cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "vol. 14 no. 1 (2026)" : 12 Documents clear
Pura Tamba Waras di Desa Sangketan, Penebel, Tabanan, Bali ( Sejarah, Struktur, dan Fungsi Sebagai sumber Belajar Sejarah di SMA) Dewa Ayu Putu Kartika Sugiantari; I Wayan Putra Yasa; I Wayan Pardi
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.105721

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah dan latar belakang keberadaan Pura Tamba Waras di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, struktur dan fungsinya bagi masyarakat Hindu setempat, serta nilai-nilai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian dilaksanakan di Desa Sangketan menggunakan metode historis yang meliputi tahapan heuristik melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Tamba Waras memiliki latar historis yang berkaitan erat dengan perkembangan tradisi Hindu-Buddha di Bali dan berfungsi sebagai pusat aktivitas keagamaan masyarakat secara turun-temurun. Struktur pura disusun berdasarkan konsep Tri Mandala dengan berbagai pelinggih yang memiliki fungsi religius, spiritual, sosial, dan budaya. Selain itu, Pura Tamba Waras mengandung nilai spiritual, religius, sosial, budaya, dan pengetahuan yang selaras dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Nilai-nilai tersebut relevan dengan capaian pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka, khususnya materi Penelitian Sejarah, sehingga Pura Tamba Waras berpotensi sebagai sumber belajar sejarah berbasis kearifan lokal. Kata Kunci: Pura Tamba Waras, Sejarah Lokal, Struktur dan Fungsi Pura, Sumber Belajar Sejarah, Kurikulum Merdeka.
Jejak Toleransi dari Bali Utara: Akulturasi dan Harmoni Al-Qur’an Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi (1820) serta Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Na'ala Raudhoh; I Wayan Pardi; I Made Pageh
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Jejak toleransi dari Bali Utara melalui analisis akulturasi budaya dan Harmoni yang terkandung dalam Al-Qur’an Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi (1820), serta mengidentifikasi potensinya sebagai sumber belajar sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 7 informan atau narasumber yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan pendidik yang memahami konteks sejarah dan nilai-nilai toleransi dalam naskah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi (1820) merefleksikan akulturasi budaya Hindu–Islam yang kuat serta Harmoni yang menekankan nilai toleransi, harmoni, dan saling menghormati antarumat beragama. Selain itu, kajian ini menunjukkan bahwa naskah tersebut memiliki potensi yang signifikan untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, khususnya dalam pembelajaran sejarah lokal dan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai toleransi dan keberagaman.
Dari Situs Kawitan Ke Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Winda Susiyani; I Made Pageh; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi ruang sakral, mengidentifikasi unsur-unsur akulturasi budaya dalam arsitektur, ritual, dan simbol, serta mengembangkan potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi Situs Kawitan menjadi Pura Luhur Giri Salaka mencerminkan pergeseran paradigma dari pemujaan lokal menuju ritual keagamaan Hindu yang terstruktur. Akulturasi budaya terlihat dari aspek arsitektur yang memadukan konsep Tri Mandala Bali dengan punden berundak Jawa. Keberadaan dua ruang sakral yang harmonis mencerminkan nilai multikulturalisme, toleransi beragama dan kebinekaan yang relevan dengan capaian pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka pada materi Kerajaan Hindu-Budha, sehingga kedua tempat sakral ini berpotensi sebagai sumber belajar sejarah berbasis kearifan lokal yang dapat mengembangkan pemahaman historis dan sikap toleransi siswa SMA.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Diorama Virtual Terhadap Minat Belajar Sejarah Siswa di SMA AlfiatulJanah; Ketut Sedana Arta; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111533

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan guna menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Diorsms Virtual terhadap minat belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Tegaldlimo. Permasalahan rendahnya minat belajar sejarah siswa menjadi permasalahan utama yang dilatarbelakangi oleh dominasi pembelajaran konvensional berbasis ceramah yang kurang interaktif. Dalam penelitian ini mempergunakan metode penelitian quasi experimental design dengan desain non equivalent control group, penelitian ini melibatkan 72 siswa dibagi jadi kelas eksperimen (X7) dan kelas kontrol (X6).  Data dikumpulkan lewat angket minat belajar dan observasi, selanjutnya diolah mempergunakan uji t sampel berpasangan dan sampel independen. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Diorama Virtual terhadap minat belajar sejarah siswa bernilai t-hitung 6,768 > t-tabel 2,030 dan signifikansi < 0,001. Terlihat adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol yang ditunjukkan oleh nilai N-Gain pada kelas eksperimen 0,3812 “kategori sedang” dan kelas kontrol 0,0828 “kategori rendah”. Studi ini membuktikan bahwasanya kombinasi pembelajaran menggunakan model Problem-Based Learning berbantuan Diorama Virtual efektif meningkatkan indikator minat belajar meliputi perasaan tertarik, perhatian, kesenangan, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran sejarah, serta perubahan pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa yang lebih bermakna dan kontekstual.
Bendungan Karangdoro Banyuwangi (Sejarah, Dampak dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Yunita Dewi Fitriani; Desak Made Oka Purnawati; I Wayan Putra Yasa
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Bendungan Karangdoro di Kabupaten Banyuwangi, dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, serta potensinya sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangdoro menggunakan metode penelitian historis melalui pendekatan heuristik meliputi observasi, penelusuran sumber tertulis, dokumentasi, wawancara langsung dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengelola bendungan dan warga sekitar. Hasil penelitian pada bidang ekonomi menunjukkan bahwa Bendungan Karangdoro berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Pada tahun 1934 luas lahan irigasi meningkat dari 60.000 hektar menjadi 100.000 hektar dengan hasil panen mencapai 80–90 kuintal per hektar. Dalam lima tahun terakhir (2020–2025), produksi pertanian kembali meningkat pasca pandemi Covid-19 dan relatif stabil pada angka sekitar 2.800 ton. Dalam aspek sosial budaya, sejak tahun 1963 berkembang tradisi Bubak Bumi sebagai ungkapan syukur masyarakat atas melimpahnya sumber air dan hasil pertanian. Bendungan juga berfungsi sebagai ruang sosial dan simbol sejarah lokal. Kesimpulannya, bendungan Karangdoro memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang kuat sehingga sangat berpotensial dijadikan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Keberadaan bendungan ini dapat membantu peserta didik memahami Sejarah lokal secara kontekstual, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, serta memperkuat identitas budaya terhadap daerahnya sendiri.
Dari Gapura ke Mimbar: Transformasi Arsitektur Islam, Ritual Agama dan Identitas Lokal di Masjid Syekh Abdul Mannan Salabose, Serta Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Nourma Ayu Zahra; Desak Made Oka Purnawati; I Putu Hendra Mas Martayana
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi arsitektur Islam, ritual agama, dan identitas lokal di Masjid Syekh Abdul Mannan Salabose serta potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui wawancara dengan keturunan Syekh Abdul Mannan, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar masjid, serta didukung oleh observasi dan studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Syekh Abdul Mannan Salabose tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan budaya masyarakat. Transformasi arsitektur masjid memperlihatkan adanya perpaduan antara nilai-nilai Islam dan unsur budaya lokal yang membentuk identitas masyarakat Salabose. Selain itu, keberlanjutan ritual keagamaan seperti perayaan Maulid Nabi dan tradisi Macco’bo mencerminkan proses Islamisasi yang berlangsung secara damai dan adaptif terhadap tradisi setempat. Kesimpulannya, Masjid Syekh Abdul Mannan memiliki nilai historis, religius, dan kultural yang kuat serta berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, khususnya dalam penguatan sejarah lokal dan identitas budaya peserta didik.
KOMIK DIGITAL PERANG PUPUTAN KLUNGKUNG: MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DI ERA DIGITAL Dewa Ayu Gita Febriani; I Made Pageh; Tuty Maryati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111843

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji peranan komik digital Perang Puputan Klungkung sebagai media pembelajaran sejarah di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model Four-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Semarapura. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, serta pretest dan posttest untuk mengukur literasi sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik digital dinyatakan sangat baik berdasarkan validasi ahli materi dan media. Implementasi di kelas memperlihatkan peningkatan literasi sejarah yang signifikan, ditunjukkan oleh rata-rata nilai pretest 49,4231 meningkat menjadi 87,9615 pada posttest dengan nilai rata-rata yang diperoleh melalui rumus N-Gain sebesar 0.7604 yang termasuk dalam kategori efektivitas tinggi. Komik digital mampu membantu peserta didik memahami kronologi, sebab-akibat, dan makna historis peristiwa secara lebih kontekstual dan menarik. Temuan ini menegaskan bahwa komik digital Puputan Klungkung layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran sejarah berbasis teknologi yang  kontekstual, menarik, dan adaptif.
Gereja Stasi Santa Sisilia di Kelurahan Semarapura Tengah, Klungkung: Sejarah, Akulturasi Budaya, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Ni Komang Ari Mega Yanti; Tuty Maryati; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111844

Abstract

This study aims to examine the history of the establishment of the Stasi Santa Sisilia Church in Semarapura Tengah Village, Klungkung Regency, analyze the form of Bali-Catholic cultural acculturation that developed within it, and identify its potential as a source for learning history at the high school level. The research uses a historical research method with a qualitative approach through the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study show that the Catholic community began to grow in Klungkung around 1980 through work assignments. Since they did not yet have a place of worship, the community began pioneering the church in 1985 by utilizing houses as mini churches. The construction of a permanent church began in 2011 and was inaugurated in 2014. Acculturation can be seen in the architecture that adopts Balinese ornaments such as carved kori doors, churches in Balinese style, and Kamasan Wayang-style reliefs with Gospel-themed stories, as well as a combination of baptismal names and Balinese naming systems. The presence of the church reflects religious tolerance. In the context of education, the history and social dynamics of Stasi Santa Sisilia Church are relevant as a learning resource in the Independent Curriculum, particularly in Phase F of Grade XI on the influence of European nations and the socio-cultural life of the community, as well as in Phase F of Grade XII on post-Reform socio-cultural life. This research contributes to strengthening the study of local history based on tolerance, acculturation, and multiculturalism. Keywords: History, Crurch, Cultural Acculturation, Learning Resources
Sejarah PO. Puspa Sari Singaraja Tahun 1976-2025 Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Intan Rossyta; Ketut Sedana Arta; Desak Made Oka Purnawati
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.111868

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui latar belakang berdiri, faktor-faktor yang memengaruhi dinamika perkembangan, dan potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu heuristik yang mencakup pengumpulan sumber melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara dengan pihak terkait. Tahap berikutnya adalah kritik sumber, yang meliputi kritik internal dan eksternal untuk menilai keabsahan serta kredibilitas sumber. Selanjutnya dilakukan tahap interpretasi untuk menafsirkan fakta-fakta sejarah yang diperoleh, kemudian disusun dalam bentuk historiografi sebagai penulisan sejarah secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: PO. Puspa Sari Singaraja didirikan pada tahun 1976 oleh Bapak I Gede Dharma Wijaya sebagai perusahaan transportasi bus pertama yang melayani kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya dari wilayah Singaraja menuju berbagai daerah di Bali dan Jawa. Perkembangan perusahaan dalam rentang waktu 1976–2025 menunjukkan adanya dinamika yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi sosial, ekonomi, serta kebijakan transportasi sejak masa Orde Baru hingga era Reformasi, yang tercermin pada perkembangan manajemen perusahaan dan jumlah armada bus. Sejarah PO. Puspa Sari Singaraja memiliki nilai historis dan kontekstual yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, khususnya pada materi kelas XII Fase F mengenai Indonesia pada masa Orde Baru.
Kawasan Soekarno Heritage Kabupaten Buleleng Sebagai Cagar Budaya dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Siti Astri Sulfiyah Putri; Tuty Maryati; Ketut Sedana Arta
Widya Winayata : Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v14i1.112020

Abstract

Penelitian ini menelaah kawasan Soekarno Heritage yang menjadi titik awal jejak kehidupan keluarga Soekarno di Kabupaten Buleleng dengan fokus latar belakang berdirinya kawasan tersebut, bangunan yang mendukung kawasan tersebut sebagai cagar budaya dan potensi kawasan tersebut menjadi sumber belajar sejarah. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan observasi langsung ke tiga lokasi utama (situs cagar budaya rumah asal Nyoman Rai Srimben, SD Negeri 1 Paket Agung, dan Ruang Terbuka Hijau Taman Bung Karno), wawancara mendalam juga dilakukan dengan informan kunci (kerabat keluarga, kepala bidang sejarah dan cagar budaya buleleng, sejarawan, kepala sekolah, dan koordinator pengelolah RTH), disertai studi dokumentasi berupa arsip. Analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, kondensasi data, penyajian serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memaparkan bahwa kawasan Soekarno heritage didirikan dari usulan Bupati Buleleng untuk melestarikan jejak sejarah keluarga Soekarno, khususnya Ibunda Nyoman Rai Srimben dan Raden Soekemi Sosrodiharjo yang saat itu ditugaskan menjadi guru di    Buleleng. Dasar-dasar  pendukung kawasan ini sebagai cagar budaya meliputi dasar historis, dasar hukum, dasar sosiokultural, dasar pendidikan dan dasar pelestarian. Dengan demikian, kawasan Soekarno heritage berperan dalam mendukung pembelajaran sejarah lokal juga identitas budaya Bali.

Page 1 of 2 | Total Record : 12