cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
Studi Potensi Interaksi Obat pada Pasien Fraktur di RSUD Tarakan Jakarta Annisa Farida Muti; Asri Yani; Refdanita Refdanita
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.7471

Abstract

Fraktur adalah suatu patahan yang terjadi di dalam kontinuitas struktur tulang. Fraktur dapat berupa retakan, pengisutan atau pecahnya korteks, bahkan patahan yang sempurna dimana fragmen tulang yang dihasilkan mungkin akan berada di tempatnya atau keluar dari tempatnya. Pasien fraktur merupakan kelompok beresiko yang dapat mengalami interaksi obat akibat penggunaan regimen kombinasi multiobat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat-obat potensial pada pasien fraktur di Instalasi Rawat Inap RSUD Tarakan Jakarta tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross sectional dan pengambilan data menggunakan data sekunder secara retrospektif dari rekam medis pasien. Data interaksi obat-obat potensial diidentifikasi menggunakan Drug Interaction Facts meliputi jenis mekanisme dan tingkat keparahan terjadinya interaksi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 123 pasien terdapat 85 pasien yang mengalami interaksi obat-obat potensial (69,1%) dengan jumlah kasus sebanyak 436 kasus. Kejadian interaksi obat-obat potensial terbanyak adalah mekanisme farmakodinamika sebanyak 345 kasus (79,1%) dan tingkat keparahan moderat sebanyak 255 kasus (58,5%). Interaksi obat-obat potensial yang paling banyak terjadi adalah asam mefenamat-ketorolak sebanyak 37 kasus (8,5%).
Cover Vol. 17 No. 01 Juli 2020 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.9030

Abstract

Cover Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Evaluasi Penggunaan Antibiotik Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak di Puskesmas Olak Kemang Kota Jambi Tahun 2018 Rasmala Dewi; Deny Sutrisno; Fhatia Medina
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.6936

Abstract

Prevalensi penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) tahun 2018 di Provinsi Jambi sebesar 5,5%. Hal ini berdampak pada meningkatnya kunjungan berobat ke Puskesmas dan penggunaan obat, salah satunya antibiotik. Hasil survey di Puskesmas Olak Kemang, Kota Jambi menunjukkan masih ada ketidakrasionalan dalam penggunaan antibiotik pada penderita ISPA, khususnya pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik demografi, pola, dan kerasionalan penggunaan antibiotik pada anak di Puskesmas Olak Kemang, Kota Jambi Tahun 2018. Sampel dalam penelitian yaitu anak berusia 5-11 tahun, yang didapat dari data register harian dan data sekunder berupa rekam medik dan resep obat. Pengambilan data secara retrospektif, dan data dianalisis dengan kriteria kerasionalan penggunaan obat yang disesuaikan dengan acuan Pharmaceutical Care untuk infeksi saluran pernapasan. Terdapat 70 kasus anak yang didiagnosis ISPA, dengan penggunaan antibiotik terbesar berupa amoksisilin (88,5%). Kerasionalan penggunaan antibiotik, meliputi parameter ketepatan indikasi, ketepatan pasien, ketepatan obat, ketepatan dosis berdasarkan frekuensi pemberian, dan durasi pemberian, masing-masing dengan skor 100; 98,5; 54,2; 48,5; dan 1,4%. Dapat disimpulkan bahwa kerasionalan penggunaan antibiotik pada anak di Puskesmas Olak Kemang, Kota Jambi untuk diagnosis ISPA, dari empat parameter ketepatan hanya ketepatan indikasi yang dinilai sudah rasional.
Studi Biokemoinformatika Kandungan Kimia Daun Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) sebagai Antihiperglikemia serta Prediksi Parameter Farmakokinetik dan Toksisitas Rizky Resvita R. Bahi; Rina Herowati; Nuraini Harmastuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.8944

