cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
PENERAPAN E-MODUL INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X Wulandari, Devy Dyah; Adnyana, Putu Budi; Santiasa, I Made Pasek Anton
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan e-modul terhadap (1) motivasi dan hasil belajar secara simultan, (2) motivasi belajarnya, dan (3) hasil belajar siswa, yang dibelajarkan dengan menerapkan e-modul interaktif dan e-modul konvensional (sebagai kelompok kontrolnya). Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dan didesain dengan rancangan non equivalent pre and post test control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas di SMA Negeri Bali Mandara. Sampel dipilih dengan teknik sampling acak sederhana dan terpilih kelas X MIPA 2 sebagai kelas kontrol yang mencakup 20 siswa, dan kelas X MIPA 3 sebagai kelas eksperimen yang mencakup 22 siswa. Data motivasi belajar diperoleh melalui pengisian kuisioner motivasi belajar berskala likert dan data hasil belajar diperoleh melalui tes evaluasi hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif dan pengujian hipotesis menggunakan Uji Manova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan yang signifikan antara motivasi dan hasil belajar secara simultan (p< 0,05), (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar siswa, jenis modul hanya memengaruhi sebesar 2,90% terhadap motivasi belajar siswa (p> 0,05) dan (3) Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan e-modul interaktif dan e-modul konvensional, jenis modul memengaruhi sebesar 30,80% terhadap hasil belajar siswa (p< 0,05). Dapat disimpulkan bahwa penerapan e-modul interaktif memengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa secara simultan serta hasil belajar siswa, namun tidak memengaruhi motivasi belajar siswa.
Dua kelompok besar spesies Gekko di Indonesia berdasarkan spesimen museum Zoologicum Bogoriense Puslit Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amanda, Faradhila; Riyanto, Awal; Mumtazah, Dzul Fithria
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paru-paru, bersisik, serta telurnya mempunyai cangkang. Terdapat tiga ordo Reptilia yang dapat ditemukan di Indonesia yaitu Crocodilia, Testudinata, dan Squamata. Ordo Squamata merupakan ordo terbesar yang terdiri dari 722 spesies di antaranya mencakup sub ordo Lacertilia dan terdiri atas famili Iguanidae, Agamidae, Varanidae, Scincidae, Chamelonidae, dan Gekkonidae. Tokek adalah nama umum untuk menyebut cicak besar atau spesies kadal dari anggota famili Gekkonidae yang secara sempit merujuk pada spesies dari anggota genus Gekko. Pola kemiripan antar spesies anggota genus Gekko di Indonesia perlu diketahui sehingga tujuan konservasinya semakin mudah dilaksanakan. Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui karakter morfologi anggota genus Gekko berdasarkan spesimen Museum Zoologicum Bogoriense Puslit Biologi-LIPI. Analisis data berdasarkan prosedur Similarity for Qualitative Data (SIMQUAL) yang selanjutnya dilakukan pengelompokkan Sequential Angglomerative, Hierarachial, and Nested (SAHN) dengan metode Unweighted Pair Group Method with Aritmethic Average (UPGMA) menggunakan program komputer Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (NTSYSpc) 2.02 untuk menentukan kekerabatan antarspesies. Pengamatan dilakukan pada 24 sampe Gekko yang tergolong dalam 4 spesies berbeda, yaitu Gekko gecko, Gekko smithii, Gekko monarchus, dan Gekko vittatus dengan 14 karakter morfologi: Dorsal Tubercles (DTR), Gender (GD), Granulars on Throat (GOT), Nuchal Loop (NL), Post-Mental (PM), Precloacal Pores (PP), Precloacal-Femoral Pores (PFP), Rostral-Nostril (RN), Snout Vent Length 100 (SVL), Subcaudal Devided (SCD), Tail-Depressed (TDR), dan Tail Tubercles (TT). Hasil matriks kemiripan morfologi 4 spesies Gekko memiliki nilai koefisien fenotipik (Kf) tertinggi sejumlah 0,68 yang menandakan hubungan korelasi sedang. Empat spesies Gekko yang diamati membentuk 2 kelompok besar, yaitu kelompok I yang terdiri atas Gekko gecko, G. smithii, dan G. monarchus, sedangkan kelompok II hanya berisi G. vittatus; kelompok I dan II dibedakan berdasarkan karakter subcaudal not devided dan tidak adanya Y-pattern pada kelompok I.
