cover
Contact Name
Muhajir
Contact Email
ppkn@unismuh.ac.id
Phone
+62411860132
Journal Mail Official
ppkn@unismuh.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Lantai 3, Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar 90221
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Etika Demokrasi
ISSN : 25408763     EISSN : 26154374     DOI : -
JED (Jurnal Etika Demokrasi) bertujuan untuk menyebarkan pemikiran konseptual atau ide, ulasan dan temuan penelitian yang diperoleh di bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). JED (Jurnal Etika Demokrasi) berfokus pada Pendidikan & Pembelajaran; Pendidikan Pancasila; Isu-isu Pembelajaran PPKn; Pendidikan Karakter; Hukum dan Kewarganegaraan; Sosial Politik.
Articles 287 Documents
The Integration Model of the Development of Student Religious Character Education Based on Integrative Morals in Higher Education Rahmat Nur; Suardi Suardi; Nursalam Nursalam; Hasnah Kanji
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4692

Abstract

Abstract. The substance problem in this study is the demoralization of the religious character of students, so it requires a more comprehensive model of strengthening character education. The research objective is to produce an integrated model for the development of moral integrative-based religious character education. The research used a mix-method, namely a combination of qualitative methods and quantitative methods. The qualitative research instrument uses the researcher himself as the main instrument while the quantitative instrument uses a validated questionnaire. Research informants, qualitative research using purposive sampling and random sampling techniques for quantitative research. Data collection techniques using interview techniques, observation techniques, questionnaire techniques and documentation techniques. The stages of qualitative data analysis were carried out by starting to reduce data, display data, and verify data. The results of the research on the integration model of the development of religious character education that has been developed at the University of Muhammadiyah Makassar are integrated with the moral integrative, namely knowing, feeling, sinverbal, action, habitus and culture to instill religious character in students in six moral levels starting from moral knowing, moral feeling, moral. sinverbal, moral action, moral habitus and moral culture at the student and academic community level at the University of Muhammadiyah Makassar.Keywords: Character Education, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, StudentsAbstrak.  Masalah substansi pada penelitian ini adalah demoralisasi karakter religius mahasiswa, sehingga membutuhkan suatu model penguatan Pendidikan karakter yang lebih komprehensif. Tujuan penelitian menghasilkan model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius berbasis integratif moral. Penelitian menggunakan mix-method yaitu metode kombinasi metode kualitatif dan metode kuantitatif. Instrumen penelitian kualitatif menggunakan peneliti sendiri sebagai instrumen utama sedangkan instrumen kuantitatif menggunakan angket, yang sudah divalidasi. Informan penelitian, penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dan teknik random sampling untuk penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, teknik observasi, teknik angket dan teknik dokumentasi. Tahapan analisis data kualitatif dilakukan mulai mereduksi data, mendisplay data, dan melakukan verifikasi data. Hasil penelitian model integrasi pengembangan pendidikan karakter religius yang telah dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Makassar terintegrasi dengan integratif moral yaitu knowing, feeling, sinverbal, action, habitus dan culture untuk menanamkan karakter religius kepada mahasiswa dalam enam tingkatan moral mulai dari moral knowing, moral feeling, moral sinverbal, moral action, moral habitus dan moral culture pada level mahasiswa dan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Makassar.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Moral sinverbal, Moral habitus, Moral culture, Mahasiswa
The Essence of Civil Society in Democracy Saverinus Rio Jama
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4369

Abstract

Abstract. Currently, the role of civil society tends to be stronger in counterbalancing state domination through a democratic system. The state's efforts to create a responsive civil society, namely continuing to instill democratic values based on Pancasila and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This article aims to examine the prospects for civil society in a democracy. This research uses a qualitative descriptive approach with the type of literature study with data sources in the form of journals, books, and working papers that are relevant to deductive, inductive, and comparative data analysis. The results show that civil society in the current democracy frame is seen as being able to balance the dominance of the state in policymaking. However, if we look at it, on the other hand, it is quite difficult for us to argue with the actors and political elites, businessmen, and other elites who are not directly involved with the government so that their role is able to determine the wheels of policy as their output even though it may reduce the legitimacy of the state. This is also when we elaborate with the theory of democracy according to Robeth Dahl, where basically modern democracy today is strongly influenced by the capitalization and liberalization of the market economy sector which has a significant double impact on the prospect of a complete democracy.Keywords: Civil Society, democracy.Abstrak.  Saat ini peran masyarakat sipil cenderung  lebih kuat dalam mengimbangi dominasi negara melalui sistem demokrasi.  Upaya negara mewujudkan masyarakat sipil yang responsif yaitu terus menanamkan nilai demokratis berdasarkan pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Artikel ini bertujuan untuk mengulas tentang prospek masyarakat sipil dalam demokrasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dengan sumber data berupa jurnal, buku-buku, dan working paper yang relevan dengan analisis data deduktif, induktif, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sipil dalam bingkai demokrasi saat ini dipandang mampu mengimbangin dominasi negara dalam penentuan kebijakan. Namun apabila kita cermati dilain sisi  bahwa cukup sulit kita bantah terkait para aktor dan elit politik, pengusaha, dan elit yang lainya secara tidak lansung terlibat dengan pemerintah hingga peran mereka mampu menentukan roda kebijakan sebagai outputnya meski kemungkinan mengurangi legitimasi negara. Hal ini juga apabila kita elaborasi dengan teori deokrasi menurut Robeth Dahl dimana pada dasarnya demokrasi modern saat ini memang kuat dipengaruhi oleh kapitalisasi dan liberalisasi sektor ekonomi pasar yang signifikan berdampak ganda pada prospek demokrasi yang utuh.Kata Kunci: Masyarakat Sipil, demokrasi
Building Tolerance Attitudes Of PPKN Students Through Multicultural Education Courses Jagad Aditya Dewantara; T Heru Nurgiansah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4503

Abstract

Abstract. Lately ethnocentric attitudes or understand the area in the college environment are increasing. Discrimination against Sara is still occurring. If this is continued, it will further create division between the nation's children. This research aims to build tolerance among students to create unity and unity through the provision of Multicultural Education courses. This research uses qualitative methods with technical data collection through observation, interviews, documentation, and literacy studies. The results of this study show that multicultural education courses have managed to form a tolerance attitude among students of Pancasila Education and Citizenship of PGRI University Yogyakarta. Student tolerance is reflected in the implementation of lectures in the classroom, during the work of both individuals and groups, and during the implementation of the Final Semester Exam.Keywords: Tolerance; Student; Multicultural EducationAbstrak.  Akhir-akhir ini sikap etnosentris atau faham kedaerahan di lingkungan perguruan tinggi semakin meningkat. Diskriminasi atas sara masih terjadi. Jika hal ini terus menerus dibiarkan akan semakin menimbulkan perpecahan antar anak bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sikap toleransi dikalangan mahasiswa agar terciptanya persatuan dan kesatuan melalui pemberian mata kuliah Pendidikan Multikultural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tekniik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mata kuliah Pendidikan Multikultural telah berhasil membentuk sikap toleransi dikalangan mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas PGRI Yogyakarta. Sikap toleransi mahasiswa tercermin saat pelaksanaan perkuliahan di kelas, saat pengerjaan tugas baik individu maupun kelompok, dan pada saat pelaksanaan Ujian Akhir Semester.Kata Kunci: Toleransi; Mahasiswa; Pendidikan Multikultural
The Implementation of HOTS-Based PPKn Learning at SMAN 1 Solok Selatan Ewi Herlina; Maria Montessori
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4500

Abstract

Abstract. This article aims to analyze the implementation of HOTS-based PPKn learning at SMAN 1 Solok Selatan and identify supporting and inhibiting factors for HOTS-based PPKn learning at SMAN 1 Solok Selatan and describe the HOTS-based PPKn learning design at SMAN 1 Solok Selatan. The study of the problem and the focus of this research is about Learning Guidance by Pancasila and Citizenship Education Teachers at SMAN 1 Solok Selatan. To Improve Students' High Level Thinking Ability, the research was conducted through a qualitative approach, to obtain in-depth and holistic research results. Qualitative research in this case intends to explore the meaning of the behavior behind human action, in qualitative research the researcher is the main instrument of data collection. The qualitative method is used because it reveals how the teacher's coaching in HOTS-based PPKn learning. The findings in the study revealed that HOTS-based PPKn learning had been implemented which had previously been designed in the learning implementation plan. The HOTS learning implementation learning design had been systematically compiled in the Learning Implementation Plan. HOTS-based PPKn learning is strongly supported by school policies in giving freedom to teachers in determining learning strategies / methods that are in accordance with the learning facilities used in competency attainment as measured through HOTS-based learning evaluations.Keywords: Development, Learning, Pancasila and Citizenship Education, HOTSAbstrak.  Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Pembelajaran PPKn Berbasis HOTS di SMAN 1 Solok Selatan dan mengidentifikasi Faktor pendukung dan penghambat Pembelajaran PPKn Berbasis HOTS di SMAN 1 Solok Selatan serta mendeskripsikan desain pembelajaran PPKn berbasis HOTS di SMAN 1 Solok Selatan. Kajian masalah dan fokus penelitian ini tentang Pembinaan Pembelajaran Oleh Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMAN 1 Solok Selatan Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa maka penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan hasil penelitian secara mendalam dan holistik. Penelitian kualitatif dalam hal ini bermaksud menggali makna perilaku yang berada dibalik tindakan manusia, dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai instrument utama pengumpulan data. Metode kualitatif digunakan karena mengungkapkan bagaimana pembinaan yang dilakukan guru dalam pembelajaran PPKn berbasis HOTS. Temuan dalam penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran PPKn berbasis HOTS telah diterapkan yang sebelumnya telah di rancang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, Desain pembelajaran pelaksanaan pembelajaran HOTS telah disusun secara sistematis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Pembelajaran PPKn berbasis HOTS sangat didukung oleh kebijakan sekolah dalam memberikan kebebasan terhadap guru dalam menentukan strategi/metode pembelajaran yang sesuai dengan fasilitas belajar yang digunakan dalam ketercapaian kompetensi yang diukur melalui evaluasi belajar yang berbasis HOTS.Kata Kunci: Pembinaan, Pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, HOTS
Implementation Of Civil Education As Character Education In Schools Rinita Rosalinda Dewi; Sofyan Sauri; Aceng Kosasih
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.3527

Abstract

Abstract. This study aims to determine how the implementation of civic education as character education in schools, especially at SDN 077 Sejahtera, Bandung. The research focus is on religious character, national spirit, curiosity, responsibility, friendly/communicative, and hard work. This study used a qualitative descriptive-analytical method. The instruments used were observation, interview, and documentation study. The results of this study indicate that (1) Planning the implementation of civic education as character education in schools, especially SDN 077 Sejahtera, has been prepared in learning planning, namely in syllabus and character lesson plans. (2) The implementation of civic education as character education in schools, especially at SDN 077 Sejahtera, namely Civics teachers have implemented and used various learning methods and resources and integrated various characters in activities. (3) Evaluation of the implementation of civic education as character education in schools, especially at SDN 077 Sejahtera, namely the teacher has carried out various assessments such as written tests but is still not maximal in assessing the attitudes of students during the learning process. (4) The constraints on the implementation of civic education as character education in schools, especially at SDN 077 Sejahtera are that learning time is considered very fast so that the assessment of student attitudes is not optimal, and character education at home is lacking, so that character education in schools is also less than optimal.Keywords: Civic Education; Character Education; SchoolAbstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai sebagai Pendidikan Karakter di Persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera, Bandung. Adapun fokus penelitian pada karakter religius, semangat kebangsaan, rasa ingin tahu, tanggung jawab, bersahabat/komunikatif dan kerja keras. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskrptif analitis.  Instrumen yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan implementasi pendidikan keawarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera telah disiapkan dalam perencanaan pembelajaran yaitu dalam silabus dan RPP berkarakter. (2) pelaksanaan implementasi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera yaitu guru PKn telah menerapkan dan menggunakan metode dan sumber belajar yang beragam serta mengintegrasikan berbagai karakter dalam kegiatan. (3) Evaluasi implementasi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera yaitu guru telah melakukan berbagai penilaian seperti tes tulis, tetapi masih kurang maksimal dalam melakukan penilaian terhadap sikap peserta didik selama proses pembelajaran. (4) Kendala implementasi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan karakter di persekolahan khususnya di SDN 077 Sejahtera adalah waktu pembelajaran dianggap sangat cepat, sehingga penilaian terhadap sikap siswa kurang optimal, dan pendidikan karakter dirumah  yang kurang, sehingga pendidikan karakter di sekolah juga kurang optimal.Kata Kunci: Pendidikan kewarganegaraan, Pendidikan karakter,Sekolah
The Impact of Positive Law on Customary Law in Bialo Village, Gantarang District, Bulukumba Regency Arahim Arahim; Auliah Andika Rukman; Mahendratul Ihwan
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4687

Abstract

Abstract. The main problem in this research is that the researcher wants to reveal the impact of positive law on customary law in Bialo Village, Gantarang District, Bulukumba Regency. This type of research is qualitative research which aims to determine the impact of positive law on customary law in Bialo Village, Gantarang District, Bulukumba Regency. The sampling technique was purposive sampling. The data collection techniques used were interviews and documentation. The results of this study indicate that the norms of customary law in the village of Bialo are still valid, including mappatabe, tudang sipulung, marriage, the relationship between humans and God, humans and nature, and humans and humans, boundaries of youth interactions, and customary sanctions. This situation is when we understand in detail. Basically, positive law is a law that binds in general or binds society as a whole. So that the implementation should not conflict with the norms that live in society. Norms that live in society in general can be concluded as a law that lives in the community or customary law so that researchers can conclude that positive law has good and bad impacts on customary law in Bialo Village, Gantarang District, Bulukumba Regency.Keywords: Impact, Positive Law and Customary LawAbstrak.  Masalah utama dalam penelitian ini adalah peneliti ingin mengungkap dampak hukum Positif terhadap hukum adat di Desa Bialo Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui Dampak hukum positif terhadap hukum adat di Desa Bialo Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Teknik pengambilan sampel yaitu  Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Norma-norma hukum adat di desa Bialo masih berlaku di antaranya yaitu mappatabe, tudang sipulung, pernikahan, hubungan antara manusia dengan tuhan, manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia, batasan pergaulan muda-mudi, dan sanksi adat. Keadaan tersebut bila kita memahami secara rinci Pada dasarnya hukum positif adalah hukum yang mengikat secara umum atau mengikat masyarakat pada keseluruhannya. Sehingga dalam pelaksanaan tidak boleh bertentangan dengan norma – norma yang hidup dalam masyarakat. Norma – norma yang hidup dalam masyarakat secara umum dapat disimpulkan sebagai suatu hukum yang hidup dalam masyarakat atau hukum adat sehingga peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa hukum positif memberikan dampak yang baik dan buruk bagi hukum adat di Desa Bialo Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba.Kata Kunci: Dampak, Hukum Positif dan Hukum Adat
Sociological Foundation of Pancasila Education as the Original Identity of Indonesian Society Aris Saputro
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4576

Abstract

Abstract. The purpose of writing this article is to understand the sociological foundation of Pancasila education as the original identity of Indonesian society. A sociological foundation is a foundation that relies on the interaction between individuals with fundamental values in society. Pancasila is described as the norm of ethics because based on Pancasila are moral values. This type of research uses qualitative description. The results of the discussion on the sociological basis of Pancasila education as the original identity of Indonesian society is the basis of a basic or focused explanation contained on an aspect of social sciences that teaches about the values of Pancasila that live and develop in local wisdom customs in Indonesia. Conclusion The sociological foundation of Pancasila as the traditional identity of Indonesian society is Pancasila a formulation of values rooted in the value of values contained and derived from various values in the ethnic group in Indonesia.Keywords: Sociology Foundation; Pancasila Education; Indigenous Tradition IdentityAbstrak.  Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memahami landasan sosiologis pendidikan Pancasila sebagai identitas asli masyarakat Indonesia. Landasan sosiologis merupakan landasan yang bertumpu pada interaksi antar individu satu dengan lainnya dengan nilai-nilai yang fundamental dalam masyarakat. Pancasila dijabarkan sebagai norma etik karena pada dasar Pancasila adalah nilai-nilai moral. Jenis Penelitian ini menggunakan deskripstif kualitatif. Hasil pembahasan pada landasan sosiologis pendidikan Pancasila sebagai identitas asli masyarakat Indonesia yaitu landasan sebuah dasar atau tumpuan penjelasan yang terkandung mengenai suatu aspek ilmu sosial yang mengajarkan tentang nilai-nilai pada Pancasila yang hidup dan berkembang dalam kearifan lokal adat istiadat di Indonesia. Kesimpulan Landasan sosiologis yang berjiwa Pancasila sebagai identitas tradisi masyarakat Indonesia adalah Pancasila sebuah rumusan nilai-nilai yang berakar dalam penghayatan nilai yang terkandung dan berasal dari berbagai nilai pada suku bangsa di Indonesia.Kata Kunci: Landasan Sosiologi; Pendidikan Pancasila; Identitas Tradisi Masyarakat Asli
The Influence of Pancasila and Citizenship Education Teachers in Instilling Moral Ethics to Build National Character in Madrasah Aliyah Syekh Yusuf Sungguminasa Mardiana Mardiana; Musdalifah Syahrir; Nurmutmainnah Nurmutmainnah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 1 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i1.4685

Abstract

Abstract. The objectives of this study were (1) to determine the description of PPKn Teachers in Instilling Moral Ethics at MA Syekh Yusuf Sungguminasa. (2) to know the description of Moral Ethics to Build National Character in MA Syekh Yusuf Sungguminasa. (3) to determine the influence of PPKn teachers in instilling moral ethics to build national character in MA Syekh Yusuf Sungguminasa. The research method used in this research is quantitative research. The population in this study were students of class X IIS 2 MA Syekh Yusuf Sungguminasa consisting of 18 men and 6 women with a total of 24 people. The data collection techniques used were questionnaires and documentation. While the data analysis technique used is descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that the significant value: from the Coefficient table obtained a significance value of, 000 0.05, so it can be concluded that the variable X has an effect on the variable Y. Likewise the t value: it is known that the t value is 4.281 table, 2.064, so it can be concluded that variable X affects variable Y.Keywords: PPKn Teacher, Moral Ethics and National Character.Abstrak.  Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui gambaran Guru PPKn dalam Menanamkan Etika Moral di  MA Syekh Yusuf Sungguminasa . (2) untuk mengetahui gambaran Etika Moral  untuk  Membangun Karakter Bangsa di  MA Syekh Yusuf Sungguminasa . (3) untuk mengetahui Pengaruh Guru PPKn dalam Menanamkan Etika Moral  Untuk  Membangun Karakter Bangsa di  MA Syekh Yusuf Sungguminasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas  X IIS 2 MA Syekh Yusuf Sungguminasa yang terdiri dari 18 laki-kali dan 6 perempuan dengan total 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan dokumentasi. Sementra teknik analis data yang digunakan ialah yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil  penelitian menunjukan bahwa nilai signifikan : dari tabel Coefficient diperoleh nilai signifikansi sebesar ,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y. Begitupun nilai t : diketahui nilai t hitung sebesar 4,281 tabel, 2,064, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X berpengaruh terhadap variabel Y.Kata Kunci: PPKn Teacher, Moral Ethics and National Character.
Improving Civics Learning Achievement Through Giving Initial Assignments in State High Schools Mustapa T
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.5315

Abstract

This research is related to improving students' learning achievement by giving beginning tasks before the material is presented at citizen lesson at grade X SMA Negeri 4 Polewali academic year 2019-2020. The population of this research are the students of four classes, with 144 students. At the same time, the sample consists of two classes with 72 students. This sample divided into two groups, namely the control group and experiment one. The method of this research is an experiment by using t-test data analysis technique. This research shows that the student's learning achievement was taught by giving the Initial Assignments with the mean score 7.81 while the students' learning achievement without Initial Assignments 7.07. It means that the student's learning achievement by giving Initial Assignments is higher than the students' learning achievement without initial Assignments.Penelitian ini berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar siswa dengan memberikan tugas awal sebelum materi disampaikan pada pelajaran warga kelas X SMA Negeri 4 Polewali tahun ajaran 2019-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dari empat kelas yang berjumlah 144 siswa. Sedangkan sampel terdiri dari dua kelas dengan 72 siswa. Sampel ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan teknik analisis data uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa diajar dengan pemberian Tugas Awal dengan nilai rata-rata 7,81 sedangkan prestasi belajar siswa tanpa Tugas Awal 7,07. Artinya prestasi belajar siswa dengan pemberian Tugas Awal lebih tinggi daripada prestasi belajar siswa tanpa Pemberian Tugas Awal.
Construction Of Student's Political Rights About Sexy Killers Showing Fatmawati Fatmawati; Siti Maizul Habibah
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 6, No 2 (2021): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v6i2.3137

Abstract

The purpose of this study was to describe the impact of the presentation of Sexy Killers on the Political Rights of Students of the Faculty of Social Sciences and Law at the State University of Surabaya. The screening of the Sexy Killers film through social media has an impact on the political rights of students where the political rights of these students will determine the political choices made by students. The political choices of students themselves are influenced by the political views of students regarding the Sexy Killers film and the political attitudes of students by giving or not giving voting rights during the 2019 presidential election as a result of the Sexy Killers film. The focus in this research is student suffrage. The method used is a qualitative approach with a case study design. The result of this research is that there is an impact of changing students 'perspectives on politics and students' perspectives on their political choices as a result of the screening of the Sexy Killers film, although many students are pessimistic and disappointed with their political choices so that students choose what is considered good in terms of achievement and track record candidates so that there is also no political choice for golput, although feelings of pessimism and disappointment persist. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dampak penyajian Sexy Killers terhadap Hak Politik Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Pemutaran film Sexy Killers melalui media sosial berdampak pada hak politik mahasiswa dimana hak politik mahasiswa tersebut akan menentukan pilihan politik yang dibuat mahasiswa. Pilihan politik mahasiswa sendiri dipengaruhi oleh pandangan politik mahasiswa terhadap film Sexy Killers dan sikap politik mahasiswa dengan memberikan atau tidak memberikan hak suara pada pemilihan presiden 2019 akibat film Sexy Killers. Fokus dalam penelitian ini adalah hak pilih siswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat dampak dari perubahan cara pandang mahasiswa terhadap politik dan cara pandang mahasiswa terhadap pilihan politiknya sebagai akibat dari pemutaran film Sexy Killers, walaupun banyak mahasiswa yang pesimis dan kecewa dengan pilihan politiknya sehingga agar mahasiswa memilih yang dinilai baik dari sisi prestasi dan rekam jejak calon sehingga juga tidak ada pilihan politik untuk golput, meski perasaan pesimis dan kecewa tetap ada.

Page 9 of 29 | Total Record : 287