JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
24,488 Documents
Urgensi Kreativitas Guru PAUD dalam Memfasilitasi Perkembangan Anak
Zakiyyah, Nurul;
Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.68 KB)
Kreativitas adalah proses untuk menciptakan sesuatu yang baru dari komponen yang sudah ada dengan memperbaharui komponen tersebut sehingga menghasilkan penemuan yang lebih efisien. Cara belajar yang menarik dan bervariatif dapat dihasilkan dari ide-ide yang dimiliki guru. Hal tersebut akan dapat muncul dan terealisasikan jika seorang guru memiliki kreativitas yang tinggi. Supaya aspek-aspek perkembangan anak dapat tercapai dengan optimal maka kreativitas sangat dibutuhkan untuk memfasilitasinya. Pembahasan ini diangkat agar seorang guru mengetahui bahwa kreativitas merupakan hal yang penting untuk dapat memfasilitasi perkembangan anak secara optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sedangkan pendekatan yang dilakukan bersifat deskriptif analisis dan studi literatur dari berbagai sumber.
Penerapan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran di SD Negeri 2 Cisaat
Iskandar, M. Fahmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (140.281 KB)
Penelitian ini bertolak dari rumusan masalah yakni apakah guru SD Negeri 2 Cisaat sudah menerapkan kompetensi pedagogik yang dimiliki dalam penggunaan media pembelajarannya pada siswa SDN 2 Cisaat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan kuesioner. Data dikumpulkan dengan cara survei dengan cara membagikan kuesioner dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada guru untuk dijawab, dapat diberikan secara langsung atau melalui pos atau internet. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa semua guru di SDN 2 Cisaat sudah menerapkan kemampuan pedagogik dalam penggunaan media pembelajaran di Sekolah.
Konsep Pendidikan Keluarga Menurut Ki Hadjar Dewantara
Amaliyah, Sania
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (239.45 KB)
Ki Hadjar Dewantara memandang adanya konsepsi Tripusat Pendidikan yang memiliki peranan besar. Ki Hadjar Dewantara menempatkan pendidikan pertama yaitu dilingkungan keluarga. Terlihat jelas bahwa Ki Hadjar Dewantara sangat peduli dan memperhatikan. Namun di era sekarang ini, hakikat pendidikan kekeluargaan telah menurun, sehingga pendidikan keluarga yang seharusnya dijadikan pendidikan yang utama dan pertama telah berubah menjadi pendidikan yang tidak penting. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan konsep pendidikan dalam keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi pustaka (library research) yang bersumber baik dari buku maupun jurnal-jurnal mengenai konsep pendidikan keluarga menurut Ki Hadjar Dewantara. Hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa Pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang paling mendasar dari pendidikan anak selanjutnya. Pendidikan dalam keluarga tak terlepas dari peran orang tua. Peran orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik berupa makan, minum, pakaian, dan tempat tinggal tetapi tanggung jawab orang tua jauh lebih dari hal tersebut, orang tua harus membimbing, mengasuh daan memberi teladan yang baik bagi anak.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran Tematik Terpadu dengan Menggunakan Model Student Facilitator And Explaining (SFE) di Kelas IV SD Negeri 50 Padang Tongga Kabupaten Agam
Ana, Aa Putri;
Reinita, Reinita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.179 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar peserta didik pada tematik terpadu menggunakan model Student Facilitator And Explaining (Sfe) Di Kelas IV SDN 50 Padang Tongga Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 50 Padang Tongga dengan subjek penelitian yaitu guru dan peserta didik kelas VII. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pada: 1) RPP siklus I diperoleh rata-rata 83,33% (baik) dan siklus II diperoleh rata-rata 94,44% (sangat baik) 2) Pelaksanaan pada aspek guru siklus I diperoleh rata-rata 81,25% (baik) dan pada siklus II diperoleh rata-rata 90,62% (sangat baik), sedangkan pelaksanaan pada aspek peserta didik diperoleh rata-rata 84,37 (baik) dan siklus II diperoleh rata-rata 93,75% (sangat baik). 3) Hasil belajar peserta didik pada siklus I diperoleh rata-rata 76,07 (cukup) dan pada siklus II diperoleh rata-rata 84,63 (baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Student Facilitator And Explaining (Sfe) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran tematik terpadu.
Perkembangan Intelektual pada Usia Sekolah Dasar
Putriana, Sania;
Neviyarni, Neviyarni;
Irdamurni, Irdamurni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.487 KB)
Tulisan ini membahas dan menganalisis perkembangan intelektual pada usia Sekolah Dasar. Seperti yang kita ketahui bahwa perkembangan adalah prosedur berkelanjutan yang diawali semenjak dalam kandungan sampai dewasa. Perkembangan intelektual berhubungan dengan kemampuan kognitif yang dimiliki individu, yaitu potensi dalam memecahkan masalah dan berfikir. Berdasarkan penelitian dengan kajian pustaka yang penulis lakukan, didapatkan hasil siswa sekolah dasar terdapat di bagian operasional konkrit ialah pada usia 7-11 tahun. Inilah yang merupakan suatu argumen mengapa seorang guru dan calon guru penting meninjau perkembangan intelektual siswa sekolah dasar. Manfaat dari penelian ini yaitu dengan pengetahuan guru tentang perkembangan intelektual siswa, dapat diprediksi beragam cara perkembangan siswa, baik itu di sekolah, di rumah maupun masyarakat, selain itu melalui pengetahuan itu bisa memberikan bantuan yang lebih tepat dan lebih baik terhadap anak. Karena perkembangan intelektual adalah bagian utama yang harus diperhatikan sebab perkembangan intelektual adalah landasan pemahaman siswa bagi perkembangan siswa selanjutnya.
Development of English Teaching Materials Based On Minangkabau Tradition in class X SMAN 1 Sungai Puar
Ikhlimah, Ikhlimah;
Miboy, Arif;
Syahrul, Syahrul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (385.622 KB)
The aim of this research is to develop English language teaching materials based on Minangkabau tradition in class X of SMAN 1 Sungai Puar. This research design is R & D research, with ADDIE procedure. This research is the X grade students of SMAN 1 Sungai Puar in the 2018/2019 year. The researcher took sample of class X MIPA 1 as an experimental class. There are several instruments in this research, namely interviews, validation sheets, and tests. After that, the initial test and the final test is carried out in class X MIPA 1 as a sample. It was found that English teaching materials based on Minangkabau local wisdom was current teaching materials that never given before in this school. This teaching materials was practical, effective, and improve students' mastery of English.
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Value Clarification Technique (VCT) Example di Kelas V SD
Ermon, Isra Dumiati;
Reinita, Reinita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Value Clarification Technique (VCT) Example di Kelas V SD. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang, dilakukan di SDN 33 Sawahan karena pada sekolah tersebut buku sumber pembelajaran masih tergolong sedikit. Guru belum pernah menggunakan model VCT Example dalam melakukan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan praktikalitas bahan ajar yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah R&D (Research and Development), dengan menggunakan model pengembangan 4-D. Yang terdiri dari tahap pendefenisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), penyebaran (disseminate). Subjek dari penelitian ini yaitu 3 orang ahli dan 1 guru kelas V serta 22 peserta didik kelas V SDN 33 Sawahan. angket yang digunakan antara lain lembar validasi ahli, angket respon guru dan peserta didik. Tahap peneyebaran dilakukan setelah dilakukannya uji coba di SDN 33 Sawahan. Tahap penyebaran ini juga menggunakan angket praktikalitas dengan respon 1 guru kelas V dan respon 27 peserta didik kelas V. Hasil penelitian bahan ajar yang dikembangkan menunjukkan: (1) Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Value Clarification Technique (VCT) Example di Kelas V SD dinyatakan sangat valid dengan nilai rata rata ahli bahan ajar 88% , ahli materi 88% dan ahli bahasa 93% (2) respon siswa dan guru terhadap Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Value Clarification Technique (VCT) Example di Kelas V SD memperoleh kategori praktis dengan nilai rata rata dari respon siswa 85,22 % dan respon guru 95%. (3) penyebaran yang dilakukan memperoleh hasil respon peserta didik dan guru terhadap Bahan Ajar Tematik Terpadu Berbasis Value Clarification Technique (VCT) Example di Kelas V SD memperoleh kategori praktis dengan nilai rata rata respon siswa 83,70% dan respon guru 95%.
Hubungan Pembelajaran Sains dan Keterlibatan Orang Tua terhadap Kemandirian Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Anakku Sayang Kecamatan X Koto Singkarak
Nurbaiti, Nurbaiti;
Yaswinda, Yaswinda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (316.177 KB)
Penelitian ini di latar belakangi oleh masih banyaknya anak-anak di Taman Kanak-Kanak Anakku Sayang yang masih memiliki tingkat kemandirian yang rendah. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan kemandirian anak melalui pembelajaran sains dan keterlibatan orang tua. Karena kemandirian merupakan faktor penting dalam menentukan masa depan anak kelak. Berdasarkan Penelitian yang akan dilakukan maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Meningkatkan kemandirian anak usia dini (Y) melalui pembelajaran sains sederhana (X1) yang dilakukan disekolah. (2). Memunculkan kesadaran orang tua (X2) agar berpartisipasi dalam peningkatan kemandirian anak (Y) di rumah. (3). Mengetahui manfaat dari pembelajaran sains (X1) dan keterlibatan orang tua (X2) terhadap kemandirian anak (Y). Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode Pengujian Hipotesis Asosiatif. Hipotesis Asosiatif diuji dengan teknik korelasional. Hipotesis Asosiatif no. 1, dan 2 diuji dengan Korelasi Product Moment. Hipotesis no. 3 dengan korelasi ganda. Untuk memprediksi bagaimana pengaruh variabel independen (bebas) terhadap variabel dependen (terikat) maka dianalisis dengan regresi. Berdasarkan hasil instrument kemandirian anak dalam variabel keterlibatan orangtua tergambar bahwa diantara 30 orang terdapat 4 orang anak dengan persentase 33,33 % yang termasuk kategori kemandirian mulai 10, dan 1 orang anak dengan persentase 66,67 % . Sedangkan hasil instrument ke 2 dalam segi pembelajaran sains tergambar bahwa diantara 30 orang terdapat 4 orang anak dengan persentase 26,67 % yang termasuk kategori sering. Hasil instrument ke 3 dalam segi kemandirian anak tergambar bahwa diantara 30 orang terdapat 5 orang anak dengan persentase 26,67 % yang termasuk kategori selalu.
Manajemen Penerimaan Peserta Didik Baru SD Negeri 01 Baringin Anam Kecamatan Baso
Chandra, Asnul;
Agustina, Yana;
Gistituati, Nurhizrah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (41.137 KB)
Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah tentang sistem penerimaan peserta didik baru di SD Negeri 01 Baringin Anam yang hanya melakukan sistem seleksi administratif saja dan peserta didiknya berhasil lulus 100% dan melanjutkan pendidikan di SD Negeri 01 Baringin Anam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen penerimaan peserta didik baru di SD Negeri 01 Baringin Anam Kecamatan Baso. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis datanya adalah reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Teknik untuk mengecek keabsahan datanya adalah dengan teknik trianggulasi dan menggunakan bahan referensi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa pelaksanaan manajemen peserta didik di SD Negeri 01 Baringin Anam Kecamatan Baso adalah. 1. penerimaan peserta didik yang dilakukan dengan sistem seleksi administratif dengan prosedur penerimaannya adalah a. Membentuk panitia, b. rapat panitia penerimaan, c.sosialisasi kesekolah-sekolah, d. Pendaftaran peserta didik, e. seleksi, f. pengumuman calon peserta didik baru yang diterima, g. pendaftaran ulang bagi yang diterima.
Karakteristik Perkembangan Siswa Sekolah Dasar : Sebuah Kajian Literatur
Hayati, Fitri;
Neviyarni, Neviyarni;
Irdamurni, Irdamurni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.825 KB)
Pembelajaran di sekolah dasar memiliki perbedaan dengan proses pembelajaran pada level pendidikan lainnya. Pembelajaran di sekolah dasar mempertimbangkan aspek perkembangan siswa sekolah dasar yang terdiri dari aspek fisik, kognitif dan psiko sosial. Banyaknya pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik pembelajaran akan berdampak terhadap kualitas pembelajaran yang dikembangkan. Oleh sebab itu perlu adanya kajian mengenai karakteristik perkembangan siswa sekolah dasar. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan infromasi mengenai perkembangan siswa sekolah dasar. Metodologi penulisan menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji 25 artikel terkait. Berdasarkan kajian yang telah dipaparkan bahwa ada jenis perkembangan siswa sekolah dasar yang perlu diketahui oleh guru yaitu perkembangan fisik, kognitif dan psikososial. Implementasi siswa sekolah dasar dilihat dari ketiga perkembangan tersebut melahirkan kebutuhan siswa berupa siswa sekolah dasar senang bermain, dasar senang bergerak, menyukai pekerjaan berkelompok, dan menyukai peragaan langsung. Kebutuhan inilah yang menjadi landasan guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran agar dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas.