cover
Contact Name
Mokhamad Fakhrul Ulum
Contact Email
ulum@apps.ipb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arshivetlett@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ARSHI Veterinary Letters
ISSN : -     EISSN : 25812416     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 339 Documents
Chemical quality assessment of organic cow’s milk at KPSP Setia Kawan Nongkojajar using Lactoscan® technology Sukariada, I Putu Juli; Amnifu , Johan Valen Febriano; Sukariada , I Putu Juli; Puspitayani , Putu Mira
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.57-58

Abstract

Susu sapi organik dihasilkan dari sapi yang dibesarkan di lingkungan alami, rendah stres tanpa menggunakan hormon pertumbuhan atau aditif sintetis, sehingga menghasilkan susu dengan nilai gizi tinggi dan aman untuk dikonsumsi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas susu sapi organik, khususnya kandungan laktosa, lemak, protein, dan titik bekunya, untuk memastikan kepatuhan terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) 3141.1:2011 untuk susu segar. Pengujian kualitas dilakukan dengan menggunakan metode Lactoscan® pada delapan sampel yang dikumpulkan dari berbagai tempat penyimpanan susu di Koperasi Peternakan Sapi Perah Setia Kawan di Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Analisis tersebut mengungkapkan kadar rata-rata 4,36% lemak, 2,86% protein, dan 4,36% laktosa, yang semuanya memenuhi atau melampaui persyaratan SNI untuk susu sapi segar. Temuan ini menegaskan bahwa susu organik koperasi memenuhi standar mutu nasional dan dapat dianggap sebagai produk susu yang bergizi dan aman.
Pengobatan hematoma telinga dengan teknik jahitan kancing Diana , Riya Ulfa; Andinata , Illona Christie
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.37-38

Abstract

Hematoma telinga adalah kondisi di mana darah terakumulasi di daun telinga dan ditandai dengan pembengkakan berisi cairan dan eritema. Salah satu penyebab hematoma telinga adalah trauma, khususnya peningkatan frekuensi menggaruk telinga dan menggelengkan kepala akibat infestasi tungau telinga Otodectes cynotis. Tes diagnostik dalam kasus ini melibatkan pemeriksaan mikroskopis serumen telinga, hematologi darah, dan biokimia darah. Teknik jahitan kancing ditujukan untuk melepaskan darah yang terakumulasi dan mencegah ruang mati di daun telinga. Pengobatan pascaoperasi meliputi injeksi intramuskular oksitetrasiklin dan meloksika, pemberian albumin oral, pemberian obat tetes telinga (Sagestam®), dan pengobatan antitungau. Pengobatan penyembuhan luka didukung oleh salep luka (Digenta®) dan penggunaan kerah Elizabethan. Kondisi pasien berangsur-angsur membaik setelah operasi, dan pasien diizinkan pulang 30 hari pascaoperasi.
Polycystic kidney disease in a Himalayan-Persian crossbreed cat Nugraha , Putri; Convienna; Dewa , Andreas Topan; Putra , I Putu Cahyadi; Widyasanti , Ni Wayan Helpina
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.43-44

Abstract

Penyakit Ginjal Polikistik (PKD) adalah kelainan genetik yang disebabkan oleh mutasi pada PKD1, yang sebagian besar ditemukan pada kucing Persia. Studi kasus ini melaporkan kejadian PKD pada kucing persilangan Himalaya-Persia yang diobati dengan terapi cairan, suplementasi ginjal, manajemen nutrisi, dan beras merah. Seekor kucing ras Himalaya-Persia betina berusia 5 tahun yang telah disterilkan dibawa ke Klinik Hewan Kassiti Vetcare, Bandung, dengan keluhan nafsu makan menurun selama seminggu, tidak mau makan selama empat hari, sakit perut, dan urin berwarna oranye. Anemia makrositer hiperkromik ditemukan pada tes darah lengkap. Pemeriksaan kimia darah menunjukkan peningkatan kadar kreatinin (363,1 µmol/L), yang menunjukkan gangguan fungsi ginjal. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan bahwa ginjal membesar, batas antara korteks dan medula tidak jelas, dan kista hipo-anekoik dengan berbagai ukuran diamati di area korteks-medula ginjal. Pasien didiagnosis dengan PKD dan memiliki prognosis yang buruk. Perawatan yang dilakukan meliputi terapi cairan Ringer laktat intravena (IV), suplemen ginjal RenaCor®, beras merah Flozindo® (RMR), dan NatureBridge® untuk ginjal kucing. Kondisi pasien membaik setelah perawatan, seperti yang ditunjukkan oleh kondisinya yang aktif dan warna urin yang normal.
Surgical repair of a rectocutaneous fistula in a cat with skin avulsion wound Erika , Yulia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.49-50

Abstract

Fistula rektokutan jarang terjadi pada kucing. Makalah ini melaporkan kasus fistula rektokutan akibat luka avulsi kulit di daerah anus dorsolateral dextra pada kucing lokal. Tiga hari setelah trauma, ditemukan luka terbuka di daerah ekor ventral dan terkena flowpot di daerah panggul dan kaki belakang. Kucing tersebut didiagnosis menderita fistula rektokutan berdasarkan pemeriksaan fisik dan observasi, dimana ditemukan feses yang keluar dari daerah vulnus saat defekasi. Terapi fistula dilakukan dengan operasi flap kulit pada vulnus avulsi dan pengobatan sistemik selama penyembuhan selama tujuh hari. Penyembuhan luka kulit juga meningkat, dan bulu di daerah ekor ventral tumbuh lebih baik dua bulan setelah operasi.
External hysterectomy to treat uterine prolapse in a domestic cat Pradnyandika , I Putu Krisna Ardhia; Insanillahia , Yuniq; Wandia , I Nengah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.39-40

Abstract

Prolaps uterus adalah eversi uterus melalui serviks ke dalam vagina. Ini adalah komplikasi pascapersalinan yang jarang terjadi pada kucing. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan presentasi klinis, diagnosis, dan penanganan bedah prolaps uterus. Seekor kucing domestik betina berusia 2 tahun datang dengan prolaps uterus bikornuata yang menonjol melalui vulva. Kucing tersebut memiliki riwayat melahirkan, dan prolaps terjadi segera setelah kelahiran anak kucing ketiga. Prolaps uterus diobati dengan histerektomi eksternal dan ovariektomi. Perawatan pascaoperasi termasuk pemberian antibiotik natrium sefotaksim dengan meloksika antiinflamasi. Satu minggu setelah operasi, kucing tersebut telah pulih sepenuhnya, dan tidak ada komplikasi yang dilaporkan.
Corpus alienum pada saluran pencernaan kura-kura baning (Manouria emys) di Kebun Binatang Bandung Jerica , Monica Silva; Bernadette , Josephin; Anggitasari , Teresa Wening; Ramadan , Noval Ekarian; Mohamad , Kusdiantoro
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.53-54

Abstract

Kura-kura memiliki kebiasaan menelan benda asing yang dikenal sebagai geofagi. Benda asing yang tertelan dapat menimbulkan obstruksi pada saluran pencernaan. Seekor kura-kura baning cokelat (Manouria emys), jenis kelamin jantan, dengan berat badan 13,5 kg, dilaporkan mengalami penurunan nafsu makan, lemas, tidak dapat defekasi, dan mata berair. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiografi (X-ray) menunjukkan akumulasi benda asing di saluran pencernaan. Penanganan yang dilakukan berupa pemasangan feeding tube, pemberian gliserin, dan pemberian biodin. Setelah penanganan, kura-kura mengeluarkan benda asing berupa pasir saat defekasi dan selanjutnya mengalami peningkatan kondisi tubuh. Kura-kura aktif kembali dan dinyatakan sembuh setelah 18 hari penanganan.
Laparotomi garis tengah untuk kriptorkismus inguinal unilateral pada kucing Persia campuran Salsabila , Firda Shafa; Syaputri , Nimas Aldila; Rochma , Oktalavia Dwi Noer; Syafira
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.51-52

Abstract

Cryptorchidism is a congenital condition in male cats, characterized by incomplete testicular descent, which increases the risk of neoplasia, torsion, and infertility. A five-year-old intact mixed Persian cat with unilateral cryptorchidism, diagnosed in 2020, presented for elective testicular removal. Despite this, the cat had previously in 2024 sired its offspring. Ultrasonography revealed that the right testis was located in the inguinal region. The procedure included cryptorchidectomy for inguinal testicles and routine castration for external testicles, performed under general anesthesia. An endotracheal tube was placed and intraoperative monitoring ensured patient stability. The postoperative recovery was uneventful, with complete healing within 10–14 days.
Damaged pen floors reduce pregnancy rates in Garut sheep: A comparative study across ram breeds Ulum , Mokhamad Fakhrul; Alahmad , Ali Omar; Cristovao , Adelaide Jose Pereira; Wijaya , Surya Kusuma
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.59-60

Abstract

Kondisi lantai kandang sangat penting untuk keberhasilan perkawinan alami pada ternak. Penelitian ini membandingkan dampak lantai kandang yang rusak, berlubang dan permukaannya tidak rata, dengan lantai kandang yang tidak rusak dan stabil terhadap tingkat kebuntingan domba Garut (n=89) yang dikawinkan dengan domba jantan dari berbagai ras, seperti Dorper (n=4), Batur (n=1), Garut (n=4), dan persilangan Garut×Batur (JxBat; n=2). Domba jantan ditempatkan bersama 3–16 domba betina selama 45–60 hari, dan kebuntingan dinilai melalui ultrasonografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domba betina pada lantai kandang yang tidak rusak memiliki tingkat kebuntingan yang jauh lebih tinggi (100,0%) dibandingkan dengan domba betina pada lantai kandang yang rusak (85,3%). Pada semua ras domba jantan, lantai kandang yang rusak berdampak negatif pada perkawinan dan mengurangi reproduksi. Pemeriksaan dan pemeliharaan lantai kandang secara teratur selama periode perkawinan sangat penting untuk mengoptimalkan kesuburan domba Garut.
Diagnosis and treatment of Microsporum canis-induced dermatophytosis in a domestic cat Jainudin , Hizriah Alief; Kemalarani , Mariam
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.2.55-56

Abstract

Dermatofitosis adalah infeksi jamur superfisial yang umum pada kucing, terutama yang terpapar lingkungan luar ruangan. Studi kasus ini melaporkan seekor kucing domestik berusia 5 bulan bernama Simon, dengan berat 1,9 kg, yang memiliki kulit kemerahan dan bersisik, alopecia parsial, dan gips folikel di daerah kepala dan telinga. Kucing itu aktif, memiliki nafsu makan yang baik, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pruritus. Simon dipelihara di lingkungan semi-luar ruangan dengan potensi kontak dengan kucing liar. Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan fisik, uji lampu Wood, sitologi kesan pita perekat, dan kultur jamur. Evaluasi makroskopis dan mikroskopis dari isolat jamur menunjukkan bahwa Microsporum canis adalah agen penyebabnya. Pengobatan termasuk sampo antijamur topikal yang mengandung ekonazol nitrat (Sebazole) yang dioleskan setiap minggu dan itra-konazol sistemik dengan dosis 7,5 mg/kg berat badan sekali sehari selama dua minggu. Terapi suportif termasuk suplemen hati (Curcuma FCT) dan kulit (Coatex). Setelah dua minggu terapi, evaluasi fisik ulang menunjukkan resolusi eritema dan pengelupasan, dengan pertumbuhan kembali rambut yang terlihat di area yang sebelumnya alopesia.
Penatalaksanaan klinis tumor gastrointestinal pada seekor anjing rottweiler Tannya, Prieske; Isnaini, Nyimas Syifa Amira; Tarisa, Hasnah; Parameshtya, Sadhira; Nursaumawati, Siti; Vadivellan, Srivaen; Wibowo, Deny Setyo; Purwono, Rini Madyastuti
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.3.67-68

Abstract

Gastrointestinal neoplasia is an increasingly recognized condition in dogs, particularly in predisposed breeds, such as Rottweilers. A 4-year-old Rottweiler was presented by its owner to the Veterinary Teaching Hospital, School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, IPB University, with clinical signs including coughing, dyspnea, lethargy, and intermittent yellow-brown, malodorous feces. Diagnostic evaluations revealed significant abnormalities in the respiratory and gastrointestinal systems. This report describes the clinical presentation, diagnostic approach, and management of a dog with suspected gastrointestinal neoplasia. The patient was provisionally diagnosed with gastrointestinal neoplasia with a poor prognosis. Although surgical intervention is generally recommended, the compromised pulmonary function of the dog precluded general anesthesia; therefore, management was limited to symptomatic and supportive therapy.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025 Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025 Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024 Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024 Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023 Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023 Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022 Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022 Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021 Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021 Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020 Vol. 4 No. 3 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2020 Vol. 3 No. 4 (2019): ARSHI Veterinary Letters - November 2019 Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019 Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018 Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2017 More Issue