cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 26,400 Documents
Pengaruh Gaya Hidup Belanja, Dompet Digital, dan Paylater terhadap Perilaku Pembelian Impulsif Pada Pengguna Shopee di Kabupaten Sidoarjo Andre Surya Rahman; Gusti Adriansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42000

Abstract

Penelitian kuantitatif dengan desain survei ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya hidup belanja, dompet digital, dan paylater terhadap perilaku pembelian impulsif pada pengguna Shopee di Kabupaten Sidoarjo secara simultan maupun parsial. Sampel penelitian berjumlah 90 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa variabel Gaya Hidup Belanja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pembelian Impulsif (thitung 3,371 > ttabel 1,988; Sig 0,001). Sebaliknya, variabel Dompet Digital ditemukan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Perilaku Pembelian Impulsif (thitung -3,167 > ttabel 1,988; Sig 0,002), yang mengindikasikan bahwa transparansi saldo digital berperan sebagai instrumen kontrol diri bagi konsumen. Sementara itu, variabel PayLater berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perilaku Pembelian Impulsif (thitung 3,725 > ttabel 1,988; Sig 0,000). Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Pembelian Impulsif (Fhitung 10,999 > Ftabel 2,71; Sig 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,252 menunjukkan bahwa kontribusi Gaya Hidup Belanja, Dompet Digital, dan PayLater dalam menjelaskan variasi Perilaku Pembelian Impulsif adalah sebesar 25,2%.
Peran dan Kewenangan yang Dipertuan dalam Kepemimpinan Adat Kinali Pasaman Barat Menurut Fiqh Siyasah Irma Handayani; Beni Firdaus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42001

Abstract

Kepemimpinan adat di Indonesia, khususnya di Minangkabau, memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat. Salah satu bentuk kepemimpinan adat tersebut adalah Yang Dipertuan di Nagari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kewenangan Yang Dipertuan dalam kepemimpinan adat Kinali serta meninjau kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip fiqh siyasah dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi langsung, dan studi pustaka. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Yang Dipertuan Kinali, tokoh adat, masyarakat Kinali, dan pihak terkait lainnya. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk memahami realitas sosial, peran, serta hambatan yang dihadapi oleh Yang Dipertuan Kinali dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin adat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara struktural, Yang Dipertuan memiliki peran strategis dalam kepemimpinan adat, seperti menyelesaikan sengketa, menjaga hukum adat, dan memfasilitasi musyawarah. Namun dalam praktiknya, sebagian masyarakat merasakan bahwa peran tersebut tidak optimal karena keterbatasan partisipasi langsung Yang Dipertuan dalam kehidupan masyarakat. Tinjauan Fiqh Siyasah terhadap Peran dan Kewenangan Yang Dipertuan Kinali Dalam Kepemimpinan Adat Kinali menunjukkan bahwa Yang Dipertuan Kinali dalam menjalankan peran dan kewenangannya sudah sesuai dengan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam fiqh siyasah yaitu dengan menjalankan prinsip pemimpin yang adil dan bijaksana, prinsip musyawarah, dan prinsip mengutamakan kemaslahatan masyarakat.
Implementasi Papan Perkalian untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi Siswa di SD Negeri 63 Buton La Sahija; Tely Darmawansyah; Ade Minarti; Hanisu Hanisu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42002

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa sekolah dasar, khususnya pada materi perkalian, masih menjadi permasalahan karena pembelajaran cenderung berorientasi pada hafalan dan belum didukung media yang mampu memfasilitasi pemahaman konseptual. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa kelas IV SD Negeri 63 Buton, sehingga diperlukan media pembelajaran yang konkret, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan media Papan Perkalian untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas IV SD Negeri 63 Buton. Metode yang digunakan berupa pendampingan pembelajaran secara langsung terhadap 30 siswa selama Mei–Juni 2026 melalui tahapan sosialisasi dan demonstrasi media, praktik penggunaan secara berkelompok, serta evaluasi kemampuan numerasi secara mandiri. Keberhasilan kegiatan dievaluasi berdasarkan pemahaman konsep media, keterampilan menggunakan media, dan hasil penyelesaian soal perkalian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami fungsi dan cara penggunaan Papan Perkalian dengan baik, berpartisipasi aktif dalam pembelajaran kelompok, serta mampu menyelesaikan soal perkalian secara mandiri dengan tingkat ketepatan yang tinggi dan waktu penyelesaian yang lebih cepat. Temuan ini menunjukkan bahwa Papan Perkalian efektif sebagai media pembelajaran konkret untuk meningkatkan kemampuan numerasi, memperkuat pemahaman konsep perkalian, serta menciptakan pembelajaran matematika yang lebih aktif, menarik, dan bermakna.
Tingkat Kepatuhan Pasien BPJS terhadap Obat Antidiabetes di Apotek Segar Sehat Gorontalo Intan Iti; Rudy Mardianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42003

