cover
Contact Name
Fadhilaturrahmi
Contact Email
arkhan88fadhila@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
arkhan88fadhila@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Basicedu
ISSN : 25803735     EISSN : 25801147     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Basicedu merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendididkan dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPPM) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Jurnal Basicedu sudah memiliki p-ISSN 2580-3735 dan versi online e-ISSN 2580-1147.
Arjuna Subject : -
Articles 5,428 Documents
Pengaruh Pendekatan Open Ended dan Gender untuk Meningkatkan Kemampuan Representasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Meili Junita; Riska Ahmad; Ahmad Fauzan; Darnis Arief
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2466

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada rendahnya kemampuan representasi matematis siswa SDN Gugus I Kecamatan Payakumbuh Barat. Sementara itu, kemampuan representasi matematis memiliki peranan penting dalam membantu siswa memecahkan masalah matematis. Siswa yang memiliki kemampuan representasi yang baik maka akan baik pula dalam memecahkan masalah matematis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan pendekatan open ended. Penelitian ini juga melihat apakah gender berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Gugus I Kecamatan Payakumbuh Barat. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas Va dan Vb SDN 28 Payakumbuh kecamatan Payakumbuh Barat. Data penelitian diperoleh dari hasil tes. Analisis data menggunakan uji anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Kemampuan representasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan open ended lebih baik dari yang menggunakan pendekatan konvensional. 2) Kemampuan representasi matematis siswa laki-laki tidak lebih baik dari siswa perempuan. 3) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan gender dalam mempengaruhi kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar
Karakteristik Kemampuan Keseimbangan Siswa Sekolah Dasar, Umur, Jenis Kelamin, dan Lokasi Sekolah Maryadi Maryadi; Damrah Damrah; Syahrial Baktiar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik yang dimiliki oleh siswa SDN 107 dan SDN 144. Jenis penelitian ini adalah komparasi (perbandingan) dengan jumlah sampel sebanyak 172 orang yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: 1) Terdapat perbedaan kemampuan keseimbangan antara siswa yang lokasi sekolahnya di kota dan siswa yang lokasi sekolahnya di pinggir kota, dengan nilai Sig 0.000 < 0.05 ditemukan bahwa siswa di SDN 107 memiliki koordinasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan SDN 144. 2) Terdapat perbedaan kemampuan keseimbangan antara siswa laki-laki dan perempuan, dengan nilai Sig 0.002 < 0.05 ditemukan bahwa siswa perempuan memiliki keseimbangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa laki-laki. 3) Terdapat perbedaan kemampuan keseimbangan antara siswa usia 7-9 tahun dan siswa 10-12 tahun, dengan nilai Sig 0.006 < 0.05 ditemukan bahwa siswa usia 10-12 tahun memiliki keseimbangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan siswa usia 7-9 tahun.
Repeated Communication and Echolalia in Autism (A Case Study) Surya Wijaya Purnama; Utami Dewi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2569

Abstract

This study aims to examine the communication phenomenon of autistic children who are influenced by echolalia. One of the difficulties faced by autistic children in communicating, especially for children who experience severe barriers, is in mastering language and speech. This study uses a qualitative approach, in which the researcher describes the existing reality. The main informants in this study were a teacher at the Center for Emotional Focus Therapy and a teacher at the Behavior Therapy Center. The results showed that learning to communicate nonverbally with autistic children was more dominant by instilling language concepts through visual media by means of the teacher asking questions and the children answering things with their abilities. The teacher helps by showing visual pictures and asking autistic children to imitate them. As for verbal autistic children, both teachers emphasize adding or expanding vocabulary. The difficulty of autistic children in communicating is caused by having language disorders (verbal and nonverbal), even though language is the main communication medium. They often have difficulty communicating their desires both verbally (oral/speaking) and nonverbally (gestures/gestures and writing). Most of them can speak, using short sentences with simple vocabulary but their vocabulary is limited.
Pengaruh Penggunaan Media Belajar Video Animasi Terhadap Proses Berfikir Kreatif Siswa Sekolah Dasar Desty Dwi Rochmania; Arina Restian
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2578

Abstract

Menurunnya proses belajar siswa dipicu karena lemahnya siswa dalam berpikir kreatif, dengan lemahnya siswa dalam berpikir kreatif menggugah peneliti dalam melakukan inovasi melalui penguatan video animasi dalam merasangsang proses berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi terhadap proses berpikir kreatif siswa.  Penelitian ini menggunakan metode kunatitatif Pre Eksperimen dengan menggunakan desain penelitian One Group Pre test post test Design untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video animasi mampu membuat siswa berfikir kreatif. Karena video animasi merupakan media yang baik untuk digunakan. Sedangkan berdasarkan deskriptif, diperoleh bahwasanya penggunaan video animasi efektif untuk materi Keragaman Rumah adat di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari uji normalitas data yang menyatakan bahwa data tersebut berdistribusi normal jika ????ℎ???????????????????? < ???????????????????????? dengan nilai 7,7500 < 11,0704 pada hasil pre test dan untuk hasil post test yaitu 10,8333 < 11,0704, setelah melakukan uji normalitas data. Kemudian untuk uji hipotesis juga menyatakan bahwa data tersebut diterima dengan ketentuan ????ℎ???????????????????? > ???????????????????????? dengan nilai -4,8340 > 2,0859. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya penggunaan video animasi pada siswa kelas V sekolah dasar dapat meningkatkan proses berpikir keatif siswa. Jadi penerapan video animasi dalam pembelajaran di sekolah dasar sudah baik, valid, dan efektif untuk digunakan karena dapat meningkatkan proses berpikir kreatif siswa.
Environmental and Religious Character in Silat Tapak Suci in Students' Perspective Bahagia Bahagia; Rimun Wibowo; Leny Muniroh; Abdul Karim Halim; Irfan Maulana; Irma Nur Safitri
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2263

Abstract

This study aims to find moral, social and religious values as well as the environment in silat tapak suci. The research method used is descriptive qualitative. The selection of research subjects with purposive sampling technique. Data was collected using in-dept interview, observation and documentation techniques. The results showed that members are conducted some behaviour such as ablution activities, prayers, short lectures or cults, reading Al-Fatihah letters, and closing prayers and there was another advisory activity at the end of the silat practice. Another finding is that players are not allowed to hit sensitive parts such as the neck, but are allowed to hit the waist, both the right and left and the chest to the stomach. Even if the opponent has fallen then it cannot be hit. At the same time there is a natural environment value because when there is a level up test, members will be brought camping close to nature both in forest areas and river banks. Silat is also healthy because using the right moves will expend energy and be healthy for the heart, lungs and other body parts.
An Analysis of the Moral Crisis of Children towards Parents, Teachers, and Community in the 21st Century Julkifli Julkifli; Mardianto Mardianto
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2684

Abstract

The sophistication of technology with its various alternative conveniences, has a significant impact on the moral crisis among children, especially at the elementary age level (SD/MI). This study aims to analyze the moral crisis of elementary age students, with a research background (case study) in Tambak Cekur Village, Serbajadi District. The focus of this research is how the moral crisis occurs among elementary age children, as well as the role of parents, teachers, and society in responding to it. This type of research uses a qualitative approach with analytical descriptive study methods. Data collection was carried out using in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Furthermore, the data were analyzed using reduction techniques (data sorting), data presentation, and drawing conclusions. The results of this study found that the use of gadgets without parental supervision causes a massive moral crisis among elementary age children. In addition to playing online games, children are also affected by various shows that are negligent, so that the "golden age" for children to learn becomes negligent by imitating more "style" dances with tiktok applications and video snacks than studying. Through this research, it is hoped that it can become a basic concept for parents to present their role as educators in the family environment for children and supervise children from various negative impacts caused by the use of smartphones.
Analisis Kemampuan Metakognitif Siswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Dasar Laboratorium UPI Cibiru Triana Lestari; Yulianti Nurhasanah; Asep Herry Hernawan
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2424

Abstract

Kemampuan metakognitif merupakan kemampuan yang penting dimiliki siswa terutama pada masa pembelajaran jarak jauh, karena mampu membantu meningkatkan kinerja belajar siswa, membuat siswa belajar lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajarnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah kemampuan metakognitif siswa pada komponen pengetahuan dan komponen pengalaman. Bertujuan pula untuk mendeskripsikan proses pembelajaran yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa dalam pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sumber data didapatkan dari hasil kuesioner yang diisi oleh siswa dan wawancara kepada guru kelas. Berdasarkan hasil analisis data, tingkat pengetahuan metakognitif siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan jumlah 122 siswa (67%), menunjukkan pengetahuan tugas kognisi siswa lebih berkembang daripada pengetahuan diri dan pengetahuan strategi. Tingkat pengalaman metakognitif siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang dengan jumlah sebanyak 128 siswa (70%), menunjukkan kemampuan evaluasi siswa lebih berkembang daripada kemampuan perencanaan dan pemantauan. Proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan metakognitif siswa dalam pembelajaran jarak jauh dilakukan guru melalui 1) pemberian pemahaman kemampuan diri dan apresiasi, 2) membiasakan siswa belajar menggunakan strategi pemecahan masalah, rangkuman, peta konsep, lagu, mnemonic, dan analogi, 3) memberi bimbingan untuk memahami tugas melalui diskusi, 4) mengarahkan siswa membuat jadwal pembelajaran, menyampaikan langkah-langkah pembelajaran, 5) mengarahkan siswa untuk memeriksa tugas, dan 6) melibatkan siswa dalam melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil analisis ini akan berguna untuk membantu guru mengidentifikasi siswa yang membutuhkan pelatihan terkait kemampuan metakognitif dan menjadi gambaran untuk membenahi pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan metakognitif siswa
Pemanfaatan Media Sosial Youtube dalam Meningkatkan Keterampilan Psikomotor Siswa pada Pembelajaran PJOK di Sekolah Dasar Savika Yara Yulaiha; Muhammad Taufik Hidayat
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2882

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pandemi covid-19 yang membuat pelaksanaan pembelajaran dilaksankan secara jarak jauh. Dalam pelaksanaan jarak jauh ditemukan beragam masalah, diantaranya penurunan aktivitas fisik peserta didik pada mata pelajaran pendidikan jasmani, belum maksimalnya pemanfaatan sarana serta sumber belajar berbasis teknologi pada pembelajaran jarak jauh, serta belum maksimalnya fasilitas pembelajaran jarak jauh. Tujuan penelitian ini guna mengetahui proses pembuatan video, kendala, maupun hasil belajar berupa psikomotorik peserta didik di SD Ngaluran 1. Jenis penelitian ini memakai penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data memakai teknik observasi, wawancara, serta studi dokumentasi, data kemudian direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan.  Proses pembuatan video terdiri dari penyiapan konsep, alat, dan pengambilan video, serta proses pengeditan. Proses pengeditan terebut menekankan pada pembuangan bagian yanng tidak perlu serta sinkronisasi gambar, suara, dan teks. Kendala yang ditemui pada proses pembuatan video ialah berupa kesiapan konsep, alat, dan lingkungan yang merupakan bagian dari pengorganisasian materi pembelajaran. Serta hasil belajar psikomotorik peserta didik ketika menggunakan platform youtube sangat memuaskan.
Penggunaan Video Animasi Kartun Islami untuk Meningkatkan Pengetahuan Keislaman Siswa Sekolah Dasar Kokom Komalasari; Risa Khaerunisa; Ani Nur Aeni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2734

Abstract

Dalam proses pembelajaran dibutuhkan suatu media pembelajaran yang dapat menunjang pembelajaran. Salah satunya yaitu media pembelajaran berupa video animasi kartun, khususnya bagi mata pelajaran PAI di SD. Pengguasaan teknologi digital merupakan hal penting. Implikasinya di bidang pendidikan yaitu pembuatan media pembelajaran berupa video. Namun Segala bentuk kegiatan pembelajaran tidak lepas dari pandangan islam. Karena bagaimanapun sesuatu yang tidak berlandaskan syariat dan tutuntunan islam akan berakhir sia-sia. Dalam syariat islam IPTEK dihalalkan, tetapi ada juga yang diharamkan, meskipun dalam pemanfaatanya dapat memenuhi kebutuhan manusia. Persfektif islam sendiri memandang bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi ini dapat memberikan dampak yang baik yaitu dengan meningkatkan pengetahuan keislaman khususnya siswa sekolah dasar kelas 3. Di butuhkan penerapan prinsip –prinsip yang benar untuk pengaplikasian media pembelajaran tersebut. Peran guru masih dibutuhkan. Dengan demikian keefektifan media pembelajaran pembelajaran berupa video animasi kartun ini nilai lebih efektif dari media pembelajaran yang bersifat konvensional dan menghasilkan manfaat bagi kebutuhan manusia.
Pola Asuh Orang Tua dalam Pendampingan Belajar dari Rumah untuk Menumbuhkan Perkembangan Moral Anak Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 Susi Mahmudah; Farah Fauzia
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2566

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola asuh orang tua dalam pendampingan belajar dari rumah untuk menumbuhkan perkembangan moral anak SD pada masa pandemi covid-19 di SDN 3 Semende Darat Ulu. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah orang tua siswa kelas V SD Negeri 3 Semende Darat Ulu yang berjumlah 15 orang siswa dan wali kelasnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua siswa kelas V SD Negeri 3 Semende Darat Ulu tentang pola asuh orang tua yang diterapkan terhadap perkembangan moral anaknya yaitu 60% pola asuh otoriter, 20% pola asuh permisif dan 20% pola asuh demokratis. Hal ini ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua dalam pendampingan belajar dari rumah sangat penting untuk menumbuhkan perkembangan moral anak usia SD pada masa pandemi covid-19 di SDN 3 Semende Darat Ulu.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 5 (2025): In Progress Vol. 9 No. 4 (2025): August Vol. 9 No. 3 (2025): Juni Vol. 9 No. 2 (2025): April Vol. 9 No. 1 (2025): February Vol. 8 No. 6 (2024) Vol. 8 No. 5 (2024) Vol. 8 No. 4 (2024) Vol. 8 No. 3 (2024) Vol. 8 No. 2 (2024) Vol. 8 No. 1 (2024) Vol. 7 No. 6 (2023) Vol. 7 No. 5 (2023) Vol. 7 No. 4 (2023) Vol 7, No 3 (2023): June Vol. 7 No. 3 (2023) Vol. 7 No. 2 (2023) Vol 7, No 2 (2023): April Vol 7, No 1 (2023): February Vol. 7 No. 1 (2023) Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236 Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663 Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500 Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199 Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500 Vol 6, No 6 (2022): December 2022 Vol. 6 No. 6 (2022) Vol. 6 No. 5 (2022) Vol. 6 No. 4 (2022) Vol. 6 No. 3 (2022) Vol. 6 No. 2 (2022) Vol. 6 No. 1 (2022) Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500 Vol 5, No 5 (2021): : October Pages 3001-5000 Vol 5, No 4 (2021): August Pages 1683- 3000 Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682 Vol 5, No 1 (2021): February 2021, Pages 1-445 Vol 5, No 2 (2021): April Pages 446-1111 Vol. 5 No. 6 (2021) Vol. 5 No. 5 (2021) Vol. 5 No. 4 (2021) Vol. 5 No. 3 (2021) Vol. 5 No. 2 (2021) Vol. 5 No. 1 (2021) Vol 4, No 4 (2020): October, Pages 775-1467 Vol 4, No 3 (2020): July, Pages 523-774 Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521 Vol 4, No 1 (2020): January, Pages 1-227 Vol. 4 No. 4 (2020) Vol. 4 No. 3 (2020) Vol. 4 No. 2 (2020) Vol. 4 No. 1 (2020) Vol 4, No 1 (2020): January In Press Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165 Vol 3, No 3 (2019): July Pages 850 - 993 Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849 Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837 Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-263 Vol 3, No 1 (2019): January Pages 1-262 Vol. 3 No. 4 (2019) Vol. 3 No. 3 (2019) Vol 3, No 2 (2019): In Press Vol. 3 No. 2 (2019) Vol. 3 No. 1 (2019) Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165 Vol 2, No 2 (2018): October Pages 1-74 Vol. 2 No. 2 (2018) Vol. 2 No. 1 (2018) Vol 1, No 2 (2017): October Pages 1-84 Vol 1, No 1 (2017): April Pages 1-95 Vol. 1 No. 2 (2017) Vol. 1 No. 1 (2017) More Issue