cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Universitas Malahayati Bandar Lampung, Indonesia Jl Pramuka No. 27 Kemiling Bandar Lampung, Indonesia
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : 10.33024/hjk
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2023)" : 10 Documents clear
Bauran pemasaran jasa (7P) terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan di Rumah Sakit: Literature review Siti Alfani; Bagoes Widjanarko; Ayun Sriatmi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.8870

Abstract

Background: The success of a service organization such as a hospital requires a marketing strategy. Hospitals need to prepare coordination for the performance of health services so that they can meet the needs and expectations of patients.Purpose: To determine the influence of the marketing mix on patient decisions in choosing services at the Hospital.Method: This study is a Literature Review. Search for reference sources in the form of published scientific articles. References to scientific articles which discuss the service marketing mix (7P) on patient decisions in choosing services at the hospital. Collection of references through several online databases namely Science Direct, Scopus, ProQuest, Springer Link, Google Scholar, JSTOR and PubMed. The keywords used in the search are "Marketing mix (marketing mix)", "7P marketing mix" "Purchase decision (decision making)', the decision to choose and "Hospital".Results: Of the seven articles reviewed and all of them are quantitative studies. Furthermore, five articles (78 percent) were obtained that stated that the service marketing mix (marketing mix) had a significant influence on the patient's decision to choose services at the hospital. Two other articles show an illustration that (22 percent) of the service marketing mix (marketing mix) has no significant influence on the patient's decision to choose services at the hospital.Conclusion: There is a relationship between the marketing mix (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) on patient satisfaction in choosing services at the hospital.Keywords: Marketing Mix; Service; Decision; Choosing; Hospital.Pendahuluan: Keberhasilan dari suatu organisasi jasa seperti rumah sakit memerlukan strategi pemasaran. Rumah sakit perlu menyiapkan kordinasi terhadap kinerja layanan kesehatan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pasien.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan di Rumah Sakit.Metode: Studi ini merupakan Literature Review. Pencarian sumber referensi berupa artikel ilmiah yang dipublikasikan. Referensi artikel ilmiah yang artikel yang membahas tentang bauran pemasaran jasa (7P) terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan di rumah sakit. Pengumpulan referensi melalui beberapa database online yaitu Science Direct, Scopus, ProQuest, Springer Link, Google Scholar, JSTOR dan PubMed. Adapun kata kunci yang digunakan dalam pencarian yaitu “Bauran Pemasaran (marketing mix)”, “marketing mix 7P” “Keputusan Pembelian (decision making)’, keputusan memilih dan “Rumah Sakit (hospital)”.Hasil: Dari tujuh artikel yang direview dan semuanya merupakan penelitian kuantitatif. Selanjutnya didapatkan lima artikel (78 persen) yang menyebutkan bahwa bauran pemasaran jasa (marketing mix) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan di rumah sakit. Dua artikel lainnya menunjukan gambaran bahwa (22 persen) bauran pemasaran jasa (marketing mix) tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan pasien dalam memilih layanan di rumah sakit.Simpulan: Terdapat hubungan antara bauran pemasaran (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) terhadap kepuasan pasien dalam memilih layanan di rumah sakit. 
Tingkat pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi pada usia produktif Sumarni Sumarni; Dian Mariza Riskiah; Nugroho Djati Satmoko; Muhammad Iqbal Ahmad; Melsa Ulfie Wahyudianty
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9360

Abstract

Background: Hypertensive disease continues to increase and the cause of the increasing prevalence of hypertension is community behavior.Purpose: To determine the relationship between knowledge and attitudes with the incidence of hypertension at a productive age.Method: A cross-sectional research design with the population is people of productive age. The sample in this study was 102 respondents. The random sampling method is simple. The instrument used in this study was a questionnaire. Data analysis was used in this study using the chi-square test.Results: The prove the relationship of knowledge with the incidence of hypertension (p = 0025), and there is a relationship between attitude with the incidence of hypertension (p = 0.003).Conclusion: Prevention of hypertension can be done by increasing knowledge and changing attitudes in society.Suggestion: Health workers to further improve health education to the public, especially the productive age about hypertension prevention and a healthy lifestyle.Keywords: Hypertension; Knowledge; Attitude.Pendahuluan: Penyakit hipertensi terus mengalami peningkatan dan penyebab meningkatnya prevalensi hipertensi adalah prilaku masyarakat.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi pada usia produktif.Metode: Penelitian cross sectional dan populasinya yaitu masyarakat usia produktif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 102 responden. Metode pengambilan sampel acak sederhana. Insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil: Membuktikan adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian hipertensi (p=0025), dan ada hubungan sikap dengan kejadian hipertensi (p=0,003).Simpulan: Pencegahan hipertensi dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan melakukan perubahan sikap pada masyarakat.Saran: Tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya usia produktif tentang pencegahan hipertensi dan pola hidup sehat. 
Kebiasaan merokok dan konsumsi garam berlebihan terhadap kejadian hipertensi pada lansia Ilham Kamaruddin; Neti Sulami; Muntasir Muntasir; Zulkifli Zulkifli; Mauritz Pandapotan Marpaung
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9120

Abstract

Background: Hypertension is one of the non-communicable diseases that many people of productive age and the elderly suffer from today. The increase in the prevalence of hypertension is influenced by lifestyle, one of which is smoking and excessive salt consumption.Purpose: To determine the smoking habits and excessive salt consumption on hypertension occurrence among the elderly.Method: A cross-sectional research design with a population was the elderly who lived in the working area of the Mangger Health Centre. The number of samples in this study was 91 elderly. The sampling technique used is purposive sampling. The instrument used is a questionnaire. Data analysis using chi-square test.Results: Finding that there was an influence between smoking behavior on the incidence of hypertension in the elderly (0.040<0.05) and OR = 2.663. there is an influence between excessive salt consumption on the incidence of hypertension in the elderly (0.001<0.05) and OR= 4.948Conclusion: The elderly who smoke are 2.6 times more likely to suffer from hypertension compared to the elderly who do not smoke and the elderly who consume excess salt is 5 times more likely to suffer from hypertension compared to the elderly who do not consume excess saltSuggestion: Health workers to provide education to the public about efforts to prevent hypertension by improving lifestyle.Keywords: Smoking habits; Excessive salt consumption; Hypertension; Elderly.Pendahuluan: Hipertensi  merupakan  salah  satu  penyakit  tidak  menular  yang  banyak  diderita  oleh masyarakat usia produktif dan lansia saat ini. Peningkatan prevalensi hipertensi dipengaruhi oleh gaya hidup salah satunya adalah merokok dan konsumsi garam berlebih.Tujuan: Mengetahui pengaruh kebiasaan merokok dan konsumsi garam berlebihan terhadap kejadian hipertensi pada lansiaMetode: Penelitian cross sectional dengan populasinya lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Mangger dan jumlah sampelnya sebanyak 91 lansia. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil: Didapatkan adanya pengaruh antara perilaku merokok terhadap kejadian hipertensi pada lansia (0,040<0,05) dan OR=2,663. Ada pengaruh antara konsumsi garam berlebihan terhadap kejadian hipertensi pada lansia (0,001<0,05) dan OR= 4,948.Simpulan: Lansia yang merokok berpeluang 2,6 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan lansia yang tidak merokok dan lansia yang mengkonsumsi garam berlebih berpeluang 5 kali menderita hipertensi dibandingkan dengan lansia yang tidak konsumsi garam berlebih.Saran: Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang upaya pencegahan hipertensi dengan memperbaiki gaya hidup.
Inhalasi aromaterapi peppermint dan jahe untuk mengurangi nyeri serta kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi Tuti Suprapti; Ade Tika Herawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.8744

Abstract

Background: Cancer is a group of diseases characterized by the uncontrolled growth and spread of abnormal cells. In 2020, cancer is the cause of death for around 9.9 million people. One of the pharmacological therapies that can treat cancer is chemotherapy. Side effects of chemotherapy can cause pain and fatigue. Previous studies have given ginger to reduce nausea.Purpose: To determine the effectiveness of peppermint and ginger essential oil to reduce pain and fatigue in cancer patients undergoing chemotherapyMethod: Pre-experimental without control one group pretest-posttest design, sampling using purposive sampling, with a total sample of 41 people at the Bandung Cancer Society Shelter House from July to August 2022, the instrument used for intensity Pain is a pain intensity checklist sheet, namely the CPS (Comparative Pain Scale) while fatigue uses the BFI (Brief Fatigue Inventory) which is a questionnaire to measure fatigue in cancer patientsResults: The level of pain and fatigue in patients with chemotherapy before using peppermint was mostly 27 (65.9 percent) had moderate pain. After using peppermint, almost all participants 29 (70.7 percent) had moderate pain, the level of pain and fatigue in patients with chemotherapy before using ginger was mostly 27 (65.9 percent) moderate pain, after using ginger mostly 24 (58.5 percent) mild pain. Statistically, the effectiveness of both shows a p-value of 0.001 < the alpha value (0.05).Conclusion: Peppermint and ginger aromatherapy are effective in reducing pain levels and fatigue levels.Suggestion: The peppermint and ginger aromatherapy can be used as an alternative to reduce pain and fatigue in cancer patients undergoing chemotherapyKeywords: Peppermint (Mentha x piperita); Ginger (Zingiber officinale); Chemotherapy; Fatigue; Pain.Pendahuluan: Kanker merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal yang tidak terkontrol. Pada tahun 2020 kanker menjadi penyebab kematian bagi sekitar 9,9 juta jiwa. Salah satu terapi farmakologis yang dapat mengatasi kanker adalah kemoterapi. Efek samping kemoterapi dapat mengakibatkan  nyeri dan fatigue. Penelitian sebelumnya pemberian jahe untuk mengurangi rasa mual.Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan Inhalasi aromaterapi peppermint dan jahe untuk mengurangi nyeri serta kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapiMetode: Pre eksperimen tanpa control one group pretest-posttest design, pengambilan sample menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sample 41 orang yang ada di rumah singgah Bandung Cancer Sosiety pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022,  Instrumen yang  digunakan untuk intensitas nyeri adalah lembar chek list intensitas nyeri yaitu CPS (Comparative Pain Scale) sedangkan kelelahan menggunakan BFI (Brief fatigue inventory) merupakan quesioner untuk mengukur kelelahan pada pasien kanker. Hasil: Tingkat nyeri dan kelelahan pada pasien dengan kemoterapi sebelum menggunakan pepermint adalah sebagian besar 27 (65,9 persen) nyeri sedang. Sesudah mengunakan pepermint hampir seluruh partisipan 29 (70,7 persen) nyeri sedang, tingkat nyeri dan kelelahan pada pasien dengan kemoterapi sebelum mengunakan jahe sebagaina besar 27 (65,9 persen) nyeri sedang, sesudah mengunakan jahe sebagian besar 24 (58,5 persen) nyeri ringan. Efektifitas keduanya secara  statistik menunjukkan nilai p-value 0,001 < dari nilai alpha (0.05).Simpulan: Pemberian aromaterapi peppermint dan jahe efektif untuk menurunkan tingkat nyeri dan tingkat kelelahan.Saran: Pemberian aromaterapi peppermint dan jahe dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi nyeri dan kelelahan pada pasien kemoterapi.
Pengaruh pijat laktasi pada ibu nifas terhadap produksi ASI Naili Rahmawati; Indra Karana
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.8607

Abstract

Background: The factor that influences breastfeeding is the feeling of comfort after giving birth. One way to stimulate the hormone oxytocin and increase comfort is with lactation massage. Profile of exclusive breastfeeding in West Java as many as 349,968 (46.4 percent) infants aged 0-6 months out of 754,438 babies 0-6 months who received exclusive breastfeeding, however Bandung City that have exceeded the national target of about 97.4 percent.Purpose: To determine the effect of lactation massage on breast milk production in Midwives Independent Practice ‘D’ Bandung City.Method: A quasi-experimental research type with a posttest-only design. The sampling technique used purposive sampling with a number of participants as many as 30 people. Data were collected using a checklist and processed by statistical tests, namely the independent sample T-test.Results: The results show that the bivariate analysis test showed that significant relationship between the effect of lactation massage on postpartum mothers on milk production with the p-value was 0,000 < 0.05.Conclusion: There is a significant effect of lactation massage on milk production in postpartum mothers.Keywords: Post-Partum; Lactation; Massage; Breast Milk Production.Pendahuluan: Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI adalah rasa nyaman setelah melahirkan. Salah satu cara untuk merangsang hormon oksitosin dan meningkatkan rasa nyaman adalah dengan pijat laktasi. Profil Pemberian ASI eksklusif di Jawa Barat sebanyak 349.968 (46,4 persen) bayi umur 0-6 bulan dari 754.438 jumlah bayi 0-6 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif, walaupun demikian Kota Bandung telah melampaui target nasional, yaitu 97,4 persen.Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat laktasi terhadap produksi ASI di Praktik Mandiri Bidan ‘D’ Kota Bandung.Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain posttest only. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang. Data dikumpulkan dengan lembar cek list dan diolah dengan uji statistic yakni uji independen sample T-test.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa hasil uji analisis bivariat, didapatkan hubungan yang signifikan pengaruh pijat laktasi pada ibu nifas terhadap produksi ASI dengan nilai p-value yaitu 0,000 < 0,05.Simpulan: Terdapat pengaruh pijat laktasi terhadap produksi ASI pada ibu nifas secara signifikan. 
Pengetahuan dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua yang memiliki anak dengan tuberkulosis pada masa pandemi Covid-19 Putri Rhamelani; Windy Rakhmawati; Nenden Nur Asriyani Maryam; Sri Hendrawati
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.8651

Abstract

Background: During the covid-19 pandemic in West Java, there was a decrease in the number of visits and extended TB care for children, especially at Al-Ihsan Hospital due to the lack of health-seeking behavior from parents. One of the main predisposing factors of this behavior is knowledge. Increased knowledge becomes the basis for the formation of behavior.Purpose: To examine the relationship between parental knowledge of tuberculosis and health-seeking behavior in children during the covid-19 pandemic at Al-Ihsan HospitalMethod: Correlational research design with a retrospective approach. The study population consisted of 156 parents with tuberculosis children aged 0 to 14 years at the Pediatric Polyclinic of Al-Ihsan Hospital. The research sampling technique used purposive sampling with a sample of 51 respondents. The questionnaire used was adapted from a survey developed by World Health Organization (WHO) and tested for validity and reliability. The statistical test used the Spearman Rank test. Univariate and bivariate analyzes were used to analyze study data.Results: Analysis of the total score of parental knowledge of children's tuberculosis found that 37 out of 51 respondents (72.5 percent) had good knowledge and 14 out of 51 respondents (27.5 percent) had poor knowledge and 47 out of 51 respondents (92.2 percent) included in the modern health-seeking behavior and 4 out of 51 respondents (7.8 percent) included in the self-medication or self-treatment which showed a relationship between knowledge and parents' health seeking behavior towards child TB (p = 0.026 < α = 0.05; correlation coefficient = 0.311).Conclusion: There is a positive relationship with low correlation strength between knowledge and parents' health service-seeking behavior towards TB in children.Keywords: Children; Health-Seeking Behavior; Knowledge; Parents; TuberculosisPendahuluan: Selama pandemi covid-19 di Jawa Barat, terdapat penurunan angka kunjungan dan perpanjangan perawatan TB anak terutama di RSUD Al-Ihsan akibat kurangnya perilaku pencarian pelayanan kesehatan dari orang tua. Salah satu faktor predisposisi utama dari perilaku tersebut adalah pengetahuan. Peningkatan pengetahuan menjadi dasar pembentukan perilaku.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak selama pandemi covid-19 di RSUD Al-Ihsan.Metode: Rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan retrospective. Populasi penelitian adalah 156 orang tua dengan anak penderita TB usia 0-14 tahun di rawat jalan Poli Anak RSUD Al-Ihsan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 51 orang. Kuesioner yang digunakan diadaptasi dari survei yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) serta dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik penelitian ini digunakan uji Rank Spearman.Hasil: Analisis dari total skor pengetahuan orang tua terkait TB anak didapatkan 37 dari 51 responden (72,5 persen) memiliki pengetahuan baik dan 14 dari 51 responden (27,5 persen) memiliki pengetahuan buruk serta 47 dari 51 responden (92,2 persen) termasuk kategori modern health seeking behavior dan 4 dari 51 responden (7,8 persen) termasuk kategori self medication or self treatment yang menunjukkan relasi antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak (p = 0,026 < α = 0,05; Koef. Korelasi = 0,311).Simpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak.
Keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) Irwan Ashari; Taufik Kurrohman; Matheus Aba; Endang Surjati; Efendi Efendi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9257