Abstract

Peningkatan kasus diabetes melitus (DM) di Kota Gorontalo memerlukan evaluasi pola pelayanan kefarmasian, khususnya bagi pasien BPJS. Ketidaktepatan pemilihan antidiabetes dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan pasien BPJS terhadap obat antidiabetes di Apotek Segar Sehat Gorontalo. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data resep periode Februari sampai Mei 2026 dikumpulkan secara retrospektif menggunakan purposive sampling dengan total 105 sampel. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale. Mayoritas pasien adalah perempuan (68,57%) dan berusia di atas 65 tahun (35,24%). Pola peresepan kombinasi dua obat (Glibenklamid dan Metformin) paling mendominasi (56,19%). Evaluasi kepatuhan menunjukkan 39,05% pasien berada pada kategori kepatuhan sedang. Tingkat kepatuhan pasien terhadap obat antidiabetes didominasi oleh terapi kombinasi Glibenklamid dan Metformin, dengan tingkat kepatuhan penggunaan obat pasien BPJS mayoritas berada pada kriteria sedang.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Materi Siklus Air Melalui Game Edukasi Wordwall Pada Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar Mawardi Mawardi; Algifari Algifari; Alya Atsa; Siti Nur Anisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi siklus air melalui penerapan game edukasi Wordwall pada peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas delapan peserta didik kelas IV sekolah dasar di wilayah Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan game edukasi Wordwall mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi siklus air. Nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 62,5 pada tahap pra siklus menjadi 75,6 pada siklus I, kemudian meningkat kembali menjadi 88,9 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 12,5% pada tahap pra siklus menjadi 62,5% pada siklus I dan 87,5% pada siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, penggunaan game edukasi Wordwall juga meningkatkan keaktifan, motivasi, dan antusiasme peserta didik selama proses pembelajaran. Dengan demikian, game edukasi Wordwall dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi siklus air di kelas IV sekolah dasar.
The Philosophy of Language as a Framework for Clarity, Meaning, and Critical Thinking: A Discourse Analysis Mashuri Mashuri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42005

Abstract

Bahasa membangun dan memfasilitasi pemikiran dan realitas sosial, namun ambiguitas semantik, kebingungan konseptual, dan manipulasi retorika semakin marak dalam wacana akademik, publik, dan pendidikan saat ini. Bahkan dengan adanya metode filosofis canggih untuk analisis makna linguistik, kesenjangan antara filsafat bahasa sebagai studi akademik dan penggunaannya secara praktis dalam konteks komunikasi profesional dan pendidikan tetap sangat besar. Studi ini bertujuan: (1) untuk mengidentifikasi dan mengartikulasikan manfaat inti dari mempelajari filsafat bahasa untuk praktik komunikatif; (2) untuk memeriksa bagaimana kerangka kerja filosofis teori permainan bahasa Wittgenstein, teori tindak tutur Austin, dan teori intensionalitas Searle dapat dioperasionalkan untuk meningkatkan kejelasan, makna, dan pemikiran kritis dalam wacana akademik, publik, dan pendidikan; dan (3) untuk mengusulkan Kerangka Kerja Filosofis-Linguistik Terintegrasi (IPLF) yang menyatukan sumber daya teoretis ini ke dalam model analitis dan pedagogis yang koheren. Metodologi penelitian yang diadopsi adalah analisis wacana kualitatif. Korpus penelitian ini diambil sampelnya secara purposif dan terdiri dari tiga puluh teks, yang dibagi rata menjadi tiga domain: tulisan akademis, wacana kebijakan publik, dan komunikasi pendidikan. Teks-teks tersebut dianalisis melalui lensa interpretatif teori permainan bahasa Wittgenstein (1953), teori tindak tutur Austin (1962), dan teori intensionalitas Searle (1969). Pengkodean sistematis mengungkapkan contoh-contoh ketidakpastian semantik, kegagalan ilokusi, dan opasitas epistemik. Tiga temuan utama muncul: (1) filsafat bahasa menawarkan kerangka acuan meta-linguistik yang ketat bagi penutur dan penulis untuk mendeteksi dan menyelesaikan ambiguitas konseptual; (2) teori tindak tutur dan konsep performativitas memperjelas perbedaan antara apa yang dikatakan dan apa yang dimaksudkan, yang mengarah pada peningkatan kompetensi pragmatik yang signifikan; dan (3) pendekatan filosofis-linguistik terintegrasi terbukti meningkatkan pemikiran kritis dengan memungkinkan komunikator untuk mempertanyakan asumsi, menilai validitas argumen, dan mengidentifikasi manipulasi retorika. Filsafat bahasa adalah disiplin intelektual dan sumber daya praktis yang transformatif. IPLF yang ditawarkan di sini menyediakan kerangka kerja yang koheren untuk pendidikan bahasa dan analisis wacana kritis serta pengembangan komunikasi profesional dan memiliki konsekuensi bagi desain kurikulum, komunikasi institusional, dan tanggung jawab epistemik dalam kehidupan publik.
Perlindungan Hukum terhadap Pekerja yang Mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Sepihak Andhyka Muchtar; Claraditha Adelia Nelson
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42006

