cover
Contact Name
Hidayatus Sibyan
Contact Email
hsibyan@unsiq.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hsibyan@unsiq.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. wonosobo,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech)
ISSN : 26228394     EISSN : 26228122     DOI : -
Core Subject : Economy,
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) is a scientific journal published by the Faculty of Economics Qur’anic Science University (UNSIQ) Wonosobo, Indonesia since 2018. JEMATech scope is the science of economics, management, accounting and Technology with ISSN (print): 2622-8394 and ISSN (online): 2622-8122.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Kepuasan Pelanggan Kantin Kampus: Peran Kualitas Pelayanan dan Persepsi Harga Lu’lu Ul Maknunah
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.11799

Abstract

Persaingan antarpenyedia jasa makanan di lingkungan universitas mewajibkan manajemen kantin memberikan layanan prima. Pengelola juga harus menentukan nominal harga yang adil bagi anggaran belanja mahasiswa. Sudut pandang mahasiswa mengenai mutu layanan serta keadilan harga merupakan elemen krusial bagi kepuasan konsumen. Akan tetapi, literatur yang membahas konteks kantin pendidikan tinggi masih minim. Studi ini memfokuskan analisis pada dampak mutu pelayanan dan persepsi harga terhadap tingkat kepuasan pelanggan di Kantin Universitas Islam Balitar melalui tinjauan parsial maupun simultan. Peneliti menerapkan metode kuantitatif asosiatif melalui penyebaran kuesioner yang memakai skala Likert lima tingkat. Peneliti mengambil sampel sebanyak 114 responden. Mereka menerapkan teknik Proportionate Stratified Random Sampling terhadap 158 mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Proses olah data menggunakan metode regresi linier berganda lewat aplikasi IBM SPSS. Temuan riset membuktikan bahwa mutu pelayanan memberikan kontribusi positif serta signifikan pada kepuasan pelanggan (p = 0,008). Sudut pandang harga pun membawa dampak positif dan signifikan bagi kepuasan konsumen (p < 0,001). Variabel ini mempunyai dominasi pengaruh yang lebih kuat daripada aspek kualitas layanan. Pengujian secara serentak mengonfirmasi bahwa kualitas jasa serta persepsi harga mempengaruhi kepuasan pelanggan secara signifikan (p < 0,001). Angka R Square senilai 0,231 mengindikasikan bahwa kedua variabel independen tersebut merepresentasikan 23,1% dari keragaman kepuasan pelanggan. Hasil ini menegaskan bahwa penguatan standar layanan yang disertai kebijakan harga murah dan rasional menjadi skema utama untuk menaikkan kepuasan konsumen pada kantin kampus.
Opini Audit Sebagai Determinasi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Sektor Konsumen Non-Primer Nazla Rifqi Romadhoni; Dian Festiana Hadi Saputro; Ratna Herawati; Wikan Isthika
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.12043

Abstract

Ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menyediakan informasi yang relevan bagi investor dan pemegang saham. Namun, berdasarkan data BEI, sektor barang konsumen non-primer secara konsisten mencatat tingkat keterlambatan pelaporan keuangan yang tinggi selama periode 2022–2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan opini audit terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan pada perusahaan sektor barang konsumen non-primer. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik dan teori sinyal sebagai landasan utama. Data dikumpulkan dari laporan keuangan dan laporan tahunan 103 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan 412 data observasi yang berkurang menjadi 408 setelah eliminasi empat outlier ekstrem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, opini audit berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan, sedangkan profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel yaitu profitabilitas, likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan opini audit secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaporan keuangan.
Modal Usaha dan Omzet Sebagai Faktor Kunci Peningkatan Pendapatan UMKM di Wisata Banyubiru Kabupaten Pasuruanan Fifi Lailatun Nikma; Sugeng Pradikto
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.12161

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi omzet dan pendapatan UMKM pasca renovasi Wisata Banyubiru, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, dengan omzet sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Populasi penelitian terdiri atas 53 pelaku UMKM yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan analisis jalur (path analysis) menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pengunjung dan modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap omzet, sedangkan pemanfaatan media sosial tidak berpengaruh signifikan. Namun, peningkatan jumlah pengunjung tidak secara otomatis meningkatkan pendapatan UMKM secara langsung. Pendapatan UMKM secara signifikan dipengaruhi oleh modal usaha dan omzet, sementara jumlah pengunjung dan pemanfaatan media sosial tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara faktor yang mendorong peningkatan omzet dan faktor yang secara langsung meningkatkan pendapatan. Dengan demikian, ramainya kunjungan wisatawan belum menjadi jaminan peningkatan pendapatan UMKM karena keberhasilan ekonomi bergantung pada kemampuan pelaku usaha mengonversi arus pengunjung menjadi omzet. Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan aktivitas wisata tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan UMKM.
Pemanfaatan AI Job Tools Guna Memperkuat Kesiapan Kerja Generasi Z di Kota Pontianak Mel Liani; Nurul Komari; Yulyanti Fahruna; Titik Rosnani; Dody Pratama Marumpe
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.12274

Abstract

Perkembangan teknologi dan transformasi digital menuntut generasi muda memiliki kesiapan kerja dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat AI Job Tools dalam menguatkan self-efficacy dan career planning pada kesiapan kerja generasi Z di Kota Pontianak. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei terhadap 246 responden generasi Z di Kota Pontianak menggunakan purposive sampling yang dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan Google Form dengan skala Likert 1–5. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy dan career planning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja generasi Z. Semua hipotesis dalam penelitian ini didukung secara empiris, suatu hubungan dinyatakan signifikan apabila nilai t-tabel > 1,96 dan p-value < 0,05. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, semua hubungan dalam model struktural menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan kerja. Pemanfaatan AI Job Tools terbukti mampu memperkuat hubungan antara self-efficacy dan career planning dalam proses kesiapan kerja. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian manajemen sumber daya manusia terkait kesiapan kerja di era transformasi digital, serta menjadi masukan bagi perguruan tinggi, pemerintah, dan Generasi Z dalam memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Provincial Fiscal Autonomy in Indonesia: Revenue Capacity, Spending Structure, and HKPD Reform Ayu Kurnia Fatmawati; Sovia Zahrianti Erika
Journal of Economic, Management, Accounting and Technology (JEMATech) Vol 9 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ) Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jematech.v9i2.12308

Abstract

Provincial fiscal independence remains a central challenge within Indonesia's decentralized fiscal system, as provincial governments continue to depend substantially on transfers from the central government. This study examines the associations between local tax revenue, regional levies, personnel expenditure, and the HKPD fiscal reform (Law No. 1 of 2022) with provincial fiscal independence in Indonesia. Using an unbalanced panel dataset of 178 observations drawn from 38 provinces over the period 2020–2024, this study applies a Fixed Effects Model with cluster-robust standard errors at the provincial level, as indicated by the Hausman test (χ²(4) = 14.79, p = 0.005). The results indicate that local tax revenue and regional levies are positively and significantly associated with provincial fiscal independence, with coefficients of 1.105 and 0.247 respectively. Personnel expenditure is also positively and significantly associated with fiscal independence (coefficient = 0.130), suggesting that provinces with stronger administrative capacity tend to exhibit both higher personnel costs and greater fiscal independence. The HKPD dummy variable shows a negative and statistically insignificant coefficient (−0.006), indicating no detectable difference in fiscal independence between pre- and post-reform periods within the panel, which may reflect identification constraints when year fixed effects are included in the model. These findings underscore the importance of strengthening local tax administration and own-source revenue mobilisation in advancing provincial fiscal autonomy in Indonesia.