Abstract

Background: The incidence of dengue fever in the City of Bandung is still a problem that must be resolved immediately. Efforts to eradicate mosquito nests are one of the most effective ways to reduce disease transmission. Eradication can be carried out from mosquitoes still in the form of larvae.Purpose: To determine the relationship between the presence of aedes aegypti mosquito larvae with the incidence of dengue haemorrhagic fever.Method: A cross-sectional study was conducted in the working area of Puter Health Centre. The research sample was taken using the stratified random sampling technique, which was 63 respondents. The instrument in this study was to use a checklist sheet using the observation method. Data analysis using chi-square test.Results: Most of the houses observed did not have mosquito larvae, of 63.5 per cent, and most did not suffer from dengue haemorrhagic fever, which was 82.5 per cent. There is a relationship between the presence of mosquito larvae and the incidence of dengue haemorrhagic fever.Conclusion: People who live in homes with mosquito larvae are 6.5 times more likely to suffer from dengue haemorrhagic fever compared to people who live in homes where there are no mosquito larvae.Suggestion: To the Public Health Centre to optimize larva monitor cadres to carry out monitoring every week at people's homes.Keywords: Dengue hemorrhagic fever; Larvae; Aedes aegyptiPendahuluan: Kejadian demam berdarah di Kota Bandung masih menjadi permasalahan yang harus segera diselesaikan. Upaya pemberantasan sarang nyamuk adalah salah satu cara yang cukup efektif dalam menekan penularan penyakit. Pemberantasan dapat dilakukan dari nyamuk masih dalam bentuk larva atau jentik.Tujuan: Untuk mengetahui keberadaan jentik nyamuk aedes aegypti dengan kejadian demam berdarah dengue.Metode: Penelitian cross sectional dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Puter. Sampel penelitian diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu sebanyak 63 responden. Instrumen dalam penelitian ini yaitu menggunakan lembar checklist dengan menggunakan metode observasi. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil: Sebagian besar rumah yang di observasi tidak terdapat jentik nyamuk yaitu 63,5 persen, dan sebagian besar tidak menderita demam berdarah dengue yaitu 82,5 persen. Ada hubungan antara keberadaan jentik nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue.Simpulan: Orang yang tinggal di rumah yang terdapat jentik nyamuk berpeluang 6,5 kali menderita demam berdarah dengue dibandingkan dengan orang yang tinggal di rumah yang tidak terdapat jentik nyamuk.Saran: Kepada pihak Puskesmas agar mengoptimalkan kader jumantik untuk melakukan monitoring setiap minggu ke rumah-rumah masyarakat. 
Dukungan kader jumantik dengan perilaku masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue (DBD) Wahyudi Wahyudi; Herlina Lidiyawati; Monica Feronica Bormasa; Fitri Dian Nila Sari; Nur Husnul Khatimah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9452

Abstract

Background: Dengue hemorrhagic fever is still a problem in the city of Bandung. The aedes aegypti mosquito is the main cause of the spread of this disease.Purpose: To determine the relationship between the support of larva monitor cadres and mosquito nest eradication behavior.Method: The design used in this study was cross-sectional and conducted in the working area of the Panyileukan Health Center, Bandung City. The research sample was taken using a stratified random sampling technique, which was 67 respondents. Data analysis using chi-square test.Results: Found that a small percentage of respondents carried out mosquito nest eradication in the good category, namely 31.3 percent and a small percentage of respondents stated that cadres were less supportive, namely 32.8 percent. There was a significant association between cadre support and mosquito nest eradication behaviours (p=0.010) and OR=4,800 (1,578-14,602).Conclusion: People who get the support of good cadres are 4.8 times more likely to eradicate mosquito nests than people who lack the support of cadres.Suggestion: To provide training to larva monitor cadres, especially on the management of monitoring mosquito larvae in residents' homes.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; Cadre; Support; Eradication; Mosquito Nests.Pendahuluan: Demam berdarah dengue masih menjadi permasalahan di Kota Bandung. Nyamuk aedes aegypti adalah penyebab utama penyebaran penyakit ini.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan kader jumantik dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk.Metode: Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan Kota Bandung. Sampel penelitian diambil dengan teknik stratified random sampling yaitu sebanyak 67 responden. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil: Didapatkan sebagian kecil responden melakukan pemberantasan sarang nyamuk pada kategori baik yaitu 31,3 persen, dan sebagian kecil responden menyatakan kader kurang mendukung yaitu sebesar 32,8 persen. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan kader dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (p=0,010) dan OR=4,800 (1,578-14,602).Simpulan: Orang yang mendapatkan dukungan kader baik berpeluang melakukan pemberantasan sarang nyamuk sebesar 4,8 kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang kurang mendapatkan dukungan dari kader.Saran: Agar memberikan pelatihan kepada kader jumantik utamanya tentang tatalaksana melakukan monitoring jentik nyamuk di rumah-rumah warga.
Analisis faktor yang berhubungan dengan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Yusuf Firmansyah; Wayan Aryawati; Dhiny Easter Yanti; Dessy Hermawan; Karbito Karbito
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9893

Abstract

Background: Nutritional status was one of the determinants of the health development, WHO predicts 40% of pregnant women worldwide suffer from anemia, the proportion of anemia in pregnant women in Indonesia is 48.9%, in Lampung Province is 37.1%, in West Coast District is 21 % and in Bengkunat Health Center by 18%. the proportion of anemia in pregnant women in Indonesia increased from 37.1% in 2013 to 48.9% in 2018.Purpose: To analyze factors related to the nutritional status of pregnant women based on measurements of Hb levels in the working area of Bengkunat Primary Health Care in Pesisir Barat District year 2022.Method: This type of research was quantitative with a cross-sectional design, a population of 515 pregnant women in the 1st and 2nd trimesters and a sample of 225 pregnant women using quota sampling technique, then analyzed by chi square and logistic regression.Results: The study found a varied and nutritionally balanced diet (p value=0.000 and OR=4.4), intake of foods rich in iron sources (p value=0.015 and OR=2.4), repeated pregnancies in a short time (p-value = 0.004 and OR = 3.1), education (p-value = 0.013), adherence to taking iron tablets (p-value = 0.000 and OR = 3.2) with the nutritional status of pregnant women. The variable most related to the nutritional status of pregnant women was adherence to taking iron tablets (OR 3.0), followed by a varied and nutritionally balanced diet (OR 2.7), repeated pregnancies in a short time (OR 2.2), and education with (OR 2.1) influence on the nutritional status of pregnant women.Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of pregnant women based on the measurement of Hb levels. Pregnant women who do not adhere to taking iron tablets have a risk of experiencing anemia 3 times higher than pregnant women who adhere to taking iron tablets.Suggestion: to the UPTD head of the Bengkunat Health Center to create a nutritional literacy program for pregnant women, especially adherence to taking blood-boosting tablets, empowering husbands and families as supervisors for taking blood-boosting tablets and using reminders on personal cellphones to increase medication adherence, launching a fish-eating movement for pregnant women and competitions for counseling for cadres to deliver health nutrition messages on medication adherence in an effort to prevent anemia in pregnancy.Keywords: Nutritional Status; Anemia; Pregnant womenPendahuluan: Status gizi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan,  WHO memprediksi 40% wanita hamil di seluruh dunia menderita Anemia, proporsi anemia di Indonesia sebesar 48,9%, di Propinsi Lampung 29,1%, di Kabupaten Pesisir Barat sebesar 21%  di UPTD Puskesmas Bengkunat sebesar 18%. Proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018.Tujuan: Dianalisisnya faktor yang berhubungan dengan  status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb di wilayah kerja UPTD Puskesmas  Bengkunat  Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022.Metode: Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi 515 ibu hamil pada trimester 1 dan 2 dan sampel 225 ibu hamil dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling, lalu dianalisis dengan analisis bivariate dengan chi square dan multivariate dengan regresi logistik.Hasil: Didapatkan pola makan beragam dan bergizi seimbang (p value=0,000 dan OR=4,4), asupan makanan kaya sumber zat besi (p value=0,015 dan OR=2,4), kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (p value=0,004 dan OR=3,1), pendidikan (p value=0,013), kepatuhan minum tablet tambah darah (p value=0,000 dan OR=3,2) dengan status gizi ibu hamil.  Variabel yang paling berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah kepatuhan minum tablet tambah darah  (OR 3,0), disusul oleh pola makan beragam dan bergizi seimbang (OR 2,7),  Kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (OR 2,2) dan pendidikan dengan (OR 2,1) berpengaruh pada status gizi ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb. Ibu hamil yang tidak patuh minum tablet tambah darah memiliki risiko mengalami anemia 3 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang patuh minum obat tablet tambah darah.Saran: kepada kepala UPTD Puskesmas Bengkunat untuk membuat program literasi gizi ibu hamil khususnya kepatuhan minum tablet tambah darah, memberdayakan suami dan keluarga sebagai pengawas minum tablet tambah darah dan menggunakan alat bantu pengingat di ponsel pribadi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, mencanangkan gerakan makan ikan bagi ibu hamil dan lomba bagi penyuluhan bagi kader untuk menyampaikan pesan gizi kesehatan kepatuhan minum obat dalam upaya pencegahan anemia kehamilan. 
Penerapan manajemen asuhan keperawatan model tim dan model primer terhadap mutu asuhan keperawatan Endah Indrawati; Erlena Erlena
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i1.9745

Abstract

Background: Nursing is a profesional service as an integral part of health care. Profesional nursing services can be realized if it is implemented by professional nursing staff so that they can contribute on improving hospital services quality, especially nursing services. Thus the method of providing nursing care is part of the organizing function. The method of providing nursing care consists of five methode which include functional method, case method, team method, modular method, and primary method.Purpose: To find out the effectiveness of the implementation of the team model and primary model of nursing care management on the quality of nursing care in the inpatient room of Karawang District Hospital.Method: Quasi experiment with pre post test design with group design with a total sample of 104 respondents. Data were analyzed using the GLM-RM test.Results: There was a significant difference in the team method group and the primary method group with a p value <0.05.Conclusion: The application of the team method and the primary method has an effect on improving the quality of nursing services.Keywords: Nursing Care Management; Team Model; Primary Models; Quality of Nursing Care.Pendahuluan: Keperawatan merupakan pelayanan profesional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan profesional dapat terwujud apabila dilaksanakan oleh tenaga keperawatan yang profesional sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit khususnya pelayanan keperawatan. Dengan demikian metode pemberian asuhan keperawatan merupakan bagian dari fungsi pengorganisasian. Metode pemberian asuhan keperawatan terdiri dari lima metode yang meliputi metode fungsional, metode kasus, metode tim, metode modular dan metode primer.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penerapan manajemen asuhan keperawatan model tim dan model primer terhadap mutu asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Karawang.Metode: Quasi eksperimen dengan rancangan pre post test with group design dengan jumlah sampel 104 responden. Data dianalisis menggunakan uji GLM-RM.Hasil: Terjadi perbedaan yang signifikan pada kelompok metode tim dan kelompok metode primer dengan nilai p < 0,05.Simpulan: Penerapan metode tim dan metode primer ada pengaruh pada peningkatan mutu pelayanan keperawatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10