cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
URGENSI MEMAHAMI BANUA MELALUI KAJIAN SOSIOLOGI AGAMA Mujiburrahman, Mujiburrahman
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.506 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i1.1483

Abstract

South Kalimantan, the original home of the Banjarese, is one of the most exclusively Muslim provinces in Indonesia. Therefore, in order to understand this region one should not only study the doctrines and rituals of Islam but also the manifestation of Islam in socio-cultural and political realities.The study of Islam in its social dimensions would provide us the ability to explain, predict and even to some extent control the religious tendencies in society. Based on current statistics and contemporary media reports, this paper presents a number of social issues related to religion that should be scientifically studied such as the historical development of Islam in the region, the role of the ulama, Islam and local culture, local politics and public rituals, drug abuses and the influences of the new media. These contemporary socio-religious issues are very important but still scarcely researched.  
PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BANJARMASIN Shalihah, Siti
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i2.3044

Abstract

Mahasiswa sebagai anggota masyarakat yang berpendidikan seharusnya berperan aktif dalam pengelolaan sampah sebagaimana yang dimaksud pasal 28 Undang-Undang No.18 tahun 2008 tentang Peran Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) mahasiswa dapat mendefinisikan sampah, jenis sampah organik dan organik, tetapi belum mengenal sampah B3 karena kurangnya interaksi dengan sampah B3. (2) Sebagian mahasiswa berpartisipasi dalam penempatan sampah pada tempatnya, tetapi masih ada yang suka buang sampah sembarangan. Partisipasi mahasiswa untuk memperbaiki wadah sampah yang rusak juga tidak ada, apalagi untuk menyediakan wadah sampah sendiri. (3) Sistem pengumpulan sampah yang dilakukan oleh mahasiswa adalah sistem individual dan komunal, dengan pola individual tidak langsung dan komunal tidak langsung. Tidak ada kreativitas mahasiswa untuk memanfaatkan sampah menjadi barang yang berguna karena kesibukan dan keterbatasan pengetahuan serta pemahaman mahasiswa tentang manfaat sampah
PEMASARAN JASA PENDIDIKAN IAIN ANTASARI (PERSPEKTIF MARKETING MIX JASA PENDIDIKAN) Ahmad, Juhaidi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 12, No 2 (2014)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.561 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v12i2.318

Abstract

Competition among institutions of education to make educational services marketing into an inter- esting study to be observed . This article is the result of quantitative descriptive research with descrip- tive statistical analysis . The study population was all new students IAIN Antasari in 2013 amounted to 1578 people with a stratified sample of 515 people . This research error rate below 1 % . This study found that the elements of the marketing mix is the reason most dominant freshman academic year 2013/2014 to choose IAIN Antasari is a product ( 92.12 % ) and most do not provide the driving is the promotion element ( 62.27 % ) . Thus , the promotion of which has been implemented so far should be evaluated in order to optimize the marketing of educational services IAIN Antasari . Key Wordss : Product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process
JEJAK-JEJAK PLURALISME AGAMA DALAM SUFISME Hamdie, Ilham Masykuri
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v17i2.3207

Abstract

This article intends to explore Sufism about the pluralism of religion. Khazanah Sufism is known synonymous with the esoteric approach in religion. Through this esoteric approach, the unity of religions or pluralism is very likely to be achieved, because all religions ultimately meet God. In Islam this aspect of esotericism is known to be discussed by Sufism or Sufi figures who have many concepts of unity (al-wahdat) such as Wahdat al-Wujud, Wahdat al-Syuhud, Wahdat al-Ummah and Wahdat al-Adyan. This article is the result of library research that raises the issue of Sufi treasures around religious pluralism. The study in this paper can be considered important, theoretically besides being able to enrich the treasury of Islamic thought more specifically in the field of Sufism, it can also strengthen the theological basis for understanding pluralism of religion, which at the level of praxis can encourage a more harmonious relationship between and among adherents of religion that different. Moreover, if so far the discourse on religious pluralism is considered to always refer to the works of Western religious scholars, those who define pluralism as the view that the One manifests to many or that particular religions are a response to the Almighty, in fact some Sufism or Sufi figures actually have long, first discuss it philosophically and deeply.  
PENDIDIKAN SUFISTIK TAREKAT QADIRIYYAH WA NAQSYABANDIYYAH (KAJIAN ATAS PEMIKIRAN AHMAD KHATIB SAMBAS) Suriadi, Suriadi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.995 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i2.1899

Abstract

Artikel ini mencoba membahas, secara konseptual, bahwa dalam pendidikan sufistik, dapat mengambil perannya untuk menjawab tantangan-tantangan toleransi mutakhir akibat pengaruh globalisasi saat ini. Melalui tarekat menjadi medium atau cara yang harus ditempuh seorang salik (orang yang meniti kehidupan sufistik), dalam rangka membersihkan jiwanya sehingga dapat mendekatkan diri kepada Allah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah (TQN) telah memainkan peranan yang amat penting dalam sejarah Islam. Bahkan hingga kini sangat berpengaruh terhadap keberagaman muslimin di Indonesia. Seperti terlihat dari namanya, tarekat tersebut gabungan dari dua ajaran tarekat yang telah lama berkembang di Nusantara, yakni Qadiriyah dan Naqsabandiyah. Penggabungan dari keduanya dilakukan oleh seorang sufi asal Sambas yakni Ahmad Khatib Sambas.
BEBERAPA PEMIKIRAN TENTANG HISTORIOGRAFI BANJAR Ipansyah, Nor
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i1.3069

Abstract

Masalah penulisan sejarah (historiografi) Banjar sepertinya kurang mendapat perhatian. Karenanya sejarawan Banjar di daerah ini sangat langka. Untuk menulis sejarah Banjar yang lengkap bahannya bukan tidak ada, umpamanya yang ditulis oleh Belanda. Sumber-sumber sejarah baik Iisan, tulisan, atau benda-benda peninggalan yang ada di daerah ini sangat banyak dan perlu digali, terutama kisah-kisah sejarah yang tersebar dari mulut ke mulut para tecuha masyarakat Banjar. Historiografi Banjar akan lebih bermakna kalau mengikuti perkembangan metodologi penulisan sejarah modem. Oleh karenanya penggunaan metodologi dan teori penting dilakukan dalam historiografi, agar sejarah yang dihasilkan tidak sekadar kisah, tetapi mempunyai nilai historitas
PLURALISME AGAMA DAN DIALOG TEOLOGI Wardani, Wardani
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 1, No 2 (2002)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6277.763 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v1i2.624

Abstract

Kemajemukan dalam beragama merupakan kenyataan yang di satu sisi merupakan anugerah Tuhan, namun di sisi lain, karena disikapi secara keliru, juga sering menyebabkan konflik, sebagaimana yang terjadi di Ambon di awal tahun 1999. Akar dari konflik tersebut, di samping kemungkinan disebabkan faktor sosial dan politik, juga tidak pelak lagi adalah karena ari klaim kebenaran masing-masing penganut agama. Artikel ini menjelaskan problem pluralisme agama dan kemungkinan solusi terhadap konflik yang ditimbulkan oleh keragaman tersebut. Solusi yang sering ditawarkan adalah dialog pada tataran teologis. Artikel ini berkesimpulan bahwa dialog teologis adalah tawaran elitis, karena persoalan keselamatan sulit untuk dipertemukan seiring dengan kuatnya klaim kebenaran. Tawaran yang realistis adalah dialog pada tingkat etis, yaitu respon bersama umat beragama terhadap isu-isu etis di sekeliling mereka, seperti isu etis di balik kerusakan lingkungan dan bagaimana etika agama mengatasinya. Tawaran lain dalam menghadapi keragaman agama adalah perspektif filsafat perennial tentang kesatuan transendental agama-agama pada tingkat esoteris. Namun, tawaran ini, sama halnya dengan dialog teologis, hanya menyentuh kalangan elitis. Alasan terpenting tentang tidak mungkinnya dialog teologis dan kesatuan agama-agama, serta ini sekaligus menjadi solusi keragaman itu adalah perlunya kita menyadari bahwa agama memiliki dimensi yang absolut (kebenaran teologis) dan yang relatif (interpretasi dan penerapan yang tergantung dengan berbagai konteks). Inklusivitas sangat terkait dengan dimensi terakhir.Kata-kunci: pluralisme, dialog teologis, absolusitas, relativitas, filsafat perennial, klaim kebenaran
INDUKSI SEBAGAI METODE ILMIAH (KAJIAN TENTANG FILSAFAT ILMU FRANCIS BACON) Noor, Irfan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 8, No 1 (2010)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v8i1.3019

Abstract

Tulisan ini membahas pemikiran filosofis Francis Bacon tentang induksi sebagai metode ilmiah yang sahih bagi ilmu pengetahuan modern. Melalui metode induksi ini, Bacon telah mendorong berkembangnya suatu metode observasi, eksperimentasi, dan komparasi yang lazim dipakai dalam penelitian ilmiah. Salah satu sumbangan Bacon yang begitu penting dalam sejarah filsafat ilmu adalah berpindah titik berat pemikiran ilmiah modern dari pemikiran finalitas yang berpusat pada final cause kepada pemikiran yang berpusat pada efficient cause, dimana alam lebih dipandang menurut proses-proses internal yang saling berinteraksi satu sama lain bukannya menurut suatu tujuan akhir yang dicapai dalam evolusi alam semesta. Dengan demikian, Francis Bacon telah membuat suatu rumusan filsafat ilmu baru, yakni suatu prosedur ilmiah bagaimana ilmu pengetahuan modern dapat berkembang secara sistemik dan progresif
PERANAN MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH SEBAGAI PENDUKUNG DAN PENGEMBAN VISI DAN MISI ALMAMATER Anshari, Isa
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3161

Abstract

Visi dan misi fakultas Tarbiyah adalah berupaya menjadi pelopor dalam rangka melakukan atau melaksanakan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, merniliki komitmen yang kekal dalam pembaharuan pemikiran pengembangan pendidikan Islam dan kehidupan yang disinari oleh ajaran Islam serta berupaya menjadi pusat pengembangan ilmu pendidikan Islam. Seluruh elemen Fakultas Tarbiyah, unsur pimpinan dan perangkatnya, dosen dan karyawan, terutama mahasiswa/alumni merniliki tanggungjawab terhadap pengem-bangan pemberdayaan visi dan misi fakultas Tarbiyah tersebut. Tanggungjawab itu diwujudkan dengan kesungguhan dalam mengaktualisasikan misi almamatemya, menjaga citra diri dan fakultas melalui otonomisasi pendidikan, peningkatan kualitas SOM dan perubahan orientasi kerja
IBRAMSYAH AMANDIT’S SUFISM POEMS: STUDY OF SUFI AESTHETICS Hajriansyah, Hajriansyah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.326 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v15i1.1138

Abstract

Tulisan ini membahas tasawuf dalam konteks seni, terutama melalui puisi Sastrawan Ibramsyah Amandit. Keindahan (al-jamâl), sebagai aspek ilahi adalah perhatian para sufi. Dengan kepekaan mereka terhadap al-Jamâl yang mewakili sifat-sifat Tuhan, Para Sufi mengungkapkan pengalaman terdalam mereka, kemudian menjadikannya sebagai bentuk karya seni yang mengilhami orang lain untuk mendekati Sang Pencipta (Allah). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengulas beberapa puisi Ibramsyah Amandit dalam "Badai Gurun Darah". Pendekatan teoritis yang diterapkan dalam penelitian ini adalah hermeneutika estetika sufi. Puisi Ibramsyah mewakili pengalaman spritualitas dengan simbol mistik yang diambil dari tradisi sufisme atau dari pemikiran lokal dan pribadinya dengan kesadaran akan ketuhanan.This paper discuss Sufism in the context of art, especially through the poems of the Poet Ibramsyah Amandit. Beauty (al-jamâl) as an aspect of the divine of God is the attention of Sufis. With the sensitivity of Jamâl, which represent attribute of God, they then express their inner experiences, thus becoming forms of artwork that inspires others to get closer to the Creator (Allah). This literary research is descriptive qualitative that review some poems of Ibramsyah Amandit in Badai Gurun dalam Darah. The theoretical approach that used is the study of Sufi Aesthetics that is hermeneutics. Ibramsyah?s poems represent sprituality experience with mystical symbols that taken from the sufism tradition or from local and personal thought with awareness of divinity.