cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,294 Documents
Pengelolaan Harta Kekayaan Akibat Perkawinan (Akibat Meninggal) Lawalata, Maher Syalal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan dan kematian salah satu pasangan sering kali menghadirkan kompleksitas dalam pembagian harta kekayaan, terutama di Indonesia yang memiliki sistem hukum yang beragam. Dalam konteks ini, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menjadi pijakan hukum utama dalam menentukan pembagian harta setelah kematian salah satu pasangan. Namun, implementasi aturan ini sering kali menimbulkan konflik dan membutuhkan penanganan yang bijaksana. Hal ini disebabkan oleh keberagaman adat dan agama di Indonesia, yang sering kali bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum nasional. Dalam upaya mengatasi konflik yang timbul, meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat menjadi kunci utama. Sosialisasi, pendidikan hukum, dan kampanye penyuluhan menjadi sarana yang efektif untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban mereka dalam konteks pembagian harta warisan. Penguatan kesadaran hukum diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memahami ketentuan hukum yang berlaku dan menemukan solusi yang lebih tepat dan adil dalam menyelesaikan konflik terkait pembagian harta warisan. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan pendekatan mediasi dan penyelesaian alternatif sengketa. Mediasi dapat memberikan ruang bagi pihak-pihak yang bersengketa untuk berdialog dan mencapai kesepakatan yang lebih memuaskan, sambil tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, penerapan aturan hukum terkait pembagian harta kekayaan akibat perkawinan setelah kematian salah satu pasangan dapat menjadi lebih efektif dan berkelanjutan, sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dan keberagaman yang dijunjung tinggi dalam sistem hukum Indonesia.
Menilik Perkembangan Hukum dalam Perlindungan terhadap Profesi Dokter di Indonesia Sabadhini, Elya Dian; Sulaksono, Sulaksono; Nurhartonosuros, Imam Munajat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan hukum bagi dokter di Indonesia dalam menghadapi sengketa medis masih menghadapi berbagai tantangan, meskipun telah ada regulasi yang mengatur seperti Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif perlindungan hukum terhadap dokter dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam kasus sengketa medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran dokumentasi medis dan informed consent dalam melindungi dokter serta untuk menilai efektivitas dukungan dari organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Metode yang digunakan termasuk wawancara dengan dokter yang terlibat dalam sengketa medis, observasi praktik di rumah sakit, dan analisis data mengenai kepatuhan dokumentasi medis serta pelaksanaan informed consent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian hukum, kurangnya dukungan dari institusi kesehatan, dan pelaksanaan informed consent yang tidak optimal menjadi tantangan utama. Dokumentasi medis yang baik dan informed consent yang komprehensif berhubungan dengan penurunan risiko sengketa medis. Selain itu, dukungan hukum dari organisasi profesi seperti IDI dan MKDKI terbukti penting namun seringkali terhambat oleh birokrasi dan keterbatasan sumber daya di daerah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi hukum untuk dokter, perbaikan dukungan internal dari institusi kesehatan, serta reformasi dan penguatan peran organisasi profesi untuk meningkatkan perlindungan hukum terhadap dokter dalam sengketa medis.
Model Pembelajaran Berdiferensiasi Perspektif Al-Qur’an dan Implementasinya Pada Program Pembelajaran Santri Qur’an Center Kepulauan Riau Rahman, Mahadi; Sarnoto, Ahmad Zain
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahawa proses pembelajaran berdiferensiasi pada program pembelajaran santri Qur’an Center Kepulauan Riau, guru atau ustadz harus mampu mengakomodir semua santri dengan bakat masing-masing, dan harus mampu melayani dengan baik selama pembelajaran berlangsung serta mampu mengakui keberagaman santri yang berasal dari latar belakang orang tua yang berbeda, dan memiliki berbedaan dalam bakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni menganalisa obyek penelitian dengan menyelidiki, menemukan, serta menggambarkannya baik secara makro maupun mikro, sehingga menghasilkan data deskriptif berupa model pembelajaran berdiferensiasi kepada santri Al-Qur’an sebagai manusia pembelajar di bidang Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir tematik, yaitu merujuk pada langkah-langkah operasional tafsir tematik yang digunakan oleh al-Farmawi. Tujuannya adalah untuk mengakaji sebuah tema dari tema-tema Al-Qur’an.
Praktik Moderasi Beragama oleh Masyarakat Multikultural di Kawasan Wisata Heritage Bandar Grissee Kota Lama Gresik Safitri, Irma Andriani Aji; Warsono, Warsono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehubungan dengan keberagaman masyarakat multikultural yang berada di Kawasan Wisata Heritage Bandar Grissee membuat aktualisasi moderasi beragama juga memiliki peran penting di dalamnya. Penelitian ini mendiskripsikan mengenai praktik moderasi beragama yang dilakukan oleh masyarakat multikultural yang berada di Kawasan Wisata Heritage Bandar Grissee Kota Lama Gresik baik melalui kegiatan keagamaan maupun kegiatan sosial. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Keberhasilan praktik moderasi beragama oleh masyarakat tak lepas dari tanggung jawab bersama yang dilakukan oleh semua pihak. Kehidupan masyarakat ini selaras dengan Teori Cultural Pluralism: Mosaik Analogy yang memberikan kesempatan yang sama dalam mengekspresikan budaya dan menormalisasikan keberagaman perbedaan agama maupun etnis dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Pada praktik moderasi beragama yang dilakukan oleh masyarakat melalui berbagai macam aktivitasnya. Menjunjung nilai toleransi dan memberikan kekebasan tanpa menghalangi dan mendiskriminasi pihak mayoritas maupun yang minoritas membuat setiap kegiatan dapat memberikan ikatan yang baik untuk setiap kehidupan yang terjalin oleh masyarakatnya.
Rurun Merga Silima dalam Etnik Batak Karo : Kajian Semiotika Sosial Depari, Edi; Tampubolon, Flansius; Sinulingga, Jekmen; Herlina, Herlina; Sinaga, Warisman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1). Mendeskripsikan rurun merga silima dalam etnik Batak Karo. (2). Mendeskripsikan fungsi rurun merga silima dalam etnik Batak Karo. (3). Mendeskripsikan makna rurun merga silima dalam etnik Batak Karo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori semiotika sosial oleh Pateda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Adapun hasil yang didapatkan penulis dari penelitian ini adalah rurun merga silima dalam etnik Batak Karo antara lain sebagai berikut: untuk Karo-karo memiliki 17 sub merga, masing-masing memiliki rurun merga yaitu sekali Riong, kemit Logos, samura Tabong, sitepu Ganding, sinulingga Mangkok, sinuraya Tabong, sinuhaji Logos, sinukaban Cinor, surbakti Gajah, kacaribu Mitut, barus Cinor, bukit Logos, kaban Cinor, ujung Logos, purba Lagat, ketaren Kolam dan gurusinga Pabelo. Untuk Ginting memiliki 16 sub merga, masing-masing memiliki rurun merga yaitu babo Gajut, sugihen Nangkul, suka Mburak, beras Mbayak, anjartambun Kapor, garamata Mburak, jandibata Canggah, pase Gudam, munte Mburak, manik Mangat, sinusinga Mburak, seragih Mburak, jawak Lajor, tumangger Lajor, capah Ciak dan gurupatih Gurah. Untuk Tarigan memiliki 14 sub merga, masing-masing memiliki rurun merga yaitu bondong Batu, jampang Lumbung, gersang Mondan, gana-gana Gombong, pekan Kawas, tambak Turah, purba Batu, sibero Batu, silangit Segar, tegur Batu, tambun Mondan, tua Mondan, gerneng Kawas, dan tendang Kawas. Untuk Sembiring memiliki 19 sub merga, masing-masing memiliki rurun merga yaitu kembaren Ropo, keloko Daram, sinulaki Rontang, sinupayung Ropo, brahmana Kawar, pandia Gobang, colia Kuliki, gurukinayan Pagoh, keling Gawah, pelawi Talah, depari Togong, busuk Jambe, bunuaji Baji, meliala Jemput, maha Pasir, muham Bugan, pandebayang Jemput, sinukapur Bugan dan tekang Jambe. Dan perangin-angin memiliki 18 sub merga, masing-masing memiliki rurun merga yaitu mano Mundong, sebayang Rabun, pencawan Jambor, sinurat Tangko, perbesi Rabun, ulunjandi Ramban, penggarun Guni, pinem Jaren, uwir Sagu, laksa Batonggan, singarimbun Kerangen, keliat Teger, kacinambun Njorang, bangun Teger, tanjung Tuluk, manjerang Batok, namohaji Gudong dan sukatendel Gantang. Fungsi rurun merga silima dalam etnik Batak Karo yaitu memudahkan memanggil seseorang dan pengenalan asal-usul merga seseorang. Makna rurun merga silima dalam etnik Batak Karo berupa pengenalan karakter dari merga seseorang.
Pengaruh Persepsi Masyarakat tentang Minimarket terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Pedagang Pasar Tradisional Cikupa Kabupaten Tangerang Damayanti, A.; Afrizal, S.; Kuntari, S.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Kecamatan Cikupa memiliki 1 pasar tradisional yang cukup terkenal, yaitu pasar Cikupa. Modernisasi memicu munculnya berbagai minimarket di kecamatan ini. Berdasarkan hasil observasi terdapat banyak minimarket yang ada di sekitar pasar Cikupa. Hal ini dapat menjadi masalah karena memicu persaingan yang tidak sehat, baik dengan minimarket maupun antar pedagang di pasar Cikupa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi masyarakat tentang minimarket terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang di pasar tradisional Cikupa. Adapun metode yang digunakan adalah metode kuantitatif kausal dengan jenis survey dengan menggunakan angket untuk mengumpulkan data primer penelitian. Teknik analisa data pada penelitian ini akan dipaparkan melalui statistik deskriptif dan inferensial. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, persepsi masyarakat tentang minimarket berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang di pasar tradisional Cikupa sebesar 60%.