Analisis Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Desa Penglipuran, Bangli Terkait Upaya Pelestarian dan Konservasi Tumbuhan Upacara Ngaben Berdasarkan Tri Mandala Wira bumi, Ida Bagus Made Bramasta; -, Eniek Kriswiyanti; Darmadi, Anak Agung Ketut
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali is an island that rely on tourism as its main economy sources. Most of Bali’s tourism destination are in the form of Cultural tourism. Traditional ceremony as a part of culture in Bali held a main factor on supporting Bali’s tourism. Traditional ceremonies in Bali is variated started from giving birth, teenage ceremony, weeding and death. One of the most ceremony attract a lot of tourist each year to watch and visiting Bali is Bali’s Ngaben ceremony. Ngaben as one of the most touristic ceremony in Bali requires a lot of items such as plants and animals as it’s offering. To fulfill the need of plants for Ngaben, society need to culture and cultivated the plants in which needed for the ceremony. People of Penglipuran village, Bangli has divided their village into 3 main part called Tri Mandala. This division causing the plants that planted on each mandala or area are variated and diersified.However, there are no record about the knowledge and behaviour of Penglipuran village, Bangli in accordance to conservation and preservation of plant used in Ngaben ceremony. Hence, data about knowledge and behaviour of the conservation and preservation of plant used in Ngaben ceremony in Penglipuran, Bangli is essential to take futures step on the continuity of the ceremony and tourism. Therefore, the aim of this research is to know the knowledge and behaviour of people on Penglipuran village, Bangli in accordance to conservation and preservation of Ngaben ceremonial plant. This research using purposive sampling techinque in which 5 people were choosen to be key informan and 30 components of the society were choose to be given a quitioner. The result of the research found 31 species of plant used in Ngaben were found among 47 species of plants used in Ngaben at Penglipuran, Village Bangli. Peoples knowledge and attitudes regarding conservation and preservation of Ngaben ceremonial plant is considerably excellent with score for ach component on the society for the knowledge parameter as follows; government with score of 41,  village’s leader with score of 45.4, and 45,2 for society. Meanwhile, for behaviour, the score for government is 102, village’s leader is 97 and society is 93.
Peran Etika dalam Penelitian Pendidikan, Biologi dan Lingkungan Alvionita, Devi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etika keilmuan memberikan pengaruh luar biasa dalam perkembangan penelitian biologi dan lingkungan. Etika tidak hanya sebagai kajian teori namun juga sebagai landasan dalam kehidupan keseharian manusia terutama penelitian biologi dan lingkungan. Semakin berkembangnya ilmu dan pengetahuan memberikan banyak ide dan karya inovatif manusia dalam melakukan penelitian. Maraknya pelanggaran kode etik dalam berbagai bidang telah banyak menjadi sorotan. Beberapa pelanggaran kode etik ini diprakarsai oleh minimnya pengetahuan mengenai etika dan perannya dalam berbagai bidang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peranan etika dalam penelitian pendidikan, biologi, dan lingkungan. Jenis penelitian ini adalah studi tinjauan literatur. Hasil penelitian ini adalah mengetahui pandangan etika terdiri dari tiga aspek yang masih menjadi perbincangan yaitu antroposentrisme, biosentrisme, dan ekosentrisme. Melalui berbagai sudut pandang tersebut, telah disadari bahwa etika memberikan peran yang luar biasa dalam perkembangan penelitian pendidikan, biologi dan lingkungan untuk kesejahteraan bersama.
KEANEKARAGAMAN SPESIES TUMBUHAN SECARA UMUM DAN TUMBUHAN LANGKA DI KECAMATAN SAWAN, KABUPATEN BULELENG ., Ni Made Diah Intan Purwanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) komposisi floristik spesies tumbuhan yang ada di Kecamatan Sawan; (2) keanekargaman spesies tumbuhan yang ada di Kecamatan Sawan; (3) keanekargaman spesies tumbuhan langka yang ada di Kecamatan Sawan; dan (4) persebaran spesies tumbuhan langka yang ada di Kecamatan Sawan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah spesies tumbuhan dan sosial masyarakat. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan dan masyarakat pemilik lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat, wawancara, dan studi literatur. Dalam penelitian ini indeks keanekaragaman ditentukan dengan indeks keanekaragaman menurut Shannon-Wiener (1987). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) komposisi spesies tumbuhan di kawasan Kecamatan Sawan terdiri atas 152 spesies yang tersebar pada 6 zona, yaitu: 39 spesies pada Zona 1, 72 spseies pada Zona II, 84 spesies pada Zona III, 92 spesies pada Zona IV, 57 spesies pada Zona V, dan 84 spesies pada Zona VI; (2) dari 152 spesies tumbuhan yang ditemukan di kawasan Kecamatan Sawan, terdapat 34 spesies tumbuhan langka yang terdiri dari 21 famili yang ditemukan di Kecamatan Sawan. Spesies yang menjadi dominan pada keseluruhan zona adalah spesies Anacardium occidentale, dimana spseies ini memiliki jumlah terbanyak yaitu 45 individu spesies; (3) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies tumbuhan secara umum pada penelitian yang dilakukan di kawasan Kecamatan Sawan secara keseluruhan sebesar 2,34 yang tergolong dalam kategori sedang dan Zona 4 memiliki indeks kenekaragaman tertinggi yaitu 2,70; (4) nilai rata-rata indeks keanekaragaman spesies tumbuhan langka pada penelitian yang dilakukan di kawasan Kecamatan Sawan secara keseluruhan sebesar 1,67 yang tergolong dalam kategori rendah dan Zona II memiliki indeks keanekaragaman tertinggi yaitu 3,01; dan (5) tumbuhan langka yang tersebar dalam spektrum sempit sebesar 26 spesies, 6 spesies dalam spektrum sedang, dan 2 spesies dalam spektrum luas.Kata Kunci : keanekaragam spesies, keanekargaman tumbuhan langka, tumbuhan langka, Kecamatan Sawan This research purposes were to know: (1) composition of plant species in Sawan sub-district; (2) diversity index of plant species in Sawan sub-district; (3) diversity index of rare plant species in Sawan sub-district; and (4) distribution of rare plant species in Sawan sub-district. This type of research is explorative. The population in this research were plant species and social societies. The samples research in this were all plant and the owners of research location. The methods were used in data collection is quadratic method, interviews, and literature study. The diversity index of this research is determined by the diversity index according to Shannon-Wiener (1987). The results of the research showed that: (1) composition of tree species in Sawan sub-district consisted of 152 trees species from six zones, that is: 39 species of tree in Zone 1, 72 spseies of tree in Zone II, 84 species of tree in Zone III, 92 species of tree in Zone IV, 57 spesies of tree in Zone V, and 84 species of tree in Zone VI; (2) from 152 plants species found in Sawan sub-district, there are 34 species of rare plants consisting of 21 families found in all zones in the Sawan sub-district. The dominant species throughout the zone is a species of Anacardium occidentale, this species has the highest number of individuals, which is 45 individuals species; (3) The average value of index diversity of species generally in Sawan sub-district is 2.34 that is categorized as medium and Zone IV has the highest diversity index which is 2.70 ; (4) The average value of index diversity of rare plant species in Sawan sub-district is 1.67 that is categorized as low category and Zone IV has the highest diversity index which is 3.01; and (5) Rare plants spread which is 26 species in narrow spectrum, 6 species in medium spectrum, and 2 species in large spectrum.keyword : diversity of spesies, diversity of rare plant species, rare plants, Sawan sub-district
Praktikum sederhana di rumah tentang pengaruh penggunaan Hand Sanitizer terhadap keberadaan koloni bakteri di tangan Irawati, Wahyu
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri adalah mikroorganisme yang mampu berkembang biak dengan cepat dan berada di setiap tempat. Tangan merupakan salah satu bagian yang banyak didiami bakteri. Pada masa pandemi, penggunaan hand sanitizer menjadi sangat dibutuhkan karena bersifat praktis. Masyarakat menggunakan hand sanitizer untuk menghentikan laju pertumbuhan bakteri di tangan. Hand sanitizer merupakan cairan dengan kandungan etanol dan bahan aktif lainnya yang mampu mensterilkan tangan dan merusak membran sel bakteri. Penelitian ini dilakukan dengan praktikum sederhana menggunakan alat dan bahan yang ada dirumah. Praktikum sederhana dilakukan dengan pembuatan medium sintesis sebagai media pertumbuhan bakteri dengan memanfaatkan alat dan bahan yang ada di sekitar rumah serta pengamatan koloni bakteri di telapak tangan setelah penggunaan hand sanitizer. Kegiatan yang dilakukan adalah membandingkan koloni bakteri di (1) medium sintesis tanpa perlakuan, (2) medium sintesis yang ditempeli telapak tangan tanpa penggunaan hand sanitizer dan (3) medium sintesis yang ditempeli telapak tangan sesudah menggunakan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan hand sanitizer terhadap keberadaan koloni bakteri di tangan. Hasil praktikum menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri di setiap medium dengan perlakuan berbeda menghasilkan jumlah koloni yang berbeda-beda. Bakteri lebih banyak tumbuh pada medium dengan perlakuan tanpa hand sanitizer sedangkan penampakan koloni bakteri menurun setelah tangan menggunakan hand sanitizer. Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa penggunaan hand sanitizer efektif untuk mengurangi keberadaan koloni bakteri di tangan. Saran untuk praktikum sederhana selanjutnya yaitu mencoba beberapa jenis hand sanitizer untuk menentukan jenis hand sanitizer terbaik yang dapat meminimalisir jumlah bakteri di tangan.
