cover
Contact Name
Ivan Widiyanto
Contact Email
ivan@petra.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
qhenc@petra.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Share : Journal of Service Learning
ISSN : 23387866     EISSN : 26554720     DOI : -
Jurnal SHARE memfokuskan pada materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen, praktisi maupun mahasiswa. Secara filosofis, “jati diri“ jurnal dapat dimaknai sebagai berikut: 1. “SHARE“ merupakan akronim dari SHaring – Action – REflection yang berarti “berbagi, tindakan dan refleksi“. Ini memiliki makna sebuah proses yang berkelanjutan. 2. Kata “SHARE“ sendiri berarti berbagi. Ini mengisyaratkan 4 hal prinsip: a. Hakekat dari hidup adalah berbagi dengan sesama. b. Ilmu pengetahuan bersifat universal sehingga haruslah dibagi dan diabdikan. c. Panggilan seorang pendidik adalah membagi ilmu dan pengalaman dengan sesama pendidik, mahasiswa dan masyarakat. d. Berbagi merupakan pengejawantahan nilai-nilai kristiani. 3. Penggunaan warna biru mewakili makna kestabilan dan intelegency sehingga media ini diharapkan terbit secara rutin, konsisten dengan makna filosofis yang disandangnya, bersubstansi ilmiah dan mewakili kecerdasan intelektual penulisnya
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Edukasi Pelaporan Perpajakan Pekerja Gereja untuk Meningkatkan Kepatuhan Pajak Dean Charlos Padji Dogi; Yenni Mangoting; Retnaningtyas Widuri; Agus Arianto Toly
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.2.95-103

Abstract

Terdapat kesenjangan pengetahuan yang signifikan dalam memahami kewajiban untuk mendaftarkan diri guna memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi orang pribadi yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan perpajakan. Kesenjangan ini menyebabkan tingkat ketidakpatuhan perpajakan yang tinggi, khususnya di kalangan pekerja gereja, yang sering kali belum sepenuhnya memahami tanggung jawab perpajakan mereka. Akibat dari ketidakpahaman ini adalah ketidakpatuhan yang berpotensi menimbulkan masalah hukum dan finansial di kemudian hari. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan perpajakan para pekerja gereja dalam melaksanakan kewajiban pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Wajib Pajak Orang Pribadi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap edukasi yang terstruktur. Pada tahap pertama, pekerja gereja diberikan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar perpajakan, yang mencakup definisi, tujuan, serta manfaat pajak bagi pembangunan negara Indonesia. Selain itu, mereka juga dibekali dengan pengetahuan tentang kewajiban gereja atau organisasi pengelola gereja untuk melakukan pemotongan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk peran mereka sebagai pemotong pajak yang sah. Pada tahap kedua, para pekerja gereja mengikuti pelatihan praktis pengisian SPT 1770, yang difasilitasi oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi perpajakan berpengalaman. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pekerja gereja dalam memahami berbagai aspek kewajiban perpajakan, serta peningkatan kemampuan mereka dalam melaksanakan kewajiban pelaporan SPT 1770 dengan benar.
Penerapan Konsep Circular Economy melalui Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Lingkungan Filda Rahmiati; Hally Hanafiah; Jean Richard Jokhu; Lerissa Daniela; Jonathan Lampatar Siregar; Setyarini Santosa; R. Stevanus Bayu Mangkurat
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.2.104-110

Abstract

Penerapan teori Circular Economy dalam pembuatan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah ini dilaksanakan untuk menganalisis konsep Circular Economypada UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Cikarang. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk mengimplementasi-kan teori konsep Circular Economy pada pelaku UMKM. Pada aktifitas kegiatan ilmiah ini para pelaku UMKM diberikan pengenalan akan Circular Economy melalui pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan, yaitu sabun. Aktifitas ini mencakup aspek-aspek penting dari teknik pembuatan sabun, penggunaan bahan tambahan yang aman, dan manfaat lingkungan dari pemanfaatan kembali minyak jelantah yang biasanya dibuang. Hasil dari aktifitas ini peserta mendapatkan pengetahuan praktis dan pengalaman langsung dalam mengubah limbah menjadi produk yang dapat dipasarkan dan dari kegiatan ini pelaku UMKM menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pemahaman peserta mengenai pengolahan limbah. Pelaku berhasil memproduksi sabun berkualitas tinggi yang memiliki potensi untuk didistribusikan secara komersial. Inisiatif ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga menyediakan sumber pendapatan tambahan bagi UMKM di Cikarang. Keberhasilan pelatihan ini menekankan pentingnya mengintegrasikan praktik Circular Economy dalam bisnis lokal, mendorong pembangunan berkelanjutan, dan mempromosikan pengelolaan lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan limbah secara efektif, UMKM dapat berkontribusi pada ekonomi yang lebih berkelanjutan dan menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan stabilitas keuangan.
Pendampingan Komunitas dalam Melakukan Upaya Peningkatan Imun Tubuh di Kelurahan Jeruk Bangkingan dan Panti Asuhan Kasih Agape Raditya Kurniawan Djoar; Anastasia Putu Martha Anggarani
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.2.87-94

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi komunitas dalam upaya meningkatkan imun tubuh di Kelurahan Jeruk Bangkingan dan Panti Asuhan Kasih Agape selama masa pandemi. Pandemi telah menekankan pentingnya menjaga kesehatan, terutama dengan memperkuat daya tahan tubuh sebagai langkah pencegahan terhadap infeksi. Peningkatan imun tubuh menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit. Program ini dilakukan dengan melibatkan serangkaian pendidikan kesehatan yang mencakup cara-cara alami dan praktis untuk meningkatkan daya tahan tubuh, seperti penerapan pola makan sehat, olahraga teratur, manajemen stres, dan kebiasaan hidup bersih. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan dan demonstrasi, diskusi interaktif, dan pendampingan langsung dalam penerapan materi yang diajarkan. Sebelum intervensi, tingkat pengetahuan responden mengenai cara meningkatkan imun tubuh masih rendah, sebanyak 17,3% responden yang memiliki pengetahuan yang baik. Setelah kegiatan pendampingan dan pendidikan kesehatan dilakukan, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan responden, dengan jumlah 80,4% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Peningkatan ini mencerminkan efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui peningkatan imun tubuh. Selain itu, kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya intervensi yang berkelanjutan dan berbasis komunitas dalam menangani tantangan kesehatan di masa pandemi. Dengan demikian, pendampingan komunitas ini berhasil memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat dan mendorong perubahan perilaku positif yang berkelanjutan.
Diversifikasi Olahan Bawang: Upaya Peningkatan Manfaat dan Nilai Ekonomi Afifah Rosyidah; Ratna Ediati; Irmina Kris Murwani
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.2.70-78

