cover
Contact Name
Ivan Widiyanto
Contact Email
ivan@petra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
qhenc@petra.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Share : Journal of Service Learning
ISSN : 23387866     EISSN : 26554720     DOI : -
Jurnal SHARE memfokuskan pada materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen, praktisi maupun mahasiswa. Secara filosofis, “jati diri“ jurnal dapat dimaknai sebagai berikut: 1. “SHARE“ merupakan akronim dari SHaring – Action – REflection yang berarti “berbagi, tindakan dan refleksi“. Ini memiliki makna sebuah proses yang berkelanjutan. 2. Kata “SHARE“ sendiri berarti berbagi. Ini mengisyaratkan 4 hal prinsip: a. Hakekat dari hidup adalah berbagi dengan sesama. b. Ilmu pengetahuan bersifat universal sehingga haruslah dibagi dan diabdikan. c. Panggilan seorang pendidik adalah membagi ilmu dan pengalaman dengan sesama pendidik, mahasiswa dan masyarakat. d. Berbagi merupakan pengejawantahan nilai-nilai kristiani. 3. Penggunaan warna biru mewakili makna kestabilan dan intelegency sehingga media ini diharapkan terbit secara rutin, konsisten dengan makna filosofis yang disandangnya, bersubstansi ilmiah dan mewakili kecerdasan intelektual penulisnya
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
PENGAYAAN KOSA KATA BAHASA INGGRIS UNTUK PELAJAR USIA MUDA MENGGUNAKAN METODE TOTAL PHYSICAL RESPONSE (TPR) Marina Marina; Rasyimah Rasyimah; Dewi Kumala Sari; Kurniawati Kurniawati
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.46 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.7-13

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Meuraksa yang terletak di Desa Jambo Timu Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe Aceh. Tujuan program ini yaitu untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris yang dimiliki oleh para pelajar dan menyediakan kesempatan untuk mempraktekkan kosa kata yang sudah mereka pelajari. Para pelajar ini belum memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai dikarenakan pihak sekolah belum memberikan pendidikan Bahasa Inggris secara formal. Hal ini mengakibatkan timbulnya permasalahan dimana penguasaan bahasa Inggris mereka belumlah mencapai tingkat yang cukup baik disebabkan penguasaan kosa kata yang masih rendah. Oleh karena itu sangatlah penting bagi mereka untuk mendapatkan pelatihan pengayaan kosa kata agar terjadi peningkatan penguasaan kosa kata. Sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi para pelajar ini, maka perlu diadakan pelatihan pengayaan kosa kata dengan menggunakan metode Total Physical Response (TPR). Metode TPR merupakan metode untuk pengajaran bahasa yang dalam penerapannya menggabungkan koordinasi perintah, ucapan dan gerak sehingga lebih mudah untuk menguasai suatu bahasa dalam pembelajarannya. Selain itu, kesempatan untuk mempraktekkan kosa kata yang sudah dipelajari juga diberikan dalam bentuk praktek pengucapan dan penulisan. Metode pelaksanaan dalam pelatihan ini meliputi (1) pengayaan kosa kata melalui metode TPR; (2) pelatihan pembalikan peran, dan (3) pelatihan urutan tindakan untuk mempraktekkan kosa kata yang sudah dipelajari. Dari kegiatan ini penguasaan kosa kata yang meningkat dapat membantu mereka dalam proses belajar di sekolah.
TINJAUAN MASTERPLAN SESAR OPAK BUKIT MENGGER BERBASIS PELESTARIAN OBJEK WARISAN GEOLOGI Vincentia Reni Vitasurya; Anna Pudianti; Lucia Asdra Rudwiarti
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.1 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.65-74

Abstract

Tinjauan masterplan kawasan wisata Sesar Opak Bukit Mengger (SOBM) merupakan kegiatan pengabdian yang dilakukan tim dosen DAFT UAJY bersama dengan BAPPEDA Kab. Bantul DIY. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari proses penetapan Kawasan SOBM sebagai bagian dari pengembangan kawasan Geopark Heritage provinsi DIY. Proses tinjauan masterplan dilakukan melalui 4 tahap yang dimulai dari tinjauan dokumen, verifikasi, perancangan kembali dan penyusunan laporan. Tahapan penyusunan review melibatkan ahli geologi, masyarakat dan pemangku kepentingan guna menghasilkan rancangan pengembangan berbasis pelestarian lingkungan khususnya warisan geologi dan tanggap bencana. Sejalan dengan nilai budaya lokal, penerapan filosofi hamemayu hayuning bawana dan hamemasuh malaning bumi melandasi penerapan rancangan dengan mengedepankan penggunaan material yang ringan, ramah lingkungan dan berciri khas lokal. Pertimbangan teknis mitigasi bencana menjadi hal penting untuk diterapkan, diantaranya dengan merancang jalur evakuasi dan zonasi untuk pembatasan aktivitas. Jalur evakuasi diterapkan dengan memanfaatkan lahan terbuka dan jalur pejalan kaki alami yang sudah terbentuk, sedangkan pembatasan aktivitas diterapkan sebagai upaya mengurangi beban lingkungan kawasan. Kegiatan ini juga melibatkan tenaga ahli dalam bidang geologi untuk memberikan masukan teknis terkait perencanaan kawasan ini. Tinjauan perancangan ini merupakan pedoman pengembangan Kawasan untuk masa yang akan datang. Bagi DAFT UAJY, kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu dan berkolaborasi bersama dengan berbagai pihak untuk menyusun kajian berbasis pelestarian khususnya untuk objek warisan geologi.
DAMPAK SERVICE LEARNING PEMURNIAN AIR PAYAU DENGAN PEMANFAATAN MATERIAL LOKAL YANG BERKELANJUTAN Surya Hermawan; Dhyah Harjanti; Mario Soedharta; Robert Vincent; Billy Adiguna; Singgie Alexander; Hensond Nathanael Sugiarto
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.105 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.14-23

Abstract

Saat ini semakin banyak institusi pendidikan yang menyadari pentingnya kegiatan Service Learning (SL). Ini terbukti dari banyak Universitas yang melaksanakan kegiatan tersebut. Latar belakang kegiatan SL adalah masih banyak ketimpangan yang terjadi di masyarakat, baik masyarakat pedesaan terhadap perkotaan maupun antar masyarakat dalam kota itu sendiri. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan di Dusun Tegalsari Jabon Sidoarjo yang mengalami krisis air bersih berupa air payau. Dimana sejak puluhan tahun yang lalu, masyarakat hingga saat ini masih belum dapat memenuhi kebutahan air bersih mereka, dikarenakan air yang dimanfaatkan adalah air payau yang mereka beli sekitar Rp. 150.000 – Rp. 250.000 per kepala keluarga setiap bulannya. Kegiatan ini merupakah lanjutan kegiatan dari 2 penelitian yang telah dilakukan sejak tahun tahun 2017 dengan tema banjir Rob dan pemurnian air payau dengan pemanfatan material lokal yang berkelanjutan. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan air bersih. Metode yang digunakan diawali dengan survei dalam pra pelaksanaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan pembuatan dan pemasangan alat pemurni air payau dengan material lokal (ALPAMAL), dan diakhiri dengan wawancara oleh Mahasiswa yang merupakan paska pelaksanaan. Hasil dari kegiatan ini berdampak langsung dan bermanfaat untuk mengubah air payau menjadi air bersih yang siap digunakan masyarakat. Hasil lain dari kegiatan ini adalah sebanyak hampir seluruh (93.5%) mahasiswa merasa terbantu dalam dunia perkuliahan mereka dan seluruh warga (100%) warga Desa Kupang merasa sangat puas dengan diadakannya kegiatan ini.
Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content) Jurnal Share
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.251 KB)

Abstract

.
LITERASI PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK GURU SEKOLAH DASAR Anastasia Filiana Ismawati; Maria Asumpta Evi Marlina; Fanny Septina; Wirawan Endro Dwi Radianto
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.129-133