Strategi Pengembangan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Internet di Kabupaten Tanah Datar Indriani, Laras; Sadad, Abdul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi serta hambatan dalam pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis internet di Kabupaten Tanah Datar. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1. Masih terdapat beberapa nagari atau jorong yang tidak memiliki jaringan internet (blankspot), 2. Jaringan internet yang belum optimal di beberapa daerah. Konsep teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep strategi publik yang dikemukakan oleh Geoff Mulgan. Indikator dalam penelitian ini meliputi Tujuan, Lingkungan, Pengarahan, Tindakan dan Pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap sejumlah informan. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa strategi pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis internet yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tanah Datar belum berjalan dengan baik. Dari hasil penelitian juga ditemukan data bahwa ada dua faktor yang menjadi hambatan dalam pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis internet yaitu faktor wilayah daerah Tanah Datar yang memiliki kontur tanah berbukit dan bergelombang serta faktor ekonomi membangun menara telekomunikasi yang cukup besar. Dengan adanya pemahaman mengenai strategi pengembangan jaringan telekomunikasi berbasis internet di Kabupaten Tanah Datar diharapkan dapat terus berjalan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakat.
Penerapan Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Pada Pembelajaran Lompat Jauh SMA Negeri 6 Semarang Putra, Fiki Maulana; Setyawan, Danang Aji
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan dan mengetahui tentang penerapan media audio visual untuk meningkatan kemampuan numerasi pada pembelajaran lompat jauh SMA Negeri 6 Semarang. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimental design. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Semmarang, dengan jumlah sebanyak 36 siswa, yang terdiri dari 18 anak dikategorikan ke kelas kontrol dan 18 anak dikategorikan menjadi kelas eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one group pre-test post-test. Tahapan dalam penelitian ini dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap pertama merupakan tahap pre lapangan, tahap kedua yaitu pengamatan proses pembelajaran, serta melakukan pengumpulan data, tahap ketiga analisis data, serta tahap keempat yaitu membuat laporan tertulis dari penelitian yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ttabel pada uji t-test for equality of means dengan taraf signifikan kedua kelas menunjukkan bahwa untuk nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 > 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dari hipotesis dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata dari nilai posttest baik dari kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapakan media audio visual yang berisi tentang pembelajaran lompat jauh menjadikan siswa menjadi lebih antusias dalam pembelajaran.
Promosi kesehatan tentang Lingkungan yang Baik untuk Pencegahan ISPA Januarista, Afrina; Antini, Aa Ade Wiwin; Nursakina, Fina; Liliani, Agata; Lestari, Siti Ayu Citra; Indriyani, Sri; Annisya, Annisya; Wiratma, Putri; Istiana, Istiana; Lagarata, Liswana A; Para, Nur Aviva S
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit yang tersebar luas dengan gejala ringan hingga berat dan merupakan penyebab utama kematian pada anak balita. Pada penderita ISPA terpicu respon imun yang diikuti dengan penurunan aktivitas mediator sehingga terjadi peningkatan sekresi dan tidak efektifnya bersihan jalan napas. Layanan promotif, yang mencakup upaya pendidikan, kebijakan, dan organisasi untuk meningkatkan kesehatan, terutama disediakan oleh Puskesmas. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pencegahan ISPA. Metode yang diterapkan meliputi ceramah interaktif dan sesi tanya jawab. Upaya sosialisasi ini membuahkan hasil berupa peningkatan pencegahan dan pengetahuan masyarakat mengenai ISPA. Edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan dari puskesmas dan petugas kesehatan setempat mengenai kesehatan pernafasan sangat diperlukan. Kesimpulannya, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya ISPA sangat penting bagi kesehatannya dan menjaga kesehatan pada anaknya di masa tumbuh kembangnya.
Penerapan Pembelajaran Pencak Silat Berdeferensiasi dengan Metode PJBL pada PJOK Kelas VII C SMP Negeri 2 Semarang Rahma, Septia Laila; Herlambang, Tubagus; Juwahir, Juwahir
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan mengembangkan sistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemampuan peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi, yang mempertimbangkan kebutuhan dan latar belakang siswa, diterapkan melalui analisis angket atau wawancara. Di sisi lain, Project-Based Learning (PJBL) mendorong siswa untuk aktif dalam eksplorasi dan penyelesaian proyek yang bermakna. Penelitian ini fokus pada optimalisasi pembelajaran PJOK materi pencak silat dengan metode pembelajaran berdiferensiasi dan PJBL di kelas VII C SMP Negeri 2 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang jelas dalam penguasaan tendangan, pukulan, sikap kuda-kuda, dan tangkisan/elakan, menunjukkan efektivitas pembelajaran yang diterapkan. Diharapkan, penelitian ini dapat meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran pencak silat, mendorong kerjasama antar peserta didik, dan mengurangi kesulitan yang dihadapi siswa. Dengan demikian, tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai harapan, memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan relevan.