cover
Contact Name
iqbal
Contact Email
khazanah@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
iqbalassyauqi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora
ISSN : 0215837X     EISSN : 24607606     DOI : -
Khazanah : Jurnal Studi Islam dan Humaniora ISSN 0215-837X and E-ISSN 2460-7606 is peer-reviewed national journal published biannually by the State Islamic University (UIN) of Antasari Banjarmasin. The journal is published biannually in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Dimensi Kemanusiaan dalam Sistem Ekonomi Islam (Sebuah Kajian dengan Pendekatan Filsafat Hukum Islam) Maskur Rosyid
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v13i1.515

Abstract

AbstractIslam has provided an economical system which certainly reflects the utiliza- tion of resources given by Allah to fulfill humans principal needs and give them good life. Moreover, Islamic economical system is not only based on divinity and moral values, but also based on humanism principal. This be- comes the antithesis of the capitalism system which had been practiced all these times which forced human to be a hedonistic, secularist, and materialistic economy doer. Through the pattern of Islamic philosophical law, the prob- lems will be analyzed by thinking comprehensively, radically, and reflective- critically.Key word: Humanism Dimension, Humanism, Islamic Economical System, Capitalist Economical System
MAKNA UPACARA BATIMBANG DALAM TRADISI MASYARAKAT SUKU BANJAR KUALA TUNGKAL, PROVINSI JAMBI M. Syahran Jailani; Nurhasanah Nurhasanah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v16i2.2339

Abstract

This paper discusses an academic analysis of batimbang traditional ceremony which is one form of the human life cycle ceremony is conducted by urang Banjar Kuala Tungkal Jambi Province. This batimbang ceremony is only intended for baby (child) who born exactly the Safar month in the hijriyah month. Urang Banjar believing, baby (child) was born in the Safar month that is believed in the life ranging from baby to adult will be various experience calamities even some of the urang Banjar considers baby who born in the Safar month or bad month. Urang Banjar carry out this ceremony because they believe the Safar month as a bad month full of reinforcements and ways, and the misfortune of Safar month will befall the child’s life. Batimbang means weighting. Something is weighed to be balanced and sufficient. Therefore, in order to avoid inflicting misfortune and distress to the child, so the child must be weighed as a form of ritual refusing reinforcement and recovery from unlucky circumstances.
DINAMIKA KURIKULUM PONDOK PESANTREN (Studi Tiga Pondok Pesantren Tertua di Kalimantan Selatan) Mahyuddin Mahyuddin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i2.3164

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan yang bercirikan grass roots, pesantren selalu berupaya menyesuaikan misinya dengan kebutuhan dan dinamika perkembangan masyarakat sekitamya, termasuk dalam menyesuaikan dengan perkembangan sistem pendidikan modem. Dalam merespon sistem pendidikan modem. pesantren sedikitnya melakukan dua cara, yaitu merevisi kurikulumnya dengan memasukkan lebih banyak mata pelajaran umum atau bahkan kepentingan umum, dan merevisi kelembagaan dan fasilitas-fasilitas pendidikan bagi kepentingannya dan baik kepentingan pendidikan umum, termamsuk sistem kurikulum. Perubahan sistem dan kurikulum di pesantren tidak terlepas dan ide dan gagasan dari kyai. Hasil penelitian ini mencoba menggambarkan dinamika kurikulum di tiga pondok pesantren tertua di Kalimantan Selatan, yaitu PP Rasyidiyah Khalidiyah, PP lbnul Amin, dan PP Darussalam
KEPEMIMPINAN PERGURUAN DALAM PERSPEKTIF TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK DAN DRAMATURGI Wahyudin Wahyudin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v14i2.1074

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kepemimpinan perguruan tinggi dalam perspektif teori interaksionisme. Dramaturgi memahami bahwa dalam interaksi antara manusia ada kesepakatan    perilaku yang disetujui yang dapat mengantarkan kepada tujuan akhir dari maksud interaksi sosial tersebut. Bermain peran merupakan salah satu alat yang dapat mengacu kepada tercapainya kesepakatan tersebut. bukti nyata bahwa terjadi permainan peran dalam     kehidupan manusia dapat dilihat pada masyarakat kita sendiri. Manusia menciptakan sebuah mekanisme    tersendiri, dimana dengan permainan peran tersebut ia bisa tampil sebagai sosok-   sosok tertentu.Sebagaimana pemikiran Blumer, pemikiran Goffmanmelihat masyarakat terdiri atas kehidupan yang diliputi oleh berbagai tingkah laku. Goffman selalu memandang bahwa perilaku keseharian dan interaksi tatap muka diibaratkan sama dengan panggung teater/drama.
THE TRADITION OF YASINAN IN INDONESIA Akhmad Sagir; Muhammad Hasan
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 19, No 2 (2021)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v19i2.4991

Abstract

Surah Yasin is a surah often recited in various religious activities in Indonesian society. Yasin a considered a surah that has many benefits. The tradition of reciting Yasin is a routine practice done by Muslims, especially in Indonesia. However, the recitation of Yasin in Indonesia is encountered in various forms in religious rituals. Therefore, the writing was based on people gathering to recite Yasin. It can be seen that the reciting Yasin is not only in the culture but the Islamic values that are instilled. This study aims to conduct a literature review study on the living Qur’an use of Yasin in Indonesia. The ATLAS.ti application version 9.0.20.0 was used to assist in analysing existing data. This research method used was reviewing the living Qur’an literature, including 1) the first stage: planning review, 2) the second stage: the implementation of the review, and 3) the last stage: presentation of results. The researcher found 78 articles from the google scholar index source, and 28 papers were read and analysed in this study. The findings showed Yasin’s function for public belief and forms of traditions cultivated in Indonesia’s living Qur’an. These findings resulted in the reciting of Yasin as a practice cultured by the community. Also, the culture of reciting Yasin becomes a sacred ritual and full of meaning in every activity. It is suggested that future research provides a specific knowledge contribution to reciting Yasin in Indonesia.
FILSAFAT SEBAGAI METODE PENDEKATAN STUDI ISLAM Muhammad As-Said
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i2.3072

Abstract

Tulisan ini memberikan wacana pendekatan studi Islam dengan menggunakan metode filsafat. Tulisan ini membahas bagaimana menggunakan pendekatan filsafat terhadap studi agama Islam. Di dalamnya juga membahas posisi filsafat apabila bertentangan dengan agama. Perlunya upaya taufiq (memadukan) antara filsafat dan agama. Pendekatan studi agama Islam dengan menggunakan pendekatan filsafat perlu dilakukan sebagai salah satu alat untuk mencari pembenaran agama itu sendiri. Pernikiran-pemikiran filsafat itu harus dikaji lebih dahulu secara mendalam dan hati-hati, sehingga tidak berbahaya bagi diri sendiri maupun orang yang mengikuti pemikiran tersebut.
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN INTEGRATIF (Studi di Lembaga Pengabdian Masyarakat STAIN Malang Jawa Timur) Muhammad Yuseran
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 1 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i1.3157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fenomena dan peristiwa yang berkaitan dengan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan Integratif (PKLI) di STAIN Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Sumber data yang ditetapkan adalah Ketua STAIN Malang sebagai penggagas ide PKLI, Ketua dan Sekretaris serta staf LPM, ketua jurusan, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa dan informan tambahan. Pelaksanaan PKLI di STAIN Malang cukup baik dilihat dari segi pelaksanaan program secara institusional, kebijakan pimpinan, persepsi, sikap dan partisipasi mahasiswa dan dosen dalam program PKLI tetapi masih harus ditingkatkan lagi. Faktor penunjangnya adalah dukungan dari lembaga (STAIN), lembaga penerima, mahasiswa peserta, dan pengalaman pelaksanaan PKLI. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya koordinasi, kurangnya tanggung jawab orang tertentu dalam organisasi pelaksana dan waktu yang sangat terbatas serta lebih terfokus pada bidang pembinaan profesi.
REPRESENTASI LIQUID RELIGION KELAS MENENGAH MUSLIM DALAM FILM ISLAMI PASCA ORDE BARU Supriansyah Supriansyah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v17i1.2689

Abstract

The main focus of this article is the construction of the middle class Muslims through representation and images in the form of Islamic films. Representations and simulations are used to maintain and strengthen the position of the middle class in Muslim societies. In the era of liberal capitalism, spectacle media is the most popular medium of society. The image is the main value in the media, which disturbs the society of capitalism to smooth the agenda of capitalism and consumerism. The main question in this article is how the representation and simulation of Islam is from the middle class Muslims in Indonesian Islamic films in post-new Order era? This article reveals the position of Islamic films as a medium of preservation of the religious values of the middle class that are displayed through film framing such as economic ability, education qualifications and political choice. The identity of the middle class is a value that is not only illustrated without ideological battles and the struggle for space in films, but at the same time becomes a religious ideological medium, especially the closed middle class Muslims ideology.
MUKTAZILAH: KEKUATAN DAN KELEMAHANNYA Sahriansyah Sahriansyah
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 6, No 1 (2008)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v6i1.3067

Abstract

Secara metodologis maupun materi aliran Muktazilah mempunyai kekuatan dan kelemahan. Adapun kekuatan yang dimiliki Muktazilah terletak pada pemberdayaan aka! secara maksimal untuk mempelajari teologi kalam dan memberikan kebebasan manusia untuk berbuat secara liberal, sehingga manusia menjadi kreatif dan dinamis. Sedangkan kelemahan yang terdapat pada Muktazilah ada dua, yaitu: Pertama, metode rasional dan dialektik yang digunakan Muktazilah membawa implikasi negatif dan tidak bisa diterima kalangan awam. Kedua, materi• materi tauhid yang menjadi trade mark Muktazilah sudah dianggap ketinggalan zaman karena bersifat spekulatif
PERNIKAHAN DINI, PENDIDIKAN, KESEHATAN DAN KEMISKINAN DI INDONESIA : MASIHKAH BERKORELASI? Ahmad Juhaidi; Masyithah Umar
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v18i1.3585

Abstract

The percentage of early marriages in South Kalimantan is the highest in Indonesia but the poverty rate in this province is the third lowest. This gives an early indication that early marriages in the province are not associated with poverty. Therefore, the case of early marriages in South Kalimantan is interesting to be observed. This study investigates what are the causes of early marriages in South Kalimantan and whether early marriages have a correlation with poverty and other indicators such as education and health levels. To answer that, data collection is done by documentation of interviews transcript and data report from the Central Statistics Agency of South Kalimantan. This study finds that the causes of early marriages in South Kalimantan relate to economic problems and as a way to protect families.  This study also finds that there is a significant negative correlation between early marriages and the level of education ( -0,005 < 0,05) and between early marriages and health (-0,001 < 0,05). Surprisingly, there is no significant correlation between early marriages and poverty (0,073 > 0,05).  This means that the higher the number of early marriages, the lower the level of education and health and vice versa.  This finding is important for policy makers, communities, and religious leaders to focus on supporting public education to prevent early marriages and break the cycle of problems associated with early marriages. Persentase pernikahan dini di Kalimantan Selatan tertinggi di Indonesia tetapi angka kemiskinan di Provinsi ini berada posisi tiga terendah. Hal tersebut memberi petunjuk awal bahwa pernikahan dini di provinsi ini tidak berhubungan dengan kemiskinan. Oleh karena itu, kasus pernikahan dini di Kalimantan Selatan menarik untuk dicermati. Penelitian ini mencari penyebab terjadinya pernikahan dini di Kalimantan Selatan dan korelasi antara pernikahan dini dengan tingkat pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Untuk menjawab itu pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi transkrip wawancara dan laporan data dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan. Penelitian ini menemukan bahwa penyebab terjadinya pernikahan dini di Kalimantan Selatan adalah permasalahan ekonomi dan sebagai cara untuk melindungi keluarga. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pernikahan dini berkorelasi signifikan dengan tingkat pendidikan (-0,005 < 0,05) dan kesehatan (-0,001 < 0,05) dengan nilai negatif, tetapi pernikahan dini tidak berkorelasi signifikan dengan kemiskinan (0,073 > 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jika persentase pernikahan dini menurun, tingkat pendidikan dan angka harapan hidup akan meningkat. Temuan ini penting untuk pengambil kebijakan, komunitas, serta tokoh agama untuk fokus pada dukungan terhadap pendidikan masyarakat untuk mencegah pernikahan dini dan memutus siklus permasalahan yang terkait dengan pernikahan dini.