cover
Contact Name
Yulianti
Contact Email
yuliatibora@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
teknologihasilpertanianug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Agriculture Technology Journal
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26141140     EISSN : 26142848     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Gorontalo Agriculture Technology Journal (GATJ) adalah media aplikasi bagi akademisi, peneliti dan praktisi untuk menerbitkan hasil-hasil penelitian dan artikel penelitian yang berhubungan dengan teknologi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024" : 5 Documents clear
Tingkat Adopsi Inovasi Wanita Tani Terhadap Pengolahan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Menjadi Abon Aimanah, Ummu; Munira, Munira; Pengerang, Fitrah; Rukka, Hermaya; Awalia, Pertiwi
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3860

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur pangan yang bermanfaat bagi tubuh karena sangat bergizi dan rendah lemak. Pengolahan jamur tiram putih menjadi abon adalah salah satu solusi alternatif pangan nabati, jamur tiram putih dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein nabati pengganti daging, sehingga turut berkontribusi dalam upaya peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Abon merupakan salah satu pangan yang banyak dikenal masyarakat, sehingga produk jamur abon dapat dikembangkan menjadi produk olahan yang sangat menjanjikan.Tujuan dalam pengolahan abon jamur tiram putih adalah untuk mengetahui tingkat adopsi inovasi wanita tani terhadap pengolahan jamur tiram putih menjadi abon, keuntungan abon jamur tiram putih dan untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan kelompok wanita tani dalam pengolahan jamur tiram putih menjadi abon. Metode dalam kajian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah Rasa, Tekstur, Aroma dan Warna. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu P1 dengan bahan dasar jamur tiram putih 1000g dan cabai rawit 100g dengan nilai rata-rata uji organoleptik rasa 3,43, tekstur 3,4, aroma 3,08 dan warna 3,71.
Analisis Kandungan Kalsium Pada Tapai Pisang Mas (Musa acuminata L.) Dengan Variasi Jenis Ragi Fermentasi Anas, Fauziah; Rukmelia, Rukmelia; Nurwidah, Andi
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3769

Abstract

Pisang mas di Kabupaten Sidenreng Rappang belum dimanfaatkan sebagai produk olahan makanan karena biasanya pisang mas hanya dikonsumsi langsung tanpa adanya pengolahan lebih lanjut. Pisang Mas merupakan buah yang mengandung kalsium cukup tinggi yakni 61,48 mg. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi jenis ragi fermentasi (ragi kering dan ragi basah) terhadap kadar kalsium, rendemen dan kadar pH tapai pisang mas. Penelitian ini dilakukan dengan membuat tapai pisang mas dalam rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Masing-masing faktor menggunakan 3 perlakuan. Faktor pertama adalah penambahan  ragi kering (A) dengan dosis ragi yang berbeda yaitu (A1: 0,5 gram, A2: 1 gram, A3: 1,5 gram). Faktor kedua adalah penambahan ragi basah (B) dengan dosis ragi yang berbeda yaitu (B1: 0,5 gram, B2: 1 gram, B3: 1,5 gram). Berdasarkan faktor  terbentuk 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi kering dan ragi basah tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar kalsium, kadar rendemen dan kadar ph. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa kadar kalsium terbaik terdapat pada perlakuan A1 jenis ragi kering konsentrasi ragi 0,5 gram (126,333). Kadar rendemen terbaik terdapat pada perlakuan A2 jenis ragi kering konsentrasi ragi 1 gram (93,72). pH akhir yang dihasilkan tapai pisang mas yaitu pH 5, dan rentang  pH tersebut bersifat asam. Perlakuan terbaik tapai pisang mas  didapatkan pada perlakuan jenis ragi kering dengan konsentrasi ragi 0,5 gram dan 1 gram.Mas bananas in Sidenreng Rappang Regency have not been used as a processed food product because usually mas bananas are only consumed directly without any further processing. Banana Mas is a fruit that contains quite high calcium, namely 61.48 mg. So the aim of this research is to determine the effect of various types of fermentation yeast (dry yeast and wet yeast) on calcium levels, yield and pH levels of golden banana tapai. This research was carried out by making tapai banana mas in a completely randomized design (CRD) with 2 treatment factors. Each factor uses 3 treatments. The first factor is the addition of dry yeast (A) with different yeast doses, namely (A1: 0.5 grams, A2: 1 gram, A3: 1.5 grams). The second factor is the addition of wet yeast (B) with different yeast doses, namely (B1: 0.5 grams, B2: 1 gram, B3: 1.5 grams). Based on the factors, 6 treatments were formed with 3 repetitions. The research results showed that giving dry yeast and wet yeast did not have a real effect on calcium levels, yield levels and pH levels. Based on the results of the analysis that was carried out, it was found that the best calcium levels were found in the A1 type of dry yeast treatment with a yeast concentration of 0.5 grams (126.333). The best yield level was found in treatment A2 type of dry yeast with a yeast concentration of 1 gram (93.72). The final pH produced by banana mas tapai is pH 5, and this pH range is acidic. The best treatment for golden banana tapai was obtained from dry yeast treatment with a yeast concentration of 0.5 grams and 1 gram.
Formulasi Minuman Ready to Drink dengan Penambahan Ekstrak Fuli Pala (Myristica argantea Warb) berdasarkan Penerimaan Sensori Maryati, Maryati; Wailussy, Isring; Kuliahsari, Dessy Eka; Ramadhana, Arga
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3807

Abstract

Fuli pala (Myristica argentea Warb) pada umumnya dijual dalam bentuk kering. Kandungan senyawa antioksidan pada fuli pala dapat dimanfaatkan sebagai perisa alami dalam produk pangan, salah satunya adalah minuman. Minuman ready to drink berbasis rempah dan herbal sudah banyak yang mengonsumsi, namun belum ada minuman ready to drink yang menggunakan ekstrak fuli pala dengan kombinasi herbal jamu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak fuli pala dalam minuman ready to drink terhadap penerimaan sensori dan menentukan formula terbaik minuman ready to drink dengan penambahan ekstrak fuli pala berdasarkan penerimaan sensori. Rancangan percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu konsenstrasi ekstrak fuli pala dengan perlakuan P1 (1% v/v), P2 (2% v/v), P3 (3% v/v) dan P4 (4% v/v) dengan tiga parameter kesukaan yaitu warna, aroma, dan rasa. Prosedur penelitian ini berupa pembuatan ekstrak (fuli pala, kunyit, temulawak, kencur, dan kayu secang); pembuatan minuman ready to drink; uji organoleptik; dan penentuan formula terbaik. Data uji tingkat kesukaan minuman ready to drink diolah dengan menggunakan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95% dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilakukan uji Duncan`s Multiple Rage Test (DMRT) yang menggunakan SPSS 24. Penentuan formula terbaik minuman fungsional diolah menggunakan metode De Garmo. Minuman ready to drink dengan penambahan ekstrak fuli dengan konsentrasi (1%, 2%, 3%, dan 4% v/v) tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap tingkat kesukaan warna dan aroma, dan memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap tingkat kesukaan pada parameter rasa. Formula terbaik minuman ready to drink memiliki nilai efektivitas tertinggi yaitu penambahan ekstrak fuli sebanyak 2% (v/v) dengan nilai kesukaan warna  sebesar 5,97 (mendekati suka), aroma sebesar 6,00 (suka), dan rasa sebesar 6,39 (mendekati sangat suka). 
Mutu Fisikokimia dan Organoleptik Kerupuk Ikan Nike (Awaous melanocephalus) dengan Penambahan Pewarna Alami Ekstrak Daun Bayam Hijau Suna, Sri Devi; Kiay, Nancy; Abdullah, Sofyan; Abdullah, Fadhil; Basri, Bayu Setiawan; Riastutik, Desak Nyoman
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3829

Abstract

Ikan nike merupakan salah satu spesies ikan yang ditemukan diperairan Gorontalo yang berasal dari kelompok gobiidae. Produksi ikan nike cukup melimpah dan memiliki rasa daging yang khas namun memiliki harga yang murah jika musimnya tiba. Sedangkan pemanfaatannya masih terbatas hanya untuk konsumsi sehari-hari.  Oleh sebab itu, salah satu upaya untuk memaksimalkan pemanfaatnnya adalah dijadikan olahan seperti kerupuk dengan penambahan pewarna alami dari ekstrak daun bayam hijau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penambahan ekstrak daun bayam hijau terhadap mutu fisikokimia dan organoleptik kerupuk ikan nike yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (K0 : kontrol, K1: Ekstrak Daun Bayam Hijau 4,5%, K2: Ekstrak Daun Bayam Hijau 6,5%, K3: Ekstrak Daun Bayam Hijau 8,5%) dengan 3 kali ulangan. Kerupuk yang dihasilkan kemudian di uji kandungan kadar air, kadar abu, kadar lemak, warna, daya kembang, daya serap minyak dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerupuk ikan nike berpengaruh nyata terhadap uji warna a* dengan warna putih ke abu-abuan. Sedangkan uji kimia yaitu kadar abu dan kadar lemak perlakuan kontrol tanpa penambahan pewarna daun bayam memiliki nilai terbaik. Sedangkan nilai organoleptik semua perlakuan tidak menujukkan adanya pengaruh nyata di mana semua perlakuan memiliki kriteria agak suka.
Karakteristik Nilai Gizi dari Abon Pepaya dengan Penambahan Daun Jeruk Purut Achmad, Fadhilah; Astuti, Suhartin Dewi; Mansyur, Mariani H.; Indhasari, Fitri
Gorontalo Agriculture Technology Journal Volume 7 Nomor 2 Oktober 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gatj.v0i0.3427

Abstract

Besarnya produksi pepaya di Indonesia tidak diimbangi dengan pemanfaatannya, buah pepaya hanya dimakan sebagai buah muda (untuk sayur) dan buah pencuci mulut (buah masak) tanpa pengolahan, sehingga hasilnya 15% dari produksi pepaya tercecer (loss) dan rusak karena minimnya pengetahuan pada pemanfaatan buah pepaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nilai gizi dari abon buah pepaya dengan penambahan daun jeruk purut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan tiga perlakuan (A1 : Buah pepaya 500 gr dan daun jeruk purut 0 gr; A2 : Buah pepaya 500 gr dan daun jeruk purut 20 gr; dan A3 : Buah pepaya 500 gr dan daun jeruk purut 40 gr) dengan tiga kali ulangan. Temuan menunjukkan bahwa nilai gizi dari kadar air, kadar abu, serat kasar, dan lemak kasar secara uji kimia dihasilkan perlakuan yang terbaik adalah perlakuan A3.

Page 1 of 1 | Total Record : 5