Abstract

Berdasarkan studi in vitro, in vivo dan uji klinis, sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) terbukti memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemia. Namun, mekanisme aksi dan zat aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antihiperglikemia dari sambiloto belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi kandungan kimia dari daun sambiloto dengan beberapa target molekuler yang terlibat dalam penyakit diabetes mellitus (DM) serta prediksi parameter farmakokinetik dan toksisitas dari senyawa-senyawa tersebut. Pada penelitian ini sebanyak 14 kandungan kimia daun sambiloto ditambatkan pada 6 target molekuler yaitu aldosa reduktase, α-glukosidase, protein tyrosine phosphatase 1B, peroxisome proliferator-activated receptor gamma, reseptor insulin dan glycogen sintase kinase 3B menggunakan metode docking molekuler yakni Autodock 4.2 yang sebelumnya telah divalidasi. Senyawa kimia dari daun sambiloto yang memiliki interaksi terbaik, selanjutnya diprediksi profil farmakokinetik dan toksisitasnya menggunakan SwissADME dan Toxtree. Berdasarkan hasil docking molekuler dapat diketahui bahwa senyawa yang diprediksi memiliki afinitas pengikatan terbaik dengan target molekuler DM adalah 19-O-asetilanhidroandrografolid, β-sitosterol, neoandrografolid, daukosterol dan asam oleanolat. Hasil prediksi SwissADME menunjukkan bahwa kelima senyawa ini memiliki peluang untuk menjadi obat oral, beberapa diantaranya merupakan substrat Pglikoprotein dan mampu menembus sawar darah otak. Sementara hasil prediksi Toxtree menunjukkan toksisitas yang rendah sampai tinggi dan semua senyawa tidak berpotensi dalam menyebabkan karsinogenisitas baik melalui mekanisme genotoksik maupun non genotoksik.
Analisis Sistem Penyimpanan Obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2018 Deni Anggraini; Syarifah Merlina
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.5096

Abstract

Penyimpanan obat yang baik  penting untuk menjaga persediaan obat agar terhindar dari kerusakan, kadaluwarsa, dan untuk menjaga mutu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan 5 indikator penyimpanan obat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif dari bulan Januari sampai Desember 2018. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk parameter sistem penataan gudang dan parameter kesesuaian antara obat dengan kartu stok hasilnya kategori sangat baik. Persentase nilai obat rusak dan kadaluwarsa memenuhi persyaratan yaitu <1% (0,33%). nilai Turn Over Ratio (TOR) 0,85 kali, dan persentase stok mati 2,78% belum memenuhi persyaratan (0%).
Kajian Toksisitas Tanaman Genus Garcinia Wa Ode Ida Fitriah; Tiana Milanda; Muchtaridi Muchtaridi
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.7691

Abstract

Sekitar 80%, alternatif dalam terapi pemeliharaan kesehatan bergantung pada penggunaan obat tradisional. Obat tradisional berasal dari bahan dan teknik pengobatannya yang bersifat alami, sehingga efek sampingnya relatif rendah, memiliki kandungan senyawa yang beraneka ragam bersifat sinergis serta biaya pengobatannya lebih ekonomis. Tanaman genus Garcinia merupakan famili dari Clusiaceae memiliki 400 spesies, 77 spesies diantaranya tersebar di wilayah Indonesia dan tumbuh di daerah tropis. Tanaman ini memiliki potensi besar sebagai obat tradisional dalam  mengobati berbagai jenis kelainan patofisiologi. Pemanfaatan tanaman sebagai obat tradisional sebagian besar didasarkan pada pengalaman, namun informasi tentang bukti keamanan atau toksisitas tanaman obat kepada masyarakat masih terbatas sehingga perlu dilakukan pengkajian toksisitas genus Garcinia. Spesies tanaman dari genus Garcinia yang telah diuji toksisitasnya antara lain, Garcinia brasiliensis Mart., Garcinia xanthochymus Hook.f. ex T.Anderson, Garcinia cowa  Roxb., Garcinia pedunculata Roxb. ex Buch.-Ham., Garcinia husor, Garcinia kola Heckel, Garcinia benthami Pierra, Garcinia mangostana L., Garcinia indica (Thouars) Choisy, Garcinia hombroniana Pierre, Garcinia rubroechinata Kosterm., Garcinia achachairu Rusby, Garcinia atroviridis Griff. ex T. Anders, Garcinia forbesii King, dan Garcinia multiflora Champ. ex Benth.
Pengaruh Konsentrasi Pelarut Etanol saat Maserasi terhadap Kadar Kuersetin Ekstrak Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) secara Spektrofotometri UV-Vis Erma Yunita; Zihan Khodijah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.6841

