cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
EFEKTIVITAS FLEP POSISI KORONAL DENGAN DAN TANPA ACELLULAR DERMAL MATRIX ALLOGRAFT PADA RESESI GINGIVA Citra Lestari; Kwartarini Murdiastuti; Ahmad Syaify
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.332 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.52

Abstract

Resesi gingiva adalah terbukanya akar gigi akibat pergeseran posisi margin gingiva ke apikal dari cemento enamel junction. Salah satu perawatan resesi gingiva adalah flep posisi koronal (FPK) yang dapat dilakukan dengan dan tanpa acellular dermal matrix allograft (ADMA). Acellular dermal matrix allograft merupakan jaringan kulit yang diambil dari individu lain yang diproses khusus sehingga sel-sel dermal terangkat dengan tetap mempertahankan matriks kolagen regeneratif. Kandungan utama ADMA terdiri dari kolagen, elastin, proteoglikan dan pembuluh darah yang berguna mengarahkan regenerasi dan reparasi jaringan periodontal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas flep posisi koronal dengan dan tanpa acellular dermal matrix allograft pada perawatan resesi gingiva dilihat dari parameter gingival thickness (GT) yang dinilai dari dua daerah yaitu ketebalan gingiva keratin (GT1) dan ketebalan mukosa alveolar (GT2). Penelitian dilakukan terhadap 20 kasus resesi gingiva dengan melihat pengukuran GT1 dan GT2 dilakukan sebelum dan 3 bulan sesudah operasi. Hasil analisis statistik unpaired t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan GT1 dan GT2 yang bermakna (p
PERAWATAN FIBROUS DYSPLASIA MAKSILA DEXTRA ANTERIOR PADA ANAK USIA 5 TAHUN Eviwati Sitanggang; Bambang Dwirahardjo; Cahya Yustisia Hasan
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.499 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.18

Abstract

Introduction: The Management of Anterior Maxillaris Dextra Fybrous Dysplasia at the 5 years old patient. Fibrous dysplasia is an abnormal bone growth where normal bone is replaced with fibrous connective tissue intermixed with irregular bony trabeculae. It causes bone pain, deformities & pathologic fracture. Fibrous dysplasia is a sporadic benign skeletal disorder that can affect one bone (monostotic) or multiple bone ( polyostotic). Disscusion: The clinical behavior and progression of fibrous dysplasia may also vary, thereby making the management of this condition difficult with few established clinical guidelines. Conclusion: This paper provides a biopsy and reconturing as the choice of treatment.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT DADIH DENGAN YOGURT TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STREPTOCOCCUS MUTAN Indah Maydila Sandi; Hafni Bachtiar; Hidayati Hidayati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.42 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.9

Abstract

Dadih and yoghurt are functional food products that gives health benefits because it contains probiotic bacteria. Lactic acid bacteria in probiotic foods can produce antimicrobial lsubstrates, organicacids, ethanol, hydrogenperoxide, andbacteriocins. Streptococcus mutans is a gram-positive coccibacteria that became a major factor of caries. The aim of this reseacrh is to determine the effective ness differences between dadih and yoghurt to inhibit growth of Streptococcus mutans. This research is a laboratory experimental with well agar diffusion method on blood agar as a medium to see a inhibition zone by antimicrobial activity. This research used 36 well-agar which contains 50 μl of dadih and 50 μl yoghurt respectively. Result showed that mean rank of dadih’s inhibition zone is 12,75 mean while yoghurt’s inhibition zone is 24,25. Mann-Whitney test showed that p value=0,001. There was a significant inhibition effect between dadih and yoghurt on growth of Streptococcus mutans.It concluded that dadih and yoghurt have an antimicrobial effect to inhibit growth of Streptococcus mutans. Daily consumption of probiotic foods gives benefit for oral health.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MAHASISWA CO-ASS TERHADAP DESAIN TATA LETAK RUANG RSGM FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG Satria Yandi; Bambang Priyono; Niken Widyanti Sriyono
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.569 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.41

