cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Upaya Peningkatkan Pengetahuan Sadari Keluarga Penderita Kanker Payudara dengan Pendekatan Health Beliefe Model Yuniastini Yuniastini; Ratna Dewi; Arif Yulinda
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.96 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1005

Abstract

Kanker payudara banyak terjadi pada wanita. Di Lampung, pada tahun 2014,  jumlah penderita kanker payudara adalah yang tertinggi dan sebagian besar datang pada stadium lanjut.  Stadium kanker payudara saat terdiagnosis berhubungan dengan survival rate yang ditimbulkan oleh kanker tersebut. Semakin dini stadium kanker terdiagnosis maka semakin banyak penderita dengan daya tahan hidup selama lima tahun (five-year relative survival rate). Tujuan penelitian ini meningkatkan pengetahuan tentang kanker payudara dan sadari keluarga penderita  kanker payudara dengan pendekatan Health Beliefe Model (HBM).Penelitian dirancang dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest.Sampel penelitian adalah sebagian dari keluarga pasien kanker payudara dengan  kriteria:  merupakan keluarga pasien kanker payudara dari satu garis keturunan, berjenis kelamin perempuan, berusia ≥ 20 tahun, dalam kondisisehat dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian berjumlah 30 orang. Media yang digunakan video, dirancang dengan pendekatan HBM, yakni dengan memasukkan konstruksi dari HBM yakni perceived seriousness, perceived susceptibility, perceive benefits,perceived barriers, cues to action, motivating factors, self-efficacy. Pengetahuan yang ditayangkan dalam media meliputi pengertian,  tanda dan gejala kanker payudara, faktor resiko kanker payudara, manfaat sadari dan teknik sadari.Analisis yang digunakan  Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil penelitian diperoleh adanya  perbedaan antara pengetahuan keluarga penderita kanker payudara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan pendekatan HBM (p=0,000 ; positive ranks 22). Kesimpulan, pendekatan HBM secara signifikan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga penderita kanker payudara dan disarankan untuk diterapkan.
TINGKAT KEPUASAN LULUSAN DIPLOMA III KEBIDANAN TERHADAP KUALITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM PRAKTIK Ika Fitria Elmeida
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.495 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.158

Abstract

Kualitas implementasi kurikulum praktik meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan penampilan fisik merupakan salah satu alat pemasaran jasa yang utama untuk mencapai tujuan organisasi, sekaligus memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam hal ini adalah lulusan dan pengguna lulusan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kepuasan lulusan terhadap kualitas implementasi kurikulum praktik yang meliputi dimensi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan tampilan fisik dan mengetahui dimensi mana yang berpengaruh paling besar terhadap kepuasan lulusan D III Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik acak sederhana proporsional, dengan jumlah sampel 50 bidan lulusan tahun 2009 dan 2010. Data dikumpulkan dengan dengan menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Uji statistik dengan diagram kartesius Importance performance, dan analisis statistik menggunakan Pearson Product Moment.  Hasil penelitian ini mencatat bahwa pengaruh kualitas implementasi kurikulum terhadap kepuasan lulusan secara simultan adalah 83% (nilai p ≤ 0,05). Secara parsial dimensi yang mempunyai pengaruh bermakna terhadap kepuasan lulusan adalah dimansi daya tanggap, empati dan penampilan fisik (nilai p ≤ 0,05). Pengaruh daya tanggap, empati dan penampilan fisik masing-masing adalah 33,4%, 18,8%, dan 29,7% sehingga total pengaruh gabungan adalah 82% (nilai p ≤ 0,05). Simpulan bahwa kualitas implementasi kurikulum praktik berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan lulusan dan dimensi yang paling berpengaruh adalah daya tanggap dan penampilan fisik. Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berkaitan dengan kepuasan lulusan dan pengguna lulusan.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS Septa Setyawan; Sono Sono
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.684 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.531

Abstract

Sampai saat ini belum ada kepastian terkait hubungan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah  sewaktu  sehingga masih menjadi bahan diskusi untuk mendapatkan kepastian.  Penelitian ini bertujuan untuk memastikan hubungan antara variabel aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Kotabumi II Lampung Utara tahun 2014. Desain penelitian  ini korelasi analitik, dengan metode pendekatan cross sectional, sampel dalam penelitian ini 77 responden menggunakan teknik accidentalsampling. Hasil analisis univariat menunjukan bahwa 49 pasien diabetes melitus (63,63%) melakukan kebiasaan aktivitas fisik sesuai anjuran, dan 56 pasien diabetes melitus (72,72%) mempunyai kadar glukosa darah sewaktu yang terkontrol. Berdasarkan analisis bivariat dengan uji chi-square didapatkan 40 pasien diabetes melitus (71,42%) mempunyai kadar glukosa darah sewaktu terkontrol melakukan kebiasaan aktivitas fisik sesuai anjuran dan 12 pasien diabetes melitus (57,14%) mempunyai kadar glukosa darah sewaktu tidak terkontrol melakukan kebiasaan aktivitas tidak sesuai anjuran. Dengan (α = 0,05), dan df(derajat kebebasan) = 1 yaitu  3,847, maka diperoleh  hit 4,4  > tab 3,841. Maka Ho ditolak berarti signifikan atau terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien 
ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJA DENGAN GANGGUAN KETULIAN PEKERJA PABRIK KELAPA SAWIT Merah Bangsawan; Holidy Ilyas
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.818 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.291

Abstract

Hasil survey di pabrik es di Jakarta menunjukkan terdapat gangguan pendengaran pada 50% karyawan disertai peningkatan ambang dengar sementara sebesar 5-10 dB, karyawan yang telah bekerja terus-menerus selama 5-10 tahun (Hendarmin, 2005). Hasil penelitian Hatta, dkk (2010) di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PTPN 7 diperoleh hasil, dari 17 sampel terdapat 9 orang merasakan keluhan gangguan pendengaran subjektif (53%), bahkan dapat menyebabkan kehilangan pendengaran yang sifatnya permanen. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian adalah untuk menguji karakteristik pekerja (umur, lama kerja, dan penggunaan APP) terhadap gangguan ketulian pekerja pabrik kelapa sawit unit usaha Rejosari PTPN VII Kecamatan Natar, Lampung Selatan tahun 2012.Desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini total populasi yaitu 34 orang pekerja pabrik. Penelitian dilaksanakan dari bulan Nopember -  bulan Desember 2012. Uji hipotesis digunakan adalah Chi-Square test ( = 0,05). Hasil uji hipotesis hubungan antara umur terhadap gangguan ketulian ternyata p value = 0,023, lama kerja terhadap gangguan ketulian p value = 0,002, dan antara penggunaan APP terhadap gangguan ketulian pvalue 0,031, sehingga p value < 0,05 yang berarti semua variabel yang diteliti menunjukkan ada hubungan yang signifikan terhadap gangguan ketulian pekerja pabrik kelapa sawit unit usaha Rejosari. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN GIGI TIRUAN PADA LANSIA Bintang H. Simbolon
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.784 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.592

Abstract

Menurut WHO, salah satu ukuran derajat kesehatan gigi masyarakat yang optimal adalah lima puluh persen dari populasi lansia masih memiliki minimal 20 gigi yang masih berfungsi (WHO, 1982).  Pada penelitian Lambri dkk (1990) di Bandung dalam penelitian Lina (1999) dinyatakan bahwa pada lansia usia 45-91 tahun di panti werdha  didapatkan data bahwa sebesar 17,5% yang tidak bergigi dan hanya 1,2% yang memiliki gigi lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan gigi tiruan pada lansia di panti werdha Provinsi Lampung tahun 2015. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Populasi adalah seluruh lansia yang berada di panti werdha Provinsi Lampung. Sampel adalah sebesar 93 responden yang dilakukan secara convenience sampling kecuali lansia yang tidak bersedia untuk diperiksa giginya dan tidak bersedia untuk diwawancarai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 23,9% lansia yang tidak mempunyai 1-11 gigi, 15,2%  lansia yang kehilangan 12-20 gigi dan 60,9%  lansia yang kehilangan ≥ 21 gigi. Dari 7 variabel (jumlah gigi yang hilang, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, gangguan pengunyahan, gangguan bicara,dan gangguan estetika) pada penelitian ini tidak satupun yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan penggunaan gigi tiruan pada lansia di panti werdha Provinsi Lampung tahun 2015.        
PENGARUH PEMBERIAN BRONKODILATOR INHALASI DENGAN PENGENCERAN DAN TANPA PENGENCERAN NaCL 0,9% TERHADAP FUNGSI PARU PADA PASIEN ASMA Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.764 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.329

