JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
26,400 Documents
Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Mengembangkan Kemampuan Kreativitas Anak Kelompok B di RA Ar-Ridwan Panggalo
Hasriani H;
Siti Hardianti;
Zulkifli Zulkifli
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42024
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan menanam kangkung di halaman sekolah dalam mengembangkan kemampuan kreativitas anak Kelompok B di Raudhatul Athfal Ar-Ridwan Panggalo. Penelitian dilatarbelakangi oleh perlunya pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, mengemukakan gagasan, dan menghasilkan karya melalui pengalaman langsung. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menanam kangkung melalui pembelajaran berbasis proyek mampu mengembangkan kreativitas anak pada aspek gagasan, sikap, dan karya. Anak lebih percaya diri, memiliki rasa ingin tahu, mampu mengemukakan ide, menjelaskan proses kegiatan secara runtut, menghasilkan karya, serta menceritakan pengalaman selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek melalui kegiatan menanam kangkung dapat mengembangkan kemampuan kreativitas anak.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Tarian Mallake Adat Pappuangan Padang Desa Ongko Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar
Megawati H;
Suddin Bani;
Saddam Husain
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42025
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Tarian Mallake adat Pappuangan Padang serta menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya di Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, historis, dan antropologi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, tokoh agama, tokoh budaya, dan sando. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tarian Mallake meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutupan yang diawali serta diakhiri dengan doa sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt. Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tarian ini meliputi nilai akidah melalui keyakinan kepada Allah Swt., nilai akhlak yang tercermin dalam sikap saling menghormati dan gotong royong, serta nilai ibadah yang diwujudkan melalui doa bersama. Tarian Mallake tetap menjadi warisan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.
Relevansi Epistimologi Keilmuan dalam Tradisi Aswaja terhadap Perkembangan Teknologi
Saiful Falah;
Deden Alhikmatullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42026
Perkembangan teknologi di era digital membawa disrupsi besar yang tidak hanya mengubah tatanan sosial tetapi, juga menantang nilai-nilai moral dan keagamaan. Di Tengah arus modernitas ini, tradisi epistimologi keilmuan Ahlussunnah wal jama’ah (ASWAJA) yang berbasis pada moderasi (tawassuth), keseimbangan (tawazun), toleransi (tasamuh), dan keadilan (I’tidal) sering kali dianggap trasional dan terpisah dari kemajuan eksternal. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-filosofis. Data dikumpulkan dari berbagai literatur primer da sekunder terkait epistimologi ASWAJA, filsafat ilmu, dan sosiologi teknologi yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi dan komparatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa epistimologi ASWAJA memiliki relevansi yang sangat kuat dan kontekstual terhadap perkembangan teknologi. Integrasi antara dalil naqly dan aqly dalam tradisi ASWAJA mampu melahirkan kerangka etis bioetika dan tekno etika yang memadu pemanfaatan teknologi agar tetap mashlahat tidak destruktif. Prinsip al-muhafadzah ‘ala qodimi shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (merawat tradisi lama yang baik dan mengambil inovasi yang lebih baik) menjadi fondasi teologis filosofis yang adaptif. Dengan demikian tradisi ASWAJA tidak menolak teknologi melainkan bertindak sebagai Kompas moral dan filter kritis agar disrupsi teknologi dapat diarahkan demi kesejahteraan kemanusiaan.
Shalat Berjamaah sebagai Media Pendidikan Hak Asasi Manusia: Internalisasi Nilai Kesetaraan, Solidaritas, dan Inklusivitas dalam Kehidupan Keagamaan Masyarakat
Afdal Afdal;
Fauzi Rahman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42027
Shalat berjamaah selama ini dipahami sebagai bentuk ibadah yang memiliki dimensi spiritual antara manusia dengan Tuhan. Namun, praktik tersebut juga memiliki dimensi sosial yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM), seperti kesetaraan, solidaritas, penghormatan terhadap sesama, dan inklusivitas. Artikel ini bertujuan menganalisis peran shalat berjamaah sebagai media pendidikan HAM dalam membangun kesadaran sosial masyarakat Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis terhadap literatur mengenai pendidikan HAM, pendidikan Islam, serta konsep sosial dalam ibadah berjamaah. Hasil kajian menunjukkan bahwa shalat berjamaah menjadi ruang pembelajaran sosial yang menginternalisasikan nilai kesetaraan melalui penyatuan posisi jamaah tanpa membedakan status sosial, solidaritas melalui hubungan kolektif antarjamaah, serta inklusivitas melalui keterbukaan ruang ibadah bagi seluruh anggota masyarakat. Dengan demikian, shalat berjamaah tidak hanya memiliki fungsi ritual, tetapi juga berperan sebagai instrumen pendidikan nilai kemanusiaan yang mendukung terbentuknya masyarakat yang menghargai martabat setiap individu.
