseling, maka  pengentasan perilaku menyimpang  anak berupa kenakalan hasilnya belum maksimal.Kata Kunci: intervensi konseling, nilaii-nilai multikultural.
Implementation of Character Education through Learning Pancasila and Citizenship Education in Sungguminasa 1 State Junior High School, Gowa Regency Andi Sugiati; Jumiati Nur; Nurannisah Anwar
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4688

Abstract

 Abstract. The main problem in this study aims to describe the implementation of character education through learning Pancasila and Citizenship Education at Sungguminasa State Junior High School 1, Gowa Regency. This type of research is a qualitative descriptive study. The data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using data reduction steps, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the implementation of character education through learning Pancasila and Citizenship Education in the learning process of Pancasila and Citizenship Education in class VIII.B of the State Junior High School 1 Sungguminasa, Gowa Regency has been implemented by teachers through planning. In learning planning, there is a character value contained in self-development activities including routine, spontaneous and exemplary activities, while learning activities in the Learning Implementation Plan are in Core competencies and Basic Competencies (KD). There are several supporting factors experienced by teachers in learning Pancasila and Citizenship Education, namely, students create comfortable and conducive classes, teachers provide motivation and understanding of the importance of character values, provide role models, advice, rewards and punishments, and teachers create interesting learning and fun through the learning methods Student Active Learning and Collaborative Learning, while the inhibiting factors experienced by teachers in learning Pancasila and Citizenship Education, namely, Not conducive to learning Pancasila and Citizenship Education with student rest periods that make learning Pancasila and Citizenship education hampered and student learning enthusiasm decreases. , and the inadequacy of printed books for students which triggers a lack of interest in reading in students is due to the lack of printed books and this also has an impact on students when they test.Keywords: Character Education, Learning, Pancasila and Citizenship EducationAbstrak.  Masalah utama dalam penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian  deskriptif  kualitatif.  Teknik  pengumpulan  data  yang  digunakan  adalah  wawancara,   observasi,   dan dokumentasi. Teknik analisis  data  dengan  menggunakan  langkah-langkah  reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan  kelas VIII.B Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten  Gowa  telah dilaksanakan  oleh   guru   melalui  perencanaan. Dalam perencanaan pembelajaran adalah adanya nilai karakter yang termuat kegiatan  pengembangan  diri  meliputi kegiatan rutin, spontan dan keteladanan sedangkan kegiatan belajar dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yaitu  pada kompetensi  Inti dan Kompetensi Dasar (KD). Terdapat beberapa faktor pendukung  yang dialami guru dalam  pembelajaran  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   yaitu,  siswa  menciptakan  kelas  yang nyaman dan kondusif,  guru  memberikan  motivasi  dan  pemahaman  tentang pentingnya nilai-nilai karakter, memberikan teladan,  nasihat,  penghargaan  dan hukuman, dan Guru menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan melalui metode pembelajaran Student Active Learning dan Collaborative Learning, sedangkan faktor penghambat yang dialami guru dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   yaitu, Tidak kondusifnya pembelajaran  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   dengan  waktu   istirahat  siswa  yang  membuat  pembelajaran  Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan   terhambat  dan  semangat  belajar   siswa   menurun, dan tidak memadainya buku cetak pada siswa yang memicu kurangnya  minat  baca pada siswa diakibatkan kurangnya buku cetak dan ini juga berdampak pada siswa ketika ulangan.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
Student Character Building through Mentoring Activities at SMP Negeri 1 Solok Selatan Yulinda Etfita; Maria Montessori
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4501

Abstract

 Abstract. This article aims to describe the implementation of the character building program through mentoring activities at SMP Negeri 1 Solok Selatan. This article uses a qualitative descriptive approach with the research subjects consisting of the vice principal of student affairs, mentoring coaches, mentoring administrators, mentors, and mentoring participants. The results of this study indicate that: 1) The mentoring program at SMP Negeri 1 Solok Selatan is carried out with two activities, namely the main activity which is routine every Saturday, and complementary activities for mentoring participants, mentors, and the mentoring management team; 2) There are seven basic character forms produced after participating in mentoring activities at SMP Negeri 1 Solok Selatan. First, increasing the correct understanding of Islam according to the Al Quran and Sunnah. Second, the close brotherhood between mentoring students. Third, the students' ability to advise each other. Fourth, increasing student achievement in the religious, academic and non-academic fields. Fifth, the implementation of congregational worship at the mosque. Sixth, the improvement of students' abilities in reading the Al Quran. Seventh, the realization of good interactions between students and teachers, students and staff, and students and students.Keywords: Character Development; Mentoring Activities; Descriptive ResearchAbstrak.  Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pembinaan karakter melalui kegiatan mentoring di SMP Negeri 1 Solok Selatan. Artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari wakil kepala sekolah bagian kesiswaan, pembina mentoring, pengurus mentoring, mentor, dan peserta mentoring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan program mentoring di SMP Negeri 1 Solok Selatan dilaksanakan dengan dua kegiatan yakni kegiatan utama yang secara rutin setiap hari Sabtu, dan kegiatan pelengkap untuk peserta mentoring, mentor, dan tim pengelola mentoring; 2) Terdapat tujuh bentuk karakter dasar yang dihasilkan setelah mengikuti kegiatan mentoring di SMP Negeri 1 Solok Selatan. Pertama, bertambahnya pemahaman Islam yang benar sesuai dengan Al Quran dan Sunnah. Kedua, eratnya persaudaraan antar siswa mentoring. Ketiga, kemampuan siswa dalam saling menasehati. Keempat, meningkatnya prestasi siswa baik bidang keagamaan, akademik, maupun non akademik. Kelima, pelaksanaan ibadah secara berjamaah di masjid. Keenam, peningkatan kemampuan siswa dalam membaca Al Quran. Ketujuh, terwujudnya interaksi yang baik antara siswa dengan guru, siswa dengan staf, dan siswa dengan siswa.Kata Kunci: Pembinaan Karakter, Siswa, Mentoring
The Relationship Between Students’ Understanding Of The Unitary Republic Of Indonesia And The State Defense Attitude Nanda Lega Jaya Putra
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.3018