PENGEMBANGAN ASESMEN KINERJA PRAKTIKUM BOTANI FANEROGAM BERBASIS KOMPETENSI PROSES SAINS fajarwati, laras kurnia
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research uses research and development methods to develop the performance assessment of Fanerogam botany practicum. Development of instruments for students to measure psychomotor aspects. This study uses the 4 model which is a literature review (definition), design (design), development (development) and dissemination (disseminated) (Thiagarajan, 1974). In the development of performance assessment boterogram botany practicum was not carried out until it was distributed because it was concentrated with the existence of the covid-19 outbreak. The instrument developed in this study includes a performance appraisal sheet and a practical performance appraisal sheet which will be filled out by the validator. Based on the average validity score, the expert obtained the results of the development of botany lecture performance assessment instruments showing very valid criteria. Overall practical performance development instruments can be used to measure the psychomotor level of students when conducting botany Fanerogam practicums.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT CREATED CASE STUDIES DISERTAI MEDIA FLIP CHART TERHADAP SIKAP DAN KEMANDIRIAN SISWA PADA EKSTRAKURIKULER KELOMPOK SISWA PEDULI AIDS DAN NARKOBA (KSPAN) DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 MARGA ., Ni Wayan Tiara Yasmantika; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan metode pembelajaran Student Created Case Studies disertai media Flip Chart terhadap sikap dan kemandirian siswa pada ekstrakurikuler Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di kelas VIII SMP Negeri 2 Marga. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian non-equivalent pre-test post-test control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMP N 2 Marga dengan jumlah populasi 224 yang mengikuti ekstrakurikuler KSPAN sejumlah 50 siswa. Sampel diambil dengan teknik undian dan diperoleh 2 kelas dengan jumlah sampel sebanyak 48 siswa. data yang dikumpulkan adalah data primer (menanyakan langsung kepada responden) yaitu dengan menggunakan lembar kuesioner dengan jumlah pernyataan sebanyak 20 butir kuesioner kemandirian belajar dan 25 butir kuesioner sikap reproduksi positif. Teknik analisis data dilakukan dengan uji statistik Mancova. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis pengaruh Student Created Case Studies disertai media Flip Chart terhadap sikap dan kemandirian siswa diperoleh nilai sig. sebesar p
STUDI KEANEKARAGAMAN DAN KEMELIMPAHAN MAKROZOOBENTOS PADA ZONA INTERTIDAL DI PANTAI DESA BUKTI, KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG. ., Gede Sedana Putra; ., Prof. Dr. Ida Bagus Jelantik Swasta,M.Si; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kemelimpahan makrozoobenthos di pantai desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Rancngan penelitian menggunakan peneletian survei lapangan yakni dengan pencatatan hasil temuan di lokasi penelitian dan dilanjutkan dengan pengamatan di laboratorium. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis makrozoobenthos yang terdapat di pantai desa Bukti, kecamatan Kubutambahan. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah semua makrozoobenthos yang berada di 15 kuadrat pada bentangan 3 line transek. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Komposisi jenis yang ditemukan pada lokasi penelitian berjumlah 15 spesies dengan total individu 447. (2) Indeks keanekaragaman spesies sebesar 2,17 (kategori tingkat sedang), indeks kemerataan spesies sebesar 0,80 dengan kemerataan tinggi, indeks kekayaan spesies 2,29 dengan kategori rendah, dan ditemukan nilai indeks dominansi sebesar 0,15 yang mengartikan bahwa ada spesies yang mendominansi pada lokasi tersebut. Dan (3) Kemelimpahan relatif makrozoobenthos tertingggi dimiliki oleh spesies Littorina littorea dengan nilai 24,61%, kemelimpahan relatif terendah dimiliki oleh spesies Dardanus calidus dengan besar nilai 0,22%, nilai kepadatan spesies tertinggi dimiliki oleh spesies Littorina littorea yakni sebesar 7,33 ind/m2, dan nilai kepadatan spesies terendah dimiliki oleh spesies Dardanus calidus dengan besar nilai 0,07 ind/m2. Kata Kunci : Keanekaragaman, Kemelimpahan, Makrozoobenthos. This