Abstract

Terapi inhalasi bronkodilator pada pasien asma  merupakan pemberian obat secara langsung ke dalam saluran napas melalui penghisapan. Kenyataan di lapangan ada pebedaan dalam prosedur pemberiannya, dimana ada yang memberikannya dengan pengenceran NaCl 0,9%, tetapi ada juga yang memberikan tanpa pengenceran. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dan tidak satunya prosedur dalam pelaksanaanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian obat bronkodilator inhalasi dengan pengenceran Nacl 0,9% dan tanpa pengenceran Nacl 0,9% terhadap fungsi paru pasien asma. Desain penelitian menggunakan Quasy-Eksperiment (Pre-Post Test Control Group Design). Populasi dalam penelitian adalah semua pasien asma yang dilakukan pemberian obat bronkodilator inhalasi. Sedangkan tehnik sampling yang dipakai adalah Accidental Sampling, yaitu seluruh pasien asma dengan pengobatan nebulizer yang menggunakan obat bronkodilator Inhalasi pada Bulan Agustus – September 201, dengan jumlah sampel 60 orang. Analisa data yang digunakan adalah uji T dependen dan uji T independen Hasil penelitian menunjukan peningkatan fungsi paru (VEP1) pada pasien asma lebih besar pada pasien yang diberikan terapi inhalasi bronkodilatior tanpa pengenceran (108,33 ml/detik dengan standar deviasi 18,952 ml/detik) dari pada dengan pengenceran NaCl 0,9% (96,67 ml/detik dengan standar deviasi 12,685 ml/detik). Ada perbedaan rata-rata nilai VEP1 pada pasien asma yang diberikan inhalasi dengan pengenceran NaCl 0.9% dengan tanpa pengenceran NaCl 0,9% (p = 0.007). Untuk itu disarankan agar disusun kembali suatu SOP pemberian bronkodilator inhalasi (nebulizer) yang mengacu pada hasil penelitian ini, yaitu  inhalasi bronkodilator tanpapengenceran. 
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Pemeriksaan Papsmear Pada Pekerja Seks Komersial Di Lokalisasi Kota Bandar Lampung Nyimas Aziza; Mugiati Mugiati
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.009 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.844

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit kanker serviks sangat tinggi, apalagi untuk seorang wanita yang aktivitas seksualnya sangat tinggi seperti PSK. PSK ini berisiko tinggi tertularnya penyakit hubungan seksual yang dapat merangsang servik mengalami perubahan dan mengundang kanker dan dapat memicu timbulnya kanker servik. Di Indonesia berdasarkan analisis situasi yang dilakukan oleh seorang aktivis hak-hak Anak, Setiap tahun, lebih dari 460.000 kasus terjadi dan sekitar 231.000 perempuan meninggal karena penyakit tersebut. Berdasarkan data Departemen Kesehatan (Depkes), di Indonesia terdapat 90-100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus kanker leher rahim. Kanker leher rahim mempunyai frekuensi relatif tertinggi (25,6 %) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemeriksaan papsmear pada pekerja seks komersial di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan suatu strategi untuk mengatur latar belakang penelitian agar memperoleh data yang sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua pekerja seks komersial yaitu berjumlah 91 orang yang berada di Daerah Pemandangan wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung tahun 2016. sampel kasus yang digunakan adalah semua pekerja seks komersial yang berada di Daerah Pemandangan dibawah wilayah kerja Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung. Dari hasil analisis univariat diperoleh keterangan bahwa sebanyak 28,6 % (26 orang) pekerja seks komersial di Pemandangan Bandar Lampung memiliki pengetahuan yang kurang, sebanyak 74,7% (68 orang) pekerja seks komersial di Pemandangan Bandar Lampung bersikap unfavorable/tidak setuju akan pemeriksaan papsmear.. Dari hasil analisis bivariat Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap pemeriksaan papsmear dengan p-value = 0,014 dan OR=3,56, Ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap pemeriksaan papsmear dengan p-value = 0,002 dan OR=0,19.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI ANAK Rohayati Rohayati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.448 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.353

