cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
Potensi Fraksi Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) terhadap Penghambatan Xantin Oksidase dalam Menurunkan Kadar Asam Urat pada Hiperurisemia Rizky Arcinthya Rachmania; Dwitiyanti Dwitiyanti; Qisthi Wulandari Iriansyah; Fitri Fergiana Putri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.8085

Abstract

Hiperurisemia adalah kondisi peningkatan kadar asam urat di atas normal sehingga dapat menyebabkan penumpukan kristal asam urat di jaringan. Xantin oksidase merupakan enzim yang berperan dalam mengkatalisis oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan asam urat. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) secara tradisional digunakan secara empiris untuk menurunkan asam urat. Kayu secang memiliki kandungan antara lain brazilin, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas fraksi n-heksan dan fraksi etil asetat kayu secang terhadap penghambatan enzim xantin oksidase. Pengujian penghambatan dilakukan dengan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 570 nm. Hasil inhibisi dari pengujian yang didapatkan pada allopurinol adalah IC50 sebesar 2,2095 μg/ml, sedangkan pada fraksi n-heksan dan etil asetat kayu secang secara berturut-turut didapatkan IC50 sebesar 51.331,32 μg/ml, dan 9.236 μg/ml. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat kayu secang lebih berpotensi menghambat xantin oksidase dalam menurunkan kadar asam urat pada hiperurisemia dibandingkan fraksi n-heksan.
Efek Sari Buah Cherry (Prunus avium (L.) L.) terhadap Efek Sedasi dan Waktu Tidur pada Mencit Putih Jantan Nisa Najwa Rokhmah; Yulianita Yulianita; Moh Fauzan Jauhari Suherlan
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.9233

Abstract

Sedation can be defined as the use of sedative medication to relieve intolerable and refractory distress by reducing patient consciousness. Sedation can cause mild depression in the central nervous system without loss of consciousness and calming effect and prevent seizures. Cherry is a plant with sedative potential effect, contain melatonin as a flavonoid compound. This study aims to determine sedative effect, effective dose, and sleep duration in white mice male after cherry juice administration. The rotarod test was conducted to determine the resistance time of tested mice on a rotating rod. The observed parameter was the length of the time the mice running on a rotating rod at a speed of 28 rpm. Cherry juice was prepared using a juicer and then filtered with muslin cloth and dried with vacuum dryer.  Cherry juice was prepared in 3 doses, they were treatment dose 1, 2, and 3 with cherry juice of 8.3, 16.6, and 25 mg/20gBW, respectively. Aquadest was used as negative control (0.5 ml/ mice), while phenobarbital was the positive control at a dose of 0.8 mg/ 20gBW). The results showed that treatment dose 3 containing 25 mg/20gBW) cherry juice was the most effective dose with the fastest falling effect (13.41 second) on rotarod and the longest duration of sleep time (45.92 minute).
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Herba Krokot (Portulaca oleracea L.) Dari Beberapa Metode Ekstraksi Siska Maila Sari; Asri Melati Dewi; Erika Indah Safitri; Maulita Cut Nuria
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.8681

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pertumbuhan kedua bakteri tersebut dapat dihambat dengan bahan alam, salah satunya herba krokot (Portulaca oleracea L). Tumbuhan ini mengandung senyawa saponin, flavonoid, tanin, glikosida dan steroid. Senyawa-senyawa tersebut memiliki karakteristik berbeda terhadap metode ekstraksi, baik cara panas maupun dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak etanol herba krokot dari berbagai metode ekstraksi terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli. Ekstraksi herba krokot dilakukan dengan empat variasi metode yaitu cara dingin (maserasi dan perkolasi) dan cara panas (soklet dan refluks) menggunakan pelarut etanol 96%. Penentuan aktivitas antibakteri ekstrak menggunakan metode difusi agar. Ekstrak etanol herba krokot diuji pada empat seri konsentrasi yakni 20, 25, 30 dan 35%. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif, sedangkan kontrol negatifnya adalah DMSO. Hasil uji aktivitas antibakteri berupa Diameter Daerah Hambat (DDH) yang dianalisis secara statistik Two Way Anova pada taraf kepercayaan 95 %. Ekstrak etanol herba krokot yang dihasilkan dari berbagai metode ekstraksi memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dan E. coli, namun variasi metode ekstraksi tidak berbeda secara signifikan (p>0,05) terhadap aktivitas antibakterinya.
Pemisahan dan Pemurnian Senyawa Sulforaphane pada Brokoli (Brassica oleracea L.) dan Aktivitas Sitotoksik terhadap Sel Kanker T47D Muladi Putra Mahardika; Azis Saifudin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.9295

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) merupakan sayuran dalam keluarga Brassicaceae (Cruciferae) yang kaya akan senyawa bioaktif, salah satunya adalah sulforaphane. Penelitian menunjukan bahwa senyawa sulforaphane dalam brokoli memiliki potensi sebagai agen anti kanker. Metode isolasi dan analisa sulforaphane secara sederhana dan murah dibutuhkan untuk mendapatkan sulforaphane murni dengan mengoptimalkan jenis pelarut dan fase gerak dalam proses ekstraksi dan pemisahannya. Senyawa sulforaphane diperoleh melalui proses ekstraksi, fraksinasi dan purifikasi serta proses identifikasi menggunakan NMR dan FT-IR. Isolat hasil purifikasi diuji aktivitas antikanker dengan metode 3-(4,5-dimethyl thiazolyl-2 - yl)-2, 5- diphenyl tetrazolium bromide (MTT) terhadap sel T47D. Hasil penelitian menunjukan sulforaphane dapat di isolasi dan di analisis dengan FTIR serta H-NMR dengan metode ekstraksi yang sederhana. Hasil isolasi dan identifikasi senyawa diperoleh satu isolat, yaitu sulforaphane yang merupakan senyawa golongan isothiocyanate. Nilai IC50 terhadap sel T47D dari ekstrak brokoli, fraksi etil esetat brokoli, dan isolat masing-masing sebesar 46.853,00; 25.559,00; dan 109.950,00 µg/ml.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Nanas Madu dan Kulit Buah Pepaya terhadap Staphylococcus aureus Inur Tivani; Meliyana Perwita Sari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.8030

Abstract

Staphylococus aureus merupakan satu dari banyak bakteri yang amat erat hubungannnya dengan infeksi kulit. Berbagai jenis infeksi yang umum terjadi pada kulit akibat bakteri ini contohnya adalah jerawat. Pengobatan penyakit infeksi umumnya menggunakan antibiotik. Namun imbas dari pengobatan ini dapat menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik. Perlu adanya terobosan baru untuk mengatasi masalah tersebut melalui pemanfaatan zat aktif pada bahan alam yang berpotensi sebagai antibakteri sekaligus memiliki harga relatif murah. Kulit buah merupakan solusi dari permasalahan ini mengingat bahan tersebut belum dimanfaatkan dan hanya dianggap sebagai limbah belaka. Di dalam kulit buah terkandung zat aktif antibakteri yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam penanganan resistensi terhadap antibiotik. Di Tegal, kulit buah nanas madu dan kulit buah pepaya belum dimanfaatkan dengan baik, padahal kulit dari buah tersebut memiliki kandungan flavonoid. Kandungan ini bersifat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak kulit buah nanas madu dan papaya serta konsentrasi berapa yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan S. aureus. Kulit buah diekstraksi menggunakan metode soxhletasi pada konsentrasi 5, 15, dan 25% dengan tiga kali ulangan. Metode pengujian antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan kulit buah nanas madu dengan konsentrasi 5, 15, dan 25% memiliki luas daerah hambat masing-masing sebesar 1,22±0,07; 2,50±0,29; dan 4,98±0,49 cm2. Luas daerah hambat kulit buah pepaya pada konsentrasi 5, 15, dan 25% masing-masing sebesar 0,90±0,12; 1,19±0,21; dan 2,52±0,59 cm2. Uji statistik menggunakan two-way ANOVA menunjukkan bahwa jenis kulit buah dan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap luas daya hambat bakteri. Dari hasil peneitian dapat disimpulkan bahwa kulit buah yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus adalah kulit buah nanas madu pada konsentrasi 25%.
Profil Senyawa dan Aktivitas Farmakologi dari Bunga Kembang Merak (Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.) Meydiana Ivanka; Jihan Restiana Faujia; Garit De Nene Nada Bisturi; Nurvyllaeli Agustin; Natasha Octavianti Surya; Faruk Jayanto Kelutur
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.9316