research aimed to know the types of compositions, variety and abundance of macrozoobenthos in the beach of Bukti village, Kubutambahan district, Buleleng regency. The types of this research is descriptive explorative. This research used field survey in which the data were collected at the research location and continued by observation in the laboratory. The population in this research using all the types of macrozoobenthos at 15 squares on a stretch of 3 transect lines. The result of this research shows that (1) Types of compositions that found in the research location amount 15 species with 447 individual total, (2) The species diversity index around 2,17 (with a medium level category), species evenness index around 0,80 with the high evenness, species wealth index around 2,29 with a low category, and were founded dominance index value around 0,15 which means there a species as a dominant in the location, (3) The higher relative abundance of macrozoobenthos is from littorina littorea species around 24,61%, the lower relative abundance is from dardanus calidus species around 0,22%, the highest species density value is from littorina littorea around 7,33 ind/m2 and the lowest species density value is from dardanus calidus with the value 0,07 ind/m2.keyword : Diversity, Abudance, Macrozoobenthos
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA SINGARAJA ., Ni Komang Tri Kamistin; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dra.Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan anak sekolah dasar dan obesitas anak sekolah dasar di kota Singaraja. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar di kota Singaraja yang berjumlah 160 orang. Pola makan adalah pola prilaku konsumsi pangan yang berulang kali dari individu dalam memenuhi kebutuhan akan makanannya sebagai tanggapan tanggapan terhadap respon fisiologi, psikologi, budaya dan sosial. Dalam penelitian ini untuk mengetahui kualitas ragam konsumsi jenis makanan dilakukan metode recall dengan mencatat jenis dan frekuensi makan selama 24 jam. Sedangkan obesitas adalah keadaan patologis karena penimbunan lemak berlebihan dibandingkan dengan yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Dalam penelitian ini untuk mengetahui obesitas dilakukan dengan menimbang berat badan dan tinggi badan anak yang disesuaikan dengan rumus IMT. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi yaitu menimbang berat badan dan tinggi badan anak dan dengan memberikan kuesioner kepada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan anak sekolah dasar yaitu 3,8% sangat buruk, 31,2% buruk, 32,5% baik, 32,5% sangat baik. Sedangkan dilihat dari IMT anak sekolah dasar di kota Singaraja 41,3% dikategorikan status gizi KKP, 35% dikategorikan status gizi normal dan 23,7% dikategorikan status gizi obesitas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola makan mempengaruhi obesitas pada anak sekolah dasar di kota Singaraja. Kata Kunci : pola makan, obesitas This research aims to know dietary and obesity of primary school students in Singaraja city. The kinds of research is descriptive correlational. The sample of this research is 160 primary students in Singaraja city. Dietary habit is pattern of food consumption behavior repeatedly from individuals in meeting the need for food in response to a physiological effect, Psychology, cultural, and social. In order to know the quality of variety food consumption this research is used recall methods by recording variety and frequent of eating in 24 hours. Whereas obesity is phatological condition due to excessive fat storage than necessary for the functioning of the body. In this study to determine obesity is done by counting weight and height to be adjusted with the IMT. The data collection in this study is by observing in weight and height, and by giving questionnaires to primary school students. The study has shown that diet of children of primary school are 3,8% is very poor, 31,2% is poor, 32,5% is good, and 32.5% is very good. Whereas IMT views of primary school students in Singaraja city is 41,3% categorized to the nutri functional status of CTF, 35% is considered normal nutritional status and 32,7% is categorized the nutritional status of obesity. Thus it can be concluded that the diet affects obesity in elementary school children in Singaraja citykeyword : dietary, obesity