Abstract

Bawang putih dan bawang merah banyak digunakan sebagai penyedap alami karena mempunyai rasa yang kuat pada bumbu alami berbagai jenis masakan. Menambahkan bawang putih atau bawang merah pada berbagai jenis masakan apapun akan menghasilkan aroma dan rasanya menjadi lebih gurih, nikmat dan lezat, baik pada berbagai menu rebusan maupun tumisan. Kian hari harga bawang terus bergerak meningkat, keadaan ini seringkali terjadi akibat pasokan yang semakin berkurang di pasaran. Curah hujan yang tidak stabil di beberapa wilayah, kenaikan bahan bakar transportasi, serta musim panen yang mulai berakhir di beberapa sentra penghasil bawang merupakan faktor dominan naik turunnya harga bawang putih dan bawang merah ini.  Keadaan ini seringkali membuat kuwatir para pelaku UMKM kuliner, ibu rumah tangga bahkan industri makanan rumahan, termasuk kelompok usaha yang bergerak di sektor makanan, tidak terkecuali UMKM kuliner yang ada di wilayah Keputih Surabaya; mengingat fungsi penting bawang pada bumbu makanan-makanan yang diolah. Keadaan tersebut terkadang menjadi pilihan yang sangat sulit, di satu sisi kalau harga jual dinaikkan konsumen cenderung lari namun apabila tidak dinaikkan harga jualnya maka untuk modal berikutnya UMKM ini akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu biasanya diambil jalan tengah, harga tetap namun ukuran penjualan ke konsumen agak dikurangi. Pelaksanaan Kegiataan Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Produk ini didasarkan sebagai fasilitas memberikan solusi permasalahan-permasalahan tersebut, sehingga upaya kelangsungan kegiatan jual beli yang selama ini telah dilakukan tidak terhenti dan upaya untuk terus meningkatkan pendapatan masyarakat dapat terlaksana. Pada kegiaatan ini melibatkan UMKM kuliner, pemasok bawang, ibu-ibu PKK, karang taruna dan remaja di wilayah Keputih Surabaya; yang tertarik untuk mengembangkan modifikasi dan diversifikasi olahan bawang. Teknologi pengelolaan dalam modifikasi dan diversifikasi olahan bawang yang dimaksud adalah transfer ilmu dan metoda serta pendampingan yang terus-menerus dilakukan oleh pengabdi mulai dari awal stok bawang segar diterima, cara penyimpanan, pengelolaan suhu dan kelembaban, proses produksi serta variasi modifikasi produk olahan bawang; tidak hanya bawang goreng namun bisa juga diolah menjadi bawang serbuk, pasta bawang, minyak bawang ataupun bawang aneka rasa. Produk ini juga akan dianalisa komposisi hasil produksi yang didapatkan serta terus menerus dimonitor supaya sesuai dengan SNI sehingga memenuhi kecukupan gizinya.
Pelaksanaan Imbal Jasa Lingkungan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam Menjadi Produk Bernilai Lebih di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan Hari Wicaksono; Nurul Huda; Purjoko Purjoko; Juman Juman; Rutma Pujiwat; Fastha Aulia Pradhani
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.2.51-60

Abstract

Pengelolaan Sumber Daya Alam berkelanjutan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat merupakan salah satu tantangan global dan membutuhkan soludi inovatif. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mewujudakannya adalah dengan konsep imbal jasa lingkungan (Payment for Enviromental Service / PES), Implementasi PES dapat bervariasi, mulai dari skema lokal hingga internasional, dan mencakup berbagai jasa lingkungan seperti penyediaan air bersih, pemulihan ekosistem, perlindungan keanekaragaman hayati, perbaikan unsur hara dan penyerapan karbon. Indonesia termasuk negara yang telah melakukan implementasi konsep Pembayaran Jasa Lingkungan, salah satunya yang telah dilakukan oleh PT. Tirta Investama Aqua Keboncandi berkolaborasi dengan Yayasan Sekola Konang Indonesia (YSKI) dalam rangka konservasi tanah dan air, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah program pendampingan pembuatan kompos untuk warga di kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, yang lokasinya berdekatan dengan pabrik Aqua Keboncandi. Kegiatan ini sejalan dan merupakan keberlanjutan dari program Taman Kehati Pabrik Aqua Keboncandi untuk kelestarian sumberdaya hayati dengan memanfaatkan sampah daun dan ranting di area Taman Kehati, kemudian diolah di rumah kompos dengan penambahan EM4. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat dengan 75% peserta program melaporkan perubahan perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan. Selain itu juga diperoleh manfaat lingkungan berupa pengurangan limbah organik dan peningkatan kesuburan tanah; serta manfaat ekonomi dari pengurangan biaya produksi pertanian hingga 30% dan terciptanya sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat. Pupuk kompos yang telah dihasilkan tidak hanya dipergunakan sebagai pupuk untuk Taman Kehati, tetapi juga dimanfaatkan oleh kelompok tani di Winongan untuk budidaya padi ramah lingkungan dan sekolah dampingan program STOMATA.
Peningkatan Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Siswa-Siswi Sekolah Luar Biasa Sidoarjo Aulia Afniar Rahmawati; Mochammad Arkansyah; Athok Murtadlo
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.10.2.111-118