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam dunia ketenagakerjaan dan dapat menimbulkan kerugian bagi pekerja apabila dilakukan secara sepihak tanpa memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perlindungan hukum sebagai upaya untuk menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja serta menciptakan kepastian hukum dalam pelaksanaan PHK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap pekerja yang mengalami PHK sepihak, mengkaji mekanisme penyelesaian perselisihan yang tersedia menurut peraturan perundang-undangan, serta mengidentifikasi tantangan dan upaya dalam meningkatkan perlindungan hukum bagi pekerja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum ketenagakerjaan di Indonesia telah memberikan perlindungan terhadap pekerja melalui pengaturan mengenai hak-hak pekerja setelah PHK, prosedur penyelesaian perselisihan, serta kewajiban pengusaha untuk memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun demikian, implementasi perlindungan hukum masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya kepatuhan terhadap regulasi dan kurangnya pemahaman pekerja mengenai hak-haknya. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan, peningkatan kesadaran hukum, dan komitmen seluruh pihak agar perlindungan hukum terhadap pekerja dapat terlaksana secara lebih efektif.
Peran Digital Public Relations dalam Transformasi Komunikasi Lingkungan di Era Digital Astuti Wijayanti; Budi Shantika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42007

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara organisasi berkomunikasi dengan publik, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan dan keberlanjutan. Perubahan tersebut mendorong lahirnya berbagai bentuk komunikasi yang lebih interaktif, partisipatif, dan berbasis jejaring digital. Dalam konteks ini, Digital Public Relations menjadi salah satu pendekatan strategis yang digunakan organisasi untuk membangun kesadaran lingkungan, meningkatkan keterlibatan publik, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Digital Public Relations dalam transformasi komunikasi lingkungan di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen akademik yang relevan dengan Digital Public Relations, komunikasi lingkungan, dan transformasi komunikasi digital. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi konsep, strategi, serta perkembangan praktik komunikasi lingkungan berbasis digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa Digital Public Relations berperan penting dalam mentransformasi komunikasi lingkungan dari pendekatan yang bersifat informatif menuju komunikasi yang lebih dialogis, partisipatif, dan kolaboratif. Pemanfaatan media sosial, digital storytelling, kampanye digital, influencer engagement, serta komunitas virtual memungkinkan organisasi menjangkau audiens yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik terhadap isu-isu lingkungan. Selain itu, Digital Public Relations juga berkontribusi dalam membangun reputasi organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan serta memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Temuan penelitian menegaskan bahwa Digital Public Relations memiliki peran strategis dalam mendukung komunikasi lingkungan yang efektif dan berkelanjutan di era digital.
Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja dalam Pembentukan Karakter di Era Digital Vita Sari; Saiful Falah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42009

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di era digital saat ini membawa perubahan besar dalam tatanan sosial masyarakat. Dengan demikian, Aswaja menekankan prinsip moderat (tawassuth), seimbang (tawazun), toleran (tasamuh), dan adil (I’tidal) dalam bersikap dan beragama. Nilai-nilai ini sangat penting sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan era digital yang menghawatirkan dengan informasi yang tidak terverifikasi dan potensi radikalisasi pemikiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana nilai-nilai Aswaja mampu membentengi manusia dari pengaruh negatif era digital. Metode yang digunakan studi pustaka atau library research pada literatur ilmiah, artikel jurnal, buku, dan dokumen lainnya yang relevan dengan peneltian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa internalisasi nilai-nilai Aswaja tidak hanya membentuk karakter yang kuat secara spiritual, tetapi juga membentuk individu untuk menghargai keberagaman dan mencegah paham radikalisme digital. Generasi muda yang dibekali nilai-nilai ASWAJA akan tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat, terbuka terhadap perbedaan, adil dalam bersikap, serta bijak dalam memanfaatkan media digital.
Implementasi Penerapan Aplikasi Matic (Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center) sebagai Inovasi E-Gornment dalam Pelayanan Publik di Bidang Pariwisata Kabupaten Malang M. Fahmi Saputra; Afifuddin Afifuddin; Retno Wulan Sekarsari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42010

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi layanan publik berbasis digital. Kabupaten Malang yang memiliki potensi pariwisata sangat besar meluncurkan aplikasi MATIC (Malang Kabupaten Tourism Intelligence Center) pada tahun 2022 sebagai bentuk inovasi e-government di sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi aplikasi MATIC ditinjau dari efektivitas pemanfaatan, kualitas data, aksesibilitas layanan digital, serta faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Kabupaten Malang beserta pemangku kepentingan terkait. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan meliputi teori implementasi kebijakan Edwards III, Technology Acceptance Model (TAM), smart tourism, dan usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MATIC berjalan cukup baik namun belum optimal. Dari perspektif Edwards III, variabel sumber daya dan disposisi tergolong kuat, sementara aspek komunikasi masih lemah karena sosialisasi belum menjangkau masyarakat luas. Dari perspektif TAM dan smart tourism, MATIC dinilai bermanfaat sebagai pusat informasi pariwisata terpadu, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fitur interaktif, akses yang terbatas pada perangkat iOS, inkonsistensi pembaruan data, dan belum tersedianya indikator evaluasi yang komprehensif.