Transformasi Politik Australia dalam Mewujudkan Pemerintahan Demokratis Modern
Gusti Ayu Putu Raka Puspa Sari;
Ni Putu Yuniarika Parwati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42028
Transformasi politik di Australia menuju bentuk pemerintahan demokratis adalah sebuah perjalanan sejarah yang terjadi secara perlahan melalui perubahan dalam lembaga-lembaga, tetapi analisis yang menggabungkan warisan kolonial, pembentukan federasi, reformasi politik, dan perubahan sosial dalam satu kerangka kajian masih sangat terbatas. Hal ini mengakibatkan pemahaman tentang cara konsolidasi demokrasi di Australia belum sepenuhnya jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses transformasi politik di Australia menuju pemerintahan demokratis dari sudut pandang historical institutionalism. Metodologi yang digunakan adalah penelitian sejarah melalui langkah-langkah heuristik, analisis sumber, interpretasi, dan historiografi, yang dikombinasikan dengan pendekatan kualitatif-analitis atas berbagai sumber primer dan sekunder. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa evolusi politik Australia terjadi secara bertahap melalui interaksi antara warisan kolonial Inggris, pembentukan Federasi Australia pada tahun 1901, penguatan sistem parlementer Westminster, reformasi pemilu, perkembangan sistem partai, serta independensi peradilan yang didorong oleh dinamika sosial-politik yang semakin inklusif. Sintesis dari hasil penelitian menciptakan model transformasi politik yang menjadikan warisan kelembagaan kolonial sebagai landasan untuk proses konsolidasi demokrasi melalui adaptasi lembaga yang berkesinambungan. Penemuan ini memperkaya kajian dalam sejarah politik dan demokratisasi serta memberikan kerangka analisis yang dapat diterapkan pada penelitian transformasi politik di negara-negara federal dan negara-negara Persemakmuran lainnya.
Penerapan Teknologi AI (Artificial Intelligence) dalam Pembelajaran Pesantren
Syamsul Rizal;
Deden Alhikmatullah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42029
Integrasi Teknologi Artififcial Intelligence (AI) kini menjadi keniscayaan bagi pesantren untuk menjaga relevansi kurikulum dan meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Namun trasformasi dari metode konvensional sorogan dan bendongan ke sistem AI menghadapi tantangan unik. Mulai dari kesiapan infrastruktur hingga kekhawatiran akan bergesernya nilai spiritualitas hubungan santri dengan kiai dan ustadz. Penelitian ini menggunakan metode library research atau penelitian kepustakaan. Metode ini didasarkan pada pengumpulan dan analisis bersumber dari literatur, buku, artikel jurnal, publikasi ilmiah, dan sumber-sumber lain yang relevan. Melalui penelitian ini didapatkan penjelasan tentang penerapan teknologi AI dalam pembelajaran Pesantren sebagai inovasi pembelajaran pesantren. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pendekatan inovasi teknologi yang didukung AI dalam pembelajaran sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovasi pembelajaran yaitu 1) adaptif, 2) asistensi teknologi, dan 3) manajemen pembelajaran. Terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan literasi digital, dan resistensi terhadap perubahan. Peluang besar untuk mengatasinya melalui pendekatan strategis. AI membantu beradabtasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri. AI sebagai alat bantu dan tidak sepenuhnya menggantikan peran pengajar dalam menanamkan nilai-nilai moral dan karakter itu relevan dalam pembelajaran yang berinovasi.
Studi Dukungan Kebijakan Legislatif: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wonogiri terhadap Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Wonogiri
Irma Wahyu Verahma;
Lery Prasetyo;
Ngadat Ngadat
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42030
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan kebijakan legislatif DPRD Kabupaten Wonogiri terhadap pengembangan sektor pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap anggota Komisi II DPRD serta studi literatur kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPRD telah memberikan dukungan melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Namun, efektivitas kebijakan masih terkendala oleh keterbatasan fiskal daerah, infrastruktur yang belum memadai, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Meskipun demikian, DPRD menunjukkan komitmen terhadap kebijakan yang partisipatif dan inovatif. Diperlukan penguatan regulasi, peningkatan alokasi anggaran, serta kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Wonogiri.