Abstract

Spesies dari genus Caesalpinia sebagian besar berupa spesies berkayu pada zona tropis dan subtropis. Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw. adalah salah satu spesies dari genus Caesalpinia yang biasa dikenal dengan bunga kembang merak. Artikel review ini bertujuan untuk menjelaskan profil senyawa dan aktivitas farmakologi dari C. pulcherrima. Metode pencarian data untuk menyusun artikel review ini adalah penelusuran pustaka dari berbagai sumber jurnal serta buku, meliputi profil tanaman, profil senyawa, serta aktivitas farmakologi dari C. pulcherrima. Metabolit sekunder yang terdapat pada genus Caesalpinia diantaranya diterpenoid, fenolik, flavonoid, triterpenoid, dan lakton. C. pulcherrima mengandung senyawa diterpenoid,; pulcherrimin A dan isovouacapenol C (akar), 6-methoxypulcherrimin, peltogynoids bhonducellin, dan homoisoflavonoid (batang), myricetin, lupeol, flavonoid dan β-sitosterol (bunga), tanin, asam hidrosianat, serta asam benzoat (daun). Isolat pada buah C. pulcherrima mengandung senyawa β-lakton. Aktivitas farmakologis Caesalpinia meliputi anti-mikroba, anti-inflamasi, anti-kanker, anti-virus, dan anti-jamur. Aktivitas antibakteri C. pulcherrima dapat diuji dengan cara mengektraksi serbuk kering aerial parts dengan metode perkolasi dingin. Kemudian, dilakukan evaluasi dengan KLT  dan penentuan Minimal Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimal Bactericidal Concentration (MBC). Fraksi 9 dan 10 sangat efektif terhadap Klebsiella pneumoniae. Caesalpinia, terutama C. pulcherrima, memiliki beraneka aktivitas farmakologi yang kemungkinan besar terkait dengan dengan adanya gugus metoksi karbonil dan hidroksi pada struktur metabolit sekundernya.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Daun Senggugu (Rotheca serrata (L.) Steane & Mabb.) terhadap Staphylococcus aureus Nimas Ayu Amanda Putri; Bawon Triatmoko; Ari Satia Nugraha
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.4809

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih memiliki banyak permasalahan di bidang kesehatan, salah satu diantaranya adalah penyakit infeksi. Pencarian atau penelusuran agen antibakteri baru perlu dilakukan untuk mendapatkan alternatif antibiotik yang memiliki aktivitas terhadap mikroorganisme patogen. Salah satu cara untuk mendapatkan antibiotik baru adalah dengan memanfaatkan agen antibakteri yang bersumber dari tanaman seperti senggugu (Rotheca serrata (L.) Steane & Mabb.). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan golongan senyawa kimia dan aktivitas anibakteri yang ada pada daun senggugu. Daun senggugu diekstraksi dengan menggunakan metanol. Ekstrak dari daun senggugu kemudian difraksinasi dengan metode fraksinasi bertingkat menggunakan pelarut heksana, diklorometana dan etil asetat. Skrining fitokimia dilakukan dengan menggunakan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis) untuk melihat secara kualitatif adanya kandungan alkaloid, terpenoid, polifenol dan flavonoid. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode mikrodilusi untuk mendapatkan nilai IC50 ekstrak dan fraksi daun senggugu terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun senggugu menunjukkan bahwa fraksi heksana (323,729±2,025 µg/mL) memiliki aktivitas yang paling besar dengan kandungan senyawa kimia berupa terpenoid.
Cover Vol. 17 No. 02 Desember 2020 (Pharmaceutical Journal Of Indonesia), PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.12353

Abstract

Cover Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Influence of Family Support for Antipsychotic Treatment Adherence in Schizophrenic Patients Ika Ratna Hidayati; Lina Fitrianidiah; Liza Pristianty
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.9344

Abstract

Schizophrenia is a psychosis disorder characterized by confusion in mind and personality in form of regression, hallucinations, delusions and withdrawal from the environment. One of the managements of schizophrenia is antipsychotic treatment. Antipsychotic treatment must be regular and given for long-term to provide a therapeutic effect and prevent relapses. This study used an analytic observational method with cross-sectional approach, questionnaire was used as an instrument. Sampling was done by purposive sampling method based on inclusion criteria, then the data were analyzed using the Chi-Square method to determine the influence of family support and treatment adherence by SPSS program. The results showed from 30 respondents, 21 respondents (70%) obtained good support and 9 respondents (30%) had poor support. And the result on adherence, 16 respondents (53.33%) adherent, while 14 respondents (46.67%) did non-adherent. Based on the results of this study, it was concluded that there was an influence between family support and adherence to antipsychotic treatment in schizophrenic patients at Bantur Health Center, Malang Regency. The results of the Chi-Square test analysis with a df value of 3,841 (df = 1) obtained P - Value 10,049> 3,841 or a significance value of 0.004 <0.05 (5%).
Pengelola dan Daftar Isi Vol. 17 No. 02 Desember 2020 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.12356

Abstract

Pengelola dan Daftar Isi Vol. 17 No. 02 Desember 2020

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue