cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER" : 10 Documents clear
Implementasi Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Keterampilan Praktik Wudhu Siswa Kelas 2C di SDN Duren 3 Karawang: Implementation of Demonstration Method in Improving the Practical Wudhu Skills of Class 2C Students at SDN Duren 3 Karawang Winda Sri Rahayu; Rizqi Maulana; Novi Fadhilah Sopian; M. Makbul; Nur Aini Farida
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/2kh1m738

Abstract

This article aims to determine the effectiveness of using the demonstration method in improving students' ritual ablution (wudu) skills in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam or PAI) subjects at SDN Duren 3 Karawang. This article uses the Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas or PTK) method involving 30 Class II C students. The PTK used is Hopkins Model which includes several stages: Introduction, Planning, Action, Observation and Reflection. This PTK consists of two cycles, and each cycle consists of one session. In each cycle, researchers collect data through observation techniques, documentation, assessment instruments and field notes. The research results showed that Class II C students succeeded in improving their wudu practice skills. In Cycle I, students’ skills in performing wudu only reached 41%. After reflection and continuing to Cycle II, students’ skills increased to 88% or an increase of 47% compared to Cycle I. It can be concluded that the use of the demonstration method in Cycles I and Cycle II succeeded in improving students’ practical wudu skills, thus providing a positive impact on each individual’s learning. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan keterampilan wudhu siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Duren 3 Karawang. Artikel ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 30 siswa Kelas IIC. PTK yang digunakan adalah Model Hopkins yang meliputi beberapa tahapan: Pendahuluan, Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. PTK ini terdiri dari dua Siklus, dan masing-masing Siklus terdiri dari satu sesi. Dalam setiap Siklus, peneliti mengumpulkan data melalui teknik observasi, dokumentasi, instrumen penilaian dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan siswa Kelas IIC berhasil meningkatkan keterampilan praktik wudhu. Pada Siklus I, keterampilan siswa dalam berwudhu hanya mencapai 41%. Setelah refleksi dan dilanjutkan ke Siklus II, keterampilan siswa meningkat menjadi 88% atau meningkat 47% dibandingkan Siklus I. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi pada Siklus I dan Siklus II berhasil meningkatkan keterampilan praktik wudhu siswa, sehingga memberikan dampak positif terhadap pembelajaran setiap individu. Kata Kunci: Keterampilan Wudhu; Metode Demonstrasi; Penelitian Tindakan Kelas; SDN Duren 3 Karawang.
Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam di Era Modern dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI): Challenges for Islamic Religious Education Teachers in the Modern Era in the Use of Artificial Intelligence (AI) Ahmad Choirun Najib; Darnoto
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/w4t8ae76

Abstract

In the modern era, the use of Artificial Intelligence (AI) technology has become an integral part of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam; PAI) learning. However, PAI teachers face many challenges in using AI. The article was prepared using a qualitative approach and library research type of research. The article’s findings are divided into three. First, PAI teachers are required to carry out their roles as Mudarris, Mu'allim, Mu'addib and Murabbi. Second, AI has an important role in PAI learning, such as making it easier for teachers and students to access information. Third, there are six types of challenges for PAI teachers in using AI, namely digital literacy problems, lack of facilities and infrastructure, lack of preparation, problems related to ethics, theological problems and educational interaction problems. Therefore, PAI teachers are required to overcome these various challenges, so that the use of AI really has a positive impact on PAI learning. Di era modern, penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, guru PAI menghadapi banyak tantangan dalam penggunaan AI. Artikel disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi pustaka. Temuan artikel dibagi menjadi tiga. Pertama, guru PAI dituntut menjalankan perannya sebagai Mudarris, Mu’allim, Mu’addib dan Murabbi. Kedua, AI memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI, seperti mempermudah guru dan siswa untuk mengakses informasi. Ketiga, ada enam jenis tantangan guru PAI dalam penggunaan AI, yaitu problem literasi digital, minimnya sarana-prasarana, kurangnya persiapan, problem terkait etika, problem teologis dan problem interaksi edukatif. Oleh sebab itu, guru PAI dituntut untuk menanggulangi berbagai tantangan tersebut, agar penggunaan AI benar-benar memberikan dampak positif bagi pembelajaran PAI. Kata Kunci: Guru PAI; Pendidikan Agama Islam; Era Modern; Artificial Intelligence (AI).
Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah dan Madrasah: Islamic Religious Education in the Implementation of Independent Curriculum at Schools and Madrasah Lailatul Afiyah; Anfa Regita Ayu Pratiwi; Maulidatuzzahro’
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/se4zz847

Abstract

The Minister of Education, Culture, Research and Technology (Mendikbudristek) addressed education problems in Indonesia by issuing the Independent Curriculum policy to replace the 2013 Curriculum. As a new policy, many academics and stakeholders do not fully understand the Independent Curriculum. This article was prepared based on a literature study, with a focus on studying Islamic Religious Education (PAI) in the Implementation of the Independent Curriculum in Schools/Madrasahs. There are four article findings. First, the Graduate Competency Standards (SKL) are divided into four levels: a) PAUD or RA; b) SD/MI; c) SMP/MTs; d) SMA/SMK/MA. Second, PAI Learning Outcomes (CP) must be used as a reference for preparing Learning Objectives (TP) and Learning Objective Flow (ATP) which include elements of the Al-Qur'an, Hadith, Aqidah, Akhlak, Fiqh and the History of Islamic Civilization (SPI). Third, The development of PAI Teaching Modules is structured based on components, principles and procedures that have been established by each educational institution. Permasalahan pendidikan di Indonesia disikapi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dengan mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka sebagai ganti dari Kurikulum 2013. Sebagai kebijakan yang baru, maka banyak civitas akademika maupun stakeholders yang belum paham sepenuhnya mengenai Kurikulum Merdeka. Artikel ini disusun berdasarkan studi pustaka, dengan fokus kajian Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah/Madrasah. Ada empat temuan artikel. Pertama, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) terbagi menjadi empat jenjang: a) PAUD atau RA; b) SD/MI; c) SMP/MTs; d) SMA/SMK/MA. Kedua, Capaian Pembelajaran (CP) PAI harus dijadikan sebagai acuan untuk penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang meliputi elemen Al-Qur’an Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih dan Sejarah Peradaban Islam. Ketiga, Pengembangan Modul Ajar PAI disusun berdasarkan komponen, prinsip dan prosedur yang sudah ditetapkan oleh masing-masing lembaga pendidikan.   Kata Kunci: Kurikulum; Kebijakan PAI; Merdeka Belajar.
Strategies of Islamic Education Teachers Based on Local Wisdom in Enhancing Learning Quality at Madrasah: Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Madrasah Khosi'in, Imam; Wiarsih, Nur; Faishol, Riza; Baharun, Hasan
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/xpb9q684

Abstract

This research analyzes strategies of islamic education teachers based on local wisdom in enhancing learning quality in Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Banyuwangi. This research uses a qualitative case study type approach. The research subjects included the Head of the Madrasah, Deputy Head of Curriculum, Deputy Head of Student Affairs, PAI Teachers, Religious Figures, local cultural figures, and students. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion. The research results show that PAI teachers who integrate local wisdom values into the curriculum and teaching methods can increase student engagement and motivation. Effective strategies include using learning materials that contain local culture, developing extracurricular activities that focus on local traditions, and collaborating with local communities to provide contextual learning experiences. Applying local wisdom in PAI learning increases students' understanding of religious material and strengthens their cultural identity, ultimately improving the quality of education in madrasas. This research suggests that PAI curriculum development should pay more attention to local wisdom as an integral part of learning strategies to achieve more holistic and meaningful educational outcomes. Artikel ini menganalisis strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Banyuwangi. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakil Kepala Madrasah Bidang Bidang Kesiswaan, Guru PAI, Tokoh Agama, Tokoh Budaya, dan Siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum dan metode pengajaran, dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Strategi yang efektif antara lain dengan menggunakan materi pembelajaran yang memuat budaya lokal, mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler yang fokus pada tradisi lokal, dan berkolaborasi dengan komunitas lokal untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual. Penerapan kearifan lokal dalam pembelajaran PAI meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi keagamaan dan memperkuat identitas budayanya, yang pada akhirnya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah. Artikel ini menyarankan agar pengembangan kurikulum PAI sebaiknya lebih memperhatikan kearifan lokal sebagai bagian integral dari strategi pembelajaran untuk mencapai hasil pendidikan yang lebih holistik dan bermakna. Kata Kunci: Local wisdom; Learning Quality; Contextual Learning Experiences.
Peningkatan Nilai-Nilai Spiritualitas Siswa melalui Metode Pembiasaan di SMK Daya Wangsa Wonogiri: Improvement of Students’ Spirituality Values through Habitation Methods at SMK Daya Wangsa Wonogiri Amir Mukminin; Abdul Rochman; Ratih; Uliyatul Marfu'ah; Suliwati
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/5ef86269

Abstract

This article discusses the habituation of spirituality for students at SMK Daya Wangsa Wonogiri, in order to produce students who have both intellectual and spiritual competence, so that in the future students will become role models in community life. This article uses qualitative methods. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. There are three research results. First, spirituality at SMK Daya Wangsa Wonogiri is carried out through the congregational Dhuha and Zhuhr prayer; and recite Al-Qur’an before lessons begin. Second, teachers play an important role in spiritual habituation activities, through their role as role models, educators and givers of rewards and punishments. Third, supporting factors for the habit of spirituality include the role of teachers, student awareness, adequate facilities, a conducive environment and cooperation from various stakeholders. Meanwhile, factors inhibiting the habit of spirituality include students’ different backgrounds, not being fluent in reciting Al-Qur’an, being late and being absent intentionally. Artikel ini membahas tentang pembiasaan spiritualitas bagi siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Daya Wangsa Wonogiri, dalam rangka mencetak siswa yang memiliki kompetensi intelektual sekaligus spiritual, agar kelak siswa menjadi teladan di kehidupan masyarakat. Artikel ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Ada tiga hasil penelitian. Pertama, pembiasaan spiritualitas di SMK Daya Wangsa Wonogiri dilakukan melalui kegiatan shalat sunah Dhuha dan shalat Zhuhur berjamaah; serta mengaji Al-Qur’an sebelum pelajaran dimulai. Kedua, guru berperan penting dalam kegiatan pembiasaan spiritualitas, melalui perannya sebagai teladan, pendidik serta pemberi penghargaan dan hukuman. Ketiga, Faktor pendukung pembiasaan spiritualitas meliputi peran guru, kesadaran siswa, fasilitas yang memadai, lingkungan yang kondusif dan kerjasama berbagai pihak. Sedangkan faktor penghambat pembiasaan spiritualitas meliputi latar belakang siswa yang beragam, belum lancar mengaji, terlambat dan absen secara sengaja. Kata Kunci: Metode Pembiasaan; Nilai-Nilai; SMK Daya Wangsa; Spiritualitas Siswa.
Budaya Organisasi Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan Sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri: Organizational Culture of Madrasah Aliyah Negeri 1 Lamongan as Madrasah Adiwiyata Mandiri Victor Imaduddin Ahmad
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/64mh1t57

Abstract

This article analyzes the development of organizational culture at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan which holds the title of Madrasah Adiwiyata. Data was obtained through observation, interviews and documentation, then analyzed descriptively qualitatively with a case study design. The findings of the article show that the organizational culture at MAN 1 Lamongan was developed through three areas: First, in the artifact area, prominent Islamic symbols are displayed, such as Islamic boarding schools, places of worship, calligraphy, Islamic posters; implementation of a curriculum that is integrated with the environment; and environmentally conscious practices, such as recycling and tree planting. Second, in the area of ​​values, promoting the values ​​of discipline, honesty, deliberation, responsibility and moderation, along with the Adiwiyata values ​​of sustainability and social responsibility. Third, in the Assumption area, all of these values ​​are based on the belief in the Islamic faith in the form of monotheism, especially in the context of actualizing the role of humans as servants of Allah and caliphs on earth. Artikel ini menganalisis pengembangan budaya organisasi pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lamongan yang menyandang predikat Madrasah Adiwiyata. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Temuan artikel menunjukkan bahwa budaya organisasi pada MAN 1 Lamongan dikembangkan melalui tiga wilayah: Pertama, pada wilayah artefak. Ditampilkan simbol-simbol Islam yang mencolok, seperti pondok pesantren, tempat ibadah, kaligrafi, poster Islami; penerapan kurikulum yang terintegrasi dengan lingkungan; dan praktik kepedulian lingkungan, seperti daur ulang dan penanaman pohon. Kedua, pada wilayah nilai-nilai. Mempromosikan nilai-nilai kedisiplinan, jujur, musyawarah, tanggungjawab dan moderat, bersamaan dengan nilai-nilai Adiwiyata tentang keberlanjutan dan tanggung jawab sosial. Ketiga, pada wilayah Asumsi. Semua nilai-nilai tersebut dilandasi keyakinan akidah Islam berupa tauhid, terutama dalam aktualisasi peran manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Kata Kunci: Budaya Organisasi; Madrasah Aliyah; MAN 1 Lamongan; Madrasah Adiwiyata.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Melalui Program Syarat Kecakapan Ubudiyah (SKU) di SMPI Almaarif 01 Singosari Malang: Implementation of Project to Strengthen Pancasila Student Profile (P5) Through Syarat Kecakapan Ubudiyah (SKU) Program at SMPI Almaarif 01 Singosari Malang Maulana Fatih Falahuddin; Salamah, Umi; Siti Mutholingah
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/2caf8y56

Abstract

Technology is one of the main triggers for the dynamics of life in various sectors, including the education sector, such as curriculum development. Currently, Indonesia is implementing the Independent Curriculum (Kurikulum Merdeka). The aim is to produce graduates who have a Pancasila Student Profile (Profil Pelajar Pancasila) with six indicators: 1) Faith and devotion to Almighty God and noble character, 2) Global diversity, 3) Working together, 4) Independence, 5) Thinking critically, and 6) Thinking creative. These six indicators were internalized at Islamic Junior High School (SMPI) Almaarif 01 Singosari, Malang Regency, in the Project for Strengthening Pancasila Student Profiles (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5) through the Ubudiyah Skill Requirements (Syarat Kecakapan Ubudiyah; SKU) program.  This research aims to answer the problem statement: 1) How is P5 implemented through SKU at SMPI Almaarif 01 Singosari? 2) What are the results of implementing P5 through SKU at SMPI Almaarif 01 Singosari. This article uses a qualitative approach and case study research type. Data was obtained through observation, interviews and documentation techniques. Then analyzed using the Miles, Huberman & Saldana interactive model which includes data condensation, data display and conclusion.  The research findings are that the implementation of P5 through the SKU Program at SMPI Almaarif 01 Singosari consists of planning, implementation and results. Planning phase refers to the SKU Guidebook. Implementation is based on the six dimensions of the Pancasila Student Profile. The result is improvement of students’ cognitive, affective and psychomotor qualities. Teknologi menjadi salah satu pemicu utama dinamika kehidupan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan, seperti pengembangan kurikulum. Saat ini, Indonesia menerapkan Kurikulum Merdeka. Tujuannya untuk membentuk lulusan yang memiliki Profil Pelajar Pancasila dengan enam indikator: 1) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa serta berakhlak mulia, 2) Berkebinekaan global, 3) Bergotong-royong, 4) Mandiri, 5) Berpikir kritis, dan 6) Berpikir kreatif. Di Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Almaarif 01 Singosari, Kabupaten Malang, keenam indikator tersebut diinternalisasikan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui program Syarat Kecakapan Ubudiyah (SKU). Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman & Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian adalah implementasi P5 melalui Program SKU di SMPI Almaarif 01 Singosari terdiri dari perencanaan, implementasi dan hasil implementasi. Perencanaan mengacu pada Buku Pedoman SKU. Implementasi didasarkan pada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Hasil implementasi meliputi peningkatan kualitas kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; P5; Syarat Kecakapan Ubudiyah (SKU); Profil Pelajar Pancasila; SMPI Almaarif Singosari.
Efektivitas Metode Role Playing dalam Meningkatkan Hasil Belajar PAI di SMA Sabiluth Thayyib Kota Pasuruan: The Effectiveness of the Role Playing Method in Improving PAI Learning Outcomes at SMA Sabiluth Thayyib Pasuruan City Muchammad Farkhan Nudin; Abu Amar Bustomi
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/h358ag52

Abstract

The quality of learning in the classroom cannot be separated from the role of the teacher. Teachers are required to be creative and innovative in developing learning media, so that students are more enthusiastic in learning activities. This article discusses the effectiveness of the Role Playing learning method on student learning outcomes in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam; PAI) subjects at Senior High School (Sekolah Menengah Atas; SMA) Sabiluth Thayyib Pasuruan. This article uses a quantitative approach. The population was all SMA Sabiluth Thayyib students, while the selected samples were Class X.A as the experimental class and Class X.B as the control class. The research results show that the use of the Role Playing method has proven effective in improving student learning outcomes. This is proven by N-Gain Score test on student learning outcomes and obtaining an average score of 69.73% for the experimental class, which is higher than the average student learning outcomes in the control class which was 59.54%. Kualitas pembelajaran di kelas tidak terlepas dari peran guru. Para guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran, agar siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran. Artikel ini membahas tentang efektivitas metode pembelajaran Role Playing terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Sabiluth Thayyib Pasuruan. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasinya adalah seluruh siswa SMA Sabiluth Thayyib, sedangkan sampel yang terpilih adalah Kelas X.A sebagai kelas eksperimen dan kelas X.B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Role Playing terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan perhitungan uji N-Gain Score pada hasil belajar siswa dan diperoleh nilai rata-rata 69,73% untuk kelas eksperimen, yang lebih tinggi daripada hasil belajar rata-rata hasil belajar siswa di kelas kontrol yang hanya sebesar 59,54%. Kata Kunci:  Efektivitas; Hasil Belajar Siswa; Metode Role Playing; Pendidikan Agama Islam.
Penerapan Pembelajaran Program Kitab Kuning untuk Menguatkan Karakter Religius Peserta Didik di MA Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara: Implementation of the Yellow Book Learning Program to Strengthen the Religious Character of Students at MA Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara Ramadhan, Irsyad Zafir; Ali As'ad
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/edyjsw48

Abstract

This article aims to find out how kitab kuning (Islamic textbooks) learning program is implemented to improve the religious character of students at MA Hasyim Asy'ari Bangsri Jepara. Researchers use qualitative research methods. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. There are two research results. First, the implementation of kitab kuning learning program at MA Hasyim Asy’ari is supported by competent teachers; students who have diverse backgrounds in terms of ability to read kitab kuning; the main goal is the internalization of religious character; The material includes various kitab kuning that support Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam or PAI) subjects, namely Al-Qur’an Hadis, Aqidah Akhlak, Fiqh and Arabic Language; many learning methods are used, such as bandongan (collective method) and sorogan (individual method); learning evaluation is carried out in each lesson as a formative evaluation and in each semester as a summative evaluation. Second, kitab kuning learning program at MA Hasyim Asy'ari has been proven to have a positive impact on strengthening students' religious character, as a provision to be applied in daily life inside and outside the madrasah, such as in family and community environment. Artikel ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapan program pembelajaran kitab kuning untuk meningkatkan karakter religius siswa di MA Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara. Peneliti menggunakan metode penelitian kualititatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Ada dua hasil penelitian. Pertama, penerapan program pembelajaran kitab kuning di MA Hasyim Asy’ari didukung oleh guru pengampu kitab kuning yang berkompeten; siswa yang memiliki latar-belakang beragam dari segi kemampuan membaca kitab kuning; tujuan utamanya adalah internalisasi karakter religius; materinya meliputi berbagai kitab kuning yang mendukung mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih dan Bahasa Arab; banyak metode pembelajaran yang digunakan, seperti bandongan dan sorogan; evaluasi pembelajaran dilakukan pada setiap pembelajaran sebagai evaluasi formatif dan pada setiap semester sebagai evaluasi sumatif. Kedua, program pembelajaran kitab kuning di MA Hasyim Asy’ari terbukti memberi dampak positif terhadap penguatan karakter religius peserta didik, sebagai bekal untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di dalam madrasah dan di luar madrasah, seperti di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Karakter Religius; Kitab Kuning; Madrasah Aliyah; Program Pembelajaran.
Internalisasi Nilai-Nilai Religius melalui Ektrakurikuler Pramuka di MTs dan MA Hidayatul Mubtadi’in Tasikmadu Malang: Internalization of Religious Values through Scouting Extraculricularies at MTs and MA Hidayatul Mubtadi'in Tasikmadu Malang Achmad Roziqin; Rosidin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/pyvnbh34

Abstract

This article compares the process of internalizing religious values ​​through Scout extracurricular activities at Madrasah Tsanawiyah (MTs) and Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi'in, Tasikmadu Village, Lowokwaru District, Malang City. This article was prepared using a qualitative approach and a case study type of research. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Then analyzed using the Miles & Huberman Interactive Model which consists of data condensation, data presentation and verification/conclusion drawing. There are three findings of the article, as well as three stages of value internalization. First, Transformasi Stage. At this stage, both at MTs and MA Hidayatul Mubtadi'in, both involve elements of Scoutmasters, as well as elements of Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Mubtadi'in (YPIHM) who actively give lectures regularly and incidentally, related to the values ​​of religiosity. In line with the Islamic values ​​of Ahlussunnah wal Jama'ah. Second, Transaksi Stage. At this stage, both at MTs and MA Hidayatul Mubtadi'in, both involve verbal discussions and through exemplary methods. In practice, Scoutmasters give instructions, then provide examples or role models directly; then imitated by students. Students are also permitted to ask or discuss the instructions at any time. Third, Trans-internalization Stage. At this stage, both at MTs and MA Hidayatul Mubtadi'in, religious values ​​are equally realized through concrete actions. Its manifestation is the realization of the three Dasa Dharma values: 1) Fear of God Almighty; 2) Love of nature and compassion for fellow humans; 3) Be pure in thoughts, words and deeds. Artikel ini membandingkan proses internalisasi nilai-nilai religius melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Hidayatul Mubtadi’in Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu dianalisis dengan Model Interaktif Miles & Huberman yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Ada tiga temuan artikel, sebagaimana tiga tahap internalisasi nilai. Pertama, Tahap Transformasi Nilai. Pada tahap ini, baik di MTs maupun MA Hidayatul Mubtadi’in, sama-sama melibatkan unsur Pembina Pramuka, serta dari unsur Yayasan Pendidikan Islam Hidayatul Mubtadi’in (YPIHM) yang aktif memberikan ceramah secara rutin dan insidental, terkait nilai-nilai religiusitas yang selaras dengan nilai-nilai keIslaman Ahlussunnah wal Jama’ah. Kedua,  Tahap Transaksi Nilai. Pada tahap ini, baik di MTs maupun MA Hidayatul Mubtadi’in, sama-sama melibatkan diskusi secara verbal maupun melalui metode keteladanan. Pada praktiknya, Pembina Pramuka memberikan instruksi, lalu memberikan contoh atau teladan secara langsung; kemudian ditiru oleh peserta didik. Peserta didik juga diperkenankan untuk sewaktu-waktu bertanya atau berdiskusi terkait instruksi tersebut. Ketiga, Tahap Trans-internalisasi Nilai. Pada tahap ini, baik di MTs maupun MA Hidayatul Mubtadi’in, nilai-nilai religius sama-sama direalisasikan melalui tindakan nyata. Wujudnya adalah realisasi tiga nilai Dasa Dharma: 1) Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; 2) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia; 3) Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Kata Kunci: Ekstrakurikuler; Hidayatul Mubtadi’in; Internalisasi; Nilai-Nilai Religius; Pramuka

Page 1 of 1 | Total Record : 10