cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Pemgaruh Model Pembelajaran Discovery Terbimbing dengan Pendekatan Saintifik terhadap Aktivitas dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja ., Ni Putu Melan Aryani; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran discovery terbimbing dengan pendekatan saintifik dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data aktivitas siswa diperoleh dari pengamatan setiap pertemuan dengan lembar observasi dan data kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh dari tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA dan Uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan aktivitas dan kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran discovery terbimbing dengan pendekatan saintifik dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F=62,323 dan Sig.=0,000;p
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION DENGAN METODE CO-OP CO-OP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP ., I Ketut Widiastra; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation dengan metode Co-op co-op, model pembelajaran Group Investigation dan model pembelajaran konvensional. Lebih lanjut, dari perbedaan tersebut akan diselidiki siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran mana yang memiliki pemahaman konsep matematika yang paling baik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2012/2013, yaitu sebanyak 182 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data hasil tes pemahaman konsep matematika dianalisis menggunakan Uji ANAVA Satu Jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika pada ketiga kelas sampel. Lebih lanjut, diperoleh bahwa: (1) siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation dengan metode Co-op co-op mempunyai pemahaman konsep matematika lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation, (2) siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation dengan metode Co-op co-op mempunyai pemahaman konsep matematika lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dan (3) siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Group Investigation mempunyai pemahaman konsep matematika lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation dengan metode Co-op co-op berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran Group Investigation, metode Co-op co-op, pemahaman konsep matematika This research is aimed to know whether there is any difference in mathematical concepts understanding between the students are learned by the Group Investigation learning model with Co-op co-op method, the Group Investigation learning model and conventional learning model. Furthermore, the differences will be investigated students who learned with the learning models which have mathematical concepts understanding are the best. The research design used in this research is the Post-test Only Control Group Design. The population in this research was all non-leading eighth grade students of SMP Negeri 1 Singaraja in the academic year 2012/2013, as many as 182 people. The process of selecting the sample was done by a random sampling technique. The data of mathematical concept understanding were analyzed by ANAVA-one-way. The results of hypothesis testing showed that there are differences in the mathematical concepts understanding in third grade sample. Furthermore, obtained that: (1) students who learned by the Group Investigation learning model with Co-op co-op method have mathematical concepts understanding is better than students who learned with the Group Investigation learning model, (2) students who learned by the Group Investigation learning model with Co-op co-op method have mathematical concepts understanding is better than students who learned with the conventional learning model, and (3) students who learned by the Group Investigation learning model have mathematical concepts understanding is better than students who learned with the conventional learning model. It can be concluded that the Group Investigation learning model with Co-op co-op method has a positive influence on the student’s mathematical concepts understanding.keyword : Group Investigation learning model, Co-op co-op method, mathematical concepts understanding
PENGARUH MODEL PISK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Putu Sri Satri Dewi; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment, dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih yaitu kelas VIII H sebagai kelas kontrol dan kelas VIII K sebagai kelas eksperimen. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes prestasi belajar matematika berbentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis menunjukkan nilai thitung sebesar 7,2685 dan ttabel sebesar 1,6698. Ini berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model PISK, model pembelajaran konvensonal, prestasi belajar matematika siswa This research was aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than mathematics achievement of students who learned through conventional learning models. The kind of this study is quasi eksperiment, with posttest only control group design. The population of this study was the eighth grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The samples were determined by simple random sampling technique. The selected sample were VIII H as control class and VIII K as experimental class. The data of mathematics achievement collected by mathematics achievement test in esay type. All the data were analyzed by inferential statistics namely t-test. The analysis showed ttest amounted to 7,2685 and ttable amounted to 1,6698. This means ttest > ttable so H0 rejected and H1 accepted. Based on this result, It can be concluded that the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than the mathematics achievement of students who learned through conventional learning models.keyword : PISK models, conventional learning models, mathematics achievement of students
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NOVICK TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., I Gede Eva Purwanta Wijaya; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3998

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Novick lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Matching Only Post-test Only Control Group Design. Adapun populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2013/2014, yaitu sebanyak 179 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik multy stage sampling. Setelah diperoleh dua kelas sampel kemudian dilakukan matching dengan menggunakan nilai ulangan umum matematika semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 untuk memperoleh kelompok yang setara. Data hasil tes kemampuan koneksi matematis siswa dianalisis menggunakan Uji-t. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Novick lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Novick lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran Novick, koneksi matematis. This study aims to determine whether the ability of students' mathematical connections that follows the Novick instructional model higher than the mathematical connection ability students who take conventional learning. This research used the Matching Only Post-test Only Control Group Design. The population of this research were all the tenth grade students of SMA Laboratorium Undiksha Singaraja in the academic year 2013/2014, which altogether consists of 179 students. The process of selecting the sample was done by implementing multi-stage sampling technique. Having obtained two classes of samples matching is then performed using the general math test scores semester of school year 2013/2014 to obtain similar groups.The data of the mathematical connection ability result were analyzed by using t-test. The result of hypothesis test showed that connection ability of students who were taught by using Novick instructional model is higher than those who were taught by using the conventional one. In conclusion, that the ability of students' mathematical connections that follows the Novick instructional model higher than the mathematical connection ability students who take conventional learning.keyword : Novick instructional model, mathematical connection
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SSCS BERBANTUAN LKS TIDAK TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA ., Luh Irmayanti; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa dan mendeskripsikan tanggapan siswa melalui penerapan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berbantuan LKS tidak terstruktur. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 42 orang siswa kelas VIII - 11 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian dan data tanggapan siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa dari refleksi awal ke siklus II yaitu terjadi peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah dari refleksi awal 37,09 dengan kategori kurang menjadi 68,19 pada siklus II dengan kategori tinggi. Peningkatan sudah optimal dan memenuhi indikator keberhasilan. Hal ini disebabkan oleh: model SSCS merupakan model yang didesain untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah matematika serta didukung oleh LKS tidak terstruktur yang mampu menarik minat siswa dalam menkonstruksi pengetahuan untuk memacu kegiatan berfikir, model pembelajaran SSCS mampu melibatkan siswa secara aktif dalam memecahkan permasalahan yang mereka hadapi dan pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok mampu melatih kerja sama siswa dan  menghargai pendapat temannya. Rata-rata skor tanggapan siswa yang dilaksanakan setelah siklus II adalah 57,78 (kategori positif).Kata Kunci : Model Pembelajaran SSCS, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Tanggapan Siswa This study was aimed at describing the enhancement of students’ problem solving abilities and students’ responses related to the implementation of Search, Solve, Create, and Share (SSCS) instructional model with unstructured worksheet. This study was a classroom action research involving subjects as many 42 grade eight-11 students of SMP Negeri 2 Singaraja in the first semester of the academic year 2013/2014. This research was done in two cycles. The data of students’ problem solving abilities were collected by using essay and the data of students’ responses were collected by using quetionnaire. The collected data were analized descriptively. The result of this research showed that there was an enhancement on the average score of students’ problem solving abilities from the early reflection 37.09 (less category) to the second cycle 68,19 (high category). This was caused by SSCS is a designed model to assist students in solving mathematical problems, especially it is supported by the unstructured worksheet which can attract students’ interests in constructing the knowledge to spur thinking activities on, SSCS is able to engage students in a problem and make them active in solving the problem they face and students learn in groups therefore it can train the capalilities of students in working together. By doing presentation, students were trained to respect their friends’ opinions. The average of students’ responses scores which were collected after the second cycle was 57,78 which belonged to ”positive” category.keyword : SSCS instructional model, mathematical problems solving abilities, student’s responses
PENGARUH PENERAPAN BLENDED LEARNING BERBASIS WHITEBOARD ANIMATION VIDEO TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Putu Ika Astri Utami; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post Test Only Control Group Design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa Kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII A.6 dan VIII A.4 yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel rumpun secara random. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa t_hitung=4,669 > ttabel = 2,0048. Akibatnya H_0 harus ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Lebih lanjut didapatkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih dari rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena dukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti blended learning berbasis whiteboard animation video lebih aktif, memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, dan lebih bersemangat dalam memecahkan masalah matematika dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Blended Learning, Whiteboard Animation Video, Pemecahan Masalah Mate This study aimed at finding out whether the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This study was a quasi experiment and used a Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade 8 of SMP N 1 in Singaraja. The selected sample was the class VIII A.6 and VIII A.4, which were taken by using cluster random sampling technique. The data of this research was the mathematical problem solving ability, which was gathered by essay test and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The result indicated that the tscore = 4,669 is greater than ttable = 2,0048. It can be concluded that the null hypothesis must be rejected. It consequently means that the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. Furthermore, it is shown that the average score of the mathematical problem solving ability of students who took the blended learning based on whiteboard animation video is better than those who took the conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the blended learning based on whiteboard animation video were more active, more curious, and more enthusiastic in solving mathematical problems than those who took the conventional learning.keyword : Blended Learning, WhiteboardAnimation Video, Mathematical Problem Solving
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TIPE VAK (VISUAL, AUDITORI, KINESTETIK) BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GIANYAR ., Anak Agung Lilyk Cahyani; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penerapan model pembelajaran Quantum tipe VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan post-test only control group design, dengan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 1 Gianyar Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 320 orang siswa yang tersebar ke dalam delapan kelas yang setara secara akademik. Dari delapan kelas diambil dua kelas sebagai sampel penelitian dengan menggunakan teknik cluster random sampling, dimana salah satu kelas tersebut menjadi kelompok eksperimen dan satu kelas menjadi kelompok kontrol. Data hasil kemampuan berpikir kritis matematika siswa di analisis menggunakan Uji-t satu ekor. Dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 5,434 lebih dari nilai ttabel = 1,664. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Quantum tipe VAK berbantuan GeoGebra lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Quantum tipe VAK berbantuan GeoGebra berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.Kata Kunci : Model Pembelajaran Quantum tipe VAK, Model Konvensional, Kemampuan Berpikir Kritis Matematika The reasearch aimed at investigating whether the implementation of Quantum Learning Model of type VAK (Visual Auditory Kinesthetic) facilitated with GeoGebra gave a significant effect to the students’ critical thinking ability in mathematics. This was a quasi-experimental reasearch which applied post-test only control group design. The population was 8 classes (320 students) of XI grade students of science classes at SMA Negeri 1 Gianyar in the academic year 2014/2015. Out of all classes which were distributed homogenously, two classes were selected to be experimental group and control group through a cluster random sampling technic. The reasearch data were analyzed by using one tailed t-test. The results showed that tobserved = 5.434 is greater than ttable =1.664. Based on this result it might be concluded that the implementation of Quantum Learning Model of type VAK (Visual Auditory Kinesthetic) facilitated with GeoGebra contributed a positive effect towards students’ critical thinking ability in mathematics. Yet, in line with the result, the reasearch found a difference in students’ ciritical thinking ability in both groups.keyword : Quantum Learning Model of type VAK, conventional teaching, mathematical critical thinking ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SAWAN ., Made Arista Dewi; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5987

Abstract

Penelitian quasi experiment ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Connected Mathematics Project terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sawan Tahun Ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 257 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA5 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIIIA3 sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian yang diberikan diakhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Hasil post-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Connected Mathematics Project sebesar 62,96 sedangkan nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional sebesar 51,18. Dari hasil analisa data diperoleh, thitung = 2,832 dan ttabel= 1,668. Jika dibandingkan thitung ≥ ttabel sehingga tolak H0. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Connected Mathematic Project lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Connected Mathematic Project memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Kata Kunci : Komunikasi matematis, Connected Mathematics Project This quasi experimental research aimed to find out the effect of Connected Mathematics Project learning model toward students’ mathematical communication ability. The research design used in this study was Post Test Only Control Group Design. The population was eighth grade students of SMP N 3 Sawan in the academic year of 2014/2015 which involved 257 students. Random sampling used as a sampling technique. The samples were the students’ in class VIIIA5 as the experiment group and class VIIIA3 as the control group. Data of student’s mathematical communication ability were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data were obtained then analyzed by using t-test with 5% level of significance. The result of post-test showed that the mean of students’ mathematical communication ability with Connected Mathematics Project learning model is 62,96 while the mean of students’ mathematical communication ability with conventional learning is 51,18. From the data analyzed, obtained tobserved = 2,8322 and tcritical value = 1,668. Then tobserved ≥ tcritical value so that H0 was rejected. This is means that students’ mathematical communication ability by using Connected Mathematics Project learning model was higher than those who were taught by using conventional learning. Thus can be concluded that Connected Mathematics Project learning model gave a positive contribution toward the student’s mathematical communication ability.keyword : Mathematical communication, Connected Mathematics Project
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Putu Nitha Santari; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding
PENGARUH ASESMEN PORTOFOLIO ONLINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Putu Rini Handayani; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8177

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asesmen portofolio online terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII Non Unggulan SMP Negeri 1 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 8 kelas dimana sebelumnya dilakukan uji kesetaraan dengan ANAVA Satu Jalur.Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII A2 dan Kelas VII A7 yang diambil menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dan diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t_hitung=3,1221 dan t_tabel=1,6766. Jika dibandingkannilait_hitung 〖>t〗_tabel, hal ini menjelaskan bahwa H_(0 ) ditolak yang berarti bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberikan pembelajaran dengan menerapkan asesmen portofolio online lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberikan pembelajaran dengan menerapkan asesmen konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asesmen portofolio online berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 SingarajaKata Kunci : asesmen portofolio online,pemecahan masalah matematika, asesmen konvensional This research aimed at finding out the effect of online portfolio assessment against mathematical problem solving ability of students. This research was a quasi experiment and used a post test only control group research design. The population of this research was students of VII Non Featured Class of SMP Negeri 1 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into 8 classes. The equality of 8 classes is tested by using one-way ANOVA test. Random sampling was used as the sampling technique in this research, in which VII A2 and VII A7 classes were selected randomly as the samples of the study. Essay test was used to gather the students’ mathematical problem solving ability as the data of this research. One tail independent t-test with 5% significance level was used to analyze the data. The result of the study showsthat the ttest = 1,86491 and ttable = 1,68595. When compared to the value oft_test 〖>t〗_tabel, it stated the nul hypothesis was rejected which means that the mathematical problem solving ability of students who learned byapplying online portfolio assessment was better than the students who learned by applying conventional assessment. So it can be concluded that the online portfolio assessment positive effect on students mathematical problem solving ability of SMP Negeri 1 Singaraja.keyword : assessment online portfolio, mathematical problem solving, conventional assessment

Filter by Year

2014 2025