Abstract

Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Jawa Timur memiliki beberapa Sekolah Dasar. Pentingnya pendidikan pengelolaan sampah sedari dini membantu untuk menumbuh-kembangkan kecintaan terhadap lingkungan dengan cara yang bertanggungjawab sekaligus memberdayakan potensi untuk dikembangkan baik bagi para guru Sekolah Dasar maupun siswa siswi Sekolah Dasar. Pengembangan program pengelolaan sampah pada masyarakat dapat menganut model 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Pengelolaan sampah pada masyarakat yang dimulai sedari dini akan semakin meningkatkan nilai tambah baik bagi masyarakat ataupun bagi lingkungan. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai pola pikir masyarakat yang selama ini memandang sampah sebagai suatu objek yang tidak ada manfaatnya. Pengabdian masyarakat yang diharapkan dapat menjadikan para guru Sekolah Dasar memiliki peran penting sebagai kader dalam mengajarkan literasi pengelolaan sampah sedari dini untuk para siswa siswi Sekolah Dasar. Pelaksanaan kegiatan dengan metode training of trainer (tot) dan memberikan simulasi serta contoh mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Pendekatan yang dilakukan adalah partisipatif. Para guru Sekolah Dasar diajak untuk aktif memberikan ide dan pendapat dalam pengelolaan sampah terutama untuk diterapkan ke siswa Sekolah Dasar masing-masing. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berkolaborasi dengan Program Studi Akuntansi dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Ciputra Surabaya. Pemahaman mengenai pengelolaan limbah rumah tangga memberikan dampak positif dan menjaga lingkungan sekitar. Respon dari para guru Sekolah Dasar Kecamatan Lakarsantri sangat baik dapat dilihat dalam proses diskusi dan sesi tanya jawab.
PELATIHAN PEMBUATAN HANDSANITIZER BERFORMULASI WHO SERTA EDUKASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SDN SUKATANI III KARAWANG Teguh Pambudi; Hilman Imadul Umam; Meka Saima Perdani; Aulia Wahyuningtyas; Alfieta Rohmaful Aeni; Fitri Yuliasari
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.109-114

Abstract

Telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer serta sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada siswa-siswi khususnya kelas empat sampai kelas enam SDN Sukatani III Kab. Karawang. Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui dua sesi yaitu pelatihan terstruktur dan pelatihan partisipatif. Pelatihan terstruktur dilaksanakan melalui metode penyampaian materi aktif dan interaktif melalui ceramah dan demonstrasi mengenai sosialisasi PHBS dan pengarahan cara mencuci tangan yang baik serta demonstrasi pembuatan handsanitizer yang dilakukan oleh pemateri. Selanjutnya pelatihan partisipatif dilaksanakan dengan melakukan praktek langsung pembuatan handsanitizer sesuai dengan prosedur pembuatan handsanitizer yang dikeluarkan oleh WHO. Kegiatan pelatihan pembuatan handsanitizer dan sosialisasi PHBS menjadi salah satu upaya dalam menghadapi kondisi pasca pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan sosialisasi PHBS di lingkungan sekolah ini mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS yang dapat diterapkan di lingkungan rumah dan sekolah dalam melaksanakan kegiatan belajar di masa adaptasi pasca pandemi Covid-19. Pada kegiatan praktek langsung pembuatan handsanitizer para peserta mampu meningkatkan keterampilan sains, meningkatkan wawasan peserta mengenai profesi sainstis, serta mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai alat dan bahan kimia. Tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini supaya terus dilakukan evaluasi berkala terkait PHBS di lingkungan SDN Sukatani III Kab. Karawang. Untuk mengoptimalkan hasil sosialisasi maka perlu didukung dengan berbagai media seperti poster PHBS yang ditempel di lingkungan sekolah.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMASARAN SEBAGAI DASAR MENGHADAPI PERSAINGAN UNTUK KEUNGGULAN BERSAING PT BANK KB BUKOPIN CABANG MADIUN Wahyu Prabawati Putri Handayani; Christina Esti Susanti
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.115-121

Abstract

PT Bank KB Bukopin merupakan industri perbankan yang menjalankan usaha berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit dengan tujuan untuk menjadi Bank yang tumbuh dan berkembang serta masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari segi aset. PT Bank KB Bukopin menjalankan usaha berupa penghimpunan dana dan penyaluran kredit yang berfokus pada empat pilar utama yaitu bisnis Mikro, Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Bisnis Konsumer serta Bisnis Komersial. Berdasarkan hasil identifikasi menunjukkan bahwa jumlah nasabah PT Bank KB Bukopin terus mengalami penurunan setiap tahunnya sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk memenangkan persaingan pasar dan mendapatkan keunggulan bersaing. Analisis menggunakan strategi 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) menyatakan bahwa prioritas utama yang harus diperbaiki oleh PT Bank KB Bukobin Cabang Madiun adalah promotion. Kondisi ini terjadi karena kegiatan promosi yang dilakukan oleh PT Bank KB Bukopin Cabang Madiun tergolong kurang maksimal jika dibandingkan dengan perusahaan pesaing yang sejenis. Tahap identifikasi masalah internal menunjukkan bahwa kegiatan promosi yang sedang dijalankan oleh PT Bank KB Bukopin Cabang Madiun saat ini terbatas pada: (1) sosialisasi ke dinas, sekolah, dan perusahaan; (2) sosial media melalui Instagram; (3) brosur. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan rencana promosi, seperti: 1) Menggunakan influencer marketing, 2) Memasang baliho di pusat keramaian, 3) Mengikuti event marketing, 4) Sms-WA blast, 5) Kerjasama dengan merchant, 6) Sosial media, 7) Kerjasama dengan perusahaan/instansi sebagai salah satu strategi untuk mendapatkan ke­unggulan bersaing.
KAMPANYE SOSIAL “DIBÉBÉRKÉ” SEBAGAI UPAYA PENGENALAN KESENIAN WAYANG BEBER KEPADA GENERASI MUDA DI KOTA SURAKARTA Karin Intan Liliana; Deddi Duto Hartanto; Bernadette Dian Arini Maer
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.97-108

Abstract

Kota Surakarta memiliki beragam wujud kesenian tradisional, salah satunya ialah wayang beber. Namun saat ini kesenian tersebut kurang dikenal oleh generasi muda di Kota Surakarta, terutama jika dilihat dari aspek sejarah, seni sungging, serta keberadaan para seniman sungging wayang beber itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh karena minimnya upaya, pe-manfaatan media, serta metode pengenalan yang masih belum dapat menjangkau generasi muda. Alhasil kelangsungan hidup wayang beber di Kota Surakarta kian memprihatinkan. Berkaca dari permasalahan tersebut, dirancanglah kampanye sosial “Dibébérké”, yakni sebuah gerakan untuk mengedukasikan kesenian wayang beber pada generasi muda Kota Surakarta. Guna mengkomunikasikan pesan kampanye sosial, dirancanglah strategi komunikasi melalui media sosial Instagram serta pemberdayaan seniman sungging wayang beber “Sanggar Naladerma”, Komunitas Soerakarta Walking Tour, Rumah Budaya Kratonan, serta Komunitas SangKuli-Kriya ISI Surakarta guna menciptakan sebuah event kolaborasi untuk memperkenalkan aspek-aspek kesenian wayang beber mulai dari sejarahnya di Kota Surakarta dan keberadaan maestro sungging wayang beber “Sanggar Naladerma” yang dikemas dalam bentuk wisata sejarah, serta memperkenalkan seni sungging wayang beber melalui kegiatan workshop dengan media totebag blacu. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk edukasi saja, melainkan turut menjadi inovasi dalam upaya pengenalan, memberikan ruang bagi seniman sungging wayang beber untuk terus berkarya dan memperkenalkan keberadaan wayang beber pada generasi muda di Kota Surakarta, serta sebagai upaya pelestarian.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN AIR HUJAN SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI BANTARAN SUNGAI CODE KELURAHAN WIROGUNAN Widati Widati; Fadjarini Sulistyowati; B. Hari Saptaning Tyas; Condrodewi Puspitasari
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.122-128

Abstract

Pemanfaatan air hujan menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih di Indonesia karena curah hujan yang cukup tinggi. Di beberapa negara, pemanfaatan air hujan sudah dikelola dengan baik sedangkan di Indonesia pemanfaatan air hujan belum dilakukan secara optimal. Demikian pula di kota Yogyakarta, kota yang semakin padat dan sumber air tanah yang semakin sulit. Untuk itu air hujan merupakan solusi untuk mengatasi kekurangan air bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD “APMD”) dilakukan di bantaran sungai Code khususnya RT 13 dan 14 RW 04  Kelurahan Wirogunan.  Pemilihan wilayah ini karena  terletak di bantaran Sungai Code, padat pendududuk, bekas timbunan sampah sehingga sulit untuk membuat sumur sedangkan masyarakatnya tidak mampu untuk berlangganan PDAM. Kegiatan meliputi: 1) Assesment potensi dan masalah; 2) Sosialisasi pemantan air hujan  sebagai sumber air bersih; 3) Mediasi pakar untuk pengenalan teknologi alat Penampung Air Hujan (PAH); 4) Pemasangan teknologi sederhana pemanen air hujan; 5) pengorganisasian kembali pelembagaan pengelola air hujan.  Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan mencapai 78%, ketertarikan peserta terhadap pemanfaatan air hujan mencapai 61%,  demikian juga kebutuhan akan teknologi pemanen air hujan mencapai 61%.  Dari hasil ini tampak adanya antusiasme masyarakat yang cukup tinggi baik pada kegiatan sosialisasi maupun pemasangan instalasi pemanen air hujan yang dilakukan secara gotong royong. Kegiatan terakhir sebagai upaya keberlanjutan program ini adalah mengorganisir pengelola air hujan untuk bertanggung jawab terhadap distribusi air dan perawatan alat.
PELATIHAN WEB-TRACKING BERBASIS METODE SELF-ASSESMENT UNTUK PEMETAAN 10 PROGRAM LINGKUNGAN PESANTREN Ucuk Darusalam; Novi Dian Nathasia; Fachruddin M. Mangunjaya
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 2 (2023): AUGUST 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.9.2.134-142

Abstract

Pesantren merupakan wahana pendidikan agama Islam yang berkembang pesat dan menjadi basis dalam pendalaman ilmu fiqih dan tarbiyah. Pesantren berkembang diseluruh penjuru nusantara dengan ciri khas baik tradisional dan modern. Pesantren merupakan wahana pendidikan yang memiliki potensi dalam penerapan program lingkungan berkelanjutan atau pencapaian Sustainability Development Goals (SDGs). Dalam kegiatan pelatihan web-tracking yang telah dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Nasional (UNAS) melalui bentuk kerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam (PPI-UNAS) telah berhasil dilakukan perancangan web-tracking dan workshop pemanduan penggunaan. Masalah yang dihadapi PPI-UNAS dalam upaya melakukan pemetaan potensi penerapan program lingkungan yang berkelanjutan di pesantren yakni belum tersedianya system pemetaan pesantren yang menerapkan program lingkungan dan potensi keberlanjutan penerapannya. Untuk itulah PPI-UNAS memerlukan solusi web yang berfungsi sebagai tracking program lingkungan yang dinamakan web-tracking ekopesantren. Metode perancangan web yang digunakan oleh Tim PKM UNAS adalah dengan self-assessment berbasis 10 program lingkungan. Kuesioner dalam web disusun terdiri atas 50 pertanyaan dengan jawaban skala Likert yakni scoring nilai 0 – 100. Jawaban diberikan dalam bentuk pilihan dan uraian penjelasan serta diberikan data pendukung berupa dokumentasi dan foto. Selanjutnya Tim PkM UNAS memberikan pelatihan kepada 123 peserta dari pesantren untuk uji coba penggunaan web-tracking. Metode pelatihan yang diterapkan dalam PkM adalah menggunakan metode direct coaching. Pelatihan web-tracking dilakukan di 3 kota besar yakni Medan, Bandung dan Yogyakarta pada 4 – 25 Oktober 2022. Dari hasil implementasi pada 123 peserta pesantren yang diundang dalam kegiatan workshop, web-tracking ekopesantren berhasil digunakan dengan mudah dan bersifat user friendly. Data yang diberikan oleh pesantren dapat dimasukkan ke system web-tracking dengan mudah dan menghasilkan gambaran pemetaan penerapan 10 program lingkungan. Hasil pelatihan penggunaan web dengan metode direct coaching berdasarkan penilain umpan balik peserta adalah web-tracking mudah digunakan 89,4%, pertanyaan kuesioner self-assessment relevan dengan 10 program lingkungan 97,56%, self-assessment membantu pesantren dalam pemetaan program lingkungan 88,6%, penyampaian materi jelas 90,2%, dan acara diselenggarakan panitia dengan layanan yang baik 96,7%.