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to obtain empirical data about the relationship between students' understanding of the Unitary Republic of Indonesia (Unitary State of the Republic of Indonesia) and the state defense attitude at SMK Al-Bahri Bantar Gebang. This research was conducted on grade X students of Al-Bahri Bantar Gebang Vocational School. The research method used was quantitative descriptive method with correlation study approach. The sample in this study was taken randomly using the Proportional Random Sampling technique with a sample size of 40 respondents. The instrument used was a multiple choice test for variable X and a questionnaire with the type of attitude scale for variable Y. The reliability test results for variable X were 0.968 (0.968 0.444) and Y variable were 0.965 (0.965 0.444). Hypothesis testing is done using Pearson's product moment formula. Obtained r count 0.656 with r table 0.312 (0.656 0.312). Thus it can be concluded that there is a positive relationship between students' understanding of the Homeland with the attitude of defending the country.Keyword: Understanding, Unitary Republic of Indonesia, Defending the Nation  Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris tentang hubungan pemahaman peserta didik tentang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dengan sikap bela negara di SMK Al-Bahri Bantar Gebang. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas X SMK Al-Bahri Bantar Gebang, Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi korelasi. Untuk sampel dalam penelitian ini diambil secara acak menggunakan teknik Proporsional Random Sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen yang digunakan adalah berupa tes pilihan ganda untuk variabel X dan angket dengan jenis skala sikap untuk variabel Y. Hasil uji realiabilitas variabel X sebesar 0,968 (0,968 0,444) dan variabel Y sebesar 0,965 (0,965 0,444). Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan rumus product moment pearson. Diperoleh r hitung 0,656 dengan r tabel 0,312 (0,656 0,312). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara pemahaman peserta didik tentang NKRI dengan sikap bela negara.Kata Kunci : Pemahaman, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bela Negara
Dimensional Analysis of All Units on Intergovernmental Relations Within the Mining Authority (Study on Unlicensed Gold Mining in District of Kuantan Singingi) Khotami Khotami; Nandang Alamsah Deliarnoor; Utang Suwaryo; Neneng Yani Yuningsih
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4497

Abstract

 Abstract. This research is located in Kuantan Singingi Regency which is motivated by the busy activities of gold mining without permits (PETI) carried out by the local community. This is driven by promising income so that these activities are used as a livelihood and a lack of public awareness of the dangers of PETI. In addition, the low level of involvement of government actors and community participation has an impact on the weakness of regulations that form the legal basis for mining activities. This study looks at the relationship between government units that work together in managing gold mining based on their authority. The informants of this study were employees of the Riau Province ESDM Service, members of the Riau DPRD, Kuantan Singingi District Polres staff, DLH employees of Kuantan Singingi Regency and the community. The technique of determining the informants was carried out by purposive method by digging in-depth information according to the characteristics of the study. The data collection technique is done by interview, observation and documentation. The data analysis technique was used by applying a qualitative narrative approach that conveyed the results of the analysis related to PETI. The results of the study found that the importance of local regulations on community mining that involves both provincial and district governments. The weakness of the legal regarding the implementation of gold mining activities must be strengthened by coordinative efforts and cooperation between the provincial government, DPRD and district governments by sharing the perceptions, ideas of each actor.Keywords: All Units, Authority, MiningAbstrak.  Penelitian ini bertempat di Kabupaten Kuantan Singingi yang dilatarbelakangi oleh ramainya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Hal ini didorong oleh penghasilan yang menjanjikan sehingga kegiatan tersebut dijadikan sebagai mata pencaharian dan kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya PETI. Selain itu, rendahnya tingkat keterlibatan aktor pemerintah dan partisipasi masyarakat, berdampak terhadap lemahnya aturan yang menjadi dasar hukum kegiatan pertambangan. Penelitian ini melihat bagaimana hubungan antar unit pemerintah yang bekerjasama dalam mengelola pertambangan emas berdasarkan kewenangan yang dimiliki. Informan penelitian ini yakni meliputi pegawai Dinas ESDM Provinsi Riau, anggota DPRD Riau, Pegawai Polres Kabupaten Kuantan Singingi, Pegawai DLH Kabupaten Kuantan Singingi serta masyarakat. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara purposive dengan menggali informasi secara mendalam sesuai dengan karakteristik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan menerapkan pendekatan narasi kualitatif yang menyampaikan hasil analisis berkaitan dengan PETI. Hasil penelitian mendapati bahwa pentingnya peraturan daerah tentang pertambangan rakyat yang melibatkan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten. Lemahnya payung hukum tentang pelaksanaan kegiatan pertambangan emas harus diperkuat dengan upaya koordinatif dan kerjasama antara pemerintah provinsi, DPRD dan pemerintah kabupaten melalui penyamaan persepsi, ide dari masing-masing aktor.Kata Kunci: All Units, Kewenangan, Pertambangan

Page 8 of 29 | Total Record : 287