Abstract

Pendidikan Teknologi dan Informasi merupakan kebutuhan penting pada era modern saat ini yang mana siswa-siswi dituntut untuk mempelajari bidang teknologi sebagai penguatan masa depan. Kegiatan peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi untuk siswa siswi sekolah luar biasa ini mengajarkan untuk memahami tools pada computer. Tools perangkat lunak sangat penting untuk memfasilitasi berbagai tugas dan aktivitas yang dilakukan komputer. sistem operasi seperti Windows yang membantu menjalankan tugas dasar komputer hingga aplikasi produktivitas seperti Microsoft Office, Google Workspace, dan sebagainya. Selain itu keterampilan untuk membantu dalam produksi desain grafis dan multimedia, serta pengolahan data dan kolaborasi.  Selain itu, program pengolahan gambar seperti Photoshop, Illustrator dan canva memungkinkan pengguna membuat karya seni digital yang sangat rinci. Secara keseluruhan, alat perangkat lunak ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan kreatifitas pengguna komputer kontemporer. Tidak hanya perangkat lunak namun keterampilan perangkat keras juga dibutuhkan dalam peningkatan IT seperti memahami monitor, cpu, keyboard dan sebagainya. Motivasi dari kegiatan ini adalah ingin memberikan peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi dengan memberikan praktik secara ofline untuk siswa -siswi Sekolah Luar biasa (SLB) tingkat SMA agar mereka mendapatkan bekal skill mengoprasikan komputer. Tahapan program pengabdian masyarakat ini adalah melakukan perencanaan yang mana Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Stikosa-AWS berkerjasama dengan BPSDMP Kominfo Surabaya terkait fasilitas – fasilitas yang diberikan siswa-siswi SLB, selanjutnya pemilihan instruktur dan asisten instruktur dalam pengajarannya, kemudian pelaksanaan kegiatan serta evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat dapat diketahui dari respon guru-guru Sekolah Luar Biasa Sidoarjo mengapresiasi Stikosa-AWS dan BPSDMP Kominfo Surabaya dengan memberikan fasilitas serta pelatihan untuk siswa-siswinya. Kemudian peningkatan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi siswa -siwi menjandi meningkat dari hasil proyek selama pembelajaran sehingga mereka dapat mengoprasikan komputer dengan baik.
Front Matter (Cover, Editorial, Table of Content) Jurnal Share
Share: Journal of Service Learning Vol. 10 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
Kami Tidak Takut Air ! Christina Eviutami Mediastika; Lya Dewi Anggraini
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.22-30

Abstract

Menurut data UNDP 2017, Indonesia adalah negara dengan populasi masyarakat buta terbanyak ke dua di dunia setelah India. Dari jumlah total penduduk Indonesia, tercatat 1,5% menderita kebutaan dengan berbagai tingkat, dari yang masih dapat sedikit melihat, sampai yang buta total. Penduduk buta ini juga ingin beraktivitas seperti layaknya orang biasa. Namun, berbeda dengan keadaan di negara maju, di Indonesia, rendahnya penerimaan masyarakat dan kurangnya fasilitas yang mendukung, membuat mereka umumnya berada di lingkungan terbatas dan senantiasa membutuhkan bantuan orang lain. Kurangnya fasilitas, tidak seharusnya menghalangi mereka belajar life-skill agar dapat menjadi manusia mandiri. Salah satu life-skill yang perlu dikuasai adalah mengenal air agar tidak takut. Hal ini makin penting, karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi air. Sejalan dengan kebutuhan pembelajaran terkait ruang dan penumbuhan empati, melalui Mata Kuliah Community Outreach, para mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Ciputra menggelar program pendampingan siswa buta untuk mengenal dan tidak takut air. Program diawali dengan pembekalan bagi mahasiswa dan teman buta, praktek pendampingan, pendampingan di kolam renang dan pantai, serta evaluasi. Kegiatan sederhana ini, ternyata mampu menumbuhkan rasa percaya diri teman buta, empati para mahasiswa, dan empati masyarakat sekitar. Kegiatan pengenalan air ini penting untuk rutin diselenggarakan, karena teman buta menyukai dan membutuhkannya.
Pendampingan Kesehatan Penatalaksanaan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu-Ibu Kader Kesehatan Gisikcemandi Sidoarjo Yuni Kurniawaty; Ftr. Ignatius Heri Dwianto; Sri Winarni; Irine Yunila Prastyawati; Dominggus Ruku Yudit Pramono
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.31-38

Abstract

Kader Kesehatan Desa Gisikcemandi Sidoarjo terdiri dari ibu-ibu baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga. Aktivitas keseharian mitra mayoritas berkaitan dengan pekerjaan di daerah pesisir misalnya mencabut duri, mengupas kerang, berjualan, menjemur ikan, membersihkan ikan. Di mana pekerjaan mitra merupakan aktivitas yang sering mempergunakan pergerakan pada tulang belakang. Beberapa mitra mengeluhkan adanya nyeri punggung bawah karena berbagai alasan capek, salah posisi saat tidur, salah posisi saat mengangkat barang yang lainnya tidak mengetahui penyebab terjadinya nyeri punggung bawah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan Keterampilan mitra dalam mencegah dan mengatasi nyeri punggung bawah dengan menggunakan William’s Flexion Exercises dan penggunaan alat kesehatan infra merah. Metode yang dilakukan metode partisipatoris Participatory Rural Apraissal (PRA). Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan perijinan kepada Kepala Desa Gisikcemandi, koordinasi dengan mitra, pembagian tugas diantara tim pelaksana. Partisipasi mitra dilakukan dengan mempersiapkan tempat dan alat pengeras suara. Proses diskusi berlangsung dengan lancar, mitra sangat memperhatikan penjelasan yang diberikan, beberapa pertanyaan diajukan kepada tim pelaksana. Hasil terjadi perubahan perilaku peningkatan kemampuan mitra dalam melakukan keterampilan William’s Flexion Exercise dengan 65%. Terdapat kenaikan 12,25% kemampuan mitra dalam menggunakan alat kesehatan infra merah untuk pencegahan dan penatalaksanaan nyeri punggung bawah. Perubahan perilaku dapat terjadi bila dilakukan kerjasama yang berkelanjutan antara tim pengabdian masyarakat dengan mitra.
Digitalisasi Sistem Persediaan dan Penjualan Ramah Difabel pada UMKM Tiara Handycratf Juniarti Juniarti; Hendri Kwistianus; Leo Willyanto Santoso
Share: Journal of Service Learning Vol. 11 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/share.11.1.1-11

Abstract

Artikel ini membahas penyusunan dan implementasi sistem digitalisasi yang ramah difabel pada UMKM Tiara Handicraft, sebuah usaha kecil di Surabaya yang fokus pada pemberdayaan kaum difabel, terutama karyawan tunarungu. UMKM ini menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan penjualan dan persediaan yang masih dilakukan secara manual, yang berisiko menimbulkan kesalahan pencatatan, ketidakefisienan, dan keterlambatan dalam memenuhi permintaan pasar. Sistem manual yang digunakan saat ini tidak mampu mengakomodasi kebutuhan khusus karyawan difabel, terutama tunarungu, yang menghadapi kesulitan dalam menjalankan tugas administratif secara efektif. Sebagai solusi, dirancang sistem digitalisasi berbasis teknologi yang dirancang secara inklusif untuk mendukung karyawan difabel. Sistem ini menawarkan antarmuka yang lebih visual dengan penggunaan ikon gambar dan warna, sehingga memudahkan karyawan tunarungu dalam mengoperasikan sistem tanpa terlalu bergantung pada teks. Proses perancangan sistem meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan karyawan, dan perancangan prototipe yang disesuaikan dengan proses bisnis UMKM Tiara Handicraft. Setelah melalui proses persetujuan dengan pemilik, sistem dikembangkan dan diuji untuk memastikan fungsionalitasnya, mencakup pencatatan penjualan, persediaan, serta pelaporan penjualan dan stok secara real-time. Sistem ini dirancang agar mudah dioperasikan oleh karyawan dengan fitur-fitur seperti pemilihan barang berbasis gambar, pengurangan stok otomatis saat penjualan, serta laporan harian dan bulanan yang dapat diakses dengan cepat. Sistem telah dievaluasi oleh pemilik bai dan telah dilatihkan kepada karyawan. Karyawan dapat menggunakan sistem dengan mudah tanpa kesulitan, dan pemilik menyatakan bahwa sistem ini telah memenuhi kebutuhan operasional secara optimal.