cover
Contact Name
Trias Mahmudiono, SKM., MPH (Nutr), GCAS., PhD
Contact Email
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
amertanutr@fkm.unair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Amerta Nutrition
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 25801163     EISSN : 25809776     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Amerta Nutrition (p-ISSN:2580-1163; e-ISSN: 2580-9776) is a peer reviewed open access scientific journal published by Universitas Airlangga. The scope for Amerta Nutrition include: public health nutrition, community nutrition, clinical nutrition, dietetics, food science and food service management. Each volume of Amerta Nutrition is counted in each calendar year that consist of 4 issues. Amerta Nutrition is published four times per year every March, June, September, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 879 Documents
Tendency of Malnutrition in Intensive Phase Pulmonary Tuberculosis Patients with Low Macro Nutrient Adequacy Esti Trihanifah; Stefania Widya Setyaningtyas
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i4.2021.326-332

Abstract

ABSTRACTBackgrounds:Infectious diseases such as pulmonary tuberculosis are often found in developing countries, not least in Indonesia. When infected, the body will experience hyper-catabolism so that the fulfillment of the needs of macronutrient intake is needed so as not to occur malnutrition especially in the intensive phase.Objectives: This study aims to determine and analyze the relationship between the level of energy and macro nutrient adequacy with the nutritional status of intensive pulmonary tuberculosis patients.Methods:This study used a cross sectional research design with a sample of 32 respondents. The sample selection procedure used purposive sampling technique. Retrieval of data in this study using a 2x24 hour food recall questionnaire. Data analysis using the chi-square test with SPSS softwareResults: Based on the analysis that has been done, the results show that the adequacy of energy p=0.001 (OR=17.0) and macro nutrients (protein p=0.000 (OR=17.0); fat p=0.0001 (OR=3.7) ; carbohydrates p=0.000 (OR=1.0)) is related to the nutritional status of patients with intensive pulmonary tuberculosis.Conclusions: The tuberculosis patient is expected to increase the daily energy and macro nutrition substance to prevent nutrition deficiency for the patient.
Nutrition Literacy Proportion Differences among Regular Undergraduate Students in Universitas Indonesia Year 2021 Deasy Andesbrenta Sadikin
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 2SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i2SP.2021.38-44

Abstract

Background: Nutrition literacy is the ability to obtain, process, understand, and use nutritional and dietary information, as well as access to the services needed to make good nutritional decisions. Low nutritional literacy can have an impact on a poor diet and lead to the incidence of non-communicable diseases related to nutrition, such as diabetes, obesity, and hypertension. College students are prone to develop poor eating habits if not supported by good nutrition literacy.Objectives: This study measured the difference in the proportion of nutritional literacy in regular active undergraduate students at the University of Indonesia based on the cluster of science, gender, paternal and maternal education level, pocket money, and media use.Methods: The study design used is a cross-sectional design with quota sampling method to get 130 samples of students from Health Science Cluster and 130 samples of students from Non-Health Science Cluster.Results: The results of this study showed that the majority of the University of Indonesia students in 2021 has an adequate level of nutrition literacy (62.7%). The results of the bivariate analysis also showed a significant difference in proportion to the level of total nutrition literacy based on cluster of science (OR = 6.7, p-value < 0.01), gender (OR = 2.25, p-value < 0.01), and media use (OR = 4.36, p-value < 0.01). In addition to these factors, there was also a difference in proportion between the level of interactive nutrition literacy based on maternal education level (p-value < 0.05)Conclusions: Students from non-health science cluster are at risk of having a lower level of nutrition literacy compared to students from health science cluster. There are differences in the proportion of nutritional literacy levels based on cluster of science, gender, maternal education level, and media use.
Asupan Makanan dan Intensitas Latihan Kaitannya dengan Fungsi Ginjal dan Komposisi Tubuh pada Komunitas Gym Deny Yudi Fitranti; Khusana Aniq; Rachma Purwanti; Dewi Marfu'ah Kurniawati; Hartanti Sandi Wijayanti; Rani Ridowahyu Saphira
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.63-71

Abstract

Latar Belakang: Perilaku self-made diet dan intensitas latihan yang tinggi pada anggota komunitas akan berdampak buruk bagi fungsi ginjal dan komposisi tubuh mereka.Tujuan: Menganalisis hubungan asupan makan dan intensitas latihan dengan fungsi ginjal dan komposisi tubuh pada komunitas gym.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang dilakukan di beberapa pusat kebugaran di Kota Semarang dan melibatkan 54 pria anggota komunitas gym berusia 19-53 tahun. Data komposisi tubuh diperoleh menggunakan BIA. Kuesioner digunakan untuk memperoleh data intensitas latihan (durasi, frekuensi dan lama Latihan) sedangkan asupan makan menggunakan metode Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Pemeriksaan kadar ureum menggunakan metode kalorimetri sedangkan kadar kreatinin menggunakan metode jaffe reaction. Analisis data menggunakan uji Rank-Spearman dan uji regresi linear berganda.Hasil: Mayoritas subjek memiliki frekuensi latihan sebanyak 5-7 kali dalam seminggu dengan rerata durasi 105,5±35,8 menit per kunjungan. Sebesar 85,2% subjek memiliki kadar ureum yang tinggi. Terdapat korelasi negatif antara asupan energi, protein, lemak dan durasi latihan dengan persen lemak tubuh. Semakin tinggi lama latihan dan semakin rendah asupan karbohirat maka massa otot dan tulang akan semakin meningkat. Peningkatan asupan protein dan lemak serta frekuensi latihan per pekan dapat meningkatkan kadar ureum dalam tubuh. Hasil uji multivariat menyatakan bahwa frekuensi latihan berpengaruh terhadap kadar ureum (21,5%) sedangkan durasi latihan memiliki pengaruh sebesar 9,7% terhadap persen lemak tubuh.Kesimpulan: Semakin lama frekuensi latihan per pekan maka semakin tinggi kadar ureum dalam darah dan semakin lama durasi latihan tiap kunjungan maka semakin rendah persen lemak tubuh.
Optimasi Formula Wedang Uwuh Berbasis Rosella Merah sebagai Minuman Fungsional Tri Dewanti Widyaningsih; Muhammad Fawzul Alif Nugroho; Arya Ulilalbab
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.53-62

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan mengkonsumsi herbal dan rempah-rempah tinggi antioksidan dalam sediaan jamu tradisional telah dilakukan secara luas, tetapi tidak semua masyarakat menyukai jamu tradisional. Salah satu alternatif untuk meningkatkan konsumsi minuman fungsional tinggi antioksidan yaitu dengan melakukan formulasi aneka herbal dengan komposisi rosella, secang, kayu manis dan cengkeh. Pemilihan bahan tersebut selain sebagai upaya diversifikasi, juga diharapkan dapat bersinergi meningkatkan karakteristik sensori. Tujuan: Mendapatkan formula optimal wedang uwuh berbasis rosella merah sebagai minuman fungsional.Metode: Optimasi formula wedang uwuh berbasis rosella menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan variabel bebas yaitu serbuk kelopak rosella merah, serbuk secang, serbuk kayu manis, dan serbuk cengkeh. Respon yang digunakan yaitu aktivitas antioksidan metode DPPH, total fenol dan total flavonoid. Formula optimal selanjutnya diuji dengan ketiga parameter tersebut menggunakan spektrofotometer.Hasil: Formula optimal yang diperoleh berdasarkan analisis RSM yaitu serbuk kelopak rosella merah 1,891 gr, serbuk kayu secang 1,34, serbuk kayu manis 0,206 dan serbuk cengkeh 0,063 dengan nilai desirability 1. Aktivitas antioksidan formula tersebut setelah dilakukan verifikasi yaitu 37,007 ± 0,0466 mg TE/g, total fenol 40,9542 ± 0,0634 mg GAE/g dan total flavonoid 19,842 ± 0,488 mg QE/g.   Kesimpulan: Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara nilai prediksi dan verifikasi terhadap ketiga respon sehingga formulasi yang disarankan oleh optimasi mixture design pada design expert baik untuk diterapkan.
Efektivitas Pemberian Ekstrak Minyak Kelapa Hijau (Cocos Nucifera) dengan Cara Oral dan Pemijatan terhadap Produksi ASI Ibu Postpartum di Kota Pangkalpinang Ade Devriany; Emmy Kardinasari; Harindra Harindra
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.15-20

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik untuk tumbuh dan kembang bayi. Selain itu diketahui ASI yang memiliki kandungan gizi lengkap, bagi bayi juga mendapatkan stimulus sensori yang dari Ibu dengan menyusu. Berdasarkan WHO (2016) bahwa pemberian ASI eksklusif di seluruh dunia hanya selama periode 2007-2014 sekitar 36%. Pemberian ASI eksklusif di Indonesia adalah sebesar 54,3% pada tahun 2016. Tumbuhan kelapa hijau (Cocos nucifera) sebagai salah satu hasil pertanian Indonesia yang banyak mengandung antosianin. Virgin Coconut Oil (VCO) diketahui memiliki potensi antioksidan alami. Minyak kelapa menjadi sumber utama asam lemak laurat yang merupakan komponen asam lemak di dalam ASI. Kekayaan komponen asam lemak dalam VCO membuatnya mampu menjadi bahan dasar untuk produksi asam lemak yang mirip dengan ASI.Tujuan: Mengidentifikasi efektifitas ekstrak minyak kelapa hijau (Cocos nucifera) melalui oral dan backrolling massage terhadap produksi ASI Ibu di Kota Pangkalpinang.Metode: Jenis penelitian adalah quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian Static-Group Comparison. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Ibu dan Anak Wilayah Kota Pangkalpinang pada 36 Ibu postpartum yang terdiri dari 3 kelompok sampel yaitu 12 sampel pada kelompok intervensi oral ekstrak minyak kelapa hijau, 12 sampel pada kelompok intervensi dengan backrolling massage dengan ekstrak minyak kelapa hijau dan 12 sampel pada kelompok kontrol. Uji statistik yang digunakan untuk menilai efektivitas terhadap eksperimen dilakukan Uji One Way Annova dengan menggunakan aplikasi pengolah data statistik.Hasil: Rata-rata volume ASI total tertinggi adalah 97,2 ml yaitu kelompok yang diberikan backrolling massage dengan ekstrak minyak kelapa hijau dan yang terendah adalah 79,2 ml yaitu kelompok yang diberikan konsumsi ekstrak minyak kelapa hijau. Tidak ada perbedaan produksi ASI pada hari ketujuh pada kelompok Ibu postpartum yang diberikan konsumsi ekstrak minyak kelapa hijau (Cocos nucifera), diberikan backrolling massage dengan ekstrak minyak kelapa hijau (Cocos nucifera) maupun kelompok control (nilai p=0,537)aKesimpulan: Tidak terdapat perbedaan produksi ASI kelompok Ibu yang diberikan konsumsi ekstrak minyak kelapa hijau (Cocos nucifera), diberikan back rolling massage dengan ekstrak minyak kelapa hijau (Cocos nucifera) maupun kelompok kontrol.
Aktivitas Antioksidan dari Produk Samping Olahan Jeruk Khintan Putriani Silalahi; Yuliana Reni Swasti; Franciscus Sinung Pranata
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.100-111

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas radikal bebas yang merusak protein, DNA, dan membran sel tubuh manusia menyebabkan stres oksidatif, sehingga diperlukannya antioksidan untuk menetralkan efek radikal bebas. Antioksidan yang sudah ada dan umum digunakan berupa antioksidan sintesis, bila penggunaanya dalam skala besar dapat memberi dampak buruk pula bagi kesehatan.Tujuan: Review ini bertujuan untuk mengetahui potensi produk samping pengolahan buah jeruk sebagai sumber antioksidan alami, metode ekstraksi dan evaluasi antioksidan, serta pengaplikasian di bidang pangan.Diskusi: Buah jeruk sudah dikenal sebagai buah yang memiliki banyak manfaat kesehatan, serta adanya kandungan metabolit sekunder berupa senyawa polifenol dalam buah jeruk yang berperan sebagai senyawa antioksidan alami. Produk samping hasil pengolahan buah jeruk berupa kulit dan biji jeruk dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan senyawa antioksidan. Aplikasinya dalam produk pangan memberi nilai tambah terhadap kemampuan antioksidan dan mencegah terjadinya oksidasi lipid.Kesimpulan: Produk samping olahan jeruk berupa kulit jeruk freeze-dried bentuk bubuk dapat diekstraksi metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE), menghasilkan aktivitas antioksidan yang tinggi, dengan kemampuan mengekstrak senyawa polifenol jenis antioksidan lipofilik dan hidrofilik.
Tahu Sabar (Sari Bahari) Upaya Pemanfaatan Limbah Produksi Garam sebagai Tahu Bahan Organik Ramah Lingkungan bagi Penderita Stunting Rahmad Wahyudi; Harfina Indriani; M.Shofwan Haris
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.44-52

Abstract

Latar Belakang: Stunting menjadi masalah kritis optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan balita. Kurangnya asupan makanan yang mengandung zat gizi menjadi salah satu faktor penentu penyebab kejadian stunting. Tahu salah satu makanan yang menjadi solusi untuk pencegahan stunting. Produksi tahu sebagian besar masih menggunakan koagulan cuka yang tidak ramah lingkungan memberikan dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan.Tujuan: Penelitian ini memanfaatan limbah produksi garam di wilayah madura sebagai tahu bahan organik ramah lingkungan bagi penderita stunting.Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Stikes Ngudia Husada Madura Bangkalan dan PT. Angler Biochemlab Surabaya dengan mengambil sampel limbah produksi garam (sari bahari) yang berada di wilayah madura. Dilakukan pembuatan tahu dengan bahan dasar kedelai dengan koagulan berbeda. Tahu A dengan koagulan cuka sedangkan Tahu B dengan koagulan nigari atau sari bahari. Dilakukan proses pemanasan dan dilakukan proses pengepresan dan pencetakan tahu kemudian dilakukan uji analisis kandungan, uji pH sisa limbah perasan tahu, masa dan tekstur tahu.Hasil: penelitian menunjukan volume limbah sisa air perasan tahu cuka 225 ml lebih banyak dari pada tahu sari bahari 25 ml, pH tahu cuka cenderung asam dengan nilai 4,8 sedangkan tahu sari bahari cenderung basa dengan nilai 6,7. Uji kandungan tahu sari bahari dengan indikator protein (18,3 g), lemak (3,99 g) dan kadar air (73 g) lebih tinggi dari tahu cuka dengan nilai protein (17,4 g), lemak (10,9), kadar air (67,3 g).Kesimpulan: Makanan dengan kandungan protein tinggi diperlukan tubuh untuk membangun matriks tulang dan mempengaruhi pertumbuhan tulang.
Kajian Literatur: Studi Intervensi Media Edukasi Visual dan Audiovisual terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Anemia di Negara Berkembang Azzahra Nur Fadhilah; Betty Yosephin Simanjuntak; Miratul Haya
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.91-99

Abstract

Latar belakang: Peningkatan kebutuhan zat gizi pada masa remaja akibat adanya pertumbuhan dan menstruasi yang dialami remaja putri menyebabkan remaja putri rentan terkena kurang darah. Anemia merupakan kondisi yang menunjukkan kadar hemoglobin darah kurang dari standar.  Rendahnya pengetahuan remaja tentang anemia merupakan salah satu faktor penyebab tidak langsung. Ada banyak jenis media yang dapat digunakan dalam menyampaikan edukasi tentang anemia baik media visual maupun audiovisual.Tujuan: Menganalisisi artikel tentang efektivitas media edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan remaja dalam pencegahan anemia.Ulasan: Penelitian ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan artikel yang memiliki relevansi terhadap topik tertentu yang bisa diperoleh dan dipublikasi di berbagai sumber. Dari sembilan artikel terdapat lima artikel yang menunjukan terjadinya peningkatan skor rata-rata pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dengan menggunakan media visual, satu artikel yang menunjukan terjadi peningkatan skor pengetahuan setelah diberi edukasi dengan media audiovisual, dan tiga artikel yang menunjukan bahwa setelah diberikan edukasi dengan menggabungkan media visual dan audiovisual berdampak pada peningkatan skor rata-rata pengetahuan remaja.Kesimpulan: Media visual dan audiovisual efektif digunakan secara bersamaan untuk membantu meningkatkan pengetahuan remaja dalam pemberian edukasi gizi tentang anemia. Dalam penyampaian edukasi gizi mengenai anemia pada remaja disarankan untuk menggunakan kombinasi media visual dan audiovisual secara bersamaan untuk mendapatkan hasil yang efektif.
Kontribusi Supermarket Lokal “Ada Baru” terhadap Akses Pangan Ibu Rumah Tangga di Kota Salatiga Octapian Rolan Saragih; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Firdhan Aria Wijaya
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.21-31

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan supermarket di Indonesia dipengaruhi oleh peningkatan populasi, antusiasme daya beli masyarakat dan permintaan kebutuhan produk yang dikonsumsi serta pertambahan pendapatan. Namun, pertambahan pendapatan tidak sepenuhnya mendukung pertumbuhan ritel di perkotaan karena terdapat perbedaan kelas sosial ekonomi. Disisi lain, perbedaan kelas sosial ekonomi membantu bertumbuhnya supermarket lokal, yang dapat membantu menjembatani masyarakat kelas menengah bawah untuk menikmati modernisasi, dalam sektor makanan dan pengadaan makanan. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada peran perempuan dalam ketahanan pangan. Perempuan berperan penting dalam upaya untuk merencanakan, mengelola, dan menyiapkan pangan untuk keluarga. Konsumsi skala rumah tangga berkontrIbusi tinggi terhadap supermarket lokal.Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi supermarket lokal dalam memberikan  akses pangan Ibu rumah tangga di Kota Salatiga.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui teknik photovoice dan akan dianalisis menggunakan analisis tematik.Hasil: Hasil eksplorasi dari penelitian ini memunculkan 4 tema besar yaitu memori bersama Ada Baru, akses dan fasilitas supermarket lokal Ada Baru, daya tarik Ada Baru: produk, cara membayar, dan persaingan harga, dan pelayanan yang diberikan terhadap konsumen.Kesimpulan: Supermarket Ada Baru memiliki kontrIbusi terhadap konsumsi pangan rumah tangga, hal itu juga didukung oleh era globalisasi. Era globalisasi meningkatkan kebiasaan berbelanja dan makan yang berkembang. Sehingga menyebabkan transformasi yang cepat ke makanan olahan.
Akses Pangan Rumah Tangga Petani pada Kelompok Tani Qaryah Thayyibah di Kota Salatiga Yunita Vera Lestari; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Firdhan Aria Wijaya
Amerta Nutrition Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v6i1.2022.72-81

Abstract

Latar Belakang: Akses pangan merupakan cara yang dilakukan untuk menjangkau pangan oleh setiap rumah tangga terhadap pangan yang tersedia. Apabila rumah tangga kurang maksimal dalam mengakses pangan maka rumah tangga tersebut rentan akan pangan termasuk rumah tangga petani. Petani bukan hanya berperan penting dalam memproduksi pangan untuk masyarakat tetapi juga petani juga memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangganya secara beragam. Keikutsertaan rumah tangga petani dalam organisasi kelompok tani menjadi salah satu alternatif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas rumah tangga petani di Kota Salatiga yang tergabung dalam suatu organisasi untuk memenuhi kebutuhan pangannya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan pangan di tempat tinggal partisipan yang bergabung dalam SPPQT (Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah) berada pada kondisi pangan cukup dan tidak rawan serta akses pangan yang dilakukan partisipan bermacam-macam dalam pemenuhan pangan rumah tangga. Selama pandemi COVID-19, hadir organisasi lainnya bernama KPI (Koalisi Perempuan Indonesia). Kedua organisasi yang diikuti oleh partisipan tidak berpengaruh dalam akses untuk pemenuhan pangan rumah tangga.Kesimpulan: bahwa partisipan memiliki akses yang mudah dalam pemenuhan pangan agar dapat tercukupi dan organisasi yang diikuti oleh partisipan tidak memberikan pengaruh pada pemenuhan pangan hanya saja membantu dalam pemberdayaan yang meningkatkan pengalaman serta kreativitas anggotanya dalam mengolah pangan lokal. 

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 3 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 9 No. 1 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc Vol. 8 No. 4 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 3 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 2SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 8 No. 1SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 7 No. 4 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 3SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 7 No. 3 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 7 No. 1SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Big Data Seminar Vol. 7 No. 1 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition) Vol. 6 No. 1SP (2022): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 2nd Amerta Nutrition Conferenc Vol. 6 No. 4 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 3 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 2 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 6 No. 1 (2022): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 4 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 3 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 2SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION Vol. 5 No. 1SP (2021): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 3 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1 (2020): AMERTA NUTRITION Vol. 4 No. 1SP (2020): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Vol. 3 No. 4 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 3 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 2 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 3 No. 1 (2019): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 4 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 3 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 2 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 2 No. 1 (2018): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 4 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 3 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 2 (2017): AMERTA NUTRITION Vol. 1 No. 1 (2017): AMERTA NUTRITION More Issue