UNCLOS 1982 sebagai Konstitusi Laut Internasional: Analisis Yuridis atas Tumpang Tindih Klaim Maritim dan Penyelesaian Sengketa Laut Cina Selatan
Suryajaya Hakim;
Sekar Galuh Ardelia;
Akmalia Salsabila;
Michel Priscila;
Rama Fachreza Aleaputra;
Talitha Maheswari Ning Atmojo;
Luthy Yustika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42033
Laut China Selatan merupakan awasan maritim strategis yang menjadi jalur perdagangan internasional sekaligus menyimpan potensi sumber daya alam melimpah. Nilai strategis ini memicu sengketa berkepanjangan antara klaim historis China melalui garis awasan putus-putus dengan klaim berbasis hukum laut modern yang diajukan negara-negara ASEAN sesuai ketentuan UNCLOS 1982. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum awasani dengan statute approach, conceptual approach, dan case approach untuk menganalisis awasa penyebab sengketa, relevansi UNCLOS 1982, serta mekanisme penyelesaian yang efektif. Hasil analisis menunjukkan bahwa klaim historis China tidak memiliki dasar hukum yang sah karena bertentangan dengan prinsip fundamental UNCLOS bahwa daratan menguasai laut. Pasal 76 UNCLOS menegaskan batas landas kontinen sejauh 200 mil laut, sementara Pasal 122 dan 123 mewajibkan kerja sama antarnegara di laut setengah tertutup. Mekanisme awasanic melalui DOC 2002 terbukti lemah karena sifatnya tidak mengikat, sedangkan jalur yudisial melalui Arbitrase Lampiran VII UNCLOS, seperti kasus Philippines v. China tahun 2016, memberikan kepastian hukum yang mengikat meskipun menghadapi tantangan implementasi. Kesimpulannya, kombinasi antara solidaritas ASEAN dalam mendorong terbentuknya Code of Conduct yang mengikat serta pemanfaatan mekanisme penyelesaian sengketa wajib di bawah UNCLOS merupakan strategi paling efektif untuk menciptakan stabilitas hukum dan keamanan di awasan Laut China Selatan.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa tentang Sistem Pernapasan Manusia melalui Penggunaan Model Organ Pernapasan Pada Siswa Kelas IV SD
Siti Safinatus Sa’adah;
Selma Putri Kamila;
Syifa Nabilah;
Nida’un Khoviah;
Mawardi Mawardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42035
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem pernapasan manusia melalui penggunaan model organ pernapasan di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model organ pernapasan mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada setiap siklus. Nilai rata-rata meningkat dari 61,1 pada prasiklus menjadi 75,6 pada siklus I dan 88,9 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 44,4% pada prasiklus menjadi 77,8% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Penggunaan model organ pernapasan juga meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang bersifat abstrak. Dengan demikian, model organ pernapasan efektif digunakan sebagai media pembelajaran IPAS untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik sekolah dasar.
Analisis Kinerja Keuangan PT Mandom Indonesia Tbk ditinjau dari Rasio Likuiditas, Profitabilitas, dan Solvabilitas Periode 2020–2024
Heriyati Chrisna;
M. Rafi Akbar Dirja;
Natasya Rotua Nababan;
Priskila Tafonao;
Annisa Nur Ramadhani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42036
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) periode 2020-2024 yang ditinjau dari rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menarik di mana TCID, sebagai perusahaan pada sektor consumer non-cyclicals yang cenderung defensif terhadap tekanan ekonomi, justru mengalami kerugian signifikan pada tahun 2024 setelah sebelumnya mencatatkan pemulihan laba yang cukup besar pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan TCID periode 2020-2024 yang diperoleh melalui Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan. Rasio yang digunakan meliputi Current Ratio (CR) untuk likuiditas; Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE) untuk profitabilitas; serta Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) untuk solvabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) selama periode penelitian secara konsisten berada jauh di atas standar rata-rata industri meskipun menunjukkan tren fluktuatif dan cenderung menurun. Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) menunjukkan tren kenaikan yang konsisten namun masih berada di bawah standar industri, sehingga struktur permodalan perusahaan tetap tergolong sehat. Sementara itu, ketiga rasio profitabilitas menunjukkan pola yang konsisten, yaitu kondisi merugi pada 2020-2021, membaik pada 2022-2023, kemudian kembali memburuk secara tajam pada 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan kinerja keuangan TCID pada tahun 2024 bersumber dari tekanan profitabilitas, bukan dari kelemahan struktural pada aspek likuiditas maupun solvabilitas.