Articles
321 Documents
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEBERSIHAN ALAT GENITALIA SAAT MENSTRUASI
Mardiana Zakir
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.803 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i1.368
Perilaku kesehatan pada remaja saat menstruasi diawali dengan menjaga kebersihan organ kewanitaan. Akibat kurangnya menjaga kebersihan alat genetalia dapat mengakibatkan timbulnya Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) yang dapat terjadi tidak hanya ditemukan pada pekerja seks komersial melainkan sudah banyak ditemukan pada wanita remaja. Berdasarkan data hasil penelitian PKBI Pusat 2010 terhadap responden remaja khususnya siswa SMP dan SMA melibatkan 2.479 responden menunjukan 52,67% responden memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi tidak memadai. Hasil presurvey yang dilakukan pada 10 orang responden di SMA Gajah Mada didapatkan sebanyak 60% siswi memiliki perilaku kurang baik dalam merawat daerah kewanitaan pada saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang menjaga kebersihan alat genetalia pada saat menstruasi di SMA Gajah Mada Bandra Lampung Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswiSMA Gajah Mada Bandar Lampung yang masih aktif belajar yang berjumlah 112 orang dan sampel 112 orang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan data primer menggunakan angket dengan alat ukur kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat (persentase). Hasil penelitian gambaran pengetahuan remaja tentang kebersihan alat genetalia pada saat menstruasi yang dilakukan pada 112 responden diketahui sebagian besar responden 40,2% memiliki pengetahuan baik, 34.5% memiliki pengetahuan cukup, dan 25,3% memiliki pengetahuan kurang dalam menjaga kebersihan alat genetalia pada saat menstruasi di SMAGajah Mada Bandar Lampung. Peneliti menyarankan bagi dewan guru di SMAGajah Mada Bandar Lampung agar lebih meningkatkan pengetahuan mengenai kebersihan alat genetalia pada saat menstruasi serta mengajarkan kepada siswi melalui mata pelajaran biologi. Kata kunci:
Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Rose dan Akupresur pada Ibu Menyusui Pasca Saesar Caesarea terhadap Kecukupan ASI pada Bayi
Fepi Susilawati;
Abdul Halim
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.411 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1009
Proses melahirkan Seccio Caesarrea (SC) menyisakannyeri, cemas dan lain-lain yang dapat menghambat produksi ASI. Aalah satu upaya untuk memperlancar produksi ASIadalah dengan melakukan aroma therapi dan akupresur selain memberikan makanan bergizi. Aroma terapi dan akupresur dapat meningkatkan produksi ASI yaitu meningkatkan produksi oksitocin yang dilakukan dengan cara pemijatan pada titik tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh relaksasi aroma terapi rose dan akupressur pada ibu menyusui pasca SC terhadap kecukupan ASI bayi usia 1-3 hari yang dirawat di RSD May jend H.M Ryacudu Kotabumi tahun 2017. Jenis penelitian quasi eksperiment, desain one group time series . Populasinya seluruh ibu menyusui pasca SC, Sampel berjumlah 105 orang dengan tehnik incidental dan quota sampling. Uji statistiknya partial dalam analisis regresi (Uji F/Anova). Hasilnya adalah ada pengaruh aroma terapi rose dan akupressur pada ibu menyusui pasca SC terhadap kecukupan ASI bayi umur1-3 hari, derajad kepercayaan 0.05 didapat nilai α 0.00 < 0.05 dan R Square berbeda-beda pada titik akupressur (46,8 di tangan), (38,0 di kaki), 79,8 (leher dan punggung) serta 100 pada tangan, kaki, leher dan punggung.Sarannya hendaklah hasil penelitian dapat diaplikasikan dalam bentuk pemberian tindakan keperawatan sehingga bisa meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan terutama pada perawat komunitas dan praktek mandiri keperawatan.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK PRA SEKOLAH (>3-5 TAHUN)
Detha Errene Chashandra;
Nora Isa Tri Novadela
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.815 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v10i2.248
Prevalensi status gizi kurang pada balita yang terdapat di daerah Puskesmas Banjar Agung tahun 2013 yaitu 350 balita (9,4%). Puskesmas Banjar Agung memiliki 9 desa binaan di wilayah kerjanya salah satunya adalah Desa Sidodadi Asri. Balita yang mengalami gizi kurang di Desa Sidodadi Asri tahun 2013 yaitu 79 balita. Balita yang mengalami gizi kurang di Desa Sidodadi Asri tersebut merupakan balita yang mengalami pola asuh yang kurang tepat yaitu pola asuh permisif (serba membolehkan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Anak Pra Sekolah (>3-5 tahun) di Desa Sidodadi Asri Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak pra sekolah usia >3-5 tahun berjumlah 193 ibu. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan alat pengumpulan data adalah kuesioner dengan 31 pertanyaan. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakanchi square. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 145 responden, didapatkan anak pra sekolah (>3-5 tahun) yang memiliki status gizi normal berdasarkan indeks BB/TB yaitu terdapat 95 anak dan sebanyak 87 ibu(80.6%) yang pola asuhnya baik sedangkan 8 ibu(21.6%) yang pola asuhnya kurang baik.. Hasil penelitian diperoleh p value 0,00 dimana p<α (0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi anak pra sekolah (>3-5 tahun).
HUBUNGAN LAMA MENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KADAR ALBUMIN PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Arinta Arinta;
Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (114.703 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i1.535
Gagal ginjal kronik (GGK) adalah merupakan penurunan fungsi ginjal secara progresif sehingga tidak dapat mempertahankan homeostasis dalam tubuh sehingga penderita harus melakukan haemodialisis buatan. Komplikasi dari GGK adalah turunya kadar albumin. Keurangan albumin dapat di tanggulangi dengan pemberian therapy dan nutrisi saat perawatan.Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan lama menderita gagal ginjal kronik dengan kadar albumin pada pasien hemodialisis di RSUD Pringsewu.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji statistik menggunakan analisis bivariat uji T independen, dengan nilai α = 0,05. Penelitian dilakukan di unit haemodialisa RSUD Pringsewu. Waktu penelitian pada bulan Desember tahun 2013.Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita GGK yang menjalani hemodialisis di RSUD Pringsewu tahun 2013 yang berjumlah 36 penderita dengan sampel total populasi.Hasil penelitian menemukan responden yang mengalami gagal ginjal kronik dengan haemodialisa lebih dari 1 tahun mencapai 27 orang (75,0%). Rata-rata kadar albumin responden yang menderita GGK > 1 tahun adalah 3,68 g/dl dan dengan standar deviasi 0,28 g/dl dengan kadar albumin terendah adalah 2,75 dan tertinggi adalah 4,00 g/dl.. Sedangkan pada pasien GGK ≤1 tahun rata-rata kadar albumin adalah 3,20 g/dl dan dengan standar deviasi 0,37 g/dl dengan kadar albumin terendah adalah 2,7 dan tertinggi adalah 3,7 g/dl. Hasil analisis menemukan ada hubungan antara lama menderita GGK dengan kadar albumin (p value= 0,004).Penelitian ini menyarankan agar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis < 1 tahun harus dilakukan pemeriksaan kadar albumin darah rutin serta dilakukan konseling gizi oleh instalasi gizi tentang diet GGK yang menjalani hemodialisis.
HUBUNGAN KONDISI STRES DENGAN KEJADIAN DM PADA ANGGOTA POLRI DI POLRESTA BANDAR LAMPUNG
Avina Oktarida Syam;
Dwi Agustanti;
Abdul Halim
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.913 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v10i2.296
Diabetes Melitus (DM) keadaan hiperglikemik kronik yang menimbulkan komplikasi pada mata, ginjal saraf dan pembuluh darah. Beberapa kondisi meningkatkan risiko DM adalah prediabetes, riwayat keluarga, obesitas, usia dan stres. POLRI merupakan salah satu organisasi negara yang termasuk kedalam 10 organisasi yang memicu stres karena tugas mereka selama 24 jam untuk menjaga keamanan masyarakat. Saat Stres produksi hormon ephinefrin dan kortisol meningkat yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan penurunan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Hasil presurvei di klinik POLRESTA 120 orang (30%) menderita DM dan hasil wawancara dari 10 responden didapatkan 5 orang (50%) mengaku stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres dengan kejadian DM pada anggota POLRI di POLRESTA Bandar Lampung.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desaincross sectional.Populasi anggota POLRI yang pernah berobat ke klinik di POLRESTA Bandar Lampung berjumlah 400 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Simple random sampling, sedangkan uji statistik yang digunakan adalah Chi Square.Hasil penelitian didapatkan 32 responden (40%) yang mengalami stres dan 20 responden (25%) menderita DM. Uji statistik dihasilkan ρ value (0,01) ada hubungan antara stres dengan kejadian DM.Disarankan pada POLRESTA Bandar Lampung untuk meninjau kembali beban kerja anggota POLRI dan menjalin hubungan kerjasama dengan intitusi pendidikan kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang DM dan bagaimana cara menyikapi stres agar tidak menjadi DM.
RIWAYAT KURETASE DAN SEKSIO CAESARIA PADAPASIEN DENGAN PLASENTA PREVIA DIRUMAH SAKIT PROVINSI LAMPUNG
Yusari Asih;
Idawati Idawati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.426 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.596
Kematian maternal merupakan tolak ukur baik buruknya keadaan pelayanan kebidanan dan salah satu indikator tingkat kesejahteraan ibu. Penyebab kematian maternal di Indonesia perdarahan 40-60%, infeksi 20-30%, keracunan kehamilan 20-30% dan sisanya sekitar 5% disebabkan penyakit lain yang memburuk saat kehamilan atau persalinan.Pra Survey di Rumah Sakit RSUD Dr.Hi Abdul Moeloek terhadap rekam medik pasien ruang kebidanan pada Januari 2015, dari 9 ibu hamil yang mengalami plasenta previa mempunyai riwayat aborsi dengan kuretasi 5 orang (55,5%) dan riwayat seksio sesaria 3 orang (33%).Rancangan penelitian case control study, populasinyasemua ibu yang mengalami plasenta previa di Poli kebidanan dan Ruang Kebidanan RSUD Dr.Hi Abdul Moeloek tahun 2015, 413 orang. Sampel dengansystematicrandom sampling. Analisis data univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square. Penelitian dilaksanakan Mei-Juni 2015.Hasil penelitian riwayat kuretase pada kelompok kasus 73 orang (88,8%), sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 24 orang (28,9%),riwayat Seksio Sesaria pada kelompok kasus 71 orang (85,5%) sedangkan pada kelompok kontrol 14 orang (16,9%). Hasil uji statistik terdapat hubungan antara riwayat Kuretase dengan kejadian Plasenta Previa p value= 0,000 dengan OR= 18.Terdapat hubungan antara riwayat Seksio Sesaria dengan Kejadian Plasenta Previa p value = 0,000 dengan OR= 29. Kesimpulan terdapat hubungan antara riwayat kuretase dan riwayat sectio caesaria dengan kejadian plasenta praevia di RSUD Abdoel Moeloek tahun 2015. Saran untuk RSUD agar memotivasi ibu untuk melaksanakan penanganan Abortus dengan aman pada institusi kesehatan, serta memotivasi ibu untuk lebih memilih persalinan normal dibandingkan persalinan seksio sesaria.
Pengaruh Metode Pembelajaran Blended Learning Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang
Ika Fitria Elmeida;
R. Pranajaya
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.409 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v13i1.848
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar mahasiswa D III kebidanan dalam Mata Kuliah (MK) kegawatdaruratan maternal neonatal antara mahasiswa yang menggunakan metode konvensional yaitu face to face learning dan mahasiswa yang menggunakan metode blended learning, peningkatan mahasiswa pada Mata Kuliah kegawatdaruratan maternal neonatal akibat penerapan metode blended learning. Jenis Penelitian ini adalah kuasi eksperimen menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperiman yang menggunakan metode blended learning dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional face to face learning, populasi penelitian adalah mahasiswa D III kebidanan Prodi Metro, sampel penelitian adalah 72 mahasiswa terbagi atas 36 kelompok kontrol, dan 36 kelompok eksperimen. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara motivasi belajar mahasiswa yang menggunakan metode blended learning dengan mahasiswa yang menggunakan metode konvensional, ada peningkatan motivasi yang signifikan akibat penerapan metode blended learning. Disarankan agar metode blended learning ini dapat digunakan sebagai metode pembelajaran pada perkuliahan di jurusan kebidanan.
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PENYIMPANAN AIR SUSU IBU TERHADAP KUALITAS BAKTERIOOGIS
Misbahul Huda;
Holidy Ilyas
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (117.042 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i1.357
Air susu ibu atau ASI adalah makanan dan minuman yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologisosial maupun spiritual. Air susu ibu yang kaya manfaat tersebut rentan terkontaminasi oleh bakteri pathogen karena proses pemerahan yang tidak hygienis. ASI yang cara pemerahannya tidak hygies tersebut kemudian disimpan di lemari pendingin pada suhu 4oC selama beberapa jam atau 0oC selama 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan perkiraan jumlah bakteri dari ASI yang disimpan di lemari pendingin dengan waktu penyimpanan 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam suhu 4oC dan 24 jam suhu 0oC. Penelitian ini bersifat eksperimen dan dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2015. Populasi sekaligus sampel dari penelitian ini adalah 25 ibu menyusui kategori ASI matur di wilayah Hajimena Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan metode reduksi metylen blue. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kualitas bakteriologis dari ASI yang disimpan 2, 4,6, 8 jam pada suhu 4oC dan 24 jam pada suhu 0oC. Jumlah koloni meningkat setelah dilakukan penyimpan 2, 4,6, 8 jam pada suhu 4oC dan 24 jam pada suhu 0oC.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Peppermint Inhalasi terhadap Mual Muntah pada Pasien Post Operasi dengan Anestesi Umum
Tori Rihiantoro;
Candra Oktavia;
Giri Udani
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (405.418 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1000
Penggunaan anestesi umum dapat menyebabkan pasien mengalami mual, muntah (sering dikenal dengan istilah PONV). InsidensiPONV mencapai 30% dari 100 juta lebih pasien bedah di seluruh dunia. Di Indonesia insiden terjadinya PONV belum tercatat jelas. Penanganan PONV dapat menggunakan terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu terapi non farmalkologi yaitu pemberian aromaterapi peppermint secara inhalasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint inhalasi terhadap mual muntah pada pasien post operasi dengan anestesi umum.Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Populasi pada penelitian ini adalah pasien post operasi dengan anestesi umum dengan jumlah sampel 20 orang. Hasil penelitian menyimpulkan adaperbedaan skor rata-rata PONV sebelum dan sesudah diberikan aromaterapi peppermint inhalasi pada kelompok eksperimen yaitu 11.10 (p value=0.005), ada perbedaan skor rata-rata PONVpada pengukuran pertama dan pengukuran kedua pada kelompok controlyaitu 2.20 (p value=0.006), selanjutnya juga ada perbedaan selisih skor rata-rata PONV pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol yaitu 10.00 (p value+0.000). Hasil ini menunjukkan bahwa aromaterapi peppermintmemberikan pengaruh dalam menurunkan skor rata-rata PONVpada pasien post operasi dengan anastesi umum. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan untuk penerapan terapi aromatikpeppermintpada pasien post operasi yang mengalami keluhan mual muntah.
FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI PADA PELAKSANAAN AMBULASI DINI PASIEN FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH
Siti Fathonah;
Hernawilly Hernawilly
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (120.266 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v8i2.153
Angka kejadian fraktur di Bandar lampung cukup tinggi. Hampir semua kasus fraktur ini ditangani dengan tindakan pembedahan dan tindakan ekternal fiksasi. Beberapa masalah yang sering muncul segera setelah operasi diruang perawatan adalah bengkak, nyeri. Hasil pre survey yang dilakukan selama satu minggu pada bulan Januari 2012 dari 7 orang pasien fraktur yang ditangani dengan tindakan pembedahan, sebanyak 5 orang tidak melakukan ambulasi dini karena takut untuk bergerak, merasa sakit, dari 5 orang 2 orang mengatakan tidak ada anggota keluarga yang berani untuk melakukan gerakan. Penelitian ini bertujuan Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan ambulasi dini pada pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel di ambil dengan metode purposive sampling pada bulan Juli s.d September 2012 berjumlah 24 responden. Metode analisis chi square. Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan faktor emosi, gaya hidup, pengetahuan dengan pelaksanaan ambulasi dengan p value < 0,05. Tidak ada hubungan antara kondisi kesehatan dan dukungan sosial dengan pelaksanaan ambulasi dengan p value > 0,05. Dari hasil penelitian disarankan kepada perawat untuk mengoptimalkan observasi pasien paska operasi, penyuluhan tentang gaya hidup, memperhatikan emosi pasien sebelum opreasi dengan penyuluhan sebelum operasi, mengajarkan tahapan ambulasi dini dan pencegahan komplikasi paska operasi ekstremitas bawah.