Abstract

Daun asam jawa (Tamarindus indica L.) memiliki kandungan senyawa flavonoid yaitu kuersetin. Pelarut dengan konsentrasi yang berbeda dapat mempengaruhi kadar senyawa aktif yang dihasilkan pada ekstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pelarut etanol saat maserasi terhadap kadar kuersetin daun asam jawa secara spektrofotometri UV-Vis. Daun asam jawa dikeringkan dengan cara diangin-anginkan kemudian diekstraksi dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n-heksan dan etanol. Pelarut etanol yang digunakan adalah konsentrasi 70% dan 96%. Ekstrak etanol yang diperoleh masing-masing ditetapkan kadar kuersetinnya secara spektrofotometri UV-Vis yang sudah divalidasi. Pengujian kadar dilakukan dengan melihat nilai absorbansi pada panjang gelombang 361,8 nm. Kadar kuersetin dihitung dengan memasukan absorbansi yang diperoleh pada persamaan y = 0,061x – 0,018. Hasil kadar yang diperoleh pada ekstrak etanol 70% dan 96% yaitu 2,468 ± 0,004 % dan 3,133 ± 0,007%. Perolehan kadar dianalisis dengan menggunakan uji independent t test menunjukkan bahwa terdapat perbedaaan yang signifikan. Penggunaan konsentrasi pelarut etanol yang lebih tinggi saat maserasi akan menghasilkan kadar kuersetin yang lebih tinggi.
Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan dan Kadar Fenolat Total dalam Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) Verawati Verawati; Tisa Mandala Sari; Hanne Savera
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.6013

Abstract

Prosedur ekstraksi sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas komponen kimia yang dapat disari dari tanaman agar menghasilkan ekstrak yang kaya akan senyawa-senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan dan kadar fenolat total dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Serbuk kering daun kelor diekstraksi dengan alkohol 70% dengan 4 metode, yaitu maserasi selama 2 jam dengan pengadukan 500 rpm (E1), maserasi selama 2 jam dengan pengadukan 500 rpm pada suhu 40 oC (E2), maserasi selama 1,5 jam dengan pengadukan 500 rpm dilanjutkan ultrasonifikasi selama 30 menit pada frekuensi 40 kHz (E3), dan maserasi selama 1,5 jam dengan pengadukan 500 rpm dilanjutkan ultrasonifikasi selama 30 menit pada frekuensi 40 kHz yang dilakukan pada suhu 40 oC (E4). Kadar fenolat total ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu, sedangkan aktivitas antioksidan dari masing-masing ekstrak diperiksa dengan metode perangkapan radikal DPPH. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total tertinggi terdapat pada E4 dan diikuti oleh E2, E3, dan E1 dengan kadar masing-masing 82,87; 82,13; E3 75,51, dan E1 73,39 mg/g GAE. Aktivitas antioksidan dinyatakan dengan nilai IC50, dimana aktivitas tertinggi diperoleh pada E1 dan diikuti oleh E3, E2, dan E4, masing-masing dengan nilai IC50 sebesar 61,54; 67,37; 72,33, dan E4 82,87 µg/mL. Dengan demikian, perbedaan metode ekstraksi ini mempengaruhi aktivitas antioksidan dan kadar fenolat total daun kelor.
Sindrom Metabolik pada Pasien Kanker di Yogyakarta, Indonesia Dita Maria Virginia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.5729

Abstract

Provinsi DI Yogyakarta memiliki prevalensi kanker tertinggi di Indonesia. Di sisi lain, pasien kanker mungkin memiliki risiko penyakit kardiovaskular akibat kemoterapi yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi sindrom metabolik pada pasien kanker di Yayasan Kanker Indonesia di Yogyakarta, sehingga dapat digunakan sebagai skrining awal dan langkah preventif mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler maupun relapsing kanker. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) dengan mengikutsertakan responden di Yayasan Kanker Indonesia selama bulan Agustus 2018. Kriteria inklusi subyek penelitian adalah pasien terdiagnosa kanker, berusia 20-74 tahun, dan bersedia ikut serta dalam penelitian dengan menandatangani informed consent. Analisis komparatif kategorik digunakan untuk melihat pengaruh jenis diagnosa kanker, stage, dan lama terapi terhadap sindrom metabolik dengan menggunakan Chi-Square. Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak ditemui dengan 36,9% pasien pada stage 3 dan 4, serta 55% pasien telah menjalani terapi >3 bulan. Jumlah pasien dengan gula darah sewaktu (GDS)>200 mg/dL, status obesitas [berdasarkan Body Mass Index (BMI) dan lingkar pinggang (LP)], dan hipertensi masing-masing sebesar 6,3; 50,5; dan 47,7%. Terdapat perbedaan proporsi BMI yang bermakna secara statistik (p=0,03) terhadap jenis kanker, namun tidak ditemukan pada variabel yang lain. Untuk bisa mengambil kesimpulan yang lebih baik, perlu adanya peninjuan lebih dalam ke pihak rumah sakit melalui rekam medis terkait dengan stage dan terapi yang diterima oleh pasien.
Evaluasi Perencanaan dan Pengadaan Obat di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Kabupaten Cianjur Yusi Anggriani; Rina Rosdiana; Sondang Khairani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.8673

Abstract

Perencanaan diperlukan untuk menentukan jenis dan jumlah obat yang sesuai dengan kebutuhan. Pengadaan merupakan tahapan selanjutnya untuk merealisasikan kebutuhan obat, sehingga obat dapat tersedia dengan efektif dan efisien. Tujuan penelitian untuk mengetahui kesesuaian perencanaan dan pengadaan obat dengan rencana kebutuhan obat, e-catalogue dan Fornas di Puskesmas Kabupaten Cianjur. di Puskesmas Kabupaten Cianjur. Desain penelitian kuantitatif non eksperimental observasional. Data kuantitatif diambil secara retrospektif dari dokumen perenacanan, pengadaaan, dan laporan penggunaan obat di Puskesmas obat tahun 2019. Penelitian dilakukan di 23 Puskesmas yang disampling berdasarkan wilayah secara proporsional, dipilih berdasarkan tipe puskesmas dan jumlah kapitasi pertahun Hasil dari penelitian menunjukkan; rata-rata kesesuaian jenis obat di RKO dengan pengadaan obat sebesar 85,90%, kesesuaian jumlah obat di RKO dengan pengadaan sebesar 70,55%, kesesuaian antara pengadaan obat dengan Fornas  sebesar 77,01%. Kesesuaian dana obat yang terdapat dalam RKO dengan pengadaan obat sebesar 95,77%, alokasi dana pengadaan yang terserap sebesar 93,86%, alokasi dana obat sebesar 20,35% dari total dana pelayanan Kesehatan di Puskesmas. Pengadaan obat berdasarkan e-catalogue sistem sebesar 32,44%. Pengadaan obat di Puskesmas Kabupaten Cianjur belum sesuai dengan perencanaan, penggunaan dana JKN yang belum optimal, dan pengadaan obat berdasarkan e-catalogue masih perlu ditingkatkan.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue