cover
Contact Name
Uslan Hidayat
Contact Email
uzlandputra@gmail.com
Phone
+6282234306793
Journal Mail Official
samakia.aperiki16@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Sains & Teknologi Universitas Ibrahimy
Location
Kab. situbondo,
Jawa timur
INDONESIA
Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Published by Universitas Ibrahimy
ISSN : 20863861     EISSN : 25032283     DOI : https://doi.org/10.35316/jsapi
Core Subject : Science, Education,
Samakia Journal is one means of disseminating information on research results and science and technology advancement in fishery field managed by Faculty of Science and Technology University Ibrahimy. Since 2010, journal issuance is done 2 times a year, ie in February and August. Since 2016 the publication was conducted in April and October.
Articles 236 Documents
Distribusi Muatan Kapal Trammel Net di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Jawa Tengah Siti Istiqomah; Budhi Hascaryo Iskandar; Domu Simbolon; Dwi Putra Yuwandana; Yopi Novita
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2040

Abstract

Perairan Cilacap seringkali mengalami kondisi yang ekstrim dengan gelombang yang cukup besar karena perairan ini berhubungan langsung dengan Samudera Hindia. Kondisi perairan ini akan berdampak terhadap peristiwa kecelakaan kapal trammel net di sekitar perairan Cilacap. Kecelakaan kapal sebagai akibat faktor lingkungan ini memang sulit dikendalikan, akan tetapi faktor teknis seperti tata letak muatan yang mempengaruhi keseimbangan kapal trammel net dapat diperbaiki. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap, menentukan pengaruh penempatan muatan terhadap keberadaan titik berat kapal dan memberikan rekomendasi distribusi muatan yang baik. Analisis yang digunakan yaitu analisis tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap, analisis pengaruh penempatan muatan terhadap keberadaan titik berat kapal, dan rekomendasi distribusi muatan yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi atau tata letak muatan pada kapal trammel net di PPS Cilacap sebagian besar berada di atas lantai dek kapal. Nilai titik berat secara vertikal pada semua kondisi ketiga kapal yang diteliti tidak jauh berbeda karena adanya kompensasi dari hasil tangkapan dan perbekalan sedangkan titik berat secara horizontal sebagian besar ke arah haluan kapal. Penempatan muatan di bawah dek dan mendekati midship dapat meningkatkan keseimbangan kapal. Oleh karena itu, penempatan muatan berlebih di atas dek kapal sebaiknya dihindari. Berdasarakan analisis nilai KG pada 3 kondisi distribusi muatan, kapal I memiliki kondisi stabilitas lebih baik dibandingkan dengan kapal lainnya.
Kajian Sifat Kimiawi dan Organoleptik Pilus Rumput Laut (Kappaphycus alvarezi) Terfortifikasi Tepung Daun Kelor (Moringa oleivera) Yublina Hara Atajama; Firat Meiyasa
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2080

Abstract

Rumput laut merupakan komoditi potensial yang dapat dikembangkan di bidang pangan. Banyak produk olahan yang dikembangkan dari rumput laut. Namun, pemanfaatan rumput laut dalam pembuatan pilus masih terbatas Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji sifat kimiawi, serat kasar, dan organoleptik dari pilus rumput laut yang difortifikasi tepung kelor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu perlakuan dengan penambahan tepung daun kelor 0% (tanpa penambahan tepung daun kelor), 4%, dan 10%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah komposisi kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat), serat kasar, dan organoleptik (warna, aroma, cita rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilus rumput laut yang dihasilkan memiliki komposisi kimia seperti kadar air sebesar 10,62 – 14,49%, abu sebesar 2,54 – 2,94%, lemak sebesar 21,79 – 30,48%, protein sebesar 6,23 – 8,53%, karbohidrat sebesar 41,40 – 57,00% dan serat kasar sebesar 9,08 – 15,21%. Sedangkan untuk uji organoleptik terhadap warna, aroma, cita rasa, dan tekstur berada pada kategori netral sampai dengan sangat suka. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penambahan tepung daun kelor maka pilus rumput laut yang dihasilkan tidak terlalu disukai oleh panelis.
Peningkatkan Jumlah Telur Dan Larva Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Penambahan Tepung Kunyit (Curcuma domestika) dan Hormon Tiroksin pada Pakan Induk Awaludin Awaludin; Santi Santi; Diana Maulianawati
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2274

Abstract

Produksi ikan lele sering kali terhambat di kegiatan pembenihan yaitu disebabkan oleh tingginya tingkat kematian larva pada minggu-minggu pertama setelah penetasan karena yolk pada telur yang berfungsi sebagai cadangan makanan sedikit sehingga menyebabkan larva kekurangan cadangan makanan. Oleh karena itu diperlukan usaha yang intensif dalam meningkatkan produksi benih ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur dan larva ikan lele dengan penggunaan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan dosis P1 (Kontrol atau tanpa pemberian tepung kunyit dan hormon tioksin), P2 (penambahan kunyit 4.8 g/kg pakan), P3 (penambahan tiroksi 0,1 mg/kg pakan) dan P4 (penambahan kunyit 4,8 g/kg pakan dan tiroksi 0,1 mg/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan berat induk pada akhir penelitian P1 (600 g), P2 (625 g), P3 (631 g) dan P4 (650 g). Fekunditas telur yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu P1 (25.493 butir), P2 (27.242 butir), P3( 27.648 butir) dan P4 (30,081 butir). Diameter telur ikan hasil perlakuan yaitu P1 (0,041 mm), P2 (0,042 mm), P3 (0,041 mm) dan P4 (0,043 mm). Jumlah larva yang dihasilkan P1 (20.151 individu), P2 (24.320 individu), P3 (25,503 individu) dan P4 (29.485 individu). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penambahan tepung kunyit dan hormon tiroksin pada pakan dapat meningkatkan kualitas telur dan larva ikan lele.
Filogeografi Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, Bangka dan Catatan di Paparan Sunda berdasarkan gen COI Ardiansyah Kurniawan; Rina Apriyanti; Alya Maisan Safitri; Siti Puan NIK Almaghribi; Ahmad Fahrul Syarif; Andri Kurniawan
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2349

Abstract

Trigonopoma gracile merupakan salah satu speies ikan air tawar yang ditemukan hidup di perairan Pulau Bangka yang terdampak penambangan timah. Perlu dilakukan kajian terkait hubungan genetik ikan ini dengan wilayah lainnya di paparan Sunda. Sampel ikan dari Sungai Gedong, Bangka diidentifikasi karakteristik molekulernya dengan menggunakan gen COI (sitokrom oksidase I) dan dibandingkan dengan temuan di wilayah Sundaland lainnya. Trigonopoma gracile dari Sungai Gedong, Bangka memiliki hubungan yang dekat dengan ikan T. gracile dari Kalimantan Barat, Serawak, Belitung, dan Sempan, Bangka dengan jarak antara 0,93 – 1,89 %, namun berbeda kluster dengan Selangor, Bangka Selatan, Kemuja-Bangka, Trengganu,dan Serawak dengan jarak genetik 3,69 – 5,44 %. Hubungan antar pulau pada T. gracile diprediksi terjadi akibat hubungan sunga purba Sunda Utara dimasa lampau. Variasi genetik yang muncul di Pulau Bangka dimungkinkan sebagai adaptasi terhadap kondisi lingkungannya.
Pemijahan Semi Alami Ikan Tambakan (Helostoma temminckii) Muhammad Fadhil Akbar; Suherman Suherman; Retno Cahya Mukti
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2396

Abstract

Ikan tambakan (Helostoma temmincki) adalahiikan asli Indonesia terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan. Benihiikan tambakan yang berasal dari perairan umum saat ini sudah mulai sulit didapatkan karena penangkapan ikan tambakan ini dilakukan secara berlebihan untuk diambil telurnya. Budidaya ikan tambakan belum banyak dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemijahan ikan tambakan secara semi alami terhadap fekunditas, derajat pembuahan dan derajat penetasan yang dihasilkan. Tahapan yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu tahapan seleksi indukan, penyuntikan hormon, pemijahan dan penetasan telur. Induk jantan yang digunakan berukuran 237,5 g, sedangkan ukuran induk betina yang digunakan yaitu 250 g, perbandingan induk jantan:betina yaitu 2:1, dosis hormon ovaprim® yang digunakan yaitu 0,2 mL kg-1 dari bobot induk betina, dan 0,4 mL kg-1 dari bobot induk jantan. Parameter yang diamati yaitu fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kualitas air. Data fekunditas, derajat pembuahan, derajat penetasan, dan kualitas air yang diperoleh diolah dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Data hasil yang diperoleh yaitu fekunditas 95.329 butir, derajat pembuahan sebesar 93,5% dan derajat penetasan sebesar 95,6%. Kualitas air pada kolam induk yaitu suhu sebesar 27,5 oC dan pH sebesar 7,16, sedangkan kualitas air pada akuarium pemeliharaan yaitu suhu sebesar 27,6 oC dan pH 8,49. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemijahan ikan tambakan secara semi alami menunjukkan hasil yang tinggi.
Kelimpahan Clownfish (Amphiprioninae ocellaris) sebagai Bioindikator Kondisi Karang di Gili Labak, Madura Yunita Vernandha Vernandha; Nirmalasari Idha Wijaya
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2865

Abstract

Terumbu karang merupakan habitat bagi lebih dari 300 jenis karang, 200 jenis ikan, dan berbagai macam invertebrata lain seperti moluska, krustasea, spons, alga, dan biota lainnya. Anemon laut adalah hewat laut dari anggota taksonomi kelas Anthozoa, yang berbentuk bunga. Clownfish mempunyai daya tarik pada warna mempunyai corak warna dasar dengan kombinasi: merah – putih, merah – hitam dan hitam – kuning – putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisi kondisi karang serta kelimpahan clownfish di Pulau Gili Labak, Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada bulan oktober 2021 pada 4 stasiun pengamatan di Perairan Pulau Gili Labak, Sumenep. Metode yang digunakan untuk mengambil data kondisi terumbu karang yaitu menggunakan belt transek dengan panjang 50 m sejajar garis pantai untuk pengambilan data kelimpahan clownfish menggunakan metode UVC (underwater visual sensus) dan untuk pengambilan data kecerahan, salinitas, suhu dan kecepatan arus menggunakan data in situ (langsung). Hasil yang didapat dari penelitian ini hubungan kondisi terumbu karang dan clownfish yaitu korelasi bernilai positif dengan koefisien determinasi (R²) = 0,8048. Hubungan antara kondisi terumbu karang dan kelimpahan anemon laut yaitu korelasi bernilai negatif dengan nilai koefisien determinasi (R²) = 0,2049.
Analisis Marketing Margin Dan Farmer’s Share Ikan Asin di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo Ismi Jazila
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.2943

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Menganalisis saluran pemasaran, (2) menganalisis margin pemasaran dan farmer’s share ikan asin di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini dilakukan di Desa Sumber Anyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan dua metode yaitu purposive sampling dan sensus sampling. Desa sample ditentukan dengan teknik purposive sampling dimana desa Karang Anyar merupakan salah satu desa sentra usaha ikan asin di Probolinggo. Penentuan sampel menggunakan sensus sampling. Terdapat 5 pengusaha ikan asin yang menjadi responden di desa Karang Anyar dengan scala usaha yang berbeda beda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran di lokasi penelitian yaitu saluran 1, produsen – pedagang besar – konsumen akhir. Saluran 2. Produsen, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, konsumen akhir; margin pemesaran terbesar terjadi pada saluran pemasaran 2 yaitu Rp 23.000 per kg. Hal tersebut karena lembaga pemasaran yang terlibat lebih banyak. Farmer’s share terbesar / bagian terbesar yang diterima produsen ikan asin terjadi pada saluran 1. Yaitu 52 %. Sedangkan nilai farmer’s share saluran 2 adalah 47 %. Sehingga dapat disimpulkan saluran pemasaran yang paling efisien terjadi pada saluran 2.
Aktivitas Antibakteri Sponge Agelas Nakamurai Terhadap Bakteri Gram Negative: Study In Vitro dan In Silico Walter Balansa; Lis C. Lukas; Frets J. Rieuwpassa; Aprelia M. Tomasoa
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.3012

Abstract

Bakteri gram negatif tetap menjadi ancaman serius bagi akuakultur, ekonomi, dan kesehatan manusia. Ironisnya, sementara antibiotik yang efektif belum ditemukan, resistensi bakteri ini terhadap berbagai antibiotik meningkat dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Hal ini menunjukkan urgensi penemuan antibiotik baru, terutama antibiotik yang dapat menghambat replikasi enzim seperti DNA gyrase atau topoisomerase IV, yang saat ini menjadi target baru penemuan antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antibakteri Agelas nakamurai terhadap A. hydrophila, A. salmonicida dan E. tarda menggunakan ekstrak spons (1, 10, dan 100) mg/mL dan tetrasiklin (1 mg/mL) sebagai kontrol positif dan memprediksi potensi antibakteri dari agelasine A-F (1-6) dan agelasidine A (7) dari A. nakamurai dari Kepulauan Sangihe terhadap protein topoisomerase IV melalui docking molekuler. Uji in vitro dilakukan dengan menggunakan metode Kirby Bauer dengan sedikit modifikasi dan studi in silico menggunakan CB-dock 2 dan Protein Ligand Interaction Profiler. Meskipun ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih lemah terhadap A. hydrophila, A. salmonicida dan E. tarda dibandingkan tetrasiklin, molekul docking dengan CB-dock 2 menunjukkan bahwa agelasine A-F (1-6) dan agelasidin A (7) memiliki afinitas pengikatan yang lebih kuat (-7.1). hingga -8,6 kJ/mol) daripada tetrasiklin (10), ciprofloksasin (11) atau levofloksasin (12) (-6,6 hingga -8,3 kJ/mol). Docking molekuler pada agelasidin C (9) dan D (10) juga menunjukkan afinitas pengikatan yang kuat (-8,3 dan -8,8 kJ/mol) ke protein target 1S16 terutama akibat ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik. Secara kolektif, hasil ini menunjukkan potensi agelasidin A, C dan D sebagai modulator dari target antibiotik baru, enzim topoisomerase IV.
Distribusi Spasial Titik Sebaran Ikan Pari Jenis Himantura gerrardi di Perairan Tarakan Kalimantan Utara M Gandri Haryono
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 1 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i1.3026

Abstract

Indonesia merupakan salah satu dari banyak negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan pari dalam jumlah yang besar (101.991 Ton), Hal tersebut menyebabkan terancamnya kelangsungan hidup dari spesies ikan pari serta terganggunya habitat dan ekosistem yang disebabkan oleh banyaknya perburuan ikan pari di perairan Indonesia. Hasil tangkapan yang diperoleh sebagian besar adalah elasmobranchii pada perikanan artisanal dari Batoidea atau kelompok ikan pari yang tertangkap di perairan laut Tarakan secara geografis termasuk dalam WPP-NRI 716 pada Laut Sulawesi. Berdasarkan data hasil tangkapan ikan pari pada tahun 2019 sebanyak 3,6 % dari 50% hasil tangkapan ikan di Perairan Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial titik sebaran Ikan Pari Jenis Himantura Gerrardi di Perairan Tarakan Kalimantan Utara. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara, pengamatan langsung dilapangan dan studipustaka. Hasil dari penelitian ini, Hasil tangkapan ikan pari H.gerrardi pada bulan Agustus, September dan Oktober 2021,distribusi secara spasial dan temporal di Perairan Tarakan dengan hasil tangkapan pada bulan Agustus 752 kg, September hasil tangkap 1280 kg pada bulan Oktober 940 kg dan laju tangkap berkisar antara 9.77-16.62 kg/jam. Distribusi sebaran Ikan Pari jenis H.gerrardi pada bulan Agustus,September dan Oktober dengan sebaran Ikan Pari lebih banyak pada bulan September di Perairan Tarakan.
Penambahan Kalsium Karbonat (CaCO3) pada Media Ir Tawar Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Andre Rachmat Scabra; Nunik Cokrowati; Rahmat Wahyudi
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 14 No 2 (2023): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v14i2.1382

Abstract

Udang vaname merupakan biota yang mampu hidup pada salinitas yang luas, mulai dari air tawar hingga air laut. Pada kegiatan budidaya air tawar, keberadaan mineral menjadi faktor pembatas yang menyebabkan pertumbuhannya belum optimal. Berbagai penelitian, salah satunya adalah Scabra et al., (2021), menunjukkan bahwa udang vannamei yang dipelihara pada media air tawar dengan penambahan mineral berupa fosfor menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. Mineral lain yang juga dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan udang adlaah kalsium. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan CaCO3 dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan udang vannamei yang dipelihara pada media air tawar. Perlakuan pada penelitian adalah pemeliharaan udang pada media air laut (P1), pemeliharaan udang dengan media air tawar yang ditambahkan dengan kalsium (CaCO3) dengan dosis yang berbeda yaitu 0 ppm (P2), 40 ppm (P3), 80 ppm (P4),dan 120 ppm (P5). Data yang diperoleh dianalisa secara statistic dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat kelangsungan hidup (SR) udang tertinggi terjadi pada P1 sebesar 78%. Pada pemeliharaan dengan media air tawar, didapatkan nilai SR tertinggi pada P3 sebesar 68 %. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada P1, yaitu sebesar 22,72 g. Pada media air tawar, pertumbuhan tertinggi terjadi pada P3, yaitu sebesar 14,74 g. Kesimpulan penelitian ini adalah Udang vannamei yang dipelihara pada media air laut (P1) menghasilkan performa yang lebih baik. Pada media air tawar, penambahan kalsium karbonat (CaCO3) dengan dosis 40 ppm (P3) diketahui dapat memberikan peningkatan nilai pertumbuhan dan kelangsungan hidup.