cover
Contact Name
faris
Contact Email
faris@yudharta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
faris@yudharta.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL HERITAGE
ISSN : 20880626     EISSN : 24427365     DOI : -
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Heritage merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh FISIP Universitas Yudharta Pasuruan. Dan terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian ilmu-ilmu sosial dalam perspektif ilmu komunikasi. Naskah yang diterima hanya naskah asli dan belum di publikasikan di media cetak.
Arjuna Subject : -
Articles 265 Documents
PENGARUH FLEXING DALAM HUBUNGAN TANPA STATUS DARI APLIKASI KENCAN ONLINE BUMBLE PADA ANAK MUDA DI SIDOARJO DALAM PENCARIAN JODOH Aziz, Eva Riana
HERITAGE Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5851

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji pengaruh flexing dalam hubungan tanpa status yang terbentuk melalui aplikasi kencan Bumble pada anak muda di Sidoarjo dalam pencarian jodoh. Flexing, yang merujuk pada pamer gaya hidup dan pencapaian, semakin umum ditemukan dalam profil kencan sebagai cara untuk meningkatkan daya tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah flexing mempengaruhi persepsi daya tarik profil, ekspektasi hubungan, dan keputusan untuk melanjutkan atau mengakhiri interaksi. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, melibatkan 55 pengguna aktif Bumble di Sidoarjo. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing berpengaruh signifikan terhadap persepsi daya tarik profil, dengan semakin tingginya tingkat flexing yang meningkatkan daya tarik profil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa flexing memainkan peran penting dalam membentuk keputusan anak muda dalam kencan online, terutama dalam konteks hubungan tanpa status dan pencarian jodoh. Pencarian jodoh di dating apps bisa di bilang berhasil dalam generasi kali ini . Kata Kunci: Bumble , Flexing, HTS, Pencarian jodoh
KREATIVITAS PRODUSER DALAM FEATURE TELEVISI “ANOTHER SIDE” EDISI “JEJAK SANTET DI BANYUWANGI” Nabilah, Aqilatun; Gambriyanto, Kusumo; Relawati, Dwi Korina; Susilawati, Susilawati; Utari, Tituk
HERITAGE Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5887

Abstract

Santet salah satu praktik ilmu hitam yang dikenal luas di Banyuwangi sering kali dikaitkan dengan kemampuan untuk mencelakai orang lain melalui kekuatan gaib, kepercayaan terhadap santet dan ilmu hitam lainnya dipengaruhi oleh sejarah panjang animisme, dinamisme, dan sinkretisme antara kepercayaan asli dengan agama-agama besar yang datang, seperti Hindu, Buddha, Islam, dan Kristen. Urgensi dalam mengangkat topik ini dalam sebuah karya feature televisi “Another Side” edisi “Jejak santet di Banyuwangi” masih terdapat stigma tentang santet di Banyuwangi. Karya feature ini memilih jenis feature human interest karena menyoroti sisi kehidupan masyarakat Banyuwangi. Karya ini mengangkat isu sosial-budaya, sehingga metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kualitatif agar data dapat diperoleh secara menyeluruh dan mendalam. Teknik wawancara digunakan untuk menggali informasi lebih mendalam melalui berbagai narasumber. Dokumentasi digunakan sebagai data pendukung, Sedangkan teknik observasi banyak dilakukan untuk memperluas pengetahuan terkait objek yang di angkat pada karya ini. Penulis sebagai produser mengembangkan kreativitas melalui berbagai cara. Kreativitas tersebut juga tertuang dalam pre produksi, produksi, dan pasca produksi. Hasil karya ini menunjukkan bahwa kreativitas produser berperan penting dalam menjaga keseimbangan antara hiburan dan edukasi dalam program televisi, terutama yang mengangkat topik sensitive seperti santet.
STRATEGI PT BERKAH UKHUWAH BERTIGA DALAM MEMBANGUN CITRA PERUSAHAAN MELALUI IKLAN PADA CHANNEL YOUTUBE MALANG STRUDEL (STUDI KASUS IKLAN MALANG STRUDEL VERSI RAMADHAN TAHUN 2018) Melisa, Ruth Stany; Ramadana, Risky; Yudhistira
HERITAGE Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5888

Abstract

Di era digitalisasi ini, banyak sekali iklan korporat yang dihasilkan oleh perusahaan atau organisasi untuk membangun citra dan reputasinya sehingga dapat diterima masyarakat.Sama dengan halnya PT Berkah Ukhuwah Bertiga dalam membangun citra perusahaan melalui iklan produk Malang Strudel di platform YouTube, khususnya pada kampanye Ramadhan 2018. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi peran iklan digital dalam menciptakan citra perusahaan yang kuat dan berkelanjutan di sektor oleh-oleh modern. Hasil menunjukkan bahwa PT Berkah Ukhuwah Bertiga berhasil memanfaatkan iklan sebagai sarana pembentukan citra perusahaan dengan tiga strategi utama, yakni: citra perusahaan, manajemen reputasi, dan strategi iklan. Keberhasilan iklan ini diperkuat dengan penunjukan Teuku Wisnu sebagai brand ambassador yang menciptakan persepsi religius dan terpercaya di mata konsumen. Iklan Ramadhan yang ditayangkan di YouTube ini terbukti efektif dalam menarik perhatian dan memposisikan Malang Strudel sebagai oleh- oleh khas halal dari Malang. Citra perusahaan yang dibangun melalui konsep ukhuwah menekankan nilai sosial dan religius, menjadikan Malang Strudel berbeda dari pesaingnya. Strategi iklan berbasis digital ini berhasil membangun top of mind di kalangan konsumen serta meningkatkan kesadaran merek secara luas.
ANALISIS POLITICAL BRANDING ABDUL MUHAIMIN ISKANDAR DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA PILPRES 2024 Muhammad Ainul Yaqin; Muhammad Assajad
HERITAGE Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5930

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi political branding Abdul Muhaimin Iskandar melalui media sosial Instagram dalam konteks Pilpres 2024. Dengan menggunakan pendekatan konstruktivis, penelitian ini mengkaji bagaimana citra politik Cak Imin dibangun dan dipersepsikan oleh audiens melalui konten Instagram yang disajikan secara strategis oleh tim kampanye. Metode analisis yang digunakan adalah analisis framing model Robert N. Entman, yang mencakup empat komponen utama: mendefinisikan masalah, mengidentifikasi penyebab, memberikan penilaian moral, dan menawarkan solusi. Data dikumpulkan melalui postingan Instagram yang diunggah antara 19 Oktober 2023 hingga 20 Maret 2024, termasuk elemen visual, tekstual, dan data engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing yang dilakukan Abdul Muhaimin melalui narasi visual, teks, dan interaksi langsung dengan audiens berhasil membangun citra positif yang humanis, inklusif, dan responsif terhadap isu-isu sosial. Penelitian ini juga menunjukkan tantangan yang dihadapi dalam menggunakan media sosial, seperti penyebaran hoaks, persaingan dengan kandidat lain, dan manajemen audiens yang beragam. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai efektivitas Instagram sebagai alat dalam membangun citra politik dan memengaruhi persepsi publik dalam era digital. This study analyzes the political branding strategy of Abdul Muhaimin Iskandar through the social media platform Instagram in the context of the 2024 Presidential Election. Using a constructivist approach, the research examines how Cak Imin's political image is constructed and perceived by the audience through strategically presented Instagram content by his campaign team. The analysis method used is Robert N. Entman’s framing model, which includes four key components: defining the problem, diagnosing causes, making moral judgments, and suggesting remedies. Data were collected from Instagram posts published between October 19, 2023, and March 20, 2024, including visual elements, text, and engagement data. The results show that Abdul Muhaimin’s framing through visual narratives, text, and direct interaction with the audience effectively builds a positive image that is humanistic, inclusive, and responsive to social issues. The study also highlights challenges faced in using social media, such as the spread of hoaxes, competition with other candidates, and managing a diverse audience. This research provides insights into the effectiveness of Instagram as a tool for building political image and influencing public perception in the digital era.
INTERAKSIONISME SIMBOLIK DALAM KESENIAN TEATER “RESOLUSI JIHAD NU” SEBAGAI KOMUNIKASI DAKWAH ISLAM DI PONDOK PESANTREN WALISONGO PURWOSARI PASURUAN Rosalina Wulandari; Nurma Yuwita
HERITAGE Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksionisme simbolik dalam kesenian teater yang berjudul “Resolusi Jihad NU”. Penelitian ini di latar belakangi dengan kesenian teater yang dijadikan sebagai komunikasi dakwah di pondok pesantren. Di era zaman yang semakin maju ini bukan menjadi hambatan bagi pengasuh dan sanri pondok pesantren, akan tetapi hal tersebut menjadi tantangan bagi santri untuk bisa memaksimalkan kemajuan teknologi untuk sesuatu yang bermanfaat khususnya dakwah. Penelitian ini menggunakan perspektif pendekatan interaksionisme simbolik yang berdasar pada 3 tema utama George Herbert Mead yaitu tema makna (meaning), konsep (concept) dan hubungan (Relationship). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualititatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu didapat dari data primer yang diperoleh dari wawancara kepada narasumber dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya kesenian teater Resolusi Jihad NU dijadikan sebagai komunikasi dakwah Islam di Pondok Pesantren Walisongo.
Representasi Kritik Sosial Pada Lirik Lagu 1984 Oleh Superman is Dead Ariyansyah Arief Hidayatullah; Didik Hariyanto
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.5983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana ekspresi kritik sosial yang di representasikan dalam lagu 1984 oleh Superman is Dead. Lagu ini dianggap sebagai salah satu karya yang sarat akan pesan sosial, menggambarkan keresahan terhadap isu-isu yang relevan dengan kondisi masyarakat. Dalam konteks sejarah dan budaya, musik sering kali menjadi medium bagi seniman untuk menyampaikan kritik terhadap ketidakadilan, penindasan, atau fenomena sosial tertentu. Lagu 1984 tidak hanya menjadi representasi artistik, tetapi juga menjadi bentuk protes simbolis terhadap berbagai masalah yang dihadapi masyarakat modern.Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk menganalisis bagaimana simbol dan tanda dalam lirik lagu tersebut merepresentasikan kritik sosial. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer berupa lirik lagu 1984 karya Superman Is Dead. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini mewakili beberapa macam kritik sosial, seperti pemerintahan yang otoriter, kesenjangan sosial, budaya konsumerisme serta pembungkaman suara masyarakat. Selain itu, lagu ini juga memberikan pesan yang kuat, mengajak masyarakat untuk tidak takut berbicara tentang kebenaran meskipun menghadapi risiko besar.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Penguatan Karakter Mahasiswa melalui Pengenalan Budaya Bali Pranajaya, I Kadek; Dion Eko Prihandono; Vita Wulansari; Ngurah Gede Dwi Mahadipta
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.5991

Abstract

Keberagaman budaya Indonesia merupakan kekayaan nasional yang penting untuk diperkenalkan kepada generasi muda guna membangun karakter yang toleran, inklusif, dan nasionalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Modul Nusantara dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali) sebagai upaya mengenalkan budaya Bali dan membangun kesadaran multikultural mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Modul Nusantara, yang mencakup kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial, berhasil memperkenalkan nilai-nilai budaya Bali, termasuk filosofi Tri Hita Karana. Kegiatan kebinekaan memberikan wawasan tentang keragaman budaya, kegiatan inspirasi mendorong mahasiswa untuk belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, kegiatan refleksi membantu mahasiswa menginternalisasi nilai-nilai toleransi, dan kontribusi sosial memperkuat empati serta tanggung jawab sosial. Program ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya mahasiswa tetapi juga mengembangkan kesadaran nasionalisme dan solidaritas. Kesimpulan menunjukkan bahwa Modul Nusantara adalah model pendidikan multikultural berbasis pengalaman yang relevan untuk diterapkan di institusi lain. Disarankan agar program ini dikembangkan lebih lanjut dengan inovasi seperti pemanfaatan teknologi digital dan evaluasi dampak berkala untuk memastikan keberlanjutannya.
Komunikasi Kelompok Fanbase: Konformitas Dalam Mendukung Idola Pada Event Sousenkyo 2024 Amelia, Sarah; Khotimah, Wininda Qusnul; Prasetya, Hendri
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i2.6065

Abstract

Sousenkyo merupakan ajang pemilihan berbasis voting yang mengharuskan penggemar memberikan dukungan penuh kepada idola mereka dan mengeluarkan biaya yang cukup banyak. Komunikasi kelompok dalam fanbase berperan penting untuk mengorganisir anggota dan strategi yang akan digunakan dalam masa kampanye event ini. Setiap kelompok pasti memiliki unsur konformitas didalamnya, individu menyesuaikan sikap dan perilaku mereka agar selaras dengan aturan juga norma yang berlaku pada kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku konformitas dan keterlibatan penggemar dalam mendukung idola pada event Sousenkyo 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi kelompok dapat mendorong bentuk perilaku konformitas penggemar untuk menunjang keefektivitasan strategi kelompok. Anggota fanbase cenderung untuk mengikuti strategi kolektif seperti sistem menabung, pembelian merchandise, hingga hastag yang akan dipakai pada event Sousenkyo 2024. Kohesivitas kelompok juga memperkuat adanya konformitas, individu merasa terdorong untuk berpartisipasi secara aktif mulai dari kontribusi finansial hingga keterlibatan diskusi.
Analisis Strategi Komunikasi Politik Mahasiswa dalam Aksi Indonesia Gelap 2025 Erik Ardiyanto; Ruth Stany Melisa
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.6132

Abstract

Aksi protes mahasiswa di Indonesia telah lama menjadi elemen penting dalam dinamika politik negara. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, munculnya aksi mahasiswa yang bergerak di ranah media sosial, komunikasi, dan strategi baru membawa tantangan tersendiri. Penelitian ini mencoba menganalisis strategi komunikasi politik mahasiswa dalam aksi "Indonesia Gelap" 2025. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk meneliti peran mahasiswa dalam menggunakan media digital (Instagram, Twitter, TikTok) untuk menyampaikan pesan politik dan menggalang dukungan massa. Temuan menunjukkan bahwa aktivitas digital menjadi alat efektif untuk memobilisasi publik, terutama melalui bahasa kritis dan provokatif yang menyoroti kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil, seperti pemangkasan anggaran pendidikan dan kenaikan biaya hidup. Mahasiswa berperan sebagai pemain kunci dalam menyusun narasi publik, memediasi dialog antara masyarakat dan pemerintah, serta memperkuatpartisipasi demokratis. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa komunikasi politik dalam aksi protes mahasiswa Indonesia gelap menciptakan dinamika baru dalam proses politik negara.
Pola Komunikasi Pemuda Karang Taruna Desa Kejapanan Penggemar Game Online Mobile Legend Wibisono, Gunawan Rico; Asy'ari, Nur Aini Shofiya
HERITAGE Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v13i1.6151

Abstract

The phenomenon of digitalization has transformed the communication patterns of the younger generation, including through virtual features in online games such as Mobile Legends. This is also evident among members of the Karang Taruna youth organization in Kejapanan Village, who actively interact through the game despite being physically apart. This study aims to analyze their communication patterns using the theory of Tubbs and Moss, which includes linear, interactional, and transactional communication models. The research employs a qualitative descriptive method with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The research subjects consist of five Karang Taruna members who actively play Mobile Legends, selected based on their involvement in the organization and consistent participation in the game. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model to gain an in-depth understanding. The findings reveal that linear communication patterns occur in situations requiring quick decision-making, such as when securing major objectives in the game. Interactional communication patterns emerge during the initial strategy planning stages, where team members exchange information and respond to one another. Meanwhile, transactional communication patterns are more dominant in dynamic gameplay situations, where communication occurs simultaneously and flexibly among team members. The study also found that in-game interactions contribute to strengthening social relationships among Karang Taruna members, enhancing solidarity, and facilitating coordination in community activities. Thus, this research provides new insights into the dynamics of communication within youth-based digital communities and their implications for real-world social interactions.