Share : Journal of Service Learning
Jurnal SHARE memfokuskan pada materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen, praktisi maupun mahasiswa. Secara filosofis, “jati diri“ jurnal dapat dimaknai sebagai berikut: 1. “SHARE“ merupakan akronim dari SHaring – Action – REflection yang berarti “berbagi, tindakan dan refleksi“. Ini memiliki makna sebuah proses yang berkelanjutan. 2. Kata “SHARE“ sendiri berarti berbagi. Ini mengisyaratkan 4 hal prinsip: a. Hakekat dari hidup adalah berbagi dengan sesama. b. Ilmu pengetahuan bersifat universal sehingga haruslah dibagi dan diabdikan. c. Panggilan seorang pendidik adalah membagi ilmu dan pengalaman dengan sesama pendidik, mahasiswa dan masyarakat. d. Berbagi merupakan pengejawantahan nilai-nilai kristiani. 3. Penggunaan warna biru mewakili makna kestabilan dan intelegency sehingga media ini diharapkan terbit secara rutin, konsisten dengan makna filosofis yang disandangnya, bersubstansi ilmiah dan mewakili kecerdasan intelektual penulisnya
Articles
162 Documents
PERANCANGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM UNTUK MEMBERDAYAKAN LSM LINGKUNGAN HIDUP
Louisa Christine Hartanto;
Patrisia Amanda Pascarina;
Gabriela Laras Dewi Swastika;
Raslika Sharfina Nirwan;
Kirana Ratu Sekar Kedaton
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (508.271 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.1.65-72
Pada tahun 2000 tercatat ada 13.400 LSM yang bergerak pada bidang lingkungan hidup di Indonesia. Namun banyaknya LSM ini tidak diikuti dengan prestasi di bidang lingkungan hidup, kerusakan lingkungan hidup tetap terjadi, bahkan semakin luas. Beberapa keadaan tersebut membuat LSM lingkungan hidup mulai tidak diminati dan ditinggalkan. Hal ini dibuktikan oleh salah satu LSM lingkungan hidup bernama PEPULIH yang semakin hari semakin sulit menjaring anak-anak muda untuk terlibat dalam kepengurusan mereka. Minimnya prestasi dan kekeliruan proses atau cara ber-komunikasi menyebabkan PEPULIH sulit diterima oleh generasi muda. Maka dari itu pengabdian masyarakat ini ingin menjawab permasalahan komunikasi dari PEPULIH agar lebih dapat diterima oleh anak muda, dan terutama membentuk citra yang baik. Tim pengabdian masyarakat, memberikan jawaban dengan melakukan komunikasi melalui media sosial Instagram. Melalui media yang banyak digunakan anak muda saat ini, diharapkan PEPULIH dapat membangun citranya dengan baik sehingga dapat lebih diterima oleh anak muda. PEPULIH yang saat ini lebih ingin dilihat sebagai LSM Lingkungan Hidup yang memberikan edukasi bagi generasi muda untuk hidup ramah lingkungan. Harapannya generasi muda akan tertarik untuk turut serta dalam kepengurusan PEPULIH melalui kegiatan komunikasi dan edukasi di media sosial Instagram. Oleh karenanya diperlukan rancangan yang tepat, baik dari segi tema warna hingga jenis konten. Tema warna yang disarankan untuk LSM lingkungan hidup seperti PEPULIH adalah dominan warna hijau, yang didukung dengan penggunaan warna cokelat, biru, dan kuning. Pada kondisi tertentu penggunaan tema warna merah bisa dilakukan, dan dapat didukung dengan penggunaan warna kuning atau warna utama (hijau). Selain tema warna, perancangan juga mendesain jadwal unggah dan frekuensi unggah sedemikian rupa agar dapat menyasar generasi muda dan menarik bagi mereka.
PROGRAM PENGADAAN DAN OPTIMALISASI JARINGAN INTERNET SEKOLAH UNTUK PEMBELAJARAN DARING DALAM MASA PANDEMI COVID 19 DI SMAN 2 RUMBIO
Ery Safrianti;
Dian Yayan Sukama;
Edi Susilo;
Feranita Feranita;
Linna Oktaviana Sari
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1071.163 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.1.33-42
Kondisi saat ini dengan adanya wabah penyakit pandemi Covid 19 telah menimbulkan permasalah baru dalam penyelenggaraan pendidikan secara konvensional. Pertemuan tatap muka langsung antara guru dan siswa belum diizinkan untuk diselenggarakan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pembelajaran daring melalui jaringan internet. Metode Pembelajaran ini juga dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri 2 (SMAN 2) Rumbio. Namun ada keterbatasan sarana fisik seperti jaringan internet dan perangkat komputer. Disamping itu juga keterbatasan kemampuan penguasaaan teknologi yang mendukung pembelajaran daring. Sambungan internet dilakukan melalui perangkat handphone dan belum ada koneksi internet yang baik. Lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota menyebabkan sulitnya mendapatkan akses internet melalui jaringan kabel. Salah satu cara yang dilakukan untuk mendapatkan akses internet adalah dengan memanfaatkan jaringan seluler. Untuk mendapatkan koneksi internet jaringan seluler diperlukan perangkat modem GSM. Koneksi internet yang telah diperoleh bisa dibagikan kepada beberapa komputer melalui jaringan baik secara wired maupun wireless. Selanjutnya perlu dilakukan pelatihan bagi para guru agar memiliki pengetahuan tambahan mengenai model pembelajaran daring. Fasilitas perangkat lunak yang banyak tersedia seperti Google Suite for education perlu dikuasai oleh guru, sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal demi kepentingan para siswa. Program pengadaan dan optimalisasi jaringan internet sekolah untuk pembelajaran daring dalam masa pandemi covid 19 di SMAN 2 Rumbio Jaya sudah berhasil dilaksanakan dengan baik. Melalui penambahan perangkat jaringan dan modem internet, sarana akses jaringan internet untuk pembelajaran dapat lebih meningkat. Pelatihan pembelajaran daring dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan para guru setelah dilakukan pemetaan melalui survey awal secara online. Hasil survey awal menunjukkan kemampuan yang masih terbatas dalam pengelolaan kelas dan pemanfaatan fasilitas yang disediakan google suite for education untuk pembelajaran daring, seperti pembuatan soal ujian online melalui penggunaan google form.
PERANCANGAN RUMAH EDUKASI RAMAH ANAK DI PESISIR KONDANG MERAK SEBAGAI KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI COVID-19
Christine Wonoseputro;
Elvina Shanggrama Wijaya
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (734.225 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.1.109-118
Pandemi Covid 19 merupakan sebuah pukulan bagi masyarakat di lapisan bawah, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya sangat terbatas di dalam mengakses teknologi digital dan juga terbatas dalam kepemilikan gawai. Keterbatasan ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi instansi yang mendampingi masyarakat di lapangan, terutama bagi anak-anak yang tetap harus meneruskan proses Pendidikan. Perancangan rumah edukasi merupakan pengabdian masyarakat yang digagas oleh tim dari Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra melalui kegiatan Service Learning (atau yang selanjutnya disingkat menjadi metode SL) sebagai upaya untuk menjembatani permasalahan pembelajaran daring di masyarakat lapisan bawah. Selama pelaksanaannya, metode yang dilakukan adalah pendalaman teori, observasi lapangan virtual, melakukan diskusi kelompok, proses analisis serta mensintesiskan dalam bentuk gagasan konseptual perancangan rumah edukasi berupa gambar-gambar perancangan arsitektur. Dikarenakan kegiatan ini berlangsung selama puncak Covid 19 mulai awal tahun hingga pertengahan tahun 2021 maka mayoritas pelaksanaan kegiatan tersebut secara daring dan dengan teknik pembelajaran jarak jauh yang mengandalkan pihak-pihak terkait yang langsung mendampingi masyarakat. Hasil dari kegiatan ini adalah panduan perancangan berupa gambar-gambar sebagai acuan dalam pelaksanaan pembangunan rumah edukasi bagi anak-anak serta masyarakat di Kondang Merak dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dalam rangka menghadapi babak baru pembelajaran di era new normal.
PKM LITERASI PASAR MODAL BAGI MAHASISWA DI SURABAYA
Bambang Hadi Santoso Dwidjosumarno;
Yayah Atmajawati;
Sasi Agustin
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (526.179 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.1.96-100
Pasar modal dipakai sebagai alternatif bagi pemodal melakukan investasi selain melalui perbankan. Hal ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat yaitu bahwa melakukan investasi tidak semata-mata melalui lembaga perbankan dengan cara membuka deposito dan/atau menabung. PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) merupakan kegiatan dengan tujuan memberikan pengetahuan serta pemahaman awal pasar modal ke masyarakat semenjak usia muda, memberikan pengetahuan dan pem-bekalan dasar pasar modal ke masyarakat sejak muda serta memberikan pengetahuan praktis tentang investasi dan produk-produk investasi pasar modal kepada publik sejak usia muda, sehingga akan terjadi perubahan pola pikir dalam melakukan investasi yang selanjutnya dapat menambah jumlah pemodal pasar modal Indonesia, khususnya di Surabaya, dan di akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
PENDAMPINGAN TIM ABDIMAS UNIVERSITAS CIPUTRA DALAM PELAKSANAAN VAKSINASI MASSAL DI KELURAHAN PUTAT JAYA KOTA SURABAYA
Natalia Yuwono;
J.E. Sutanto;
Damelina Basauli Tambunan
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (879.308 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.1.101-108
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Tim pelaksanaan dari Universitas Ciputra Surabaya, akan memberikan bantuan pada salah satu kelurahan di Kota Surabaya yang terkategori termasuk dalam daftar 10 besar kelurahan dengan kasus covid 19 terbanyak di Surabaya, sehingga diharapkan khususnya bagi warga atau masyarakat di RW 03 Kelurahan Putra Jaya bisa terbantu secara signifikan dalam penanganan dampak covid -19 tersebut. Dalam program kegiatan yang dilaksanakan yaitu awalnya sudah menjadi kebutuhan di lapangan, sehingga pihak Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Ciputra Surabaya beserta Tim Satgas yang dibentuk bersama dan sekaligus yang akan mewakili kegiatan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RW 03 Kelurahan Putat Jaya. Beberapa program yang diberikan kepada warga atau masyarakat RW 03 Kelurahan Putat Jaya antara lain: memberikan bantuan berupa tabung oksigen dan pelatihan mengoperasionalkan peralatan yang terhubung dengan tabung oksigen kepada Tim Satgas, memberikan APD dan obat-obatan, membantu mensosialisasikan program kegiatan termasuk pembuatan dan pemasangan poster di lingkungan RW 03 Kelurahan Putat Jaya, serta pendampingan pelaksanaan vaksin khususnya bagi warga atau masyarakat setempat. Adapun hasil yang telah dicapai ialah ditunjukkan dengan data perkembangan bagi warga membuktikan bahwa banyak yang sembuh setelah melakukan vaksin. Dengan demikian, adanya kerjasama antara Tim Pelaksana dari Universitas Ciputra Surabaya dengan Tim Satgas dari Kelurahan Putat Jaya yang sudah berjalan dengan baik, tentunya harapan kita semua program kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut ini sangat membantu dan bermanfaat bagi khususnya warga atau masyarakat RW 03 Kelurahan Putat Jaya dan sekaligus bagi warga dan masyarakat Kota Surabaya.
KONSERVASI DAN REGENERASI CAMPURSARI UNTUK PENGEMBANGAN WISATA BUDAYA DESA BEGAGANLIMO, KEC. GONDANG, MOJOKERTO
Ribut Basuki;
Resmana Lim;
Christine Wonoseputro;
Sienny Thio
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (562.072 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.1.49-54
Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto ingin mengembangkan desa wisata. Permasalahan utama masyarakat, desa Begagan Limo yang memiliki banyak situs peninggalan kerajaan Majapahit ini memiliki aset berupa gamelan dan kelompok campursari yang tidak tergarap dengan baik. Masyarakat ingin meningkatkan Wisata Budaya ke situs-situs peninggalan Majapahit dengan mengembangkan seni gamelan / campursari. Namun jumlah seniman masih terbatas, keterampilannya masih perlu diasah dan dikemas-kinikan, dan ketrampilan mengelola wisata budaya pengelolaan masih perlu ditingkatkan. Solusi yang diusulkan, terutama yang dapat dilaksanakan di masa pandemi ini adalah pelatihan gamelan/campursari, penambahan alat musik gamelan, pelatihan pengelolaan obyek wisata budaya, dan pelatihan pembuatan situs daring. Namun mereka perlu tempat untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dan tempat itu adalah desa wisata Begagan Limo sendiri yang perlu ditingkatkan kondisinya. Kegiatan yang dilaksanakan adalah 1) Identifikasi kebutuhan pelatihan gamelan dan pelengkapan peralatan gamelan dengan metode observasi bersama para seniman, 2) Pelaksanaan pelatihan dan pelengkapan gamelan dengan metode workshop dengan mengundang pelatih/pakar gamelan, dan 3) Pelatihan dan regenerasi pemain gamelan dan tari. Saat ini gamelan sudah dilengkapi dan dilaras. Latihan sudah berjalan secara rutin dan regenerasi dengan mengajari anak-anak dan remaja sedang berjalan. Di bulan Desember 2020 dilakukan uji coba pertunjukan dalam skala kecil dengan harapan dapat mendukung wisata yang sudah mulai tumbuh di desa Begaganlimo.
PENDAMPINGAN UNTUK PENYEDIAAN SISTEM PELANGGAN PADA UNIT USAHA YAYASAN BERNADUS DIREKTORAT SEKOLAH SANJAYA
Budi Susanto;
Umi Proboyekti;
Gloria Virginia
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (564.885 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.2.208-215
Direktorat Sekolah Sanjaya adalah lembaga dari Yayasan Bernardus yang bergerak dalam bidang pendidikan. Untuk mendukung bidang pendidikan, mereka menjalankan unit usaha berupa kedai kopi bernama Melcosh. Oleh karena unit usaha tersebut penting untuk mendukung pelayanan bidang pendidikan, maka menjadi penting untuk dikembangkan. Pengembangan layanan kepada pelanggan menjadi salah satu bentuk layanan penting bagi Melcosh. Dalam usaha untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan sistem manajemen pelanggan berbasis aplikasi mobile. Dalam rangka itulah, Yayasan Bernadus Direktorat Sekolah Sanjaya menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi UKDW, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah salah satu bentuk penerapan kerja sama tersebut. Dalam pengembangan sistem manajemen pelanggan tersebut, mereka membutuhkan pendampingan teknis dikarenakan mereka belum memiliki tenaga tetap yang khusus menangani pengembangan sistem informasi. Dalam pendampingan teknis tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan beberapa luaran, antara lain dokumen spesifikasi kebutuhan, dokumen desain sistem, dan juga purwa rupa aplikasi. Purwa rupa yang dapat dikategorikan sebagai high fidelity aplikasi Pelanggan Melcosh berbasis Android juga telah dihasilkan bersama. Purwa rupa ini diharapkan dapat digunakan untuk memberi gambaran kepada tim Melcosh terkait bentuk aplikasinya nanti. Pendampingan juga memberikan pertimbangan dalam rencana strategis pembangunan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi bagi Yayasan Bernadus Direktorat Sekolah Sanjaya. Pertimbangan tersebut dinilai penting bagi Yayasan karena dapat dimanfaatkan untuk pengembangan organisasi secara berkelanjutan.
PELATIHAN SCREEN PRINTING PADA PEMUDA KARANG TARUNA DESA WIDARAPAYUNG WETAN KECAMATAN BINANGUN KABUPATEN CILACAP GUNA MENDUKUNG SEKTOR PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA
Mardiyana .;
Murni Handayani;
Rosita Dwityaningsih;
Theresia E. P. S Rahayu
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (581.532 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.2.143-149
Desa Widarapayung Wetan merupakan salah satu desa yang memiliki potensi wisata pantai tetapi masih belum berkembang dengan optimal sehingga masyarakat sekitar Desa Widarapayung Wetan masih belum mendapatkan keuntungan dari potensi wilayahnya tersebut. Keadaan ini disebabkan potensi sumber daya manusia yang belum dapat memaksimalkan potensi wilayahnya. Karang taruna merupakan bagian dari masyarakat yang perlu ditingkatkan ketrampilannya terutama ketrampilan yang dapat mendukung sektor ekonomi dan wisata desa. Salah satu jenis pelatihan guna meningkatkan ketrampilan khusus para karang taruna yang dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian adalah pelatihan screen printing. Tujuan dari kegiatan pelatihan screen printing ini yaitu adanya peningkatan pemahaman dan ketrampilan pada para pemuda karang taruna yang ada di Desa Widara Payung Wetan. Kegiatan pelatihan dibagi menjadi 3 sesi yaitu sesi ceramah seputar teori screen printing, demonstrasi teknik screen printing sekaligus praktik langsung bagi peserta dan ceramah seputar usaha screen printing dapat mendukung perekonomian dan pariwisata desa. Berdasarkan hasil pelaksanaan pelatihan maka dapat diambil kesimpulan bahwa para pemuda yang ada di Desa Widarapayung wetan sudah dapat melakukan teknik screen printing dan dapat menghasilkan satu buah produk berupa kaos bergambar hasil screen printing. Ketrampilan yang telah dimiliki oleh pemuda ini diharapkan dapat dijadikan modal awal untuk berwirausaha dalam bidang screen printing.
MENGOPTIMALKAN EKOWISATA AIR TERJUN ENDIYAENT DI DUSUN SURUH TEMBAWANG
Yulita Yulita;
Amin Mustajab
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (287.041 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.2.223-227
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kunjungan wisata ke air terjun Endiyaent di Dusun Suruh Tembawang. Dengan meningkatnya kunjungan wisata diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat. Kegiatan yang dilakukan berupa pembangunan akses jalan dan mensosialisasikan tata kelola objek wisata air terjun Endiyaent. Metode pelaksanaan kegiatan pendampingan ini terdiri dari pembangunan akses jalan dan sosialisasi tata kelola objek wisata. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2021. Penerima manfaat dari kegiatan pengabdian ini merupakan warga Dusun Suruh Tembawang yang berjumlah 268 Jiwa/54 KK. Total anggaran yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebesar RP 35.000.000,00 (tiga puluh lima juta rupiah) yang bersumber dari pendanaan dari program PHP2D. Kegiatan optimalisasi air terjun Endiyaent ini terdiri dari tiga program yang terdiri dari pembuatan jalan rabat beton dan jalan setapak, pembentukan badan pengelola air terjun Endiyaent dan promosi tempat wisata air terjun Endiyaent menggunakan media sosial Facebook dan Instagram. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini terdiri dari 3 indikator. Pertama, dapat menambah pengetahuan masyarakat dan merubah pandangan serta sikap masyarakat tentang optimalisasi industri kreatif destinasi wisata alam. Kedua, dapat membangun hubungan sosial masyarakat melalui potensi wisata air terjun Endiyaent. Ketiga, meningkatkan perekonomian masyarakat melalui destinasi wisata air terjun Endiyaent. Hasil dari kegiatan pengabdian ini terbangunnya akses jalan menuju air terjun dengan kualifikasi rabat beton sejauh 100 meter dengan lebar 80 cm ketebalan 15 cm, dan akses jalan setapak sejauh 350 m. Terbentuknya lembaga yang mengelola air terjun Endiyaent.
IMPLEMENTASI ISAK 35 UNTUK PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEKOLAH BAGI ANGGOTA HIMPAUDI MUSTIKAJAYA
Dade Nurdiniah;
Iren Meita;
Chita Oktapriana
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (329.94 KB)
|
DOI: 10.9744/share.8.2.137-142
HIMPAUDI perlu memiliki pengetahuan tentang penyusunan laporan keuangan. Mengingat latar belakang peserta yang bukan berasal dari akuntansi, tentu saja memiliki keterbatasan pengetahuan terkait dengan penyusunan laporan keuangan sekolah yang berbasis ISAK 35. Tujuan utama kegiatan PkM ini adalah memberikan pelatihan dan pemahaman implementasi ISAK 35 dalam penyusunan laporan keuangan sekolah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan metode service learning yang terbagi dalam tiga kali pelaksanaan dengan durasi tiga minggu. Pelaksanaan kegiaatan yang terjadi dalam kondisi pandemi COVID-19 memiliki beberapa keterbatasan namun tetap dapat diberlakukan secara tatap muka dalam beberapa kesempatan. Pertemuan tatap muka dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan pemberlakuan batasan PPKM wilayah. Selama pelaksanaan pelatihan diberikan serangkaian pre test dan post test untuk mengevaluasi tingkat pemahaman peserta. Terdapat peningkatan pemahaman rata-rata peserta setelah mengikuti pelatihan sebesar 59% untuk penerapan ISAK 35 pada laporan keuangan. Dari serangkaian penugasan peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok kerja yang diberikan didapati hasil 80% peserta berhasil menyusun laporan keuangan berbasis ISAK 35 dengan benar. Selain itu, untuk mengukur tingkat kepuasan peserta dalam pelatihan, maka disebarkan pula kuisioner kepuasan. Dengan jumlah 45 peserta, terlihat dari hasil isian kuisioner kepuasan mitra didapati 68% peserta merasa sangat puas dengan kegiatan yang diikuti ini.