cover
Contact Name
Ika Priantari
Contact Email
ichapriantari.83@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ichapriantari.83@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Bioma : Jurnal Biologi dan Pembelajaran Biologi
ISSN : 25277111     EISSN : 25281615     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI adalah pupblikasi yang memuat artikel Pendidikan Biologi, Penelitian Murni Biologi, sumber, bahan, atau media pembelajaran Biologi / Sains (bahan pembelajaran Biologi di semua tingkat pendidikan dan aplikasi dalam masyarakat), Kurikulum Pendidikan Biologi di semua tingkatan, Penelitian Tindakan Kelas (CAR) dan Lesson Study, Penelitian Kualitatif Lainnya Pendidikan Biologi, Manajemen Sekolah dan Manajemen Laboratorium Biologi / Sains, Evaluasi Pembelajaran Biologi / Sains, Isu Profesional Guru / Tren Pendidikan Biologi. dikelola oleh Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan di Terbitkan Oleh Universitas Muhammadiyah Jember.
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
KEANEKARAGAMAN Bryophyta DI DUSUN SUMBERCANDIK KABUPATEN JEMBER Yuni Asto Purbasari; Arief Noor Akhmadi
BIOMA Vol 4, No 1 (2019): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v4i1.2654

Abstract

Salah satu keanekaragaman flora di Indonesia adalah tumbuhan lumut. Lumut banyak ditemukan di daerah hutan yang beriklim tropis serta memiliki kondisi tanah yang lembap, salah satu hutan yang masih memiliki kondisi tersebut yaitu pegunungan Argopuro. Dusun Sumbercandik Desa Panduman Kabupaten Jember terletak di Kaki Gunung Argopuro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan lumut dengan mengidentifikasi dan menginventarisasi serta menghitung faktor-faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan metode garis berpetak. Hasil penelitian tumbuhan lumut yang ditemukan berjumlah 14 spesies, 12 genus, 11 famili dan 8 ordo dengan 9 divisi Bryophyta dan 5 divisi Marchantiophyta. Tumbuhan yang mendominan yaitu Fissidens schmidii dengan nilai INP 52,60%. Adapun faktor abiotik yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan lumut diantaranya dengan masing-masing rata-rata suhu 30,80 C, kelembapan 57,13%, pH 6,4 dan Intensitas cahaya 79540 lux.
RESPON MAHASISWA TERHADAP PELAKSANAAN PPL I BERBASIS LESOSN STUDY (LS) STUDENT RESPONSES ON THE IMPLEMENTATION OF PPL I BASED LS Agus Muji Santosso, Poppy Rahmatika Primandiri
BIOMA Vol 2, No 1 (2017): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v2i1.587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap pelaksanaan PPL I berbasis lesson study (LS). Penelitian ini berjenis survei yang dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2015/2016. Indikator respon tersebut dijabarkan dan disusun dalam bentuk angket. Data yang diperoleh dianalisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampai program PPL I berbasis LS selesai: (1) ada penurunan jumlah mahasiswa yang memiliki kesan jenuh dan ada peningkatan jumlah responden yang menyatakan kesan menyenangkan, (2) ada penurunan jumlah mahasiswa yang memiliki persepsi bahwa LS adalah salah satu strategi pembelajaran dan guru tidak leluasa mengembangkan pembelajaran, (3) hal baru yang diperoleh mahasiswa cukup beragam, misal mahasiswa lebih mengetahui hal sederhana dan teknis berupa ciri-ciri peserta didik yang mengalami hambatan belajar dan lebih mengetahui bagaimana menentukan strategi pembelajaran yang tepat, (4) hambatan yang paling banyak ditemui mahasiswa adalah manajemen waktu dalam melaksanakan PPL I berbasis LS, khususnya dalam menentukan jadwal plan. Disimpulkan bahwa diperlukan waktu maupun konsistensi program PPL I berbasis LS bagi mahasiswa dan pedagogi mahasiswa dapat ditingkatkan melalui PPl I berbasis LS.   Kata kunci: Lesson Study, PPL, Respon Mahasiswa.
UJI EKSTRAK KULIT BATANG NANGKA (Artocarpus heterophylus L.) TERHADAP Salmonella typhi Dwi Nur Rikhma Sari, Ismul Mauludin Al Habib, Eka Rachmawati
BIOMA Vol 3, No 2 (2018): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v3i2.1614

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian untuk menguji ekstrak kulit batang nangka (Artocarpus heterophylus L.) terhadap Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan 4 konsentrasi perlakuan 0%, 25%, 50%, 75% dan konsentrasi 100% ekstrak kulit batang nangka terhadap bakteri Salmonella typhi. Data parameter penelitian yang diamati adalah zona bening di sekitar kertas cakram yang telah direndam dalam ekstrak kulit batang nangka dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%. Zona bening disekitar kertas cakram disebut Daerah Hambat Pertumbuhan (DPH). Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Kruskall-Wallis pada taraf α=0,005 dengan menggunakan software SPSS 23.0, dan uji lanjutan Duncan’s untuk menguji perbedaan antar perlakuan. Hasil uji menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak  kulit batang nangka berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi, kemudian dari uji Duncan’s juga diketahui jika perlakuan 100% memberikan efek yang paling signifikan atau berbeda nyata.  Kata kunci:  Artocarpus heterophylus, Salmonella typhi, uji daya hambat pertumbuhan 
FAGOSITOSIS MENCIT TERINFEKSI TUBERKULOSIS SETELAH PERLAKUAN Phyllophorus sp. SEBAGAI IMUNOMODULATOR PHAGOCYTOSIS OF TUBERCULOSIS MICE AFTER Phyllophorus sp. TREATMENT AS IMMUNOMODULATOR Erlix R. Purnama, Dwi Winarni
BIOMA Vol 1, No 2 (2016): BIOMA : JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v1i2.439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kasar Phyllophorus sp terhadap aktivitas fagositosis mencit yang terinfeksi M. tuberculosis dan mengetahui fraksi yang berpotensi sebagai imunomodulator. Dua puluh empat ekor mencit jantan dimasukkan dalam 2 jenis kontrol yang diberi pelarut CMC 0,5% (KN), CMC 0,5% dengan infeksi bakteri (KP), dan 4 jenis perlakuan yaitu ekstrak kasar (EK), fraksi non-polar (FN), fraksi semi polar (FS), dan fraksi polar (FP). Selama 14 hari, hewan coba diberi ekstrak dan fraksinasi, kecuali KN dan KP, dengan dosis 0,0462 g berat kering teripang per hari. Hari ke-15 semua hewan perlakuan kecuali KN diinjeksi intraperitoneal M. tuberculosis 106 sel/ml. Pada hari ke-17 mencit dikorbankan dan dilakukan pengambilan cairan intraperitoneal untuk uji aktivitas fagositosis. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa fraksi non polar menunjukkan aktivitas tertinggi untuk aktivitas fagositosi mencit yang terinfeksi oleh M. tuberculosis. Hal ini berarti bahwa senyawa triterpene yang terkandung pada fraksi non polar memiliki potensi yang terbaik sebagai imunomodulator dibandingkan dengan ekstrak dan fraksi-fraksi lain dari Phyllophorus sp.Kata kunci: aktivitas fagositosis, Mycobacterium tuberculosis, Phyllophorus sp,  imunomodulator
KEANEKARAGAMAN KUPU-KUPU DI BUKIT COGONG KABUPATEN MUSI RAWAS PROPINSI SUMATERA SELATAN Merti Triyanti; Destien Atmi Arisandy
BIOMA Vol 5, No 2 (2020): BIOMA:JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v5i2.2664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis kupu-kupu di Kawasan Bukit Cogong kabupaten Musi Rawas Propinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif dengan menggunakan teknik menjelajah transek. Penangkapan menggunakan jaring net, pengidentifikasian dengan melakukan pengamatan ciri-ciri morfologi kupu-kupu. Berdasarkan penelitian, diperoleh data 127 Individu kupu-kupu dari 16 Spesies kupu-kupu dari 3 famili. Komposisi jenis yang paling rendah yaitu Lariso coon sebesar 0,78%, sedangkan yang paling tinggi yaitu Junonia atlites sebesar. 27,55%. Indeks keanekaragaman kupu-kupu di Bukit Cogong Kabupaten Musi Rawas berkategori sedang dengan nilai rerata sebesar 2,48. Indeks keseragaman pada seluruh stasiun berkategori tinggi, komunitas stabil dan indeks dominansi (C) pada seluruh stasiun berkategori rendah. 
Pemanfaatan Kulit Buah dan Mikroorganisme Lokal sebagai Pupuk Cair Organik Mumtaz Al Wafi; Dinda Fuji Islamiyanti; Ma’rifatul Umamah
BIOMA Vol 7, No 1 (2022): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v7i1.6057

Abstract

Limbah kulit buah-buahan dan nasi basi merupakan sumber mikroorganisme potensial yang dapat digunakan untuk pembuatan Mol (Mikroorganisme lokal) sebagai sumber bahan alternatif dalam pembuatan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pupuk cair dari kulit buah-buahan dan mol nasi, dan mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair terhadap pertumbuhan tanaman Capsicum frutescens dengan dosis yang berbeda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 18 perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda. Parameter yang diamati yaitu kualitas pupuk cair apakah sudah sesuai standar dan pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk cair belum memenuhi standar dilihat dari indikator pH yang terlalu asam dan ditemukan bakteri Escherichia coli pada beberapa sampel. Hasil analisis uji lanjut BNJ menunjukkan bahwa pemberian pupuk cair berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun dengan perlakuan terbaik P9A2
Studi Keragaman Makroalga di Pantai Clungup Malang Selatan Tesalia Vika Arista; Riatina Fitra Aldya; Nugroho Aji Prasetiyo
BIOMA Vol 7, No 1 (2022): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v7i1.6087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman makroalga pada pantai Clungup Malang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang dilakukan dengan 3 stasiun di Pantai Clungup Malang Selatan. Pegambilan data dilakukan dengan bantuan garis transek dengan 12 plot yang berukuran 2m x 2m, dimana masing-masing stasiun terdiri dari 4 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 jenis makroalga yang ditemukan, dimana 6 jenis makroalga merupakan divisi dari Chlorophyta, 5 jenis dari divisi Rhodophyta dan 2 jenis dari divisi Phaeophyta. Stasiun yang kawasannya memiliki substrak berkarang memiliki jumlah makroalga yang lebih beragam. Indeks keanekaragaman makroalga di Pantai Clungup Malang Selatan juga tergolong dalam kategori sedang yaitu berkisar H’ 1 ≤ ???? ≤ 3. Hal ini menunjukkan bahwa pantai ini memiliki kondisi biofisik dan kimia yang sudah cukup baik, selain itu media hidup yang didominasi oleh substrat terumbu karang dan batu berpasir dapat menjadi habitat yang baik bagi pertumbuhan makroalga. Kata kunci: Keanekaragaman, Makroalga, Pantai Clungup 
Perangkat Pembelajaran Biosistematik Hewan Bermuatan TPACK: Sebuah Kajian Kelayakan Novy Eurika
BIOMA Vol 7, No 1 (2022): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v7i1.7277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran   Biosistematik Hewan dengan muatan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledge) yang valid. Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan 4D Thiagarajan. Data validitas dikumpulkan melalui angket penilaian pakar, dan didukung dengan data respon mahasiswa terhadap pembelajaran menggunakan perangkat yang dikembangkan. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kriteria validitas produk pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dengan skor sebesar 3,8 untuk Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) dan 3,5 untuk Rancangan Tugas Mahasiswa (RTM). Uji coba produk pengembangan menunjukkan bahwa 72% mahasiswa memberikan respon sangat baik dan baik pada perkuliahan Biosistematik Hewan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Dengan demikian hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran Biosistematik Hewan bermuatan TPACK memenuhi kualifikasi valid.
Hidrolisis Lemak oleh Enzim Lipase pada Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas) Setyo Andi Nugroho; Rudi Wardana; Titien Fatimah; Lilik Mastuti; Ika Lia Novenda
BIOMA Vol 7, No 1 (2022): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v7i1.7368

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis kandungan enzim lipase pada perombakan lipid dan faktor yang mempengaruhi enzim lipase seperti suhu dan konsentrasi enzim. Metode DNS (asam 3,5-dinitrosalisilat) dan titrasi asam-basa untuk analisis aktivitas lipase menggunakan minyak zaitun sebagai substratnya. Hasil Penelitian menunjukkan titrasi kontrol sebesar 2,8 ml. sedangkan pengaruh suhu tinggi 98,3°C titrasinya 2,5 ml, sehingga selisihnya 0,3 ml. Pengaruh suhu dingin  27°C titrasinya sebesar 3,0 ml (selisih 0,2 ml dengan kontrol). Pengaruh enzim terhadap konsentrasi enzin 5% volume titrasinya 2,5 ml (selisih 0,3 ml dengan kontrol). Sedangkan untuk konsentrasi enzim 46% volume titrasinya 3,1 ml (selisih 0,3 ml dengan kontrol). selisih antara nilai titrasi setara dengan asam lemak yang terbentuk oleh aktivitas enzim lipase.   
Kajian Suhu dan Waktu Perendaman pada Biogel Berbahan Dasar Daun Mangkokan Retno Citra Maharani; Siti Fatimah
BIOMA Vol 7, No 1 (2022): BIOMA: JURNAL BIOLOGI DAN PEMBELAJARAN BIOLOGI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bioma.v7i1.2904

Abstract

Hand sanitizer digunakan sebagai bahan antiseptik yang praktis dan mengandung alkohol yang dapat membuat kulit menjadi iritasi. Penggunaan daun mangkokan sebagai bahan formula gel dan mengandung antibakteri flavonoid saponin.  Tujuan untuk mengetahui zona hambat pada biogel ekstrak daun mangkokan. Penelitian ini perlakuan variasi suhu yaitu 30℃, 40℃, 50℃, 60℃, dan 70℃ menggunakan variasi waktu perendaman yaitu 0, 2, 4, 6, 8 hari. Dilakukan uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, zona hambat bakteri. Hasil menunjukkan bahwa uji homogenitas telah memenuhi persyaratan. pH hasil formulasi ekstrak daun mangkokan yaitu 5,8 – 6,4, pH aman untuk kulit. Uji zona hambat bakteri, metode yang digunakan yaitu metode disc plate dan metode difusi sumuran. Metode disc plate variasi suhu menghasilkan daya hambat medium dan sangat kuat dengan diameter sekitar 13-16 mm. Variasi waktu perendaman menghasilkan daya hambat lemah, medium, dan sangat kuat dengan diamater sekitar 8-35 mm. Metode difusi sumuran variasi suhu menghasilkan daya hambat yang sangat kuat dengan diameter sekitar 28-33 mm. Sedangkan pada variasi waktu perendaman menghasilkan daya hambat medium dan sangat kuat dengan diamater sekitar 18-36 mm.