cover
Contact Name
Yunita Dwi Pristiani
Contact Email
jurnalpinus@unpkdr.ac.id
Phone
+6285731097264
Journal Mail Official
jurnalpinus@unpkdr.ac.id
Editorial Address
Universitas Nusantara PGRI Kediri, JL. KH. Ahmad Dahlan No. 76 Mojoroto - Kediri - East Java - Indonesia 64112
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 26212390     EISSN : 24429163     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Pinus is a peer review journal published by Research institutions and community service, The University of Nusantara PGRI Kediri. The aim of the Journal is to facilitate scientific publication of the results of researches in Indonesia and participate to boost the quality and quantity of research for academics and researchers. Electronic journal, containing the results of research teachers and lecturers in the field of learning innovation.
Arjuna Subject : -
Articles 186 Documents
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Jerman (Sprechen) Melalui Role Playing (Rollen Spiel) Yang Digabungkan dengan Menyusun Dialog Sendiri Siswa Kelas XI MIPA 4 Di SMA Negeri 1 Kauman Erawati, Erawati
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.159 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13673

Abstract

Kelas XI MIPA 4 di SMA Negeri Kauman yang semestinya sudah mulai mempunyai kemampuan untuk berdialog dalam Bahasa Jerman ternyata masih mengalami kesulitan. Dibandingkan dengan dialog yang telah tersedia didalam buku-buku materi yang seringkali terlewatkan juga oleh guru (tidak disampaikan) melalui kebiasaan menyusun dialog sendiri diharapkan memacu siswa untuk menemukan ide-ide baik secara individu maupun kerja sama sehingga dialog tersebut akan lebih berbekas di dalam diri masing-masing siswa tidak sekedar dihafalkan. Rumusan masalah: Apakah dengan metode menyusun dialog sendiri dan memerankannya dapat meningkatkan kemampuan berbicara (Sprechen) pada pelajaran Bahasa Jerman siswa kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung Semester 2 (Genap) Tahun Pelajaran 2017/2018? Tujuan penelitian:untuk mengetahui dampak penerapan menyusun dialog sendiri dan memerankannya sebagai sebuah metode terhadap kemampuan berbicara/Sprechen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Hasil penelitian, ada peningkatan hasil kemampuan berbicara dengan menggunakan metode role playing dan menyusun sendiri dialog. Hal ini dapat dibuktikan bahwa, berdasarkan perhitungan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan berbicara siswa mengalami peningkatan dengan maksud bahwa dari frekwensi data tersebut diketahui kategori kurang dalam prestasi belajar adalah nilai 45-54 dengan frekwensi 0 dan prosentase 0.00%, kategori prestasi belajar sedang dengan frekwensi dari 8 menjadi 1 dan prosentase 3.33%, cukup adalah dengan frekwensi tetap 11 dan prosentase 36.67%, prestasi baik dengan frekwensi 9 menjadi 12 dan prosentase 40% prestasi sangat baik adalah nilai dengan frekwensi 2 menjadi 6 dan prosentase 20%.
Penerapan Media Scribe Materi Hak Dan Kewajiban Warga Negara Untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Prameswari, Noviardani Kartika
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.961 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13762

Abstract

This research is motivated because there is a low motivation to learn grade IV students due to the lack of use of learning media used for teaching and learning by the teacher. With the application of Scribd learning media, students are more motivated to learn in class. The research method used was Classroom Action Research (CAR) where in this study there were two cycles consisting of planning, implementing, observing, and reflecting in each cycle. While the subjects in this study were grade IV students, amounting to 20 students. Then the data collection techniques used in this study are by using observası and questionnaires. On the results of observations of teacher activity obtained from the results of the first cycle with a score of 41 with a percentage of 64.0% categorized as good and the second cycle the score became 61 with a percentage of 95.3% categorized as very good so thus the observation of teacher activity is said to increase, on the results of observations of student activities the first cycle with a score of 35 with a percentage of 58.3% was categorized as sufficient, in the second cycle the score became 57 with a percentage of 95.0% with a very good category. Therefore the observation of student activity is said to increase using the media scribe Percentage of students who have learning motivation categories good and very good in the pre-study reached 40.0% categorized as less, the percentage in the first cycle to 70.0% which has a good category so that there was an increase from pre-study to the first cycle of 30.0%, whereas in the second cycle increased to 85, 0% has a very good category, the increase from cycle I to cycle II is 15.0%. Thus it can be concluded that the application of scribe media can increase student motivation in the material Rights and Obligations of Indonesian citizens class IV at SDN II Pasinan.
Penerapan Metode Pembelajaran Pencarian Informasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Kesebangunan Kelas IX A SMPN 3 Kediri Purwanti, Nanik
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.429 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.12865

Abstract

Proses pembelajaran matematika di kelas IX A terkendala karena siswa yang tidak aktif. Kurangnya keaktifan siswa membuat proses pembelajaran menjadi tidak optimal. Padahal dalam pelajaran khususnya Matematika siswa harus banyak berlatih agar bisa mengerjakan soal-soal. Selain masalah keaktifan, nilai hasil belajar siswa juga cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai hasil belajar matematika siswa kelasIX A SMPN 3 Kediridengan metode pembelajaranPencarian Informasi. Penerapan metode ini adalah dimulai dari guru menjelaskan materi, guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Selanjutnya guru memberikan tugas pada masing-masing kelompok, dan siswa menyelesaikan tugas tersebut dengan bantuan referensi yang ada. Setelah selesai, guru meminta siswa untuk menuliskan jawaban di papan tulis. Langkah terakhir yaitu guru bersama-sama siswa membahas lembar kerja.Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah terdapat lebih dari 75% siswa yang tuntas KKM. Berdasarkan data penelitian dapat dilihat bahwa pada prasiklus terdapat 44% (15) siswa tuntas KKM. Kemudian, pada siklus I terdapat 59% (20) siswa tuntas KKM.Kemudian, pada siklus II terdapat 88% (30) siswa tuntas KKM. Keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus II, yaitu 88% (30) siswa tuntas KKM tau lebih dari 75% siswa tuntas KKM.
Pengaruh Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Media Berbeda dan Gaya Belajar Terhadap Kemampuan Mengidentifikasi Hasil-Hasil Kebudayaan Masyarakat Indonesia Siswati, Siswati
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.11 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13674

Abstract

The purpose of research is to know the different influence in using different media on cooperative learning type Group Investigation in increasing the ability to identify the result of Indonesian society. The kind of research in quasi experiment with posstest only control design consisting of two independent variables, one moderator variable and one independent variable.Independent variable is the usage of picture media and museum model in investigation group learning, moderator variable is active-refletive learning while dependent variable is the ability in indentifying the culture results of Indonesian society. Research population is the whole class of the first yearsstudents both SMAN I Kauman consisting of 328 students and SMAN I Tulungagung consisting of 150 students. The research uses purposive sampling with the approaching class (class X A, class X B) and (class X C , class X D). Class X A and X B as experiment classes 70 student and class X C and X D as controlled classes as 69 students. Experimnet class is taught with GI learning while controlled class uses museum media. Data is collected with learning style test and post test items. The data results are analyzed by using MANOVA statistic with 5% signifikant level. The results of research are (1) there different between the application of learning cooperative, cooperative learning method investigation group type GI with picture media and museum media toward the ability in identifying with the proaf of means of follows media museum (79,53) is higher than picture media (76.21), (2) There different between active and refletive learning style toward the ability identify the culture of Indonesian Society. It’s tested by using MANOVA statistic with signifikant 0,000 < 0,05 it means H0 is refused because of sig. < 0.05. (3) There is interaction between cooperative learning of investigation group type (GI) with picture media and museum media , next learning style toward the ability to identify the culture results of Indonesian society. It’s tested by using MANOVA statistic with signifikant 0,028 < 0,05 it means H0 is refused because of sig. < 0.05. It means there is interaction between media, learning style and the ability to identify.
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Berbasis Budaya Palembang Pada Topik Bangun Datar Widyasari, Nurbaiti; Permata Putri, Adella Kirsa
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.376 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13756

Abstract

This study is to develop a learning media whole package that includes material to two-dimensional figures with Palembang-based culture. This research uses research and development (R&D). The subjects in this study were students of class II, III, IV SD Negeri 3 Margo Bhakti. Analysis of the data used is qualitative descriptive with a percentage. Development of instructional media scrapbook Palembang culture based on topics two-dimensional figure with phase ADDIE. The results showed that the assessment included 1) validation of material experts got 71.61% with valid criteria, 2) validation of linguists got 87.5% with very valid criteria, 3) validation of media experts got 88.57% with very valid criteria. Assessing students' responses 1) small group trials get an average of 11.16 with high criteria, 2) large group trials get an average of 11.06 with high criteria. Based on the above assessment, the learning media scrapbook Palembang culture-based on the topic of the two-dimensional figure is valid or appropriate to use as a medium of learning mathematics on the topic of a two-dimensional figures.
Penerapan Model Pembelajaran Berkirim Salam dan Soal untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Materi Barisan Bilangan Siswa Kelas IX D SMPN 3 Kediri Mariyanti, Sri
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.156 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.12866

Abstract

Beberapa siswa kelas IX D SMPN 3 Kediri merasa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Untuk menanggulangi kesulitan siswa pada mata pelajaran matematika, maka sebaiknya guru memilih dan menggunakan metode pembelajaran inovatif yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar yang utama. Metode pembelajaran yang tepat digunakan adalah metode berkirim salam dan soal karena berorientasi student centered. Indikator keberhasilan peningkatan pembelajaran siswa pada penelitian ini dilihat dari 75% siswa tuntas KKM (dengan nilai 72). Hasil penelitian yang didapat dari data tes memperlihatkan bahwa pada prasiklus terdapat 35% (12 orang) siswa tuntas KKM. Pada siklus 1 terdapat 62% (21 orang) siswa tuntas KKM sehingga siklus dilanjutkan. Kemudian pada siklus 2 terdapat 85% (29 orang) siswa tuntas KKM sehingga siklus dihentikan. Data tersebut memperlihatkan terjadi peningkatan dari prasiklus sampai siklus 2. Dan keberhasilan penelitian sesuai dengan indikator keberhasilan didapat saat siklus 2, yaitu 85% siswa tuntas KKM. Nilai rata-rata untuk kerja siswa di setiap siklus mengalami kenaikan. Pada prasiklus nilai rata-rata siswa adalah 57,1 atau di bawah KKM. Pada siklus 1 nilai rata-rata siswa adalah 74,1. Pada siklus 2 nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 83,2 atau di atas KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berkirim salam dan soal dapat meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IX D SMPN 3 Kediri pada mata pelajaran matematika materi barisan dan deret bilangan tahun pelajaran 2017/2018.
Penerapan Model Pembelajaran TGT Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Prestasi Belajar Tentang Program Linier Pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Karangrejo Tulungagung Rouf, Abd
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.803 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13675

Abstract

Penerapan model pembelajaran TGT, akan mendorong siswa/ tim untuk berlomba-lomba mencari jawaban sebanyak mungkin agar kelompok mereka dapat unggul dan keluar sebagai pemenangnya, mendorong tumbuhnya minat dan partisipasi siswa serta menciptakan kondisi keterlibatan secara langsung dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, kemudian hasil belajar dengan cara belajar mencari dan menemukan sendiri lebih mudah dihafalkan, diingat dan mudah ditransfer, disamping itu dapat menciptakan kondisi belajar yang asyik dan menyenangkan serta adanya unsur bermain, dapat dimanfaatkan sebagai wahana untuk melatih perilaku sehingga akan semakin mantap eksistensi perilaku yang diperolehnya serta menciptakan dan mendorong tumbuhnya kesadaran menuju masyarakat belajar. Dengan kondisi seperti inilah akan terciptalah perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran/ aktivitas belajar dan pada gilirannya akan meningkatkan prestasi belajar siswa
Pengembangan Permainan Berlandaskan Nilai Karakter Keindonesiaan pada Siswa Sekolah Dasar Permana, Erwin Putera; Wiguna, Frans Aditia; Rosalia, Novita Dewi
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.736 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.13857

Abstract

In the current era of globalization, science and technology are developing rapidly, so what happens in Indonesia. Concerns of Indonesian people as a pluralistic society have great potential to experience social conflict, currently proven. The SARA political conflict in the 2017 DKI Jakarta Regional Election case plus the political situation before and after the 2019 election is one of the proofs. Therefore education needs to be renewed. The renewal that can be done is the development of the game based on the Indonesian character development. In this research development researchers used two types of data analysis techniques, namely quantitative and qualitative data analysis techniques. Whereas the development research model chosen was the research and education development model developed by Borg and Gall with data collection techniques through observation, questionnaires and questionnaires. In conclusion, the game of Indonesian character values ​​needs to be applied to learning. This is evidenced from the results of the analysis that the implementation of the game at the elementary school level has a high level of validity and practicality. In addition, the play of Indonesian character values ​​can stimulate the enthusiasm and enthusiasm of students in understanding and applying Indonesian characters at the elementary school level and being able to answer the concerns of parents to children about the low moral values ​​due to sara and modern cultural issues.
Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Benua dan Samudera dengan Menerapkan Strategi Pembelajaran Learning Start with a Question pada Siswa Kelas IX A SMPN 3 Kediri Saroh, Saroh
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 5 No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.871 KB) | DOI: 10.29407/pn.v5i1.12867

Abstract

Siswa kelas IX A SMPN 3 Kediri cenderung ramai ketika proses pembelajaran di kelas. Untuk beberapa materi, bahkan guru harus mengulang kembali agar siswa paham. Ketika pembelajaran berlangsung siswa terlihat bermain-main sendiri dan tidak fokus mendengarkan penjelasan guru sehingga pemahaman materi kurang maksimal. Hal tersebut berakibat pada rendahnya nilai rata-rata siswa di ulangan harian. Data menunjukkan bahwa hanya 47% siswa yang tuntas KKM. Peneliti memilih sebuah strategi pembelajaran Learning Start with a Question. Strategi pembelajaran Learning Start with a Question adalah strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk dapat bertanya dan menemukan jawaban dari pertanyaan yang mereka ajukan dengan berdiskusi sesama kelompoknya agar mereka lebih mengerti materi yang diajarkan oleh guru. Keberhasilan penelitian ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa hingga 75% dengan nilai KKM 72. Hasil peningkatan dapat terlihat dari data sebagai berikut: prasiklus 47%; siklus pertama 68%; siklus kedua 85%. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan penelitian sebesar 75%. Hasil peningkatan dapat terlihat dari nilai rata-rata siswa sebagai berikut: prasiklus 66,8; siklus pertama 71,8; siklus kedua 80,6. Hasil tersebut dikatakan berhasil karena sudah melebihi indikator keberhasilan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN DALAM BELAJAR SAINS DENGAN DESAIN PEMBELAJARAN INQUIRY MATERI POKOK GAYA GRAVITASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI NGASEM latifah, nurul ianun
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Vol 2 No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.499 KB) | DOI: 10.29407/pn.v2i1.272

Abstract

Abstrak: Pembicaraan mengenai pendidikan selalu diarahkan kepada guru. Guru selalu dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam operasionalisasi pendidikan ditingkat sekolah. Sehingga ketika pendidikan dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas menurunnya kualitas sumber daya manusia, secara langsung guru merupakan pihak yang bertanggung jawab. Dengan demikian guru merupakan pihak yang sangat menentukan dan memegang peranan yang sangat penting terhadap kemajuan pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan paparan tersebut, guru memegang peranan yang sangat penting dan menentukan. Oleh karenanya, peningkatan kemampuan dan wawasan guru ini menjadi hal mutlak yang harus dilakukan agar guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Berbagai upaya dan strategi harus dilakukan dengan baik dan terencana agar kegiatan dan aktivitas guru tersebut terus meningkat dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah direncanakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bahwa Strategi Pembelajaran Inquiry dapat Meningkatkan pemahaman siswa Kelas V SDN NgasemHasil dari penelitian ini adalah antara siklus I dan siklus II pemahaman siswa dengan strategi pembelajaran inquiry menunjukkan peningkatan. Pada siklus I nilai tertinggi 35.90%, tetapi pada pelaksanaan siklus II peningkatan drastis dengan nilai tertinggi sejumlah 69.23%, dengan jumlah responden yang sama yaitu 39 responden. 

Page 11 of 19 | Total Record : 186