cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Luh Suciari; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja yang terdiri dari 305 siswa. Teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIID sebanyak 35 siswa sebagai kelas ekseprimen dan siswa kelas VIIIL sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Data hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilaithitung=3,514 lebih dari nilai ttabel=1,997. Sehingga kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning dengan Mind Mapping lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning. Sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari skor yang diberikan oleh observer selama proses pembelajaran. Sehingga secara kuantitatif, skor aktivitas belajar siswa dikelas eksperimen=73,44lebih dari skor aktivitas belajar siswa di kelas kontrol=71,33. Namun secara kualitatif memiliki kualitas yang sama yaitu termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, kemampuan pemahaman konsep, mind mapping, dan problem based learning The objective of this research is to investigate the effect of Problem Based Learning model with Mind Mapping towards students’ learning outcomes. Learning outcomes in this research were students’ understanding of mathematical concept and students’ learning activities. This research design was Post-Test Only Control Group Design. Population of this research was all eighth grade students in SMP Negeri 3 Singaraja which consists of 305 students. This research used random sampling technique. Sample of this research was all students in class VIIID as experiment class which consist of 35 students and all students in class VIIIL as control class which consist of 32 students. Data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through tests. These data were analyzed using one-tailed t-test. Hypothesis testing’s showed that the value of t-test= 3.514 which is greater than the value of t table = 1.997. Therefore the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model with Mind Mapping was better than the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model. Data of students' learning activity were obtained from the scores that given by the observer during the learning process. Score of learning activity in experiment class=73.44 quantitatively were better than score of learning activity in control class=71.33. But qualitatively both have the same quality that is classified in the high categorykeyword : learning activity, learning outcomes, mind mapping,problem based learning, and understanding of mathematical
PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Umi Andriana Soleha; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., Made Juniantari, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.7159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi dan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika, sedangkan data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep matematika. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA dan ANAVA satu jalur. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan kemampuan komunikasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi REACT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional (F=53,058 dan Sig.=0,000;p
MODEL PEMECAHAN MASALAH DENGAN METODE MEANS- ENDS ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA ., I Gusti Lanang Agung Edi Suteja; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1)meningkatkan kemampuan pemecahan masalah,(2)kepercayaan diri siswa dan (3)tanggapan siswa terhadap model pembelajaran pemecahan masalah dengan metode Means-Ends Analysis. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subyek sebanyak 26 orang siswa kelas VIIIB1 SMP Negeri 4 Singaraja pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah, data kepercayaan diri dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran pemecahan masalah dengan metode Means Ends Analysis mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah serta kepercayaan diri siswa. Tanggapan siswa setelah diterapkan model pembelajaran pemecahan masalah dengan metode Means Ends Analysis tergolong positif.Kata Kunci : model pemecahan masalah, Means-Ends Analysis, pemecahan masalah, kepercayaan diri The purposes of this study were (1) to increase the ability of solving the problem, (2) to increase the students self-efficacy and, (3) to investigate the students’ response about the implementation of model learning problem solving with Means-Ends Analysis method. This research is classroom action research that involved 26 students of VIII B1 class of SMP Negeri 4 Singaraja in the first semester in the academic year 2013/2014. This study was done in three cycles. The data of students’ ability in solving the problem was collected by using problem solving ability test. The data of self-effecacy and student response was collected by using questionnaire. Then all data obtained was analyzed descriptively. The result of the study showed the implementation of problem solving model through Means-Ends Analysis method enable to improve the ability of solving the problem and students’ kepercayaan diri. The student response after gaining this model was categorized as positive result.keyword : problem solving model, Means-Ends Analysis, problem solving, self-effecacy.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP TURUNAN SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEHNIK KOMPUTER JARINGAN 3 MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DI SMK NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Wayan Adikana Wiandari Yadnya; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan motivasi belajar dan pemahaman konsep turunan siswa kelas XI TKJ 3 SMK Negeri 3 Singaraja melalui penerapan model pembelajarn kooperatif tipe snowball throwing. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang melibatkan subjek sebanyak 27 orang siswa kelas XI TKJ 3 SMK Negeri 3 Singaraja pada semester genap Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Data motivasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan angket dan data pemahaman konsep turunan siswa dikumpulkan menggunakan tes pemahaman konsep. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar siswa dan pemahaman konsep turunan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus III. Peningkatan optimal terjadi pada siklus III. Rata-rata skor motivasi belajar pada siklus III yaitu sebesar 77,81 dan tergolong tinggi. Rata-rata nilai pemahaman konsep turunan siswa pada siklus III sebesar 73,1 telah memenuhi indikator keberhasilan yaitu 70 karena KKM 70. Peningkatan optimal terjadi pada siklus III karena guru lebih memfokuskan cara menyelesaikan permasalahan aplikasi turunan dengan memperhatikan indikator-indikator pemahaman konsep, selanjutnya siswa juga diarahkan untuk mengidentifikasi materi dengan merangkum isi pokok dari materi, serta memberikan balikan dan penghargaan sehingga siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif, tipe snowball throwing, motivasi belajar, pemahaman konsep turunan This research aimed to improve learning motivation and understanding the concept of derivative in Student of Class XI TKJ SMK Negeri 3 Singaraja through the implementation of cooperative learning model, with type of snowball throwing. This research model is a research in collaborative class action that which involves the subject of as many as 27 students of class XI TKJ 3 SMK Negeri 3 Singaraja in the second semester of Academic Year 2015/2016. This research was conducted in three cycle. Student motivation data were collected using a questionnaire and students' understanding of concepts data derived using test understanding of the concept. Data that collected will be analyzed descriptively. Results of the research showed that the average score of student’s learning motivation and concept understanding increased from cycle I into cycle III. Optimal improvement occurs in the cycle III. The average score of student’s study motivation is 77,81. The average score of student’s understanding in concept of derivative is 73,1 in cycle III, and it has fulfilled success indicator, i.e. 70, for optimal KKM 70. Optional improvement occurs in cycle III for teacher focused way to solve derivative application problem by observing indicators of understanding the concept of derivative, then students are also directed to identify materials by summarizing the main content of the material, as well as provide feedback and reward so that students became more active in learning process.keyword : cooperative learning model, type of snowball throwing, learning motivation, understanding the concept of derivative
STUDY OF INTEGRATION OF SAD WARNANING RAJANITI VALUES IN MATHEMATICS LEARNING PROCESS AT ELEVENTH GRADE OF SMA NEGERI 1 SINGARAJA TO SUPPORT ANTI-CORRUPTION GOVERNANCE ., I Made Yoga Emma Prasetya; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi Sad Warnaning Rajaniti dalam pembelajaran matematika pada kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja dalam mendukung pemerintahan anti-korupsi. Sifat-sifat dalam Sad Warnaning Rajaniti dimodifikasi sesuai dengan nilai-nilai anti-korupsi dan pembelajaran matematika. Sehingga memperoleh indikator-indikator yang digunakan di dalam lembar observasi, angket, dan wawancara. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu berasal dari kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pengalaman peneliti, dan dikembangkan untuk memperoleh kebenaran dalam bentuk dukungan data empiris lapangan. Subjek penelitian dari penelitian ini adalah guru matematika kelas XI yang terdiri dari tiga guru serta seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2013/2014. Siswa kelas XI tersebut terdiri dari kelas XI IA berjumlah 237orang siswa, kelas XI IS berjumlah 9 orang siswa, dan kelas XI IB berjumlah 6 orang siswa. Peneliti meneliti integrasi Sad Waraning Rajaniti dengan melihat pembelajaran yang dilakukan oleh masing-masing guru pengampu di kelas. Data tersebut diperoleh dengan observasi, angket, wawancara, dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan, bahwa pembelajaran matematika di kelas XI IA dan XI IS telah mengintegrasikan Sad Warnaing Rajaniti dengan baik (kategori tinggi) sedangkan pembelajaran matematika yang dilaksanakan di kelas XI IB belum terintegrasi dengan baik (kategori sedang).Kata Kunci : Sad Warnaning Rajaniti, Pembelajaran Matematika, Pemerintahan Anti-korupsi. The purpose of this research was to know the integration process of Sad Warnaning The purpose of this research was to know the integration process of Sad Warnaning Rajaniti values in mathematics learning process at Eleventh Grade of SMAN 1 Singaraja in accordance with the anti-corruption. Characteristics of Sad Warnaning Rajaniti are modified in line with the values of anti-corruption that relevant with mathematics learning for acquiring indicators that use in observation sheets, questionnaire, and interview as instrument of the research. This research was based on qualitative research that using descriptive qualitative sourced from a theory design, idea of the experts and researcher’s comprehension based on experience. All approaches were developed to gain a truth in the form of on field’s empirical data. The subjects of research were mathematics teachers of Eleventh Grade which is consist of different teachers and students of Eleventh Grade of SMAN 1 Singaraja in the academic year 2013/2014. Students of Eleventh Grade consisted of 237 students from science class of eleventh grade, 9 students from social class of eleventh grade, and 6 students from language class of eleventh grade. Researcher was researching the integration of Sad Warnaning Rajaniti by involving in the learning process that conducted by each teacher in the class. That data are acquired by observation, questionnaire, interview, and documentation. The results of research is showed that the integration of Sad Warnaing Rajaniti in science class and social class are good (high category) whereas in language class are fair (medium category).keyword : Warnaning Rajaniti, Mathematics Learning, Anti-Corruption Public.
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA ., I Komang Widanto; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian posttest-only nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data skor kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian, dan dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Dengan demikian, dapat disimpulkan model self regulated learning memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata Kunci : model self regulated learning, model pembelajaran ekspositori, kemampuan komunikasi matematis This research aimed at describing the difference of mathematical communication ability between the students who taught with self regulatid learning model and the students who taught with expository learning model. This research was quasy experimental research by using posttest-only nonequivalent control group design. The population of this research was all of 10th grade students of SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The sample was taken by using random sampling technique. The data of students' mathematical communication ability scores were obtained using essay test. These data were analyzed by using t-test with significant level was 5%. The results showed that mathematical communication ability of students who taught with self regulated learning model was higher than the one of students who taught with expository learning model. Thus, it may be concluded that self regulated learning model has a positive influence of the students’ mathematical communication ability.keyword : self regulated learning model, expository learning model, mathematical communication ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP KONSEP DIRI MATEMATIKA SISWA SMP ., Ni Luh Lita Frisdiana; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4035

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay lebih tinggi daripada konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Postest-Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 yaitu sebanyak 412 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data konsep diri matematika siswa dikumpulkan melalui angket konsep diri matematika. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak, yaitu pihak kanan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay lebih tinggi daripada konsep diri matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Kata Kunci : konsep diri matematika, model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay, pembelajaran konvensional This research was aimed to know whether the student’s mathematics self concept who learned with Course Review Horay cooperative learning model was higher than the student’s mathematics self concept who learned with conventional learning model. The research design was Post-test Only Control Group Design. The population was all seventh grade students of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 412 students. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The data of mathematics self concept was collected by mathematics self concept questionnaire. The data of mathematics self concept were analyzed by using right tailed t-test with significance level is 5%. The result showed that the student who learned with Course Review Horay cooperative learning model had mathematics self concept higher than students who learned with conventional learning model. keyword : mathematics self concept, Course Review Horay cooperative learning model, conventional learning model
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TRANSFORMASI BERBASIS GEOGEBRA ., Ni Wayan Karmila Putri; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5583

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) membuat rancang bangun media pembelajaran transformasi; (2) mendeskripsikan hasil implementasi media pembelajaran transformasi menggunakan GeoGebra sebagai aplikasi basis, Visual Basic sebagai layout, Quiz Maker sebagai aplikasi pembuat kuis, dan Windows Movie Maker sebagai aplikasi pembuat video tampilan awal media; dan (3) mendeskripsikan efektivitas media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Teknis analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat diterima sebagai media pembelajaran dengan persentase skor dari ahli isi sebesar 98,46%, dari ahli desain pembelajaran sebesar 80%, dari ahli media sebesar 84,62%, dan dari kelompok siswa yang dipilih secara random sebesar 90,77%. Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, diharapkan media pembelajaran transformasi berbasis GeoGebra dapat digunakan sebagai media dalam mempelajari materi transformasi baik oleh siswa maupun guru.Kata Kunci : media, transformasi, GeoGebra, efektivitas This developmental research was aimed to: (1) construct the prototype of transformation learning media; (2) describe the results of the implementation of transformation learning media based on GeoGebra, Visual Basic as layout, Quiz Maker as application quiz maker, and Windows Movie Maker as application for making an opening video of the media; (3) describe the effectiveness of transformation learning media based on GeoGebra. The developmental model used in this developmental research was the 4-D model comprising define, design, develop, and disseminate, but this research was limited only to development stage. The method of data analysis used in this research were qualitative and quantitative. Research results show that transformation learning media based on GeoGebra can be accepted as a learning media with score percentage from content expert is 98,46%, from learning design expert is 80%, from media expert is 84.62%, and from randomly student group is 90.77%. Based on the results, hoped that transformation learning media based on GeoGebra can be used as a media in learning transformation by students or teachers.keyword : media, transformation, GeoGebra, effectiveness
PENGARUH MODEL-ELICITING ACTIVITIES (MEAs) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Luh Putu Teta Lamdani Nusantari; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja, yaitu sebanyak 550 siswa (kelas unggulan yaitu VII.14 dan VII.15, kelas non-unggulan sebanyak 13 kelas lainnya). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelompok sampel (Kelas VII.1 dan VII.14 sebagai kelompok eksperimen, Kelas VII.2 dan VII.15 sebagai kelompok kontrol). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan rata-rata skor kelompok eksperimen = 31,17 dan kelompok kontrol = 20,19, serta harga thitung = 10,6443 sedangkan harga t(0,05;143) = 1,9767. Ternyata . Berdasarkan hal itu, diperoleh bahwa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran MEAs mampu membuat model matematika dari permasalahan sehingga siswa mampu memahami soal secara mendalam, memilah informasi yang penting untuk digunakan, dan siswa terbiasa untuk menyelesaikan permasalahan secara matematis dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, matematika, Model-Eliciting Activities This research was aimed to determine wether mathematical problem solving ability of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) learning model better than mathematical problem solving ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all seventh grade student of SMP Negeri 2 Singaraja, as many as 550 students (excellent class is VII.14 and VII.15, and thirteen others grade non excellent classes). Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes (VII.1 class and VII.14 were experiment group, VII.2 and VII.15 were control group) . The research design was Post-test Only Control Group Design. The data of mathematical problem solving ability of students were collected through mathematical problem solving ability test. This data were analyzed using one-tailed t-test. The analysis result obtain the value of the average skor as experimental group = 31,17 and the control group = 20,19, t-arithmatic = 10.6443 while the value of t (0.05; 143) = 1.9767. It turns out t-arithmatic > t-table , Therefore the mathematical problem solving ability scores of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) better than the students who studied with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the MEAs learning were more to create a mathematical model of the problem so the students can understand the problem in depth, sorting out important information to be used, and students are accustomed to resolving problems mathematically compared to students who took conventional learning.keyword : problem solving ability, mathematic, Model-Eliciting Activities
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., Putu Priwitasari; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan model kooperatif semu berbasis pendekatan saintifik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas X MIA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 206 siswa yang terdistribusi ke dalam 6 kelas. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari enam kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan dengan ANAVA satu jalur untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Data kemampuan penalaran matematis siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE adalah 82.75 dari skor maksimum 100, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan model kooperatif semu berbasis pendekatan saintifik adalah 75.88 dari skor maksimum 100. Dari hasil analisis data, diperoleh t_hitung = 2.95 dan t_tabel = 1.667. Jika dibandingkan maka nilai t_hitung > t_tabel yang berarti bahwa H_0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran PDEODE, Kemampuan Penalaran Matematis This study aims at determining whether the mathematical reasoning abilities of students who use the PDEODE learning model are better than the students who apply the conventional learning with cooperative model based pseudo scientific approach. This study is categorized as a quasi-experimental research which used a post-test only control group design.The population was all of the 206 students of Class X MIA SMAN 4 Singaraja academic year 2015/2016. They are distributed into 6 classes. The data was collected by using cluster sampling technique. The sample is obtained by choosing two classes of six classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population use ANAVA one way. The data were taken by giving the test description given at the end of the research obtain trough a valid and reliable description test. The data then analyzed by using t-test. Post-test results showed that the average score of students who used the PDEODE learning model is 82.75 from maximum score 100, while the average score of students who apply conventional learning with cooperative model based pseudo scientific approach was 75.88 from maximum score 100. Based on the analysis, it is found that t_count = 2.95 and t_table = 1.667. Comparing those results, the value of t-count was better than t table ( t_count > t_table) which means that H_0 was rejected. It can be concluded the mathematical reasoning ability of students who use the PDEODE learning model are better than students who apply the conventional learning.keyword : PDEODE Learning model, Mathematical Reasoning Ability

Filter by Year

2014 2025