Abstract

Tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan yang terjadi sejak konsepsi dan terus berlangsung sampai dewasa. Tercampainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensi biologik. Tingkat potensi biologik, seseorang merupakan hasil iteraksi antar faktor genetik dan lingkungan bio-fisiko-psikososial. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda- beda memberikan cirri sendiri pada setiap anak. Perkembangan sosial dan emosipada anak ini, anak mampu beriteraksi dan menunjukkan reaksi emosi yang wajar, mengenal tanggung jawab, mulai menunjukkan kemandirian, disiplin dan peercaya diri.tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola asuh, jumlah anak, interaksi dengan teman sebaya, dan stats kesehatan dengan perkembangan dengan social emosi anak 2-3 tahun. Penelitian ini menggunakkan pendekatan kuantitatif, metode crossecsional,populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak 2-3 tahun sebanyak 59 orang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan cara purposivesampling dan didapatkan sampel 54 orang.pengukur data dengan lembar kuesioner perkembang social emosi, pola asuh jumlah anak, interaksi dengan teman sebaya dan status kesehatan. Pada analisis bivariat dilakukan menggunakkan uji chi-square. Hsil uji statistikdiketahui ada hubungan antara pola asuh, interaksi dengan teman sebaya dan status kesehatan dengan perkembangan social emosi anak ( p value<0,05). Dan tidak ada hubungan antara jumlah anak dengan perkembangan social emosi anak ( p value >0,05). Disarankan pada puskesmas untuk mengagendakkan penyuluhan kesehatan tentang perkembangan sosioemosi anak, dan penelitian ini lebih lanjut dengan metode eksperimen tentang stimulasi perkembangan sosioemosi pada yang usia 2-3 tahun. 
HUBUNGAN STRES DENGAN KENAIKAN TEKANAN DARAH PASIEN RAWAT JALAN I Wayan Darwane; Idawati Manurung
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.379 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.149

Abstract

Hipertensi adalah tekanan darah persistem dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan diastoliknya di atas 90 mmHg. Stres merupakan salah satu penyebab hipertensi dan penyebab kambuhnya hipertensi.Stres merupakan kondisi dimana keadaan tubuh terganggu karena tekanan psikologis. Stres bukan karena penyakit fisik tetapi lebih mengenai kejiwaan. Akan tetapi karena pengaruh stres tersebut maka penyakit fisik bisa muncul akibat lemah dan rendahnya daya tahan tubuh pada saat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan kenaikan tekanan darah pasien rawat jalan yang telah lama menderita hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 116, dan didapatkan sampel 89 responden. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara menggunakan lembar kuesioner dari tanggal 15-26 Juli 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stres pada responden sebesar 50,6% dan proporsi kenaikan tekanan darah  pada responden sebesar 49,4%. Hasil uji Chi Square dengan derajat kepercayaan (CI) 95% dengan nilai α (0,05) dihasilkan perhitungan ρ value (0,00) < α (0,05) yang menunjukkan ada hubungan bermakna antara stres dengan kenaikan tekanan darah. Bagi petugas kesehatan di rumah sakit diharapkan memperhatikan faktor stres dan psikologis pasien serta melakukan  asuhan keperawatan pasien rawat jalan. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai karakteristik stres pada pasien hipertensi.
HUBUNGAN SIKAP DAN STATUS EKONOMI DENGAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA PUTRI Kumaidi Kumaidi; Yuliati Amperaningsih
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.487 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.522

Abstract

Remaja merupakan suatu periode atau masa tumbuhnya seseorang dalam masa transisi dari anak-anak kemasa dewasa.Data Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) Karta Raharja tahun 2012 jumlah remaja yang menikah dini <16 tahun sebesar 62 orang (40%) dari 155 total pernikahan dan meningkat di tahun 2013 menjadi sebesar 74 orang (45,7%) dari 162 total pernikahan. Pernikahan dini di wilayah kerja Puskesmas Karta Raharja tahun 2012 sebesar 39 orang (29,1%) dari 134 total pernikahan dan pada tahun 2013 sebesar 35 orang (24,6%) dari 142 total pernikahan.  Tujuan penelitian adalah diketahui hubungan sikap dan status ekonomi keluarga dengan pernikahan dini pada remaja putri di Wilayah kerja Puskesmas Karta Raharja Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2014.Desain penelitian yang digunakan analitik dengan pendekatan cross sectional.  Populasi adalah seluruh remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Karta Raharja Kabupaten Tulang Bawang Barat yang berjumlah 784 orang. Sampel sebesar 89 orang. Teknik sampel stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji chi squre.Hasil uji Chi square didapat ada hubungan sikap dengan pernikahan dini pada remaja putri (p-value=0,004 < 0,05), ada hubungan status ekonomi keluarga dengan pernikahan dini putri (p-value=0,002 < 0,05). Diharapkan Puskesmas Karta Raharja Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan mensosialisasikan waktu pernikahan dan dampak pernikahan dini melalui penyuluhan dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami kepada anak yang memasuki usia remaja putri dan orang tua  terutama ibu, serta memberikan keterampilan pada remaja agar remaja dapat bekerja dan dapat bekerjasama dengan PNPM untuk memberikan modal.