Abstract

Latar Belakang Desain tata letak ruang RSGM yang baik dan nyaman akan mempengaruhi kepuasan pelanggannya, baik pelanggan internal dan pelanggan eksternal. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan atau bersifat multifaktorial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan mahasiswa Co-Ass terhadap desain tata letak ruang RSGM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Padang. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 100 orang mahasiswa Co-Ass yang memenuhi kriteria inklusi dan bekerja aktif selama periode September 2014 sampai dengan Maret 2015 yang diambil secara total sampling. Desain tata ruang RSGM Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah, Padang merupakan variabel pengaruh yang diukur melalui acces, security, understanding customer dan kepuasan mahasiswa Co-Ass. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan skala Likert dan Semantic Differentials, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil Penelitian analisis regresi berganda menunjukkan bahwa security (p = 0.535) tidak berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass. Variabel acces (p = 0.000) dan understanding customer (p = 0.010) berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass sebesar 41,9% (R2 = 0.419). Kontribusi paling besar pada variabel acces 83,3% (partial eta square = 0.833) dan understanding customer 62,8% (partial eta square = 0.628). Kesimpulannya 1) Acces dan understanding customer berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass; 2) Semakin baik acces dan understanding customer maka semakin tinggi kepuasan mahasiswa Co-Ass; 3) Security tidak berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa Co-Ass; 4) Kepuasan mahasiswa Co-Ass terhadap desain tata ruang RSGM terbesar dipengaruhi oleh acces.
GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN KERANGKA LOGAM KOMBINASI BAHAN FLEKSIBEL SEBAGAI UPAYAMEMENUHI KEBUTUHAN ESTETIK PADA GIGI PENYANGGA DENGAN RESESI GINGIVA Sri Yuliharsini; Syafrinani Syafrinani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.32

Abstract

Gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) merupakan pilihan perawatan yang efektif dan terjangkau pada kasus kehilangan gigi sebagian. Kebanyakan pasien dari segala usia memilih menghindari penggunaan logam pada perawatan GTSL karena menginginkan senyum yang cemerlang. Pada kehilangan gigi sebagian dengan gigi penyangga resesi gingiva, pembuatan GTSL resin akrilik konvensional menimbulkan masalah estetik karena cangkolan yang terlihat saat pasien tersenyum. Laporan kasus ini memaparkan penatalaksanaan kehilangan gigi sebagian dengan GTSL kerangka logam kombinasi bahan fleksibel pada kasus gigi penyangga resesi gingiva. Pasien perempuan, berusia 70 tahun datang ke RSGMP FKG USU dengan keluhan ingin dibuatkan gigi tiruan rahang atas dan bawah yang terbaik, gigi depan rahang bawahnya goyang sejak 8 tahun yang lalu, pasien tidak ingin terlihat ompong sebelum gigi tiruannya selesai. Pemeriksaan intra oral menunjukkan gigi yang hilang pada rahang atas 17, 25, 26; rahang bawah 37, 38, 45, 46; 15, 27, 28 ekstrusi; 24 resesi gingiva dan 31 mobiliti derajat II, 41 mobiliti derajat III. Penatalaksanaan kasus untuk rahang atas adalah dengan GTSL kerangka logam kombinasi bahan fleksibel dan GTSL imidiat resin akrilik untuk rahang bawah. Cangkolan wrap around pada gigi penyangga 24 dengan prinsip retento-grip tissue-bearing retention berfungsi sebagai lengan retentif sekaligus menutupi resesi gingiva, cangkolan akers pada 16 memaksimalkan retensi dan konektor mayor anterior-posterior palatal strap berfungsi untuk mendistribusikan beban ke gigi penyangga dan jaringan pendukung serta memberikan kenyamanan pada pasien. Perawatan kasus dengan GTSL kerangka logam kombinasi bahan fleksibel memiliki keuntungan yang diperoleh dari bahan fleksibel dimana lengan retentif menutupi resesi gingiva sehingga estetik tercapai dan kerangka logam menjadikan gigi tiruan lebih kaku, kuat dan stabil.selanjutnya dan kesuksesan perawatan ortodonti itu sendiri.
PERTIMBANGAN TERAPI KORTIKOSTEROID PADA STOMATITIS HERPETIK REKUREN Fitria Mailiza; Riani Setiadhi
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 2, Desember 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.518 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.23

Abstract

Corticosteroid is a group of drugs used as anti-inflamatory and immunosuppresive. Most of the disease which treated with steroids have inflammatory characteristics.This paper is about the management of a 25 year old woman who complained of multiple oral ulcers since 2 months before. Patient had difficulty in eating, drinking and speaking. Before referred to RSUP DrHasan Sadikin she was treated at Hospital X and only got a slight improvement. Diagnosis oral infection Herpes Simplex virus type 1 was made based on anamnesis, clinical examination and laboratory examination (IgG anti HSV-1). Oral lesions showed significant improvement after administration of comprehensive treatment including communication, information and education about the disease as well as topical corticosteroid drug and multivitamin.Corticosteroid was used to limit the inflamatory process caused by the action of T-lymphocytes. However, this drug have many side effects so that practitioners need to consider carefully to use it.Corticosteroid could be considered in the management of oral infections herpes virus type 1 (HSV-1) and showed efficacy in the treatment of this patient.
PREVALENSI STOMATITIS AFTOSA REKUREN DI PANTI ASUHAN KOTA PADANG Hanisah Fitri; Dhona Afriza
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 1, Nomor 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.259 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.48

Abstract

Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) atau lebih dikenal sariwan adalah radang kronik pada mukosa mulut, berupa ulkus yang terasa nyeri dan selalu kambuh, terutama pada jaringan lunak rongga mulut mulut tidak berkeratin. Berdasarkan gambaran klinisnya SAR dibagi dalam tiga klasifikasi yaitu SAR minor, mayor, dan herpetiform. Dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan terbukti bahwa ada beberapa faktor yang berperan pada timbulnya SAR. Faktor-faktor tersebut adalah herediter, trauma emosional, stress, virus, bakteri, alergi, defisiensi nutrisi dan gangguan hormonal. Penyebab SAR pada umumnya adalah gabungan beberapa factor – factor tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi SAR di Panti Asuhan Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster sampling pada tujuh Panti Asuhan di tujuh kecamatan Kota Padang. Dengan jumlah sampel 144 orang yang diambil secara acak dari populasi tiap-tiap Panti Asuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan besarnya prevalensi SAR adalah sebesar 10.41%. Sampai saat ini belum ditemukan terapi atau pengobatan yang efektif untuk SAR karena banyaknya faktor yang berpengaruh. Perawatan SAR umumnya non spesifik dan dilakukan untuk tujuan menghilangkan rasa sakit, mengurangi besar dan lamanya ulcer dan mencegah pembentukan ulcer baru.
PENATALAKSANAAN GIGI TIRUAN LENGKAP DENGAN LINGGIR DATAR DAN HUBUNGAN RAHANG KLAS III DISERTAI CEREBROVASCULAR ACCIDENT (LAPORAN KASUS) Veronica Angelia; Syafrinani Syafrinani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.283 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.14

Abstract

Kasus edentulus dengan resorpsi linggir alveolaris yang berlebihan banyak dijumpai pada pasien lanjut usia (lansia). Selain itu sering juga disertai penyakit sistemik seperti Cerebrovascular accident (CVA) yang berdampak pada daerah rongga mulut dan sekitarnya antara lain paralisis wajah, dysphagia, aphasia, dysphasia, dan dysarthria. Penatalaksanaan gigi tiruan lengkap dengan linggir datar untuk pasien seperti di atas sering menimbulkan kesulitan dalam memperoleh retensi, stabilisasi, oklusi dan estetis yang baik. Laporan kasus ini menjelaskan tentang penatalaksanaan gigi tiruan lengkap dengan linggir datar dan hubungan rahang klas III disertai CVA. Pasien perempuan, usia 70 tahun, datang ke RSGMP FKG USU, ingin dibuatkan gigi tiruan rahang atas dan bawah dengan keluhan sulit mengunyah makanan. Pasien menderita CVA. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan profil wajah tampak samping lurus. Pemeriksaan intraoral menunjukkan linggir datar pada rahang bawah dan ukuran lengkung rahang atas lebih kecil dari rahang bawah. Penatalaksanaan linggir datar rahang bawah yaitu desain basis yang diperluas sampai sulkus alveolingual dan basis diperkuat dengan kerangka logam untuk mencegah patah. Relasi rahang Klas III diatasi dengan pemilihan gigi artifisial semi anatomis dan penyusunan gigi crossbite bilateral. Pasien mengalami CVA sehingga perawatan harus dilakukan dalam waktu yang singkat dan suasana yang nyaman di pagi hari. Kontrol otot diperlukan untuk meningkatkan stabilitas gigi tiruan. Pada keadaan paralisis wajah, latihan memakai gigi tiruan untuk mendeteksi bentuk benda yang ditempatkan di mulut dan melatih pengunyahan pada kedua sisi rahang. Pasien dengan linggir datar dan hubungan rahang klas III disertai CVA memerlukan modifikasi dalam penatalaksanaan gigi tiruan lengkap sehingga menghasilkan retensi, stabilisasi, oklusi dan estetis yang baik untuk dapat meningkatkan nutrisi, kesehatan umum dan kualitas hidup.
PENGARUH ORIENTASI DAN VOLUMETRIK GLASS FIBER NON DENTAL TERHADAP KEKUATAN PERLEKATAN GESER FIBER REINFORCED COMPOSITES UNTUK SPLINTING PERIODONTAL Dedi Sumantri; Siti Sunarintyas; Dahlia Herawati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 2, Nomor 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.474 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.5

Abstract

Fiber Reinforced Composite (FRC) menggunakan E-glass fiber dental dalam bidang kedokteran gigi telah banyak diaplikasikan secara klinis, salah satunya dalam aplikasi splinting periodontal. Ketersediaan E-glass fiber dental di Indonesia masih terbatas dengan harga relatif mahal. Terdapat glass fiber non dental di Indonesia yang banyak digunakan bidang teknik, dengan harga terjangkau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh orientasi dan volumetrik glass fiber non dental terhadap kekuatan perlekatan geser FRC pada splinting periodontal. Bahan penelitian berupa glass fiber non dental yang terdiri dari tiga jenis yaitu glass fiber mats (LT, China), glass fiber roving (CMAX, China), dan glass fiber woven roving (HJ, China), serta E-glass fiber dental (Fiber-Splint, Polidentia SA, Switzerland). Objek dibagi menjadi 8 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 4 sampel. Kelompok I (kontrol) tanpa penambahan glass fiber non dental, kelompok II E-glass fiber dental 2,8 vol%, dan kelompok III - VIII terdiri dari glass fiber non dental mats, glass fiber non dental roving, dan glass fiber non dental woven roving, dengan fraksi volumetrik 2,8 dan 5,4 vol%. Seluruh sampel direndam dalam air destilasi selama 24 jam pada suhu 37o C. Pengujian kekuatan perlekatan geser menggunakan Universal Testing Machine. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur, uji t dan LSD. Hasil penelitian menunjukkan rerata kekuatan perlekatan geser (MPa) terendah pada kelompok tanpa fiber (kontrol) (8,95 ± 0,95) dan tertinggi pada 5,4 vol% glass fiber non dental woven roving (14,11 ± 0,35). Hasil analisis ANAVA dua jalur menunjukkan variabel orientasi dan volumetrik glass fiber non dental memberikan pengaruh signifikan (p<0,05). Uji post hoc LSD dan uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) pada seluruh kelompok perlakuan untuk variabel orientasi dan volumetrik. Kesimpulan penelitian ini adalah orientasi dan volumetrik glass fiber non dental memberikan pengaruh terhadap peningkatan kekuatan perlekatan geser FRC.
PENGARUH PENAMBAHAN NILON MURNI PADA NILON DAUR ULANG TERHADAP PENYERAPAN AIR BASIS GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK Angeline Angeline; Haslinda Z Tamin
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 3, Nomor 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.69 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.37

Abstract

Manipulasi basis gigi tiruan nilon termo plastic dengan teknik injection moulding akan menghasilkan nilon sisa (spru) dan nilon sisa dapat dimanfaatkan kembali dengan cara daur ulang dikarenakan ikatan linear dari nilon sehingga material ini dapat dipanaskan kembali. Namun, daur ulang pada nilon sisa akan menyebabkan penyerapan air semakin bertambah dan hal ini akan berdampak pada nilon sebagai basis gigi tiruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nilon murni pada nilon daur ulang terhadap penyerapan air basis gigi tiruan nilon termoplastik. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah nilon termoplastik berbentuk silindris berukuran diameter 15 ± 1 mm dan ketebalan 0,5 + 0,1 mm dengan jumlah sebanyak 27 sampel untuk 3 kelompok. Hasil uji nilai penyerapan air di analisis dengan uji ANOVA serta uji LSD. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara nilon murni dengan nilon daur ulang (p = 0,001) dan juga antara nilon daur ulang dengan kombinasi 60% nilon murni dengan 40% nilon daur ulang (p = 0,004), tetapi tidak ada perbedaan antara nilon murni dengan kombinasi 60% nilon murni dengan 40% nilon daur ulang dengan nilai (p = 0,629). Sebagai kesimpulan, penambahan 60% nilon murni pada 40% nilon daur ulang menghasilkan nilai penyerapan air yang sama baiknya dengan nilai penyerapan air pada nilon murni.

Page 5 of 28 | Total Record : 271