Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Perilaku Simbolis Santri dalam Praktik Keagamaan di Pesantren Daarut Tauhid Bandung Armiah, Armiah
Mediator Vol 5, No 2 (2004)
Publisher : FIkom Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dulu, orang malu-malu menggunakan simbol-simbol “santri”. Sekarang, pemakaian jilbab, pakaian koko, gamis, peci, surban, menjadi satu identitas diri. Perubahan trend “santrinisasi“ ini sangat menarik jika diamati lewat pendekatan komunikasi. Lewat teori interaksi simbolik,yang dirangkai dalam suatu proses komunikasi antarpersona, maka kehadiran simbol—verbal dan nonverbal— ini menjadi semakin kental terlihat dalam setiap interaksi santri di Pesantren Daarut Tauhid Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Objek penelitian ini adalah simbol dan perilaku keagamaan yang digunakan dan ditafsirkan para santri. Untuk mendapatkan data, digunakan observasi berperanserta, wawancara takerstruktur, dan penggunaan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah santri perempuan yang dipilih secara purposif pada tiga kriteria santri, yakni santri karya, santri mukim, dan santri beasiswa. Penelitian ini menemukan simbol verbal dan nonverbal keagamaan, meliputi slogan-slogan dan ekspresi nonverbal dalam perilaku santri yang ramah, sopan, santun, penuh persaudaraan, kebersamaan, bersih, muhasabah dan berpakaian muslimah. Simbol keagamaan digunakan santri dengan mengacu pada konsep manajemen qalbu. Santri ber-riyadhah menggunakan simbol untuk mencapai pribadi yang berakhlaq mulia. Dari temuan yang ada, peneliti memunculkan tiga kategori perilaku beragama santri: kategori kesalehan individual, kesalehan sosial, dan perilaku MQ. Dari ketiga kategori kesalehan ini, ditemukan bahwa santri masih dalam kategori kesalehan individual sambil bergerak ke arah kesalehan sosial dan perilaku MQ.
Strategi Dakwah Lewat Iklan Produk Halal di Media Armiah, Armiah
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 14, No 27 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.969 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v14i27.1223

Abstract

Doing dakwah can be customized with media that is currently developing in the community. Preachers can utilize a variety of media that exist in preaching, so the dakwah can reach wide audience, even covers the whole world. We can see today dakwah inserted through advertisements with a wide range of industrial products, food, clothing, cosmetics, and all kinds of needs of life. Islamic messages inserted using Islamic symbols are already known by the public. One of them is halal products on television.Berdakwah bisa menyesuaikan dengan media yang saat ini berkembang di masyarakat. Pendakwah dapat memanfaatkan berbagai media yang ada dalam berdakwah, sehingga jangkauan dakwah menjadi luas, bahkan bisa mencakup seluruh dunia. Dakwah Islam yang disisipkan melalui iklan-iklan dengan berbagai macam produk industri, makanan, pakaian, kosmetik dan segala macam kebutuhan hidup masyarakat, bisa kita saksikan saat ini. Pesan-pesan dakwah Islam yang disisipkan dengan menggunakan simbol-simbol Islam ini sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Salah satunya adalah produk halal yang ada di televisi. 
Analisis Framing pada Pemberitaan Tewasnya Osama bin Laden di Harian Republika-Kompas Najla, Armiah; Rijal, syamsul; falikhah, nur
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 11, No 22 (2012)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.976 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v11i22.1780

Abstract

Mass media have a strong influence in creating the image of characters. The actions and behavior of Osama (Usama) as the leader of al Qaeda  also not immune from the attention of the media. When he was killed by the military elite of Obama, the events are the news headlines in a number of international and national media. Two major newspapers in Indonesia also took a moment to compose how media policy is. Through study groups, the authors traced the creation of the meaning behind the choices of topics taken by two media sources through its affiliates.  Republika chooses  headlines representing subjectivity Islamic-leaning newspaper, giving sympathy and empathy on the issue of Islamic societies in the middle east, whereas Kompas prefers describing the greatness and success of the United States crippled Osama, while putting out the issue to the worlds terrorists locality Indonesia.
Internalisasi Nilai-Nilai Keagamaan Lewat Media Najla, Armiah
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 13, No 25 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.508 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v13i25.1712

Abstract

The values of Islam in society are very important. Moreover, the highly complex challenges of our time. Internalization of Islamic values does not just rely on family or school environment. However, it should also involve the media. Because the media have been criticised as a factor in the destruction of the morality and ethics of society rather than enlightening the nation. The negative effects of accessing media are more dominant than the positive ones. Media managers should have the awareness to build and preserve the moral values of the nation. For that, the media is expected to have a formula in shaping and planting of Islamic values to the minds of the audience. The media should be able to transform itself into a form of locomotive movement in internalization of Islamic teachings, because the majority of media audiences are Muslims. Through Islamic media, it is expected to create social structures that have Islamic mindset and behavior in daily life
STRATEGI DAKWAH LEWAT IKLAN PRODUK HALAL DI MEDIA Armiah, Armiah
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 14, No 27 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.969 KB) | DOI: 10.18592/alhadharah.v14i27.1223

Abstract

Doing dakwah can be customized with media that is currently developing in the community. Preachers can utilize a variety of media that exist in preaching, so the dakwah can reach wide audience, even covers the whole world. We can see today dakwah inserted through advertisements with a wide range of industrial products, food, clothing, cosmetics, and all kinds of needs of life. Islamic messages inserted using Islamic symbols are already known by the public. One of them is halal products on television.Berdakwah bisa menyesuaikan dengan media yang saat ini berkembang di masyarakat. Pendakwah dapat memanfaatkan berbagai media yang ada dalam berdakwah, sehingga jangkauan dakwah menjadi luas, bahkan bisa mencakup seluruh dunia. Dakwah Islam yang disisipkan melalui iklan-iklan dengan berbagai macam produk industri, makanan, pakaian, kosmetik dan segala macam kebutuhan hidup masyarakat, bisa kita saksikan saat ini. Pesan-pesan dakwah Islam yang disisipkan dengan menggunakan simbol-simbol Islam ini sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Salah satunya adalah produk halal yang ada di televisi. 
PERILAKU SIMBOLIS SANTRI DALAM PRAKTIK A , KEAGAMAAN DI PESANTREN DARUT TAUHID BANDUNG Armiah, Armiah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3156

Abstract

Lewat interaksionisme simbolik, manusia sating mempertukarkan simbol dalam interaksi. Hal ini terlihat pula pada santri akhwat di Pesantren Darut Tauhid Bandung. Pemakaian simbol santri seperti jilbab, gamis dan surban menarik dikaji lewat pendekatan komunikasi. Hasil penelitian menemukan simbol verbal dan nonverbal seperti slogan-slogan dan ekspresi nonverbal dalam perilaku sopan-santun, berpakaian, kebersamaan, kebersihan, dan muhasabah yang mengacu pada konsep Manajemen Qalbu (MQ). Penelitian ini menemukan pula tiga kategori perilaku beragama santri di pesantren KH. Abdullah Gymnastiar ini yakni, kesalehan individual, kesalehan sosial, dan perilaku MQ
Peran Kompetensi Literasi Digital Terhadap Konten Hoaks dalam Media Sosial Najla Amaly; Armiah Armiah
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v20i2.6019

Abstract

The rise of cases of spreading hoax news in Indonesia is a negative impact of the development of digital technology and social media which is not balanced with people's digital literacy. Cases of fake and fake news (Hoax) are increasing in Indonesia every year. Kominfo for 24 hours 7 days monitors cyber crime on social media related to hoax information, and almost every day finds disinformation on social media. Tackling the spread of negative content on social media requires digital media literacy skills. However, the Insight Center data survey shows that the digital media literacy of the community is still low, where the national digital literacy index level is still at a score of 3.47 where digital literacy is at the middle level. The survey also shows that the ability to process information, data literacy and critical thinking still has a low score. This journal aims to analyze the digital literacy competence of the community to deal with hoax news content on social media.
Strategi Dakwah Lewat Iklan Produk Halal di Media Armiah Armiah
Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Vol 14, No 27 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/alhadharah.v14i27.1223

Abstract

Doing dakwah can be customized with media that is currently developing in the community. Preachers can utilize a variety of media that exist in preaching, so the dakwah can reach wide audience, even covers the whole world. We can see today dakwah inserted through advertisements with a wide range of industrial products, food, clothing, cosmetics, and all kinds of needs of life. Islamic messages inserted using Islamic symbols are already known by the public. One of them is halal products on television.Berdakwah bisa menyesuaikan dengan media yang saat ini berkembang di masyarakat. Pendakwah dapat memanfaatkan berbagai media yang ada dalam berdakwah, sehingga jangkauan dakwah menjadi luas, bahkan bisa mencakup seluruh dunia. Dakwah Islam yang disisipkan melalui iklan-iklan dengan berbagai macam produk industri, makanan, pakaian, kosmetik dan segala macam kebutuhan hidup masyarakat, bisa kita saksikan saat ini. Pesan-pesan dakwah Islam yang disisipkan dengan menggunakan simbol-simbol Islam ini sudah mulai dikenal oleh masyarakat. Salah satunya adalah produk halal yang ada di televisi. 
Strategi Komunikasi Para Guru Dalam Penyampaian Pesan-Pesan Keagamaan Kepada Siswa Di Madrasah Aliyah Negeri Kelua Sahib Hartoni; Armiah Armiah; Raden Yani Gusriani
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 1, No 1 (2013): Januari-Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.595 KB) | DOI: 10.18592/al-hiwar.v1i1.1189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi para guru dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kelua, faktor pendukung dan penghambatnya serta upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru MAN Kelua.Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah serta seluruh staf dewan guru yang berjumlah 40 orang. Adapun objek penelitian ini adalah strategi komunikasi para guru dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada siswa, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya-upaya yang dilakukan oleh para guru MAN Kelua.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fiedl research), sedangkan teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumenter, sedangkan teknik pengolahan data menggunakan metode kualitatif kemudian diberikan kesimpulan dengan metode induktif.Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa strategi komunikasi para guru dalam penyampaian pesan-pesan keagamaan kepada siswa di Madrasah Aliyah Negeri Kelua adalah dengan pendekatan nasehat dan suri tauladan. Strategi lain adalah dengan pembinaan dan praktek langsung serta melalui penugasan-penugasan sekolah. Pesan keagamaan yang disampaikan kepada siswa terdiri dari aspek keimanan, ibadah dan akhlak.Faktor pendukung para guru dalam penyampain pesan-pesan keagamaan adalah kebijakan kewajiban membaca Alquran setiap pagi, sholat zuhur berjamaah dan lingkungan sekolah yang islami. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kemampuan guru dalam bercerita, pemahaman siswa yang beragam, kurang memperhatikan saat diberikan pelajaran serta latar belakang keluarga yang berbeda.Usaha yang dilakukan para guru dalam menunjang strateginya adalah selalu memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk sharing dan bertanya terhadap permasalahan yang dihadapi dan belum dipahami, menegur langsung siswa yang melanggar peraturan dan memberikan sanksi sesuai kesalahannya, selalu belajar dan memperluas wawasan keilmuan dan selalu mendukung kebijakan sekolah mewujudkan lingkungan islami.
PERAN PENGAJIAN TERHADAP PERKEMBANGAN KONSEP KEBERAGAMAAN PADA DIRI REMAJA DI KOTA BANJARMASIN Armiah Najla
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 5, No 2 (2017): Juli-Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.949 KB) | DOI: 10.18592/al-hiwar.v5i10.1889

Abstract

Religious, for adults is a way of life and not just follow-up. But what about teenagers? Many psychologists say teens are investigating religion as a source of emotional and intellectual stimulation. Teens do not want to take for granted the religious material he hears. Teenagers will cultivate and then decide. In this process comes the significant roles of others who will direct the concept of religiousness in adolescents. Researchers want to see how the influence of reference groups and the environment in shaping and developing adolescent self-concept especially in adolescent religiousness.