cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
Formulasi, Evaluasi Sifat Fisik, dan Uji Efektivitas Tabir Surya Losion Ekstrak Buah Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) Zainur Rahman Hakim; Puteri Khazizah Isnaini; Erza Genatrika
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.9011

Abstract

Angka kejadian kanker kulit yang dijumpai di Indonesia cukup tinggi sekitar 5,9-7,8%. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar UV berlebihan pada kulit. Dengan demikian diperlukan adanya suatu produk yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar UV. Pada penelitian terdahulu buah jamblang dilaporkan memiliki nilai faktor perlindungan terhadap matahari (sun protection factor/SPF) yaitu 2,278±0,25% yang berpotensi untuk dibuat sediaan tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula losion ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) yang kemudian diuji karakteristik fisik dan efektivitas tabir surya dari produk tersebut. Buah jamblang kering dihaluskan dan diayak pada 40/60 mesh sehingga didapatkan serbuk simplisia dan dihitung rendemennya. Sebanyak 100 g serbuk diekstraksi dengan metode remaserasi dalam pelarut etanol 70% selama 3x24 jam dan ditambahkan secukupnya HCl 37% hingga pH 1. Maserat kemudian disaring dan dipekatkan dengan rotary evaporator sampai diperoleh ekstrak kental. Formulasi losion ekstrak buah jamblang dibuat dengan metode continental. Dilakukan pengujian terhadap sifat fisik losion meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan kemampuan tabir surya. Rendemen ekstrak buah jamblang sebesar 18,10%. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan warna ekstrak merah keunguan yang menunjukkan adanya antosianin pada lempeng KLT dengan hRf 16 dan berwarna mauve. Formula losion yang dihasilkan homogen dengan pH 6-7 dan viskositas 5460-4840 cP. Daya sebar dan daya lekat belum memenuhi persyaratan yaitu >7. Nilai SPF dari ekstrak buah jamblang menurun setelah dibuat sediaan losion.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanolik Daun Juwet (Syzygium cumini (L.) Skeels) terhadap Bakteri Isolat Klinis Salmonella typhi Rizka Dwi Rahmitasari; Dewi Suryani; Nisa Isneni Hanifa
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.6448

Abstract

Peningkatan kasus resistensi bakteri Salmonella typhi terhadap antibiotik mendorong penelitian tentang pemanfaatan bahan alam sebagai antibakteri alternatif. Juwet (Syzygium cumini (L) Skeels) telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung fenol, flavonoid, terpenoid, tanin, saponin, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun juwet terhadap Salmonella typhi isolat klinis. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan kelompok uji ekstrak etanol daun juwet (variasi konsentrasi 25, 50, 100, dan 200 mg/mL), kontrol positif (kloramfenikol) dan kontrol negatif (DMSO 10%). Aktivitas antibakteri ekstrak daun juwet ditentukan berdasarkan diameter zona hambat, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), yang masing-masing dilakukan dengan metode difusi sumuran, dilusi padat, dan dilusi padat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun juwet memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi (p<0,05). Zona hambat terbesar ditunjukkan oleh konsentrasi 200 mg/mL dengan diameter sebesar 19,33 mm. Nilai KHM dan KBM ekstrak etanol daun juwet berturut-turut sebesar 25 dan 100 mg/mL.
Penghambatan Enzim Asetilkolinesterase dari Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb), Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Kombinasinya Yonathan Tri Atmodjo Reubun; Shirly Kumala; Siswa Setyahadi; Partomuan Simanjuntak
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.9052

Abstract

Penyakit Alzheimer (Alzheimer Disease, AD) adalah suatu penyakit dimana terjadinya kerusakan otak yang ditandai dengan penurunan dari perhatian, memori, dan kepribadian. AD merupakan salah satu akibat dari ganguan fungsi asetilkolin. Dalam hal ini, Asetilkolinesterase (AChE) merupakan enzim yang berfungsi sebagai katalisator pada pemecahan asetilkolin (ACh) menjadi bentuk yang tidak aktif yaitu asetat dan kolin. Pengukuran aktivitas enzim AChE dapat menggambarkan akumulasi ACh dalam tubuh dimana pada hasil ini menunjukkan pada penderita AD dengan adanya aktivitas AChE yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas dalam pengobatan AD melalui penghambatan AChE oleh ekstrak Centella asiatica L. Urb, ekstrak Moringa oleifera Lam. dan kombinasinya. Herba pegagan dan daun kelor yang diperoleh masing-masing diekstraksi dengan menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Maserat yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator dan dikeringkan menggunakan metode freeze drying. Kandungan metabolit sekunder dalam ekstrak diuji menggunakan metode skrining fitokimia standar. Uji aktivitas penghambatan AChE dilakukan menurut metode Ellman yang didasarkan pada hidrolisis reaksi substrat ATCh oleh AChE dengan DTNB yang menghasilkan warna kuning dan diukur serapannya pada panjang gelombang 410 nm. Hasil pengujian penghambatan AChE menunjukan bahwa kombinasi ekstrak herba pegagan dan ekstrak daun kelor 1:1 memberikan penghambatan terbaik dengan nilai IC50 sebesar 217,588 ppm. Sementara itu, kontrol positif eserin dengan nilai IC50 sebesar 5,010 ppm. Kombinasi ekstrak herba pegagan dan daun kelor diduga mempunyai efek positif dalam pengobatan penyakit alzheimer melalui mekanisme aksi penghambatan AChE.
Kajian Aktivitas Antioksidan: Potensi Ekstrak Air Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Anti Hiperglikemia Dhigna Luthfiyani Citra Pradana; Eldiza Puji Rahmi; Annisa Farida Muti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.7636

Abstract

Ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera Lam.) mengandung senyawa aktif flavonoid, fenol, dan tanin yang berperan sebagai antioksidan yang dapat mencegah hiperglikemia dan hiperlipidemia. Secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung brazilin yang dapat menurunkan glukosa darah. Aktivitas antioksidan ekstrak air daun kelor dan kayu secang menjadi dasar uji in vivo, oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui IC50 ekstrak air daun kelor dan kayu secang yang memiliki potensi sebagai antihiperglikemia. Penelitian merupakan studi eksperimental. Perhitungan IC50 menggunakan metode spektrofotometri UV-Visibel dengan DPPH. IC50 ekstrak air daun kelor, kombinasi daun kelor dan kayu secang, dan kayu secang masing-masing sebesar 217,21; 71,89; dan 8,18 ppm. Daya antioksidan kuat dan sedang berpotensi menurunkan kadar glukosa darah melalui mekanisme pengurangan Reactive Oxygen Species (ROS).
Optimalisasi Ektraksi Ikan Sidat Dengan Variasi Metode Ektraksi sebagai Bahan Baku Pembuatan Mikrokapsul Suplemen Kesehatan Jantung Anita Ratna Faoziyah; Elisa Issusilaningtyas
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.5895

Abstract

Ikan sidat merupakan ikan yang memiliki nilai gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui optimalisasi ektraksi ikan sidat dan formulasi pembuatan mikroenkapsul ektrak ikan sidat. Metode yang digunakan terdiri dari tiga metode ektraksi yaitu sokletasi, wet-, dan dry rendering. Rendemen ekstrak ikan sidat metode wet-, dry rendering, dan sokletasi masing-masing sebesar 0,019; 8,75; dan 2,41%. Karakteristik ekstrak ikan sidat metode wet rendering berupa minyak ikan dengan warna kuning, berbau amis khas minyak ikan, dengan kandungan air, bilangan peroksida, dan  bilangan asam sebesar 5,3%, 5,8 mg O2/gr, dan 2,8  mg NaOH/gr. Pada metode dry rendering ekstrak berwarna kuning keemasan, jernih dan berbau amis dengan bilangan asam sebesar 1,53 mg NaOH/gr, bilangan peroksida 61,44 mg O2/gr dan angka penyabunan sebesar 353,011 mg KOH/gr. Rendemen ekstrak ikan sidat dengan metode sokletasi berwarna coklat dengan bilangan peroksida sebesar 67,35 mg O2/gr dan bilangan asam 6,67 mg NaOH/gr. Ekstrak ikan sidat dapat dibuat mikroenkapsul kaya omega-3 sebagai suplemen kesehatan jantung koroner dengan formulasi ektrak ikan sidat 10%, amilum maydis 10%, primojel 4%, Mg Stearat - Talk (1 : 9) 1,5%, dan laktosa. Hasil formulasi menujukan kadar air 3,3%; waktu alir 7,23 gram/detik, sudut istirahat 25,44%, dan indeks pengetapan 9,30.
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Jeruk Manis (Citrus x aurantium L.) sebagai Antiinflamasi Framesti Frisma Sriarumtias; Muhammad Egi Ardian; Aji Najihudin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.6541

Abstract

Sejak dahulu, nenek moyang bangsa Indonesia banyak memanfaatkan tanaman sebagai obat-obatan, salah satunya sebagai obat antiinflamasi. Obat antiinflamasi bisa bersumber dari bahan sintetik maupun bahan alam. Salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi adalah jeruk manis (Citrus x aurantium L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun jeruk manis sebagai antiinflamasi. Daun jeruk manis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3 hari. Ekstrak yang telah dihasilkan kemudian diuji aktivitas antiinflamasi dengan variasi dosis masing-masing sebesar 100, 150, dan 200 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis efektif ekstrak daun jeruk manis sebagai antiinflamasi yaitu 100 mg/kg BB dengan rata-rata persen inhibisi sebesar 61,54%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk manis memiliki efek antiinflamasi. 
A Comparative In-vitro Dissolution Profiles of Generic and Branded Amoxicillin Septilina Melati Sirait; Hanafi Hanafi; Lintannisa Rahmatia
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.6618

Abstract

There are two types of Amoxicillin in the form of tablets, generic and branded medicines. Generally, drug products undergo systemic absorption through a series of processes, including disintegration of drug products followed by drug release, dissolution of drugs in aqueous media, and absorption through cell membranes into the systemic circulation. Dissolution profiles of generic and branded Amoxicillin were used to reference the public to choose generic Amoxicillin or branded Amoxicillin. It was because branded Amoxicillin is more expensive than generic Amoxicillin. This study aims to determine the dissolution profile and physical properties of both generic and branded amoxicillin tablets produced by the same pharmaceutical manufacturer. The Measurement of physical properties was carried out with several parameters: uniformity in weight and size, fragility test (friability), and disintegration test. All the results can meet the acceptance requirements that refer Indonesian Pharmacopoeia 5th edition in 2013. The physical properties result obtained by each. The dissolution test was done using an ultraviolet spectrophotometric method; dissolution tools were typed two apparatuses at 75 rpm with aquadest for 30 minutes, 37 ± 0,5 oC. The dissolution profile of generic Amoxicillin was declared identical or similar to branded Amoxicillin. It can be seen from F1 value = 3.40 and F2 value = 67.77, each of which meets the identical category's standard. Dissolution profiles of generic and branded Amoxicillin were declared identical, which means the Amoxicillin's quality control was equally excellent.
Potensi Ekstrak Kering Belut (Monopterus albus) pada Pengobatan Tukak Lambung Havizur Rahman; Putri Maya Sari; Indri Maharini; Bilia Ayu Septiana
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.5727

Abstract

Peningkatan konsumsi akohol, obat-obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), dan diet yang keliru menjadi penyebab meningkatnya penyakit tukak lambung (ulkus peptikum) di seluruh dunia. Penggunaan obat sintetis jangka panjang sering menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Belut diketahui memiliki kadar protein yang tinggi, mirip dengan ikan gabus. Penelitian tentang aktifitas ikan gabus dalam pengobatan luka bakar, luka dalam bekas operasi, serta tukak lambung telah banyak dilakukan. Diperkirakan aktifitas tersebut dipromotori oleh kandungan protein dan asam amino dari ikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 5 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor tikus. Diperoleh hasil rata-rata titik pendarahan pada kontrol negatif 7,6: kontrol positif 2,6; dosis ekstrak kering belut 100 mg/kgBB sejumlah 4,2; dosis ekstrak kering belut 200 mg/kgBB sejumlah 1; dan dosis ekstrak kering belut 400 mg/kgBB sejumlah 1. Sedangkan rata-rata pH cairan lambung pada kontrol negatif 4,948: kontrol positif 5,182; dosis ekstrak kering belut 100 mg/kgBB 4,224; dosis ekstrak kering belut 200 mg/kgBB 2,888; dan dosis ekstrak kering belut 400 mg/kgBB 4,89. Secara statistik terdapat perbedaan titik pendarahan yang signifikan antara dosis kontrol positif, 100, 200, dan 400 mg/kgBB dengan kontrol negatif. Tidak ditemukan adanya korelasi antara pH dengan timbulnya titik pendarahan, sehingga pH tidak dapat dijadikan parameter terjadinya tukak lambung. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kering belut memiliki aktifitas sebagai pengobatan tukak lambung dengan dosis terbaik pada 200 mg/kgBB.
Formulasi dan Evaluasi Gel Antioksidan Fraksi Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) Nurul Auliasari; Framesti Frisma Siarumtias
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.8514

Abstract

Penggunaan antioksidan sintetis dalam kosmetik pada saat ini mulai dibatasi. Antioksidan yang bersumber dari bahan alam dapat dijadikan alternatif, salah satunya berasal dari tanaman jeruk nipis (Citrus aurantiifolia (Christm.) Swingle) yang diketahui mengandung senyawa antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fraksi aktif dari ekstrak etanol kulit jeruk nipis yang memiliki aktivitas antioksidan kemudian diformulasikan ke dalam sediaan gel. Fraksi aktif ekstrak etanol kulit jeruk nipis diformulasikan ke dalam sediaan gel dengan variasi konsentrasi F1 (0,4%), F2 (0,9%), dan F3 (1,4%). Evaluasi sediaan gel meliputi organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji viskositas. Fraksi etil asetat digunakan sebagai fraksi aktif dengan nilai IC50 47,33 ppm dan dapat diformulasikan menjadi sediaan gel yang stabil.
Formulasi Emulsi Topikal Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Insektisida Alami Pembasmi Kutu Rambut Rima Hayati; Cut Putri Balqis
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i2.7372

Abstract

Umbi bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung senyawa allicin, flavonoid dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai insektisida alami. Berdasarkan penelitian sebelumnya ekstrak umbi bawang putih dengan konsentrasi 8% memiliki waktu bunuh paling efektif terhadap kutu rambut, yaitu dalam waktu 0,0630 jam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak umbi bawang putih menjadi sediaan emulsi topikal yang berfungsi sebagai insektisida alami kutu rambut. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi simplisia umbi bawang putih adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formula dibuat dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 8% (F1) dan 12% (F2). Emulsi yang dihasilkan berwarna coklat muda (F1) dan coklat (F2) berbentuk cairan kental, memiliki bau khas umbi bawang putih. Emulsi F1 dan F2 menunjukkan susunan yang homogen, mempunyai nilai pH 7,4 (F1) dan pH 6,9 (F2). Emulsi topikal juga mempunyai daya lekat 71,67 detik (F1) dan 84,33 detik (F2), mempunyai daya sebar sebesar 6 cm (F1) dan 5,7 cm (F2). Emulsi topikal mempunyai viskositas sebesar 130,1 cP (F1) dan 152,2(F2) cP. Formula F1 dan F2 memenuhi persyaratan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji daya lekat, uji daya sebar dan viskositas sediaan emulsi.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue