cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KASAR DAUN BINTARO (Cerbera odollam Gaertn.) MENGAKIBATKAN PERBEDAAN MORTALITAS KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) ., I Putu Ari Budi Artama; ., Prof. Dr. Putu Budi Adnyana, M.Si; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) akibat pemberian variasi konsentrasi ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.), dan (2) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai Lethal Concentration (LC50) ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) terhadap mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Variasi konsentrasi dalam penelitian ini ada lima yaitu dengan konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan masing-masing perlakuan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh berupa jumlah mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) sebagai data utama yang dianalisis menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf signifikansi 5%, dan pengamatan kondisi kutu putih sebelum dan sesudah diberikan perlakuan yang tidak dianalisis secara statistik. Hasil uji ANAVA menunjukkan nilai signifikansi ≤ 0,05, artinya H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya, ada perbedaan mortalitas kutu putih (Paracoccus marginatus) pada pemberian ekstrak kasar daun bintaro (Cerbera odollam Gertn.). Uji BNT didapatkan nilai p ≤ 0,05 yang artinya pemberian variasi konsentrasi berbeda nyata terhadap mortalitas kutu putih. Berdasarkan nilai analisis probit, maka pada konsentrasi 50,953% yang dapat membunuh 50% nimfa kutu putih (Paracoccus marginatus) dengan ekstrak kasar daun bintaro.Kata Kunci : ekstrak kasar, daun bintaro, mortalitas, kutu putih The purpose of this research are (1) to describe and analyze the differences in mortality mealybug (Paracoccus marginatus) from application of varying crude extract concentrations of bintaro leaves (Cerbera odollam Gaertn.), and (2) to describe and analyze the value of Lethal Concentration (LC50) of crude extract of leaves bintaro (Cerbera odollam Gaertn.) For mortality mealybug (Paracoccus marginatus). This research is experimental research using a completely randomized design (CRD). Variation concentration in this research were five, those are 0%, 20%, 40%, 60%, and 80% with five replications for each treatment. The data of mortality number mealybug (Paracoccus marginatus), is the main data, was analyzed using one-way ANOVA with a significance level of 5%, and the supporting data obtained by observing the condition of mealy bugs before and after treatment were not statistically analyzed. ANOVA results showed a significance value of < 0.05, meaning that H0 were declined and H1 were accepted, that means, there are differences on between mealybug (Paracoccus marginatus) mortality because of the application of crude leaves bintaro (Cerbera odollam Gertn.) extract. LSD p value ≤ 0.05, which means giving significantly different concentration variations on mortality mealybug Based on the analysis of probit value the 50.953% concentrate of acrude extract of bintaro leaves could killed 50% of nymphs mealybug (Paracoccus marginatus).keyword : bintaro leaves, crude extract, mealybugs, mortality
MODEL SIKLUS BELAJAR 7E BERBANTUAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI EKSKRESI KELAS XI SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Luh Putu Emitha Upadianti; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc; ., I M P Anton Santiasa, S.Pd.,M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan: (1) motivasi belajar, (2) hasil belajar, dan (3) motivasi dan hasil belajar biologi pada materi ekskresi, pelajaran biologi antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung berbantuan media video. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 101 siswa, dengan sampel penelitian yang digunakan adalah 48 orang, yang terdistribusi kedalam dua kelas. Dua instrumen pokok penelitian ini yaitu angket motivasi belajar dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh berupa respon siswa terhadap pertanyaan pada angket motivasi belajar, dan nilai tes hasil belajar siswa pada materi ekskresi, mata pelajaran biologi. Data dianalisis dalam dua tahap yaitu deskriptif dan uji hipotesis digunakan uji MANCOVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video lebih positif dibandingkan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan media video, (2) hasil belajar siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video lebih tinggi dibandingkan siswa yang dibelajarkan mengunakan model pembelajaran langsung berbantuan media video, dan (3) terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model siklus belajar 7E berbantuan media video dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung berbantuan media video.Kata Kunci : siklus belajar 7E, pembelajaran langsung, media video, motivasi, hasil belajar The aims of this study was to analyze the differences between: (1) learning motivation, (2) learning achievement, and (3) motivation and learning achievement on excretion topic of biology subject between the student who learned using 7E Learning Cycle Model that assisted by video media and the students who learned using Direct Instruction that assisted by video media. This quasy-exerimental study using The Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. The population number of this study was 101 students, with samples number were 48 students that distributed into two classes. Two main research instruments were learning motivation questionnaire, and learning achievement test. Data collected was in the form of students’ respon to the questions on the learning motivation questionnaire, and students’ mark on excretion topics of biology subjects. Data were analyzed in two steps, they were descriptive statistics and hypothesis was tested using MANCOVA statistic analysis. The result of this study shows that: (1) learning motivation and (2) mean of students’ mark on excretion topic of biology subject among the students who learned using 7E Learning Cycle Model which assisted by video media is more positive and higher than the students who learned using Direct Instruction which assisted by video media. (3) There is different motivation and learning achievement between the students who learned using 7E Learning Cycle Model which assisted by video media and the students who learned using Direct Instruction which assisted by video media. keyword : 7E learning cycle model, direct instruction model, video media, motivation, learning achievement.
SENAM ERGONOMIK MENURUNKAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA JARA MARAPATI BULELENG Purnama Dewi, Ni Luh Putu Julia; Sutajaya, I Made; Ratna Dewi, Ni Putu Sri
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa senam ergonomik dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal pada lansia penderita hipertensi dan menurunkan tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan randomized pre and post test control group design (treatment by subject). Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini berupa senam ergonomik. Penelitian ini menggunakan teknik sampling acak bertingkat atau multistage random sampling. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh lansia penderita hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Marapati Buleleng, populasi terjangkau sebesar 36 orang yang memenuhi kriteria sampel. uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji deskriptif, uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan t paired test, dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Nordic Body Map, Tensimeter, dan Environment meter. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan nilai p= 0,0001 (p< 0,05). Itu berarti bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada keluhan muskuloskletal sebesar 84,29% dan tekanan darah sistolik sebesar 85,14%. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa senam ergonomik dapat menurunkan keluhan muskuloskeletal dan tekanan darah sistolik..
HUBUNGAN STATUS GIZI REMAJA DENGAN KETERATURAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 SAWAN ., Fani Andriani Ni Putu; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes; ., Dr. Ni Luh Putu Manik Widiyanti,S.Si,M
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi unik yang ditandai oleh berbagai perubahan fisik, emosi dan psikis berkisar antara usia 10-19 tahun. Ciri remaja wanita yang mampu melakukan kehidupan reproduksi adalah telah menstruasi. Beberapa perempuan yang memiliki keluhan lebih mendalam karena proses menstruasinya sudah dirasakan bermasalah baik siklus, jumlah darah, atau nyerinya. Status gizi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya masalah siklus menstruasi. Remaja putri yang mengalami asupan gizi kurang atau lebih dapat menyebabkan gangguan menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh dengan siklus menstruasi dan untuk mengetahui hubungan Lingkar Lengan Atas dengan siklus menstruasi. Jenis penelitian ini adalah deksriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang didapat dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil uji statistik menggunakan Product Moment pada tingkat signifikansi 95% (α≤0,05), didapatkan nilai p=0,04, dan r=-0,261 untuk hasil hubungan Indeks Masa Tubuh dan siklus menstruasi, didapatkan nilai p=0,01 dan r=0,332 untuk hasil hubungan Lingkar Lengan Atas dengan siklus menstruasi. Dengan demikian bahwa terdapat hubungan Indeks Masa Tubuh dan siklus menstruasi yang berkorelasi rendah, dan juga terdapat hubungan Lingkar Lengan Atas dengan siklus menstruasi yang berkorelasi rendah. Saran untuk peneliti lain diupayakan untuk menambah variabel penelitian, dan untuk remaja putri diharapkan dapat menjaga berat badan agar dapat mengurangi dampak negatif dari malnutrisi khususnya terhadap siklus menstruasi. Kata Kunci : status gizi, siklus menstruasi. Adolescence is a period of unique transition which has characteristics in physical changes, emotional and psychological ranged in age from 10-19 years. Characteristic of young women who are able to do the reproductive life is already menstruating. Some women who have complaints more profound because the process is already being felt troubled well menstrual cycle, the amount of blood, or pain. Nutritional status is one factor contributing to the problems of the menstrual cycle. Young women who have nutritional intake less or more can cause menstrual disorders. The purpose of this study is to determine the relationship of body mass index with the menstrual cycle and to determine the relationship of Upper Arm Circumference with the menstrual cycle. This research was a descriptive correlational. The sample in this study amounted to 60 people that obtained using simple random sampling technique. Statistical test results by using the Product Moment at a significance level of 95% (α≤0,05) found that p value = 0.04, and r = -0.261 for the result of the relationship body mass index and the menstrual cycle, found that p value = 0.01 and r = 0.332 for the results Upper Arm circumference relationship with the menstrual cycle. Therefore, there is low correlation between a Body Mass Index and menstrual cycle, and also there is low correlation between Upper Arm Circumference and the menstrual cycle. Suggestions for other researchers attempt to add the research variables, and for young women are expected to keep the weight in order to reduce the negative impact of malnutrition especially to the menstrual cycle.keyword : nutritional status, menstrual cycle.
ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN BERBASIS PARAMETER VEGETASI DAN EDAFIK DI KAWASAN WISATA PURA PENULISAN DESA SUKAWANA KECAMATAN KINTAMANI BANGLI ., Ajeng Istyorini Asmoning Dewanti; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan ditinjau dari parameter vegetasi yaitu crown cover, densitas, dan stratifikasi, dan parameter edafik meliputi tekstur tanah, dan kemiringan lahan di kawasan wisata Pura Penulisan, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Bangli. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi dan edafik yang meliputi crown cover, densitas, stratifikasi, tektur tanah, dan kemiringan lahan, yang ada di lingkungan sekitar kawasan wisata Pura Penulisan. Sampel parameter vegetasi dalam penelitian ini adalah area yang tercover dalam kuadrat. Sampel dari parameter edafik diambil pada masing-masing kuadrat. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu metode kuadrat dengan teknik sitematik sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas lingkungan di kawasan wisata Pura Penulisan secara umum tergolong ke dalam kualitas buruk. Ditinjau dari masing-masing parameter, diketahui bahwa : (1) kualitas lingkungan berdasarkan crown cover tergolong ke dalam kualitas baik, (2) kualitas lingkungan berdasarkan densitas tergolong ke dalam kualitas sedang, (3) kualitas lingkungan berdasarkan stratifikasi tergolong ke dalam kualitas sedang, (4) kualitas lingkungan berdasarkan tekstur tanah tergolong ke dalam kualitas buruk, dan (5) kualitas lingkungan berdasarkan kemiringan lahan tergolong ke dalam kualitas buruk.Kata Kunci : Edafik, kualitas lingkungan, dan vegetasi The purpose of this research was to know the quality of the environment in terms of vegetation parameters, such as crown cover, density, and stratification, and edaphic parameters include soil texture and slope in the tourist area of Penulisan Temple, Sukawana village, Kintamani, Bangli. This research is exploratory. The population in this research were all vegetation and edaphic include crown cover, density, stratification, soil texture and slope around Penulisan Temple tourist area. Samples of vegetation parameters is an area that is covered in quadrat and samples of edaphic parameters collected in each quadrat. Method of collecting data used quadrat method with systematic sampling techniques. The data analyzed by descriptive statistical. The results of this research are the environmental quality of Pura Penulisan tourist area generally is bad. Observed from each parameters, that know (1) the environmental quality is good based on its crown cover, (2) the environmental quality is medium based on density, (3) the environmental quality is medium based on stratification, (4) the environmental quality is bad based on soil texture, and (5) the environmental quality is bad based on slopekeyword : Edaphic, environmental quality, and vegetation
Profil pengembangan critical thinking skills melalui pembelajaran scientific approach di provinsi Banten Damayanti, Savira; Rahman, Aditya; Rifqiawati, Ika; Lestari, Iing Dwi; Usman, Usman
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran biologi melalui pendekatan saintifik dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Sumber data berasal dari guru biologi dan siswa kelas XI pada 7 SMA Negeri di Provinsi Banten. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari observasi, kuesioner, wawancara serta dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil observasi proses pembelajaran biologi diperoleh nilai sebesar 80% yang termasuk dalam kategori baik. Hasil kuesioner pengetahuan berpikir kritis siswa diperoleh nilai sebesar 75% yang termasuk kategori baik. Sehingga rata-rata nilai pengembangan berpikir kritis melalui pendekatan saintifik di Banten diperoleh nilai sebesar 78% yang termasuk dalam kategori baik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik dalam mengembangkan berpikir kritis pada 7 SMA Negeri di Provinsi Banten termasuk dalam kategori baik.
PENGARUH PUPUK KOMPOS DAUN SUFMUTI ( Chromolaena odorata L) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L) hendrik, arnold Ch
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sufmuti merupakan salah satu tanaman gulma yang sangat invasif di Pulau Timor sehingga berpotensi sebagai sumber bahan organik (pupuk hijau). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi kacang tanah yang diberi perlakuan pupuk kompos sufmuti. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan yakni Oktober 2018 - Februari 2019 di Kebun Pertanian Politeknik Negeri Kupang Desa Oesu’u Kabupaten Kupang. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor, 3 ulangan, dan  5 taraf perlakuan yakni kontrol (0 kg), perlakuan 1 (1 kg), perlakuan 2 (1,5 kg), perlakuan 3 (2 kg), dan perlakuan 4 (2,5 kg). Analisis data dilakukan menggunakan analisis sidik ragam, dilanjutkan dengan uji lanjutan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat 5 parameter dengan nilai rata-rata  keseluruhan perlakuan dan pengulangan yang diamati diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong, berat kering polong, dan jumlah biji. Berdasarkan hasil pemberian pupuk kompos daun sufmuti terhadap perlakuan 1, perlakuan 2, perlakuan 3, dan perlakuan 4, semua parameter pengukuran ada berbeda tidak nyata dan berbeda nyata untuk pengukuran parameter tinggi tanaman kacang tanah, namun untuk parameter pengukuran produksi  kacang tanah semua perlakuan menunjukan berbeda nyata.
PENGETAHUAN ETNOBOTANI TANAMAN RITUAL SUKU USING BANYUWANGI DALAM UPAYA KONSERVASI TANAMAN DAN MEMBANGKITKAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT Nurchayati, N
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu tentang hubungan manusia dengan tanaman. Tanaman adalah obyek yang sering digunakan dalam kegiatan manusia termasuk ritual. Ritual sendiri adalah kegiatan yang sengaja dilakukan oleh sekelompok orang atas dasar kepercayaan dan keyakinan untuk tujuan tertentu. Masyarakat suku Using sebagai obyek dalam penelitian ini merupakan salah satu suku di Kabupaten Banyuwangi yang masih secara erat melaksanakan ritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tanaman yang digunakan untuk ritual masyarakat Suku Using. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah secara kualitastif dan kuantitatif. Penelitian dilakukan di beberapa wilayah yang khas dengan ritual, diantaranya meliputi kecamatan Glagah, Singojuruh, Rogojampi, Kabat dan Giri. Penyajian data dilakukan dengan cara mendeskripsikan pengetahuan, pemanfaatan dan pengolahan tanaman dalam ritual. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah tanaman yang digunakan dalam acara ritual masyarakat suku Using sejumlah 59 tanaman yang tergabung dalam 31 famili. Spesies yang paling sering dimanfaatkan untuk riatual adalah cabai (Capsicum annum L.) dan kacang panjang (Vigna sinensis L.). Mengetahui jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk ritual masyarakat Suku Using diharapkan dapat membantu upaya konservasi tanaman itu sendiri dan membangkitkan kearifan lokal masyarakat suku Using Kabupaten Banyuwangi
Perubahan Kandungan Antioksidan Kacang Gude (Cajanus cajan (L) Millsp.) pada Proses Fermentasi Tempe Gude Sine, Yuni
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Production process of pigeon pea (Cajanus cajan (L) Millsp.) tempeh  follows several treatment including peeled off, soaked, boiled, and fermented which cause changes of the antioxidant content of pigeon pea (C. cajan (L) Millsp.). pigeon pea is used as the main material for tempeh fermentation in this study which aims to analyze the the changes of antioxidant content in pigeon pea during each treatment. Antioxidant content was analyzed by DPPH phytochemical compound qualitative and quantitative detection. During the soaking process, reduction of antioxidant content was observed. Prior to soaking step, pigeon pea had 9,090% of antioxidant content, this reduced to 9,020% after soaking process and decrease further to 6,146% after boiling process and decrease to 3.236% after fermentation process. Gude seed has a fenolik and flavonoid while tempeh gude has saponin and falvonoid. Soaking, boiling, and fermentation process has proven to reduce the antioxidant content of pigeon pea..
Perbaikan Pencahayaan Ruang Kelas Menurunkan Kelelahan Mata dan Kebosanan Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran Biologi di SMA Sutarnitri, Ni Putu Dina; Citrawathi, Desak Made; Sutajaya, I Made
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengguna ruang kelas sering kali mengabaikan intensitas pencahayaan ruang kelas saat proses pembelajaran. Intensitas pencahayaan ruang kelas yang tidak memenuhi standar dapat menyebabkan kelelahan mata dan kebosanan belajar peserta didik. Hal tersebut dapat diatasi dengan cara melakukan perbaikan pencahayaan ruang kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbaikan pencahayaan di ruang kelas dapat menurunkan kelelahan mata dan kebosanan belajar peserta didik pada pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Kuta Utara. Penelitian ini merupakan eksperimental semu (quasi experimental) dengan rancangan sama subjek (treatment by subject design) dengan pola randomized pre and post test group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Kuta Utara. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas XI tahun ajaran 2019/2020 yang masuk dalam kriteria inklusi. Ditetapkan 25 orang peserta didik sebagai sampel penelitian yang dipilih melalui pengambilan sampel secara acak sederhana. Kelelahan mata dan kebosanan beajar didata menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Data dianalisis menggunakan uji t dependent sample dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan bermakna pada kelelahan mata sebesar 38,53% (p<0,05) dan kebosanan belajar peserta didik sebesar 67,43% (p<0,05%) antara sebelum dan sesudah perbaikan pencahayaan di ruang kelas. Disimpulkan bahwa perbaikan pencahayaan di ruang kelas dapat menurunkan kelelahan mata dan kebosanan belajar peserta didik. Disarankan agar para pengguna ruang kelas memerhatikan intensitas pencahayaan di ruang kelas untuk menghindari terjadinya kelelahan mata dan kebosanan belajar.