cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PENGARUH PEMBERIAN “BOOKLET” DALAM MENINGKATKAN PERSEPSI DAN SIKAP KELUARGA UNTUK MENDUKUNG LANSIA MEMANFAATKAN POSYANDU LANSIA Abdul Halim; Dwi Agustanti
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.798 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.610

Abstract

Meningkatnya UHH menyebabkan peningkatan jumlah lanjut usia, dimana pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 28,8 juta jiwa.Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 menyebutkan bahwa upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat termasuk lanjut usia dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan. Tujuan untuk  mengetahui  pengaruh pemberian Booklet dalam meningkatkan persepsi dan sikap lansia memanfaatkan Posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016. Jenis penelitian kuantitatif, pengambilan sample dengan  purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 100 orang, yang terbagi menjadi  2  kelompok   50 orang diberikan booklet, sedang  50 orang  lainnya  tidak diberi.   Pada analisis bivariat dilakukan menggunakan uji t dependen dan t independen. Hasil analis Bivariat persepsi responden dengan pemberian booklet   dengan rata 0,74 dengan SD 1,209, sedangkan yang tidak diberikan booklet dengan rata-rata skor persepsi 0.10 dengan SD 0.303. Dari hasil uji T test Independen diproleh nilai (p Value = 0.001), (< alpha 0,1), berarti disimpulkan ada pengaruh rata-rata skor persepsi pada kelompok responden yang diberikan booklet.Kesimpulan ada pengaruh pemberian Booklet terhadap sikap responden dalam mendukung lansia memanfaatkan Posyandu lansia dengan p Valeu 0.001. Saran dengan mengembangkan penyampaian informasi kesehatan pada masyarakat.
KEPUASAN DOSEN TERHADAP ORGANISASI PADA JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKES TANJUNGKARANG Idawati Manurung
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.937 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.339

Abstract

Kepuasan kerja, menurut Gibson merupakan suatu sikap yang dipunyai individu mengenai pekerjaannya dan ini tercermin dalam kinerjanya dan ini sangat dipengaruhi oleh faktor organisasi yaitu kemampuan sumber daya manusia, supervisi, imbalan, struktur dan desain kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kepuasan dosen Prodi Keperawatan Tanjungkarang dan Prodi Keperawatan Kotabumi dan faktor dalam organisasi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan dosen.  Variabel adalah faktor organisasi dan adalah kepuasan dosen. Rancangan penelitian kuantitatif dan cross sectionl. Populasi penelitian dosen di Jurusan Keperawatan Poltekes Tanjungkarang  sejumlah 33 orang, sampel adalah total populasi, waktu September-Oktober 2015 dan pengumpulan data dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kepuasan Prodi Tanjungkarang 2,80 dengan standar deviasi 0,38,  kelompok Prodi Kotabumi, rata-rata kepuasannya 3,17 dengan standar deviasi 0,46,  nilai ρ < i 0,05, artinya ada  perbedaan yang bermakna antara kepuasan Prodi Tanjungkarang dengan Prodi Kotabumi. Hasil persamaan regresi menunjukkan yang paling terpengaruh kepuasan dosen adalah kemampuan sumber daya manusia. Sarannya adalah  perlua adanya perlakuan-perlakuan terhadap pengembangan kemampuan dan ketrampilan para dosen.  
Determinan Pernikahan Dini pada Satu Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan Idawati, Idawati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.828 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.863

Abstract

Di Indonesia kasus pernikahan dini berkisar 12-20% yang dilakukan pasangan baru, biasanya pernikahan dini dilakukan pada pasangan usia muda rata-rata umurnya 16-20 tahun.  Berdasarkan Angka Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, sebanyak 34,6 % wanita menikah dibawah usia 15 tahun. 700 juta perempuan yang hidup saat ini menikah ketika masih anak – anak dimana 1 dari 3 diantaranya menikah sebelum usia 15 tahun. Di Indonesia presentasi perkawinan usia anak perempuan yang lulus SD (40,5%) padahal Undang – Undang perkawinan di Indonesia menyatakan bahwa usia yang sah bagi anak perempuan adalah 16 tahun dan akan laki – laki 19 tahun (Unicef, 2016). Sementara hasil penelitian Sentika di wilayah Pantura diperoleh hasil bahwa 42,8% kasus yang diteliti semua menikah di bawah usia 15 tahun. Sedangkan data di Provinsi Lampung tahun 2008 terdapat 25% dari 100.000 penduduk terutama di derah pedesaan (PKBI, 2008). Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui determinan pernikahan dini di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2015. Jenis penelitian ini bersifat korelasi dengan menggunakan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan yang menikah dan tercatat di PPN Kecamatan Kalianda pada tahun 2015 berjumlah 953 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian  pasangan yang menikah dan tercatat di PPN Kecamatan Kalianda tahun 2015 berjumlah 91 responden. Dari hasil analisis univariat diperoleh keterangan bahwa yang melakukan pernikahan dini sebanyak 48,4% (44 orang). Dari hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku menikah dini (p value=0,003), Ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku menikah dini (p-value=0,000).
HUBUNGAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA Herdiansyah Hardiansyah; Idawati Manurung; Al Murhan
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.497 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.374

Abstract

Proses belajar agar dapat berjalan secara optimal bila adanya dukungan dari sumber belajar. Salah satu sumber belajar yang sangat dibutuhkan dalam perguruan tinggi adalah keberadaan perpustakaan. Banyaknya kunjungan merupakan faktor penentu keberhasilan keberadaan perpustakaan. Berdasarkan pre-survei tentang kunjungan, didapatkan data bahwa jumlah kunjungan mahasiswa ke perpustakaan, sangat rendah, kebanyakan hanya berkunjung 1-2 kali perminggu dan tidak ada yang berkunjung lebih dari 4 kali perminggu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pelayanan perpustakaan dengan tingkat kepuasan mahasiswa Jurusan Keperawatan Prodi Keperawatan Tanjung Karang Poltekkes Tanjung Karang. Metode penelitian yang digunakan adalah desain korelasi dengan pendekatan cros-sectional. Populasi berjumlah 347 mahasiswa, sampel 186 mahasiswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat berupa persentase dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 111 responden (54,3%) menyatakan pelayanan perpustakaan tidak baik dan 85 responden (45,7%) menyatakan baik. Hasil penelitian tingkat kepuasan mahasiswa diperoleh 111 responden (59,7%) menyatakan tidak puas dan 75 responden (40,3%) menyatakan puas. Hasil uji chi-square  diperoleh p-value 0,00 (p-value<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan yang bermakna antara pelayanan perpustakaan dengan tingkat kepuasan mahasiswa. Peneliti menyarankan kepada perangkat perpustakaan untuk lebih aktif lagi dalam berbagai upaya peningkatan pelayanan perpustakaan baik sarana dan prasarana, termasuk koleksi bukungya,  serta mengajukan kepada Institusi Jurusan Keperawatan untuk dilakukannya pembaharuan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISA MAKANAN SARING PASIEN RAWAT INAP Usdeka Muliani
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.19 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.254

Abstract

Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS) bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit melalui penyelenggaraan makanan. Sisa makanan pasien merupakan salah satu tolok ukur dari pelayanan gizi ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan saring di ruang rawat inap RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung  Tahun 2011? Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 41 responden di ruang rawat inap kelas I, II, dan III. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Penelitian ini menyimpulkan : (1) responden terbanyak berumur >40tahun (82,9%); (2) jenis kelamin terbanyak wanita (53,7%); (3) responden umumnya berpendidikan rendah (80,5%); (4)  Responden yang menilai cita rasa kurang baik sejumlah 21 orang (51,2%),  ; (5) sisa makanan saring rata-rata 57,1%; (6) Tidak ada hubungan antara faktor umur dengan sisa makanan (ρ =  0,128); (7)   Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan sisa makanan (ρ = 0,724); (8) Tidak ada hubungan antara pendidikan responden dengan sisa makanan (p = 0,477); (9) Tidak ada hubungan antara cita rasa responden dengan sisa makanan (p = 1,000). Pihak Instalasi Gizi sebagai pengelola makanan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung diharapkan dapat melakukan evaluasi dan inovasi pada makanan saring agar menghasilkan makanan yang menarik dan enak dengan demikian  dapat membangkitkan selera makan pasien sehingga mengurangi terjadinya sisa makanan. 
PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) OLEH BIDAN DI BAKAUHENI Diana Meti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.027 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.568

Abstract

Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) khususnya di wilayah kerja Puskesmas Bakauheni Desa Bakauheni mulai berjalan pada awal 2008. Berdasarkan survey yang diperoleh dari data PWS KIA Puskesmas Bakauheni di wilayah kerja Puskesmas Bakauheni tahun 2011 masih terdapat 3 Angka kematian Ibu (AKI), kematian neonatus 10  dan 3 Angka Kematian Bayi (AKB).Tujuan untuk mengetahui Gambaran  pelaksanaan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) oleh bidan di wilayah kerja Puskesmas Bakauheni Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua bidan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Bakauheni Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014 yaitu berjumlah 13 orang bidan, Teknik sampling adalah Total sampling. Data yang dikumpulkan adalah data primer dengan alat ukur lembar observasi/ ceklist dan kuisioner dengan menggunakan tehnik observasi dan wawancara. Analisa yang digunakan   univariat menggunakan prosentase.  Hasil penelitian ini didapatkan dari 13 responden yang melaksanakan  pemeriksaan antenatal care sesuai P4K sebanyak 3 responden (23,1%), Persiapan persalinan sesuai P4K sebanyak 4 responden (30,8%), pemeriksaan kesehatan neonatal sesuai P4K sebanyak 4 responden (30,8%), pelaksanaan program stikerisasi P4K sebanyak 3 responden (23,1%). Dari keempat item pelaksanaan Program P4K belum ada responden yang melaksanakan seluruh Program P4K sesuai standar.Saran agar meningkatkan pelaksanaan P4K oleh bidan di wilayah kerjanya serta dapat memberikan bimbingan teknik kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat melaksanakan pelayanan kepada ibu hamil dan bayi sesuai dengan P4K.
HUBUNGAN FAKTOR ORGANISASI DENGAN PENERAPAN STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP Yuni Astini; Idawati Manurung
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.462 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.302

Abstract

Pendidikan perawat, program pelatihan secara terstruktur dan terprogram, program pembinaan manajemen  pelayanan dan asuhan keperawatan sudah semakin maju, spesifik dan ilmiah. Tetapi  banyak  perawat yang bekerja tidak  beredasarkan standar asuhan keperawatan, standar prosedur pelayanan dan standar intervensi keperawatan. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan faktor organisasi dengan penerapan standar asuhan keperawatan di ruang rawat inap RS Imanuel Way Halim.  Jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 110, sampel 98 responden. Analisis data dengan uji chi square. Hasil penelitian  51 orang (52%) dari 98 perawat pelaksana mengatakan bahwa faktor organisasi tidak  mendukung kinerja klinis perawat  untuk bekerja  sesuai dengan standar.  Hasil analisa sub variabel faktor organisasi, faktor desain pekerjaan 64 (51,8%) paling tidak mendukung perawat dalam menerapkan asuhan keperawatan sesuai dengan standar dan yang paling mendukung adalah kemampuan sumber daya perawat sebesar 60 (61,2%).  Hasil analisa hubungan diperoleh  nilai p=0,00 (0,00<0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara faktor kepemimpinan dengan penerapan asuhan keperawatan. Semua sub-sub variabel faktor organiasasi juga menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan penerapan asuhan keperawatan. Hasil perbandingan nilai PR, faktor supervisi yang paling memberikan peluang tidak bekerjanya perawat sesuai dengan standar dari pada faktor yang lain. Disarankan untuk mengembangkan program-program yang mengharuskan perawat bekerja sesuai dengan standar, termasuk program untuk belajar proses keperawatan dan dokumentasinya, program untuk menyamakan prosedur tindakan keperawatan dan membenahi manajemen pelayanan keperawatan rumah sakit. 
HUBUNGAN BERAT BADAN DAN PANJANG BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK 12-59 BULAN DI PROVINSI LAMPUNG Antun Rahmadi
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.699 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.601

Abstract

Hasil Survei Pemantauan Status Gizi (PSG) di Provinsi Lampung tahun 2015 menunjukkan bahwa prevalensi stunting anak usia 0-59 bulan sebesar 23%. Angka ini menurut World Bank (2006) termasuk dalam kategori masalah kesehatan masyarakat tingkat sedang. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan dan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Provinsi Lampung tahun 2015, sedangkan tujuan khususnya adalah: 1) Mengetahui prevalensi stunting, 2) Mengetahui prevalensi BBLR, 3) Mengetahui prevalensi panjang lahir rendah, 4) Mengetahui hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting, dan 5) Mengetahui hubungan panjang badan lahir dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Provinsi Lampung tahun 2015. Penelitian ini menggunakan data sekunder hasil Survei PSG Provinsi Lampung yang berdasarkan desain cross sectional.Sampel yang dianalisis adalah adalah semua Balita usia 12-59 bulan yang berjumlah3.129 anak. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan komputer dan hubungan antar variabel dilakukan dengan uji statistik kai kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting, BBLR dan panjang lahir rendah adalah 26,7%, 6,5%, dan 21,8%. Ada hubungan antara panjang badan lahir dengan kejadian stuntingsedangkan BBLR tidak berhubungan dengan kejadian stuntingpada anak usia 12-59 bulan di Provinsi Lampung tahun 2015. Dinas Kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya pemantauan pertumbuhan Balita khususnya bayi dengan panjang lahir pendek dengan melakukan pengukuran secara berkala panjang badan anak yang pelaksanaannya diintegrasikan dalam kegiatan penimbangan Balita di Posyandu. Selain itu perlu juga penguatan upaya pencegahan terjadinya kelahiran bayi pendek dengan cara memberikan perhatian yang lebih besar pada program-program perbaikan gizi ibu.
Analisis Status Kesehatan Gigi Dan Kebutuhan Perawatan Gigi Pada Murid-Murid SD di Kota Bandar Lampung Erni Gultom; Tumiur Sormin
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.546 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.854

Abstract

Karies gigi pada anak masih tetap merupakan masalah klinik yang signifikan, Indeks DMF-T meningkat seiring dengan bertambahnyaumur anak. Prevalensi nasional Indeks DMF-T adalah 4,6. Indeks DMF-T anak umur 12 tahun menunjukkan rata-rata 2,25 dengan angka prevalensi sebesar 77%. Penelitian ini bertujuan mengetahui status DMF-T, status CPITN dan kebutuhan perawatan jaringan periodontal  pada anak–anak SDN Kota Bandar Lampung. Jenis penelitian adalah observasional dengan  rancangan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh murid kelas VI SDN Kota Bandar Lampung yang rata-rata berumur 11-12 tahun  sebanyak 8.850 orang. Sampel penelitian sebanyak 1770 responden,  diperoleh melalui teknik proporsional sampling, setiap  gugus kecamatan sebesar 20%, dengan kriteria inkluisi murid yanggiginya sudah permanen semua.Hasil uji statistik  T-independen diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan karies gigi pada murid perempuan dan laki-laki, dimana pada perempuan lebih tinggi, yakni  (42,6 %) dan  laki-laki (38,3%). Prevalensi karies pada murid SDN Kota Bandar Lampung yaitu sebesar 80,9%.  Rerata DMF-T adalah 1,39 (kategori rendah). Nilai DMF-T didominasi oleh Decayed (D), yaitu sebesar 1,24 sedangkan Filling(F) masih sangat rendah yaitu  0,015.  Disimpulkan bahwa  indeks DMF-T murid SDN di Kota Bandar Lampung termasuk kategori rendah.Hasil pemeriksaan CPITN  memiliki skor 0 sebanyak 36 %  dan  tidak terdapat perdarahan, probing,  poket patologis, skor 1 memiliki 2,3% menunjukkan bahwa terdapat perdarahan saat probing tidak disertai  kalkulus, skor 2 memiliki 61,7% menunjukkan bahwa terdapat kalkulus (sub atau supragingiva), skor 3 dan skor 4 masing masing 0% , hal ini menunjukkan tidak terdapat pocket pada responden. Kebutuhan perawatan yang diperlukan sesuai analisis status gigi murid SDN Kota Bandar Lampung adalah scalling.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN ANTE NATAL CARE (ANC) DENGAN KEPUASAN PASIEN Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.45 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.366

Abstract

Tingkat kepuasaan pelayanan sangat dipengaruhi oleh mutu suatu produk (baik berupa barang maupun jasa) sehingga pengukuran tingkat kepuasan atau suatu produk. Sangat erat hubungannya dengan mutu produk tersebut pelanggan puas, akan membeli lebih banyak dan lebih sering, mereka yang akan merekomendasikan kepada kerabat dan teman-teman nya. Selain itu pasien yang merasa puas akan mamatuhi pengobatan dan mau datang berobat kembali. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Hubungan Antara Kualitas Pelayanan ANC Dengan Kepuasan Pasien Dirumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung Tahun 2014. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode korelasi (correlational research) dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC ke Rumah sakit Graha Husada pada bulan januari sampai dengan April 2014 yaitu sebanyak 345 orang penentuan sampel menggunakan accidental sampling hingga diperoleh 77 sampel. Pengumpulan data menggunakan lembar angket. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian Diketahui bahwa seluruh responden yaitu sebanyak 50 (64,9%) responden menyatakan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh RS Graha Husada sudah dilaksanakan dengan baik, sedangkan 27 responden (35,1%) menyatakan kualitas pelayanan yang diberikan oleh RS Graha Husada kurang. Diketahui bahwa seluruh responden yaitu sebanyak 44 (57,1%) responden menyatakan puas, sedangkan sebanyak 33 responden (42,9%) menyatakan tidak puas. Ada hubungan signifikan atau bermakna antara Kualitas Pelayanan ANC. Dengan Kepuasan Pasien Dirumah Sakit Graha Husada Bandar Lampung Tahun 2014 nilai p value <a (0,000<0,05).