cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
MEMBUMIKAN HUKUM ISLAM DI INDONESIA Muhammad Fahmi Al Amruzi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 14, No 2 (2015)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v14i2.656

Abstract

The existence of Islamic law in Indonesia has long earned a place in public life. It is the law established in the midst of society and even became the offi cial legal state at the time of Islamic kingdoms until the beggining of VOC. When the Dutch managed to take over all the power of the Islamic kingdoms, the Islamic law began to be abolished gradually. After independence, Indonesian people began to dig his own laws independently and Islamic laws still exists and getting stronger. The Islamic law has its own power which can take the form in legisation, jurisprudence and public legal awareness. Islamic law has an important strategic position in the formation and preparation of Indonesia's national law. One effort to incorporate Islamic law into the national legal order is through the transformation of the values of Islamic law into the Indonesian National Legal System.
HISAB-RUKYAT SEBAGAI METODE PENETAPAN AWAL BULAN QOMARIYAH Syaugi Mubarak Seff
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i1.967

Abstract

Determining ahe beginning of Fasling and Icd Fkr is an impojlant matrer becausc it is related lo religious worship. At leasa rhere arc firce grcups which ha5 different opinion on how to determin the beginning ofFasting and ted Fitr, they are: a g.opu which is based or nrkyalul hilat, a gro$p which is baed on ijtirnaa', and a group uhich is based on hisab wujud at-hitaat. ln tndonesia, delrmining the Fasrjng month ,md Id fits is the r0sponsibiliry of the go!ernmenr i.e. rhe vini,rcr ofReliBious AlIair.
FIKIH SUFISTIK DALAM RISALAH RASAM PARUKUNAN Ahmad Harisuddin
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.918

Abstract

Dilatarbelakangi pentingnya holistisitas ilmu dalam Islam, tulisan ini bermaksud menganalisis pendekatan sufistik dalam Risalah Rasam Parukunan karya Tuan Guru Haji Abdurrahman bin Muhammad Ali Sungai Banar Amuntai. Kajian ini menemukan bahwa muatan tasawuf yang terkandung dalam Rasam Parukunan sangat bercorak akhlaki. Di antara contohnya yang penting adalah ketika penulis menguraikan konsep sembahyang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara makna sembahyang syariat, sembahyang thariqat, dan sembahyang hakikat sehingga suatu perbuatan sembahyang itu dapat dikatakan sempurna yang disebut sembahyang makrifat. Dengan begitu, tasawuf merupakan satu aspek inheren dalam setiap pelaksanaan ibadah lahir, yakni sebagai bentuk pelaksanaan ibadah batinnya. Ajaran semacam ini tentunya lebih dapat diterima secara lebih luas di kalangan umat Islam. Bahkan, tasawuf akhlaki yang tertuang sebagai indikator keimanan dan keislaman dalam rasam sangat efektif digunakan pada level individu sebagai wahana evaluasi diri (muhasabah al-nafs), meskipun kurang efektif jika digunakan sebagai indikator sosial untuk mengukur tingkat keberagamaan umat Islam.
PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBELAJARAN ILMU HADITH DI SEKOLAH-SEKOLAH MENENGAH KEBANGSAAN AGAMA (SMKA) DI SERAWAK, MALAYSIA Maulana Muhammad Ilyas Temrin; Mohd Akil Muhamed Ali
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v16i1.1277

Abstract

Sekolah Menengah Kebangsaan Agama (SMKA), which was originally established by the Ministry of Education in 1977 is one of the important institutions at the secondary school level in the development of Islamic studies at Malaysia. Learning the hadith, as a major part of Islamic studies, is very important because hadith is a major source of Islamic teachings. Previous studies show that there are problems that occur during the learning process hadith studies at various institutions, including at the secondary school. Therefore, this study will identify teachers' perception of learning hadith studies in school, problems that occur in the learning process and proposals to solve the problem. This study will use a questionnaire that was distributed to each of the respondents (teachers) at their respective schools. The data obtained will be processed by means of descriptive analysis of frequency, percentage, mean and standard deviation through software Statistic Package for Social Sciences (SPSS) version 23. The research findings show that the methodology of learning the hadith taught by teachers reach a high-value interpretation. However, problems occur during the learning process hadith is the lack of use of teaching aids, such as books translation of the Arabic original books of hadith. Therefore, in order for the learning of hadith among these students could be improved it is necessary to update the existing syllabus, duplicate references in learning and teaching aids to reproduce the exciting and creative able to increase the interest of students in the study of hadith.
STRATEGI ANTISIPASI GERAKAN FANATISME MAZHAB MELALUI MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN DI UIN ANTASARI BANJARMASIN Rabiatul Adawiah; Nuril Khasyi’in; Anwar Hafidzi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v20i2.6435

Abstract

Abstract:This research was conducted to find out about mazhab fanaticism in the education system at UIN Antasari Banjarmasin. Research to answer the emergence of a fanatical understanding of an opinion without looking at it from other aspects comprehensively. The method used in this research is field research which is a mixed-method using quantitative data with validation tests through product-moment with measuring instruments using the Cronbach Alpha formula with a total of 404 students as respondents. This study proves that the level of fanaticism of the sect in the student environment of UIN Antasari Banjarmasin with 404 students as respondents, obtained data of 4.95% in the medium category, then 79.95% in the low category, and 15.10% in the very low category. The dominant factors that influence students' religious attitudes are religious knowledge obtained from parents and social media.Keywords: Strategy, fanaticism, sect, antasariAbstrak:Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang fanatisme bermazhab dalam sistem pendidikan di UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian untuk menjawab bahwa munculnya faham fanatik terhadap suatu pendapat tanpa melihat dari aspek lain secara komprehensif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini penelitian lapangan (field research) yang bersifat mix method dengan menggunakan data kuantitatif dengan uji validasi melalui product moment dengan alat ukur menggunakan rumus Cronbach Alpha dengan jumlah responden 404 mahasiswa. Penelitian ini membuktikan bahwa tingkat fanatisme bermazhab di lingkungan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin dengan responden berjumlah 404 orang mahasiswa, diperoleh data 4.95% pada kategori sedang, kemudian 79.95% pada kategori rendah dan 15.10% pada kategori sangat rendah. Adapun faktor dominan yang mempengaruhi ikap keberagamaan mahasiswa adalah pengetahuan agama yang diperoleh dari orangtua dan media sosial.Kata kunci: Strategi, fanatisme, mazhab, antasari 
GENDER IDEOLOGY AND BDUCATIONAL DISADVANTAGES IN INDONESIA Wardah Hayati
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.947

Abstract

Di Indonesia, meskipun angka pendaftaran sekolah terus meningkat, namun angka drop oill terutama di kalangan anak perempuan masih mcrupakan isu utama. Ketidak setarsaan gender di bidang pendidikan ini perlu mendapat perhatian. Dalam makalah ini, gcnder pcrspcktif digunakan untuk mengamati ketidaksetaraan pendidikan bagi kaum perempuan dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Paper ini mengemukakan argumen bahwa peran gender yang ditanamkan oleh sosial budaya yang dominan dalam hal ini partriakal dinormalisasikan dalam lingkungan keluarga, diperparah oleh keterbatasan ekonomi, dan kemudian tercipta kembali di lingkungan pembelajaran pada gilirannya akan membawa kaum perempuan pada ketidaksetaraarl dalam bidang pendidikan.
STRATEGI PSIKOLOGI MEREKRUT PEMIKIRAN MUSLIM DALAM MAJALAH DABIQ Noor Izatie Che Zawawi; ZulʽAzmi Yaakob; Nur Farhana Abdul Rahman
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 2 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i2.1576

Abstract

The emergence of more propaganda magazine because of propagandas or strategies development to spread the ideology of Islamic extremist groups.Dabiq magazines appear as a result of the development of the propagandas of militan Islamic State (IS), which has its own narratives to spread its ideology and attrack people around the world to join their jihad. This paper focuses on the narratives of psychological strategies by IS contained in the Dabiq magazine in recruiting people’s mind to join the Khilafah.Munculnya lebih banyak majalah propaganda karena propaganda atau pengembangan strategi untuk menyebarkan ideologi kelompok-kelompok ekstremis Islam. Majalah-majalah DMAB muncul sebagai hasil pengembangan propaganda militan Negara Islam (IS), yang memiliki narasi sendiri untuk menyebarkan ideologinya. dan attrack orang-orang di seluruh dunia untuk bergabung dengan jihad mereka. Makalah ini berfokus pada narasi strategi psikologis oleh IS yang terdapat dalam majalah Dabiq dalam merekrut pikiran orang untuk bergabung dengan Khilafah.
KUNCI KEBAHAGIAAN PERSPEKTIF IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH jarman arroisi; irfan wahyu azhari
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v20i1.5204

Abstract

Kebahagiaan merupakan suatu tujuan yang selalu dicari oleh manusia. Kebahagiaan erat kaitannya dengan hati atau jiwa manusia, dari ketentraman, ketenangan, atau bahkan kepuasan akan dirinya sendiri dalam kehidupannya. Makalah ini bertujuan untuk mengungkap konsep kebahagiaan perspektif Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif dan analisis. Setelah melalui penelitian yang mendalam, penulis menemukan tiga kesimpulan penting. Pertama, berkaitan dengan hal-hal yang dapat mempengaruhi keadaan hati dan jiwa, dan yang sering dicari oleh kebanyakan orang, yaitu 1) kebahagiaan eksternal, berupa harta, kekuasaan, ketenaran. 2) jasmani atau badan, berupa kesehatan dan kekuatan. 3) kebahagiaan yang hakiki, yaitu ilmu yang bermanfaat dan buah darinya berupa pengamalan. Kedua, berkaitan dengan tanda dari kebahagiaan seseorang, yaitu 1) Apabila mendapatkan nikmat, maka ia akan mensyukuri nikmat tersebut dengan menggunakannya di jalan yang diridhai Allah. 2) Apabila mendapatkan musibah, ia akan senantiasa bersabar. 3) Apabila berbuat dosa, maka ia akan langsung bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketiga, kunci untuk mendapatkan tiga hal tersebut, yaitu dengan ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beserta pengamalannya. Keimanan, ketaqwaan, kebersihan hati, ketenangan hati dan jiwa, merupakan buah dari ilmu dan juga pengamalan darinya.
MEMBANGUN KARAKTER PENDIDIKAN PERSPEKTIF PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM BUDAYA MASYARAKAT BANJAR Kamrani Buseri
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 11, No 1 (2012)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v11i1.413

Abstract

Tulisan ini bermaksud melakukan eksplorasi terhadap upaya membangun karakter pendidikan perspektif pendidik dan tenaga kependidikan dalam budaya masyarakat Banjar. Para ulama, tuan guru, guru, ustaz dan lainnya berperan dalam mengembangkan pola pendidikan sepanjang sejarah masyarakat Banjar. Bangunan karakteristik pendidikan yang terus menerus selalu ada sepanjang sejarah ialah pendidikan keislaman, mengingat Islam merupakan identitas masyarakat Banjar. Penyesuaian dengan tuntutan keadaan selalu menjadi kebijakan pendidikan masyarakat Banjar. Hal tersebut diperkuat oleh banyaknya ulama yang berlatar belakang pendidikan luar negeri yang sangat mempengaruhi modernitas pendidikan di masyarakat Banjar. Sesuai sejarah perkembangan awal masyarakat Banjar, ulama sebagai pendidik sekaligus sebagai juru dakwah merupakan kompetensi ganda bagi pendidik yang seharusnya menjadi karakter pendidik hingga saat ini. Lembaga pendidikan selain misi mendidik juga misi dakwah. Pada situasi tertentu pendidik juga dibenarkan terjun ke dunia politik dengan tujuan utama memperkuat pendidikan masyarakat dan bangsa
ISTIDLAL FATWA DEWAN SYARIAH NASIONAL TENTANG JUAL BELI EMAS TIDAK TUNAI Ahmad Zaki Zamani
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 15, No 1 (2016)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v15i1.814

Abstract

Fatwa of DSN-MUI No.77 / DSN-MUI / V / 2010 issued on June 3, 2010 states that selling and buying gold with non-cash payment is allowed (mubah) as long as the gold is not as the official medium of exchange (subtituting money) either through purchase or ordinary selling murabaha.This fatwa is controversial among scholars. Some argue that this fatwa is in contrast to the hadiths explaining that it is not allowed to sell an usury item with other item unless it is cash. It also should not be selled by loan although the items are in different types and sizes. The authors are interested in doing research with a focus on two issues, namely: the method of istinbath in a fatwa of DSN law on non-cash trade in gold and its relation with National Sharia Board Fatwa No.77 / DSN-MUI / V / 2010 On Selling and Buying Gold Non-Cash with four Imam sect.