cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 652 Documents
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN BANK SOAL BERBASIS EXAMVIEW BAGI GURU-GURU DI SMK NEGERI 1 NUSA PENIDA Santyadiputra, Gede Saindra; Pradnyana, I Made Ardwi; Juniantari, Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.952 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.15720

Abstract

Salah satu kewajiban seorang guru adalah menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Guru dituntut dapat menghasilkan instrumen penilaian dan evaluasi yang baik. Ketepatan dalam melaksanakan penilaian ditentukan oleh baik buruknya instrumen penilaian yang digunakan. Instrumen yang buruk menyebabkan hasil penilaian menjadi tidak valid. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang sungguh-sungguh dan komprehensif dalam menyiapkan perangkat atau instrumen penilaian yang berkualitas. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan bank soal. Namun, Pengembangan bank soal tidak mudah jika dilakukan secara manual mengingat keterbatasan yang dimiliki oleh manusia. Hal ini membutuhkan suatu teknologi pengelolaan bank soal yang dapat memberikan kemudahan dalam manajemen instrumen penilaian. Salah satunya adalah pengelolaan bank soal berbasis ExamView. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan bank soal berbasis ExamView ke guru-guru SMK N 1 Nusa Penida. Hasil yang didapat adalah terselenggaranya kegiatan pelatihan dan pendampingan selama 2 hari dengan jumlah peserta sebanyak 21 orang dengan menghasilkan produk berupa bank soal, lembar soal, lembar jawaban, dan lembar kunci jawaban. Hasil produk, hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru-guru dalam pengelolaan bank soal. Hasil angket respon menunjukkan pelatihan telah memberikan kemudahan bagi guru-guru SMK N 1 Nusa Penida dalam pengelolaan bank soal.
UPAYA PEMANFAATAN SUMBERDAYA KELOMPOK PETERNAK MELALUI PENGOLAHAN LIMBAH KOTORAN MENJADI PRODUK ENERGI TERBARUKAN DAN PRODUK YANG BERMANFAAT UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KELURAHAN PLALANGAN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG Kiryanto, Kiryanto; Chrismianto, Deddy; Puskhah, Eny
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.613 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.15769

Abstract

Kelurahan Plalangan merupakan salah satu Desa/Kelurahan yang ada di kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang mempunyai potensi cukup besar dibidang peternakan, pertanian, serta perikanan. Potensi bidang peternakan sapi cukup besar dimiliki masyarakat dusun Terwidi Kelurahan Plalangan dengan jumlah peternak ada 40 orang. Permasalahan yang dihadapi yaitu sampai saat ini kotoran sapi hanya dibiarkan begitu saja di dalam kandang, serta belum dimanfaatkan untuk menghasilkan produk yang lebih bermanfaat dan berdayaguna tinggi. Segi perikanan, kurang adanya pemanfaatan dan pengolahan ikan yang bernilai jual. Tujuan dari kegiatan KKN-PPM ini adalah untuk memanfaatkan limbah kotoran sapi yang melimpah antara lain : untuk membuat instalasi energi terbarukan biogas, pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi serta budidaya ikan yang lebih menitik beratkan pada pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini oleh Tim KKN-PPM meliputi desain instalasi dan pembuatan instalasi energi terbarukan biogas yang diikuti dengan pelatihan pengopersian dan perawatan; pelatihan/workshop perancangan dan pembuatan pupuk kompos dari kotoran sapi pengemasan dan pemasaran. Pembuatan, pelatihan, dan pemasaran produk olahan ikan. Luaran program pengabdian ini adalah: 1) Instalasi biogas dan produk biogas, 2) Pupuk kompos, 3) Budidaya Perikanan, 4) Publikasi, dan 5) Artikel Ilmiah. Kata kunci: Plalangan, Kotoran sapi , Energi terbarukan Biogas, Pupuk kompos, Budidaya Perikanan.
PELATIHAN IDENTIFIKASI BORAKS DAN FORMALIN PADA MAKANAN DI DESA BARENG, BABADAN, PONOROGO Trisnawati, Ade; Setiawan, Mohammad Arfi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.278 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.16024

Abstract

Zat aditif makanan hingga kini diketahui banyak macamnya dan beberapa diantaranya memiliki efek berbahaya bagi kesehatan manusia. Boraks dan formalin merupakan contoh zat aditif berbahaya yang peredarannya kini sudah dilarang. Namun, tidak menutup kemungkinan zat tersebut masih digunakan oleh sebagian masyarakat guna untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Oleh karena itu, perlu adanya upaya agar masyarakat dapat mencegah paparan zat aditif berbahaya ini pada makanan. Deteksi adanya kandungan boraks dan formalin dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga dengan metode sederhana berbantuan bahan alami yang terdapat di lingkungan sekitar. Kegiatan ini berupa penyuluhan mengenai bahaya boraks dan formalin yang dimaksudkan untuk menghimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi makanan yang mengandung zat tersebut. Kemudian dilakukan pelatihan pembuatan kit pendeteksi kandungan boraks dan formalin dengan bahan-bahan alami seperti kunyit dan getah papaya sehingga dapat dilakukan sendiri oleh masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Teknik Kimia Universitas PGRI Madiun dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi sehingga mampu meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK di desa Bareng Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo mengenai bahaya boraks dan formalin bagi kesehatan. Ibu-ibu PKK mengetahui cara deteksi adanya boraks dan formalin dalam makanan dengan menggunakan alat deteksi sederhana yang telah dibuat.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Kreatif Siswa TKJ SMK Negeri 2 Seririt Melalui Pelatihan Robot Bioloid Tjahyanti, Luh Putu Ary Sri; Adiarta, Agus; Gitakarma, Made Santo
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.123 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.16041

Abstract

With the development of robotics technology in almost every area of human life, education and teaching the concept of robotics is expected to be included in the education curriculum in secondary schools. Technology Vocational Schools are expected to build robotics technology and practice it. One of the Technology Vocational Schools in Buleleng Regency, Bali, namely SMK Negeri 2 Seririt became a partner for the development of the Workshop and Entrepreneurship in Engineering (PKR) subject through the application of robotics training. This training uses Bioloid robots to improve creative critical thinking skills to students in the Computer and Network Engineering (TKJ) SMK Negeri 2 Seririt. The results obtained include students being very enthusiastic in participating in training, students increased understanding in assembling and programming robots as well as students' creative skills and critical thinking skills increased up to 72%.
PEMETAAN POTENSI WISATA UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA MUNTIGUNUNG DI DESA TIANYAR BARAT Citra, I Putu Ananda; Sarmita, I Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.454 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.16606

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Penerapan IPTEKS akan dilaksanakan di Dusun Muntigunung Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. Desa Tianyar Barat merupakan salah satu desa prioritas pengembangan desa wisata di Kabupaten Karangasem sebagai salah satu langkah mengganti image sebagai Desa sumner dari para Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) di Bali. Pengembangan desa wisata tersebut dapat terwujud dengan melakukan inventarisasi potensi desa melalui pemetaan partisipatif secara digital, mengingat keterbatasan informasi profil desa yang ada saat ini di Desa Tianyar Barat. Tujuan dan target khusus yang ingin dicapai dalam P2M ini adalah: (1) meningkatkan pengetahuan para pamong desa tentang peta dan penggunaannya untuk inventarisasi informasi potensi desa; (2) memberikan keterampilan kepada para pamong desa dalam pembuatan peta potensi desa secara digital; dan (3) menghasilkan produk berupa peta partisipatif potensi desa sesuai kaidah kartografis baik dalam bentuk permanent map maupun digital map. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan pemberdayaan dengan menerapkan prinsip partisipati penuh kelompok sasaran. Metode pemberdayaan yang diterapkan bersifat variatif, yaitu: metode brainstorming, workshop, kerja praktek lapangan (tracking field), bimbingan penugasan dan tanya jawab berbasis modul, dan pelatihan.
PELATIHAN MERANCANG INSTRUMEN ASESMEN HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA GURU-GURU SD DI KECAMATAN LAWEYAN SURAKARTA Poerwanti, Jenny Indrastoeti; Budiharto, Tri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.471 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v9i1.16660

Abstract

k Masalah yang dihadapi saat ini, terkait dengan keberadaan kurikulum 2013, adalah masih kurangnya pemahaman para pelaksana pendidikan yaitu guru-guru dalam memahami kurikulum 2013 khususnya yang berkaitan dengan penilaian atau asesmen. Secara spesifik adalah tentang kemampuan penyusunan instrumen penilaian berbasis High order thinking skills (HOTS). Hal ini terlihat dalam kegiatan PPL mahasiswa di sekolah dasar dan pada kegiatan sertifikasi guru melalui program PPG (Program Pendidikan Profesi Guru). Para guru maupun calon guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun instrumen berbasis HOTS.Pentingnya instrumen asesmen/penilaian dalam kegiatan proses pembelajaran merupakan hal yang perlu mendapat perhatian serius, mengingat penilaian adalah bagian integral yang tidak terpisah dari proses pembelajaran.Dalam merancang instrumen asesmen yang dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis bukanlah hal yang mudah. Hasil penelitian menemukan bahwa 55 % soal-soal tes yang digunakan oleh 36 guru yang mengajar matematika, IPA, IPS, bahasa, pada tingkat sekolah dasar sampai menengah, sebagian besar guru tidak merancang instrumen yang mengukur higher order thinking skills. Instrumen yang digunakan cenderung hanya mengukur kemampuan mengingat fakta. (Burns, 1985, Boyd, 2008). Higher order thinking skills adalah keterampilan siswa pada tingkatan 4 (analyzing) sampai 6 (creating) pada Taxonomy Bloom ranah kognitif. Sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar, diperlukan pelatihan dalam merancang instrumen penilaian berbasis HOTS. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan berupa penyampaian materi, dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, penugasan diskusi, praktik merancang instrumen penilaian berbasis HOTS.Pelatihan ini melibatkan guru di SDN Kecamatan yang berjumlah 30 guru dan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama penyampaian materi penilaian serta contoh-contoh instrumen dan hari kedua praktek penyusunan instrumen penilain berbasis HOTS. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan dapat dilihat dari jumlah kehadiran yang 100% hadir. Kemampuan peserta merancang instrumen asesmen berbasis HOTS skor reratanya minimal 75. Kata Kunci: Penilaian, Instrumen, High order thinking skillsABSTRACTThe problem faced today, related to the existence of the 2013 curriculum, is that there is still a lack of understanding of education implementers, namely teachers in understanding the 2013 curriculum, especially those related to assessment or assessment. Specifically, it is about the ability to prepare assessment instruments based on High order thinking skills (HOTS). This can be seen in the PPL activities of students in elementary schools and in teacher certification activities through the PPG (Teacher Professional Education Program) program. Teachers and prospective teachers still have difficulties in compiling HOTS-based instruments.The importance of assessment instruments / assessment activities in the learning process activities is a matter that needs serious attention, considering that assessment is an integral part that is not separate from the learning process. In designing assessment instruments that can encourage students to develop critical thinking skills is not easy. The results of the study found that 55% of the test questions used by 36 teachers who taught mathematics, science, social studies, language, at the elementary to secondary level, most teachers did not design instruments that measure higher order thinking skills. The instruments used tend to only measure the ability to remember facts. (Burns, 1985, Boyd, 2008). Higher order thinking skills are the skills of students at level 4 (analyzing) to 6 (creating) in the Taxonomy Bloom cognitive domain. In an effort to improve teacher professionalism in teaching, training is needed in designing HOTS-based assessment instruments. The method used in the training was in the form of delivering material, using lectures, question and answer, discussion assignments, and the practice of designing HOTS-based assessment instruments.This training involved teachers in the SDN Kecamatan, totaling 30 teachers and was held for two days. The first day of presentation of assessment material and examples of instruments and the second day of the practice of preparing HOTS-based assessment instruments. The participants were very enthusiastic in participating in the training can be seen from the number of attendance which was 100% present. The ability of participans to design HOTS based assessment instruments the average score is at least 75.Keywords: Assessment, Instruments, High order thinking skills
PENDAMPINGAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN PADA SISWA SMA WISATA DARMA DI DESA LEMBONGAN TAHUN 2018 Suputra, Putu Adi; Arsani, Ni Luh Kadek Alit; Lestari, Ni Made Sri Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.672 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i1.16681

Abstract

 The lack of understanding and skills possessed by the teachers and students of Wisata Darma High School concerning first aid and never had first aid training was a problem found in Lembongan Village. Lembongan village is a tourism village and many emergency cases were found there. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of students and teachers about first aid in accidents, especially in tourist areas. The method used is lecture, practice, training and mentoring. Participants in this activity are 40 student Wisata Darma  High School and 2 accompanying teachers. This activity run well and smoothly. The evaluation was carried out during the implementation of the activity by looking at: attendance of the participants to the end (100%), activeness of the participants during the discussion, and giving tests in the form of pretest, posttest. The results showed an increase in participants' knowledge and participants had skills in conducting first aid. Mentoring is done via email with the accompanying teacher. From this program also produced a pocket book on first aid.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI KELOMPOK KERJA GURU SEKOLAH DASAR JOKO TINGKIR KOTA SALATIGA Hardini, Agustina Tyas Asri; Slameto, Slameto
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.902 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17374

Abstract

Tujuan  dari  pengabdian  kepada  masyarakat  ini adalah (1) untuk membentuk guru-guru di KKG Gugus Joko Tingkir yang mandiri dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas, (2) untuk membantu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan guru-guru dalam mengimplementasikan penelitian tindakan kelas, (3) untuk menghasilkan proposal penelitian tindakan kelas yang siap untuk diimplementasikan (4) untuk menghasilkan laporan penelitian tindakan kelas. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diperoleh 13 guru yang telah menyelesaikan Laporan Penelitian Tindakan Kelas, 25 guru yang sudah menyelesaikan proposal dan 1 guru yang telah berhasil membuat artikel hasil penelitian dan menyeminarkannya dalam kegiatan seminar di ranah gugus Joko Tingkir. Pengalaman pelatihan dan pendampingan model Partisipatif ini layak untuk dikembangkan lebih lanjut untuk validasi dan desiminasi. Bagi 13 orang guru yang sudah berhasil menyusun laporan PTK, perlu pendampingan untuk menulis artikel ilmiah, bagi 25 orang yang belum berhasil melaksanakan PTK perlu pendampingan lebih lanjut.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BAGI GURU-GURU IPS SMP DALAM UPAYA OPTIMALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ratnawati, Nurul; Sukamto, Sukamto
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.25 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17710

Abstract

Dinamika pergantian kurikulum termasuk kurikulum 2013 selalu memunculkan keluhan dan kebingungan dari guru di tingkat lapangan. Berdasarkan hasil penyebaran angket melalui google form kepada beberapa guru IPS SMP di beberapa sekolah negeri maupun swasta di Jawa Timur, menunjukkan bahwa sampai saat ini tahun 2019, selama 5 tahun berjalannya kurikulum 2013, guru masih mengalami kebingungan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang merupakan salah satu aspek dalam implementasi kurikulum. Kebijakan perubahan kurikulum 2013 diyakini sebagai kebijakan strategis menghadapi kompleksitas tantangan masa depan. Oleh sebab itu, optimalisasi implementasi kurikulum 2013 perlu didukung oleh partisipasi aktif institusi keguruan untuk melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan, sehingga implementasi kurikulum 2013 berjalan lebih optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pendampingan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Simpulan dari kegiatan pengabdian ini yaitu, peningkatan pemahaman guru tentang konsep pembelajaran IPS dengan prinsip keterpaduannya; kebijakan kurikulum 2013; bagaiamana merancang dan menyusun perangkat pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013.
Pendampingan dan Pelatihan Perajin Tenun Cepuk di Nusa Penida Kabupaten Klungkung Telagawathi, Ni Luh Sayang; Suci, Ni Made; Yulianthini, Ni Made
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.806 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17806

Abstract

This article aims to design a model of empowering and training assistance for small business group of endek woven fabric craftsman in Sulang Village, Klungkung Regency, Bali Province. This is done based on challenges in the development of handicraft industry in Bali, and in Indonesia in general is the problem of business management besides of course the problem of capital and marketing. The potential of endek woven handicraft industry in Klungkung Regency is very large because it is based on the household industry which is cultivated by the housewife who progressively growing into promising small and medium enterprises. Strengthening the capacity of the crafting group is essential with ongoing training and business management assistance. Thus the crafting group will have the capacity to manage its business. These new motives will be promotional media for designers to introduce endek into global cultural products.Keywords: training, mentoring